Siapa aku Untukmu

Siapa aku Untukmu
episode 43


__ADS_3

Yerim berlari keluar kamar dan bergegas menaiki lift.


Sedang baekhyun di kamar yang masih tak percaya dengan ucapan yerim terduduk di lantai.


"Anak??Anakku??" gumam baekhyun.


"Apa aku harus senang sekarang??" lanjutnya.


Dalam hatinya ada perang batin yg dia rasakan.


Perasaannya dia ingin menolak bayi itu namun dalam hati kecilnya dia sangat senang.


"Yerim?? "


Deg


matanya menatap kekosongan dikamar hotelnya.


Tadi saat yerim pergi dia terlalu sibuk dgn pikirannya sendiri.


"Yerim kau dikamar mandi??" tanya baekhyun berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Saat dia membuka pintu kamar mandi dia pun tak menemukan yerim.


"Yerim kau pergi kemana?? ini bukan negaramu??" gumam baekhyun berlarian mencari yerim.


Sementara yerim yg ada duduk ditaman dekat hotel dia menangis tanpa suara.


"Hiks yerim bodoh harusnya aku tak bilang jika aku sedang hamil." gumam yerim.


"Hiks nanti jika baekhyun oppa memintaku untuk menggugurkan babyku bagaimana??" yerim mulai cemas.


"Tidak tidak aku tidak mau .." yerim berdiri dan berjalan lagi walaupun tanpa tujuan.


"Oppa tak boleh menemukanku. Hiks aku takut." gumam baekhyun sambil berjalan .


Saat melewati cafe yg buka 24 jam dia merasa sangat lapar.


"Uhh sepertinya enak." ucap yerim.


Dia mencari uang cash dalam sakunya.


Hanya ada sedikit uang dalam sakunya

__ADS_1


Karna memang sekarang dia tak membawa dompet dan hp.


"Cukup untuk beli burger." gumam yerim lalu masuk ke dalam.


"Aku pesan burger ya." ucap yerim pada pelayan.


Lalu berjalan duduk di meja dekat kaca.


"Baiklah sayang kita tunggu pesanan kita datang."


Baekhyun menyusuri jalanan membawa mobilnya dia menjalankannya sangat pelan.


Dia terus mencari pejalan kaki yang seperti yerim.


"Yerim kalian dimana??" baekhyun cemas.


Sudah beberapa kali dia menelfon yerim namun hpnya ditinggal di hotel.


Hingga dia memutuskan memberhentikan mobilnya sejenak.


Matanya terus menyusuri lingkungan sekitar hingga menemukan sesosok wanita yg mirip sekali dengan yerim.


Duduk di meja cafe.


Baekhyun lalu turun dari mobil dan berjalan kearah cafe tersebut


"Yerim??" panggil baekhyun.


Yerim yg menikmati burgernya lalu mendongakkan kepalanya.


"Oppa??"gumam yerim lirih.


Baekhyun langsung berhambur memeluk yerim.


"Huft jangan menghilang lagi. Maafkan aku , Aku tak akan mengulanginya lagi. aku janji.Aku akan menjaga dan merawat kalian." ucap baekhyun panjang lebar sambil memeluk yerim.


"hiks oppa tidak marah?? tidak mau menggugurkan anakku." tanya yerim.


"Hey Kau ini bicara apa. aku tak akan memintamu mengugurkannya bahkan memikirkannya pun tak terlintas dibenakku." jawab baekhyun.


"Be benarkah??" mata yerim berbinar seketika.


Baekhyun mengangguk.

__ADS_1


"Dia darah dagingku yerim. Mana mungkin aku tega seperti itu." ucap baekhyun mengelus perut rata yerim.


"Ayo kita pulang." baekhyun menggandeng tangan yerim.


"Tunggu aku habiskan ini dulu." yerim dengan cepat menyambar sisa burgernya.


"Pelan pelan saja nanti kau tersedak." ucap baekhyun.


"Aku mau lagi dibawa pulang." pinta yerim.


"Baiklah aku pesanku dulu."


Sambil menunggu pesanan mereka baekhyun terus memperhatikan yerim yang sedang makan.


"Ini pesanan anda. Terimakasih."ucap pelayan itu.


"Oh ini uangnya . kau ambil saja kembaliannya." ucap baekhyun


Mereka segera pergi meninggalkan cafe.


sesampainya dihotel yerim langsung menuju ranjangnya.


"Kau tak mau makan burgermu??" tanya baekhyun.


"Besok saja aku mengantuk." gumam yerim meraih gulingnya.


"Baiklah terserahmu. Ibu hamil harus dituruti." ucap baekhyun memeluk yerim dari belakang.


"Yerim berapa usianya??" tanya baekhyun mengelus perut yerim.


"Sekarang sudah 12 minggu." ucap yerim.


"Benarkah?? tapi tidak terlihat jika kau hamil." gumam baekhyun.


"Mungkin karna ini masih 3bulan." Jawabnya enteng.


"Ohhh begitu. Tapi yerim."


"Oppa aku mau tidur aku mengantuk." potong yerim.


"Kkkkk baiklah aku akan diam kau bisa tidur."


Cup

__ADS_1


"Selamat malam." ucap baekhyun


tbc


__ADS_2