
Paginya baekhyun terbangun karna merasa keram ditangannya.
Ia menoleh kesamping melihat yerim yg tidur pukas dgn menggunakan lengan baekhyun sbg bantal.
Baekhyun menarik sudut bibirnya.
Membenarkan posisi yerim agar lebih dekat dengannya.
Cup
Baekhyun mengecup pipi kiri yerim.
"Jangan marah lagi ya.. Aku akan bawa dia kemari dan menjelaslan semua faktanya."Gumam baekhyun lirih.
Dia mencium bibir yerim lama.
Hingga sedikit melumat bibir tipis itu.
"Eughhh"Lenguh yerim.
baekhyun menjauhkan wajahnya dari wajah yerim..
Cukup lama baekhyun berbaring disamping yerim.
Ia tak ingin bangkit dan membuat yerim terusik hingga bangun.
Kini yg yerim butuhkan hanya istirahat.
pikirnya.
Tak lama Yerim menggeliat
"Hoamm" Yerim menguap.
"Sudah bangun hem??" Tanya baekhyun
"Kau??"Pekik yerimm
"Pergi dari sini." Usir yerim
"Yerim .."panggip baekhyun lirih.
Dia tak habis pikir semalam yerim memintanya menemani tidur. Namun sekarang dia diusir.
"Hiks kau selingkuh. penghianat"Umpat yerim.
"Yerim kau salah paham .."Kata baekhyun
"Aku tidak mau mendengarmu... pergi pergi."Kata yerim meneteskan air mata .
"Hey jangan menangis."Baekhyun meraih wajah yerim.Namun yerim segera menampisnya.
__ADS_1
"Jangan menyentuhku."Sinis yerimm
"Kau tak mau mendengarku??" tanya baekhyun
"No. "singkat yerim
Yerim lalu turun dari ranjang.
Baekhyun sigap membantu yerim.
"Jangan membantuku.."Sinis yerim sebelum baekhyun menyentuhnya.
Yerim berjalan tertarih tatih sedang baekhyun mengikutinya dari belakang.
Tubuh yerim yg lemas membuatnya susah untuk berjalan dgn baik.
Tepat didepan pintu kamar mandi sebelum yerim masuk.
brukk.
"Yerim "pekik baekhyun.
Baekhyun segera menghalau tubuh yerim yg hampir ambruk.
"Kau kenapa??" Baekhyun langsung menggendong yerim.
"Pusing." gumam yerim lirih.
"Istirahat saja ya..Aku Panggil dokter dulu." kata baekhyun.
yerim memejamkan matanya.
Tak lama dokter datang dan memeriksa kondisi yerim.
"Nyonya saya mohon jangan banyak fikiran.Tolong jangan stres dan perhatikan makan anda."jelas dokter itu.
Yerim mengangguk.
Setelah itu dokter pergi dari ruangan itu meninggalkan baekhyun dan yerim berduaan.
"Aku ambil sarapanmu dulu ya.." Kata baekhyun mengelus rambut yerim.
Yerim tak menjawab,,Baekhyun lalu pergi meninggalkan yerim sendiri.
Tak lama baekhyun datang dengan nampan sarapan ditangannya.
"ayo makan dulu aku bantu." Baekhyun meletakkan nampannya diatas nakas.
Membantu Yerim untuk duduk dgn nyaman.
"Ayo buka mulutmu aku akan menyuapimu." Kata baekhyun tersenyum mengarahkan sendok ke arah mulut yerim.
__ADS_1
Yerim tak bergeming matanya memandang baekhyun datar.
"Yerim ayolah..." bujuk baekhyun.
"Aku tidak lapar.."Singkat yerim.
"Jika kau tidak makan bagaimana baby akan punya nutrisi. " Kata baekhyun ...
"Aku bilang aku tidak mau." Ulang yerim.
"Jangan keras kepala yerim." Kata baekhyun menahan amarah.
"Kau tidak dengar aku tidak lapar. Aku tidak mau makan." Yerim berteriak.
Baekhyun yg sudah sangat kesal.
Prangg.
Baekhyun melempar nakasnya kelantai. Hingga nasi dan lauk itu berceceran.
Yerim yg terkejut langsung diam mematung.
"Jangan membuatku marah yerim.Jangan menguji kesabaranku." Kata baekhyun dgn amarah bersulut sulut.
"Aku sudah sabar kepadamu sejak kemarin. Kau mau apa ha?? Katakan apa maumu??" Baekhyun balas berteriak.
Yerim tak menjawab . Dia terisak melihat baekhyun membentaknya.
"Kenapa kau diam ha??" Baekhyun mencengkram kuat lengan Yerim.
"Akhh" Pekik yerim kesakitan
Baekhyun tersadar,, Lalu melepaskan cengkramannya pada lengan yerim.
"Maaaf." kata baekhyun lirih dan tulus.
Yerim tak bergeming..
Yerim langsung bangkit duduk dan berjalan tertatih meninggalkan baekhyun.
Baekhyun langsunh mengikuti yerim.
"Jangan ikuti aku. Aku tak ingin berdekatan dgn orang sepertimu. Anakku tak butuh ayah yg jahat sepertimu." kata yerim penuh penekanan lalu pergi dari kamar rawatnya.
"Yerim.." lirih baekhyun namun kakinya lemas tak bisa melangkah..
hayo...
gimana lanjutannya.
End nya setelah yerim lahiran atau diterusin sampai anaknya besar??
__ADS_1
Yuk komen guys .