Siapa Pelakunya?

Siapa Pelakunya?
12. Penyelidikan


__ADS_3

     Keadaan kamar yang di tempati Juli sangat berantakan,terlihat juga bercak darah di mana mana dan selain itu jendela kamar terbuka hingga angin masuk melalui jendela itu.Tak berselang lama Inspektur Adi menghampiri jendela itu dan melihat lihat namun tidak ada orang sama sekali di luar lalu Ayah Toni mendekati Inspektur Adi dan berkata kepada Inspektur Adi.


"Inspektur apa yang sebenarnya terjadi?," tanya Ayah Toni dengan kebingungan lalu Inspektur Adi berbalik.


"Saya juga tidak tau yang kami ketaui Toni cerita kalau kemarin ada yang berusaha membunuh Juli setelah kepulangan kalian,lalu aku dan Toni pergi ke ruang cctv untuk mencari tau siapa yang ingin mencelakai Juli? Sesampainya di ruangan cctv kami pun melihat rekaman itu dan ternyata orang yang ingin membunuh Juli sebelum ini adalah orang yang sama dengan pelaku pembunuhan Shela. Beberapa saat kemudian semua lampu mati begitu pula cctv nya kami berusaha mencari sumber masalah nya,tiba tiba saat kami mencari tombol darurat yang berada di dalam ruangan Juli berbunyi dan satpam pun langsung berlari kekamar Juli karena dengan mengatakan kalau Juli dalam bahaya. Seketika kami pun berlari dengan tergesa gesa,sesampainya di luar ruangan Toni berusaha membuka pintu namun pintu terkunci dari dalam.Toni berusaha mendobrak pintu namun ia tak bisa karena ia sendiri dan beberapa saat kemudian para satpam pun membantu Toni mendobrak pintu. Pintu pun akhirnya terbuka lebar dan setelah pintu terbuka kami melihat Juli sudah tergeletak di lantai dengan bersimpah darah,"ucap Inspektur Adi untuk menjelaskan kepada Ayah Toni.


Ayah Toni pun hanya Mendengarkan cerita yang di ucap kan Inspektur Adi lalu ia menjawab "Inspektur apakah mungkin kalau orang yang berusaha menyakiti Juli dan yang membunuh Shela adalah orang yang sama?,"


"Itu mungkin saja Tuan tapi sebelum kita memastikan kalau pelakunya orang yang sama maka saya akan menyelidikinya terlebih dahulu," jawab Inspektur Adi lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


     Setelah Inspektur Adi dan Ayah Toni berada di luar ruangan itu,Inspektur Adi menerima telepon dari seseorang dan ternyata orang itu adalah anak buahnya yang ingin memberi tau kalau Kania belum di ketemukan sejak ia kabur dari kantor polisi.


Inspektur Adi pun meminta kepada anak buahnya untuk terus mencari Kania, tanpa di sadari oleh Inspektur Adi Ayah Toni ternyata Mendengarkan ucapan Inspektur Adi di telepon.Ia sangat terkejut,ia kemudian mendekati Inspektur Adi dan berkata dengan kesal.


"Apa ini Inspektur? Apa yang aku dengar salahkan Kania tidak kaburkan?" ucap Ayah Toni dengan agak kesal.


"Emmmm,maafkan saya Tuan.Kania memang kabur!," jawab Inspektur Adi lalu Ayah Toni pun pergi tanpa berkata kata ia hanya terlihat kesal dan marah kepada Inspektur Adi.


Sesampainya di depan ruang UGD terlihat Ayah Toni masih kesal lalu ia duduk di sebuah kursi di depan kamar. Melihat ada yang salah Bu Laras mendekati Ayah Adi dan duduk di sampingnya.


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat kesal?," tanya Bu Laras setelah duduk di samping Ayah Toni lalu datanglah Inspektur Adi dengan sedikit pincang. Ayah Adi pun hanya melihat ke arah Inspektur Adi dengan kesal,tapi berbeda dengan Ayah Toni wajah Inspektur Adi sedih dan hanya menunduk tak berani menatap Ayah Adi atau pun Bu Laras.


"Tidak ada papa,aku hanya sedikit kesal dengan si pelaku yang menyakiti Juli,"ucap Ayah Toni untuk menutupi kalau Kania kabur dari kantor polisi.


     Di dalam ruangan UGD Toni terlihat menyesal dan ia hanya menangis di samping Juli, ia memegangi tangan Juli dan ia menunduk dengan menangis lalu ia meletakkan tangan Juli ke dahinya dan tiba tiba ia mengingat sesuatu namun ia belum jelas mengingatnya.Ia pun menghentikan tangisannya dan mukanya berubah serius karena ia sudah mengingat ucap Juli saat ia jatuh di pelukan Toni.


