Siapa aku Untukmu

Siapa aku Untukmu
episode 26


__ADS_3

Yerim sontak membulatkan matanya melihat baekhyun didepannya.


"Aku bawakan sarapan untukmu yerim"ucap baekhyun tersenyum ramah.


"Tadaaaa" ucap baekhyun memperlihatkan spagetti.


"Kau membelinya??" yerim hanya menatap makanan itu datar.


"Kau mengejekku ya. Aku sudah memasak dari pagi." Baekhyun sedikit kesal.


"Ya ya baiklah. Tapi aku tidak mood sarapan sekarang." ujar yerim hendak menutup pintu kamar..


"Hey tidak jangan tutup dulu. Ayo sarapan."baekhyun kekeh.


"Aku harus ke cafe oppa. ini sudah terlambat." yerim coba menghindar.


"Yerimm kumohon.." suara baekhyun lirih.


"huft baiklah akan kumakan" ucap yerim lalu mengambil alih piring dari tangan baekhyun.


Yerim lalu memakan makanannya.


"Aku harus menjelaskannya pada yerim." batin baekhyun


"Yerim.." Yerim lalu menoleh ke arah baekhyun.


Baekhyun seolah ragu untuk bicara.


"Ada apa oppa??" yerim menghentikan makannya.


"Kumohon percayalah padaku.." ucap baekhyun menatap mata yerim tulus.


"Aku sudah tak punya hubungan apapun dengan taeyeon. Percayalah." lanjutnya.


yerim hanya diam dan menyendok makannya lagi.


"Kau percaya kan?? Apa kau ingat saat aku uring2an saat itu. Saat itu aku baru melihat taeyeon dan kekasih barunya.Dan saat itu juga aku telah mengakhiri hubungan kami." baekhyu menggengam tangan yerim.


"Aku percaya. Aku tau itu lagi pula untuk apa kau meyakinkanku?? Bukankah kau tak "


"Kau istriku yerim sebab itu aku tak ingin ada salah paham diantara kita." potong baekhyun.


"Bukankah kau tak menginginkanku,?Kau menikahiku untuk menyiksaku dan menjadikanku pembantu??" ujar yerim.


Baekhyun sontak melepaskan tangan yerim.

__ADS_1


Dia mendekatkan duduknya dengan yerim.


"Itu dulu ... sekarang aku merasa nyaman denganmu. Mari kita mulai hubungan kita dari awal yerim." ujar baekhyun mantap.


Yerim lalu menoleh kearah baekhyun. Dia bisa melihat raut wajah baekhyun yang tulus.


"Apa kau serius oppa??" tanya yerim.


Baekhyun lantas mengangguk.


"Aku akan belajar mencintaimu yerim "


ujar baekhyun menghambur memeluk yerim.


Awalnya yerim diam dia tak percaya dengan apa yang terjadi. Namun setelah baekhyun memeluknya ia tersadar dan meneteskan air mata. Dia membalas pelukan baekhyun.


"Aku mencintaimu oppa ,aku tak tau sejak kapan tapi aku mencintaimu." ucap yerim didada bidang baekhyun


"Aku tau itu aku akan belajar mencintaimu yerim. Percayalah padaku.." ujar baekhyun mengecup kening yerim.


"Jangan menangis lagi .. aku tak suka melihatnya."ujar baekhyun menghapus airmata dipipi yerim.


Yerim hanya mengangguk.


"Oh gawat aku sudah terlambat." pekik yerim melepaskan pelukannya.


"Hey tenanglah. mari kita berangkat." ujar baekhyun meraih tangan yerim.


"Tunggu aku ambil tas dulu."ujar yerim


Baekhyun mengangguk.


Setelah beberapa menit mereka sampai dicafe.


"Baiklah aku akan turun. Terimakasih." ujar yerim sambil melepaskan sabuk pengamannya.


Yerim hendak membuka pintu.


Namun baekhyun mencegahnya.


"Sstt tunggu dulu." ujar baekhyun


"Kenapa ada apa??" tanya yerim polos.


Cup

__ADS_1


cup


Ciuman mendarat di pipi dan binir yerim.


Baekhyun lalu tersernyum.


"Kau harus terbiasa seperti ini sebelum pergi aku akan menciummu dan kau juga harus begitu" ucap baekhyun.


"ahahaha baiklah." ujar yerim.


"Hey kau mau kemana??"tanya baekhyun.


"Aku akan turun oppa kita sudah sampai dan aku sudah terlambat." jawab yerim.


"Kau lupa ucapanku barusan??" baekhyun menaikkan alis.


"Apa lagi oppa??" tanya yerim.


"Aish kau ini . Kan aku tadi bilang kau harus membiasakan diri setelah aku menciummu kau akan menciumku kan??"


"Apa??" pekik yerim.


"Kau sudah setuju tadi." ujar baekhyun


Pipi yerim sontak merona.


"Kau mau ttp diam baiklah kau tak akan bisa turun dan kau akan terlambat."ujar baekhyun enteng.


Yerim berfikir sejenak..


"Baiklah tutup matamu oppa." ucap yerim lirih.


"Kenapa??" tanya baekhyun


"Tutup saja kenapa sih??" kesal yerim


"Baiklah" ujar Baekhyun mengangguk.


kemudian yerim mendekat


dan...


dan...


dan....

__ADS_1


tbc.


__ADS_2