
Yerim menjerit keras ia mencengkram bahu Baekhyun sampai meninggalkan bekas. Airmata terlihat menetes dari ujung mata yerim. Baekhyun memaju mundurkan dirinya baekhyun yg masih merasa perih pada bagian intinya dia menangis tak ada suara lama kelamaan ia terhanyut pada permainan baekhyun .
Tak berselang lama yerim mencapai puncaknya disusul Baekhyun yg mengeluarkannya di dalam.
Tubuh lelah Baekhyun ambruk menindih yerim walaupun ia masih sedikit menyangga.Baekhyun kemudian berguling kesamping tubuh yerim tanpa melepaskan penyatuan tubuh mereka.
Merengkuh tubuh yerim dan memeluknya erat.
"Ck kenapa kau menangis?? Bukankah kau seeokh melakukannya dengan pria diluar sana.??" Yerim yg ditanya hanya diam.
"hey jawab aku apa kau tuli hah?"
Mendorong tubuh yerim lalu melepaskan penyatuan mereka.
Baekhyun yg hendak bangkit membuka selimut yang menutupi mereka..
Baekhyun terkejut dgn apa yang dilihatnya "Apa darah?? Kau??" Yerim menangis lebih keras masih tanpa suara.
"ahh sial" batin baekhyun lalu meninggalkan yerim yg menangis.
Setelah Baekhyun pergi yerim masih menangis dan berjalan tertatih ke kamar mandi.
Merendam dirinya dibathup kamar mandi baekhyun.
"huft kenapa ini terjadi padaku. Kenapa?? Tapi memang ini kewajibanku melayaninya . Tapi aku tak menyangka jika dia akan melakukan sekasar ini" batin yerim lalu pergi memunguti pakainannya hendak turun ke bawah.
Namun saat yerim melangkah ketangga, tubuh pandangannya tiba-tiba gelap
Tubuhnya ambruk seketika.
Baekhyun yg sedang memainkan ponslnya menoleh dan melihat tubuh yerim sudah ambruk.
Baekhyun berlari menghampiri yerim .
"Yerim hey bangunlah"
"jangan menakut-nakutiku"
__ADS_1
" Yerim bangun jeball yerim"
Baekhyun mengangkat tubuh yerim kekamarnya.
Lalu menelfon dokter pribadinya.
Baekhyun yg khawatir merasa bahwa dokter yg ia hubungi sangat lamban.
tok tok tok
Baekhyun membukakan pintu.
membawa dokter itu masuk.
"Siapa yg sakit??" Baekhyun hanya diam dan membawa dokter dgn nama park seo joen itu masuk.
setelah memeriksa kondisi tubuh yerim ia hanya menggelengkan kepala.
"Kau keterlaluan baek. Dia baru saja keluar dari rumah sakit. bahkan tangannya masih terbalut perban infus ditanggannya. Tekanan darahnya rendah dan kau langsung melakukan 'itu' padanya." Baekhyun yg terkejut hanya memandang tubuh yerim menyesal harusnya ia tak melakukan itu.
" Ini vitamin untuknya dan obat penangkal rasa sakitnya."ujar seojoen lalu pergi keluar apartemen.
Ia menyingkirkan rambut yg menghalangi paras cantik yerim" Cantik" satu kata yg keluar dari mulut baekhyun tanpa ia sadari.
Kemudian baekhyun turun membuat bubur untuk yerim.
Waktu sudah hampir siang dan yerim belum juga sadar.
Namun baekhyun harus pergi ke gedung produsernya untuk membicarakan kontrak mereka yg ingin ia akhiri.
Baekhyun sebenarnya tak tega meninggalkan yerim sendiri tapi apa boleh buat. Dia harus bergegas pergi.
Dia harus segela menyelesaikan urusannya dan bergegas pulang.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Diapartemen yerim bangun tak menemukan siapa-siapa disana.
hmmm menyedihkan sekali saat sakit ia harus merawat dirinya sendiri padah ia sudah bersuami. Suami?? yerim memang menganggap baekhyun suaminya tapi baekhyun hanya menganggap dirinya sebagai pembantunya.
Dia melihat obat dan bubur disampingnya.
Ada sebuah note tertulis disana.
"Makan dan minumlah. jangan merepotkanku."
Yerim hanya tersenyum tipis . ia merasa sedikit bahagia walaupun ia merasa telah merepotkan baekhyun.
Lalu ia memakan bubur dan meminum obatnya.
"Huft aku harus segera turun. Aku takut nanti saat dia datang dan melihatku dia akan marah." Yerim beranjak meninggalkan kamar baekhyun menuju kamarnya.
Yerim masuk lalu mengunci pintu dan merebahkan tubuhnya.
.
.
.
Baekhyun pulang setelah urusannya selesai.
Di jalan ia melihat wanita yg sangat familiar untuknya sedang mengobrol dan bergandengan tanga di taman kota.
"Taeyeon ?? bukankah dia sedang ada di luar kota?? Lalu siapa lelaki itu??"
Baekhyun hendak menghampirinya dan
__ADS_1
Bruak..
Tbc