Siapa aku Untukmu

Siapa aku Untukmu
episode 33


__ADS_3

"Apa maksudmu jihoon aku tak mengerti??" yerim benar benar bingung.


"Siapa ayah dari anak yang kau kandung yerim??" jihoon menaikkan suaranya.


yerim sontak terkejut.


Dia spontak duduk dan memegangi perut ratanya .


"Anak??" gumam yerim pelan.


"Ya . Kau hamil yerim kau hamil." sinis jihoon sambil tertawa hambar.


"Selamat selamat." ujar jihoon tertawa keras. Terlihat kekecewaan dalm dirinya.


"Jihoon aku bisa jelaskan??" ujar yerim.


"Apa apa yang mau kau jelaskan?? katakan siapa lelaki brengsek itu." jihoon mendekati yerim.


"Dia suamiku." yerim berkata lirih.


Deg.


Jihoon tak percaya dengan ucapan yerim tubuhnya diam membeku.


"Kami menikah dua bulan yang lalu." lanjutnya


"Kami menikah karna dijodohkan, Dan kami sepakat merahasiakan pernikahan ini . " yerim kemudian menceritakan semua kisahnya dan baekhyun.


Jihoon hanya mendengarnya dan tak dapat berkata apapun. Lidahnya kelu. Hatinya bagai tersayat belati . Orang yang dia cintai sudah dimiliki orang lain.


Namun saat yerim bercerita bagaimana awalnya dia diperlakukan oleh baekhyun.


sikap kasar dan baekhyun yang pernah main tangan membuat jihoon geram dan mengepalkan tangannya.


"Aku mencintainya jihoon tapi dia belum bisa mencintaiku. Tapi aku senang dia sudah menerima pernikahan ini." akhir cerita yerim.


"Selamat yerim semoga kau bahagia." jihoon tersenyum simpul.


"Jihoon apa kau marah??" tanya yerim.


Jihoon menggeleng.


"Aku tidak marah." ujarnya


"Aku hanya kecewa karna aku terlambat memilikimu." batin jihoon .


"Jihoon.." yerim memanggilnya lirih.


Jihoon mendekat.


"Kau adalah sahabat sekaligus kakak terbaik untukku. Tolong jaga rahasia ini baik baik ya."


yerim kemudian bangkit dan memeluk jihoon.


Jihoon mengangguk dan membalas erat pelukan yerim.


"Mari kuantar pulang. Jangan menolak. tubuhmu masih lemas." jihoon melepaskan pelukan.


Yerim mengangguk dan keluar dari rumah sakit dengan kursi roda karna tubuhnya masih lemas.


Didalam mobil jihoon terlintas dibenaknya untuk memberitau baekhyun jika dia sedang hamil.


Pasti baekhyun akan senang' pikirnya.


Cklek.


Pintu apartemen baekhyun terbuka.


"Surprise"


Suara itu membuat baekhyun terkejut.


"Kalian??" baekhyuns sontak senang dam melupakan ttg yerim.


"Ya kami disini hyung." ujar kai.

__ADS_1


Disana semua teman grup baekhyun berkumpul.


Mereka membuat surprise untuk baekhyun setelah tour konser mereka selesai.


"Kalian mengejutkanku saja." ujar baekhyun lalu memeluk mereka satu persatu.


"Bagaimana kabar kalian??" tanay baekhyun.


"Kami baik hyung." jawab sehun.


"Bagaimana denganmu??" tanya suho.


"Aku sangat baik." jawab baekhyun semangat


Saat mereka asik mengobrol tertawa dan bercanda bersama.


Yerim yang telah sampi diapartemen dan diantarkan jihoon di depan lobi pun masuk .


ckelk.


Sontak semua orang menoleh ke arah pintu.


Mereka semua terkejut.


Terutama yerim dan baekhyun.


"siapa dia hyung??" Tanya chen.


"Aahhh maaf menganggu kalian." yerim tersenyum lalu membungkuk.


"Aku..." yerim hendak bicara namun baekhyun langsung memotongnya.


"Dia pembantuku." potong baekhyun datar.


Deg


"Pembantu??" yerim mendengar hal itu.


Dia merasakan sesak dalam dadanya.


Dia lalu tersenyum kearah mereka dan permisi dia masuk kekamar lamanya.


"Apa yang aku katakan ?? bodoh!" batin baekhyun gusar.


"Oh maaf boleh kami minta minum??" tanya chanyeol.


"Ah ya . hyung suruh pembantumu membuatkan minum untuk kami." ujar kai.


"Emm yerim tolong"


"Baiklah" potong yerim tanpa menoleh ke arah baekhyun.


Tak lama kemudian yerim datang membawa minuman..


"Terima kasih." ujar mereka.


Yerim lalu mengangguk dan pergi ke kamarnya.


Dia menutup pinntu kamarnya.


Tubuhnya luruh kelantak dibalik pintu kamarnta.


Sesak hanya itu yang dia rasakan .


Dia kemudian mengelus perutnya.


"Sayang kau harus kuat ya?? kita harus kuat." gumam yerim lirih dan menyeka airmatanya.


"Kita kan berjuan berdua." tekad yerim


"Baek ini sudah malam. Kami harus pamit??" ujar suho yang diangguki semua member.


"Oh buru buru sekali.


Baiklah terima kasih telah mampir." ujar baekhyun

__ADS_1


kemudian mereka pamit pulang.


Baekhyun menutup pintu dan berjalan ke kamarnya.


Ckelk.


Pintu terbuka dan memperlihatkan ranjang yang kosong.


"Dimana yerim??" gumamnya.


Dia kemudia turun untuk mengecek yerim di kamar bawah.


"Pintunya terkunci." gumam baekhyun.


"Yerim" panggilnya dari luar kamar.


"Apa kau sudah tidur??"


namun tak ada jawaban.


"Baiklah mungkin kau sudah tidur . istirahatlah dengan baik." lirih baekhyun.


"Aku akan minta maaf besok." lanjutnya dalam hati.


.........


Keesokan harinya yer bangun sangat pagi.


Dia bersiap siap pergi ke cafe. kondisinya sudah lebih baik.


"Huft sudah siap." gumanya lalu mengambil tasnya.


"Sayang mari kita kerja dan mengumpulkan uang." yerim mengelus perut ratanya.


Sebelumnya dia telah memaska untuk baekhyun.


Namun dia masih tak ingin bertemu dengan baekhyun.


Dia kemudia berangkat naik bus .


Tak lama setelahnya baekhyun bangun dia turun dengan wajah bantalnya mencari yerim dibawah.


"Yerim.." panggilnya menuruni tangga namun tak ada sahutan dari yerim.


"Yerim kau belum bangun ya." ujar baekhyun mengetuk pintu.


"Yerimm ..." dia membuka pintu.


namun tak mendapati yerim disana.


"Kemana dia??" gumam baekhyun.


Dia kemudian menoleh ke arah meja makan sudah ada sarapan yang disediakan .


"Yerim pasti marah padaku."


gumamnya.


"Aku akan datang lagi ke cafe nanti untuk menemuinya." ucap baekhyun.


Cafe hari ini sangat ramai.


Pelayan sangat kewalahan melayani pengunjung


Baekhyun datang ke cafe untuk menemui yerim


"Ada yg bisa ku bantu??" tanya jihoon ramah.


"Aa aku ingin menemui yerim??" ujar baekhyun.


"Maaf anda siapanya..??" tanya jihoon ramah.


"Ahhh aku hanya saudara nya." jawab baekhyun.


"Ck kau tak mengakui istrimu sendri." batin jihoonn.

__ADS_1


tbc


__ADS_2