
Yerim berjalan lesu.
Pikirannya tertuju pada ucapan kim sora . orang yg ia temui beberapa menit lalu. sebenarnya ia ingin menolak keinginana kim sora, namun gadis itu tak tega saat melihat wanita itu menangis ia bersedih dan teringat ibunya saat melihat wanita itu.
jika ia mengiyakan tawaran ibu tersebut ia takut bagaimana masa depannya .
lama ia berfikir dan akhirnya ia sampai dirumahnya ralat kontrakan kecil miliknya.
uangnya hanya cukup untuk mengontrak maklumlah selama ini ia tinggal sendiri dan membiayai semua keperluannya sendiri. syukurlah ia bisa mengontrak ruma untuk beristirahat.
"huft lelahnya.. aku akan mandi lalu tidur hari ini benar-benar melelahkan ." gumamnya
selesai mandi yerim mengganti baju dan beranjak tidur.
drrt drrt drtt
hp yerim bergetar
drr drrt drt
ada panggilan masuk dari park jihoon bos sekaligus temannya
Hallo yerim apa kau sudah sampai rumah?? " suara jihoon terdengar panik
"iya jihoon aku sudah dirumah . ini aku mau istirahat dan segera tidur." jawab yerim
"yerim apa kau sakit?? suaramu terdengar sedikit lemah." jawab jihoon.
" aku tak apa apa jihoon aku akan tidur . besok aku harus bekerja bukan??"
"ahaha kau benar emmm selamat malam yerim aku aku aku menyayangimu" suara jihoon lemah dibagian akhir.
walaupun begitu yerim tetap bisa mendengarnya .
"aaapa " jawab yerim gugup
"ah tak apa selamat istirahat yerim .
sekali lagi selamat malam.
tuttt panggilan diakhiri begitu saja.
"apa aku salah dengar?? dia bilang dia menyayangiku?? " gumamnya
__ADS_1
Yerim tak mau memikirkannya dia langsung tertidur setalah meletakkan ponselnya.
kringggg krinngggg kringggg
suara alarm berbunyi membangunkan yerim ..
"woahh sudah pagi ?? jam berapa ini" ucapnya pada diri sendiri.
ia melirik jam dan dilihatnya masih pukul 06:00
ia bergegas bangun mencuci muka dan menggosok gigi.
setelah itu ia membereskan rumah dan memasak yaaa itulah kegiatan yerim setiap pagi sebelum berangkat kerja.
Pukul 07:30 yerim berangkat berkerja ia memilih berjalan kaki karna lebih irit hitung-hitung olahraga. pikirnya
tak berselang lama ia datang dan disambut rekan kerjanya ..
"Hay nona cantik?? baru datang?? tumben sekali??" sapa nata
Nata adalah teman baik yerim selain jihoon . ia juga cantik namun sedikit dingin pd orang asing.
usianya 23 thn. jomblo tpi dengan keluarga yg lengkap ia merasa tidak kesepian.
"kau belum terlambat tapi hampir sayang.. lagipula walaupun kau terlambat sepertinya boss tak akan marah". jawab yerim sedikit menggoda
"apa maksudmu nata??" yerim bingung
"kau pura-pura yerim . apa kau tak tau kalau boss menyukuaimu hmm?? atau kau pura-pura tidak tau??" nata berbica sambil menoel dagu yerim.
"kau itu kenapa ngelantur sih?? ini masih pagi" jawab yerim kesal dengan pipi memerah
"haha lalu kenapa pipimu merah apa kau menyukainya juga" tanya nata masih dengan kekepoannya
"bodoh!! diamlah aku mau kerja jangan menggosip pagi pagi seperti ini." yerim yang malu langsung pergi meninggalkan nata .
Apa yang dikatakan nata itu benar gumamnya
tak terasa waktu sudah siang yerim hendak makan dan istirahat bergantian dgn pelanggan lain..
tiba-tiba
"yerim ada yang ingin menemuimu" teriak nata dibalik pintu.
__ADS_1
"siapa??" tanya yerim
nata hanya menggidikan bahu dan menggeleng.
"cepat temuilah , kasihan dia menunggu." lanjut nata
"ya aku kesana" jawab yerim sambil bertanya.
"nyonya kim?? benarkah anda" tanya yerim ragu.
sora menolah lalu mengangguk mereka berpelukan lalu duduk berhadapan
"bagaimana kabarmu yerim?? " tanya ibu kim.
"aku baik. bagaimana kabar nyonya ??" tanya yerim balik.
"aku baik. aku datang untuk menemuimu melanjutkan pembicaraan kita semalam."
deg
oh god!! aku harus jawab apa??
batin yerim.
"bagaimana yerim apa kau mau menikah dengan putraku??" tanya kim sora
yerim terkejut dia bingung harus menjawab apa.
"aaaku aku aku belum yakin " jawab yerim menunduk
"kenapa" tanya kim sora kecewa.
"kita baru saling mengenal nyonya dan aku belum tau seperti apa putramu??" jawab yerim lagi
" ohhh hanya masalah itu.
aku yakin kau adalah anak yg baik, aku tau itu . aku tak mempermasalahkan harta. masalah putraku dia mapan dan normal dia pasti setuju karna dia menyayangiku." jelas kim sora
"baiklah nyonya aku setuju." jawab yerim sambil memaksakan tersenyum
"apa kau serius nak?? aku sangat bahagia" jawab kim sora antusias.
yerim hanya tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
like and comment yaa**