"Aku ingat,Juli pernah mengatakan sesuatu saat ia jatuh di pelukan ku.Aku harus memberi tau tentang ini kepada Inspektur Adi dan yang lainnya," ucap Toni lalu bergegas keluar kamar.


Sesampainya di luar ruangan itu Toni langsung menemui Inspektur Adi dan yang lainnya,ia terlihat tergesa gesa.


Dengan nafas terengah engah Toni memberi tau keluarga tentang ucapan Juli sebelum ia di bawa ke UGD.


"Inspektur, Ayah.Aku ingin memberi tau sesuatu ini tentang Juli," ucap Toni lalu Ayah Toni pun yang mendengar nya langsung berdiri dan menghampiri Toni.


"Apa itu Toni? Juli tidak papakan," jawab Ayah Toni lalu Bu Laras berdiri dan mendekat begitu pula Inspektur Adi.


"Tidak Ayah, Juli baik baik saja. Tapi yang aku maksud adalah....," jawab Toni lalu suasana kembali seperti saat Juli terbaring di lantai lalu Toni membantu Juli bangun setelah Juli berhasil bangun Juli langsung jatuh di pelukan Toni dan tak berselang lama Juli berkata dengan lirih di dekat telinga Toni"Balas dendam,dia ingin balas dendam."

__ADS_1


Toni menaruh Juli di atas tempat tidur. Tak berselang lama suasana kembali seperti saat di luar ruangan.


"Jadi maksud dari cerita mu tadi pelaku nya ingin balas dendam kepada Juli?" sahut Inspektur Adi.


"Aku pikir,Inspektur benar tapi bisa saja kalau dia ingin balas dendam kepada salah satu kepada kita dengan menyakiti satu persatu dari kita,"jawab Toni.


Tak berselang lama salah satu polisi mendatangi Inspektur Adi dengan membawa sebuah kotak yang di bungkus oleh kertas berwarna coklat.


"Pak maaf menganggu,ada paket buat Bapak," ucap polisi itu lalu memberi paket itu kepada Inspektur Adi dan Inspektur Adi pun menerima paket itu lalu ia berkata"Dari siapa ini?"


"Saya juga tidak tau pak,permisi" jawab polisi itu lalu pergi.Setelah menerima hadiah itu Inspektur Adi langsung membuka hadiah itu dan ternyata hadiah itu masih di letakkan di dalam sebuah box kecil lalu ia membuka box itu dan setelah box terbuka ia heran dan bingung karena di dalam box itu hanya berisi sebuah flashdisk.Inspektur Adi pun mengambil flashdisk itu dan berkata"Apa maksud dari semua ini?"


Toni yang melihat flashdisk itu langsung membawanya ke ruang cctv dan saat berada di ruanga itu Toni memberi kan flashdisk itu kepada satpam dan satpam pun menanjapkan flashdisk itu ke leptob.Tak berselang lama beberapa video muncul dari lebtop lalu Toni meminta satpam membuka satu persatu video yang ada di flashdisk itu.


Saat ia membuka salah satu video Toni dan Inspektur Adi  langsung terkejut karena orang berada di dalam video itu adalah pembantu Kania berserta dengan dua pelaku pembunuh Shela,didalam video itu ia terlihat tengah berbincang dengan kedua preman itu namun suaranya di hilangkan oleh si perekam.


Melihat video itu Inspektur Adi dan anak buahnya langsung pergi ke rumah Kania,sesampainya di rumah Kania Inspektur Adi langsung mengetuk pintu dan tak berselang lama pembantunya Kania pun keluar.Ia langsung terkejut setelah membuka pintu karena ia melihat Inspektur Adi di depan rumahnya.Inspektur Adi langsung meminta anak buahnya membrogol pembantu Kania, pembantu Kania langsung meronta ronta ia menolak untuk di bawa ke kantor polisi.


     Di rumah sakit Toni terlihat gugup dan kesal,ia datang bertemu dengan orang tuanya dan langsung duduk di kursi tunggu.Bu Laras yang melihatnya langsung bingung karena tadi ia berangkat tidak marah tapi saat ia kemudian ia terlihat marah.


"Bagaimana aku tidak kesal ternyata perlakunya adalah pembantu Kania?," jawab Toni dengan nada kesal lalu Ayah Toni mendekat ke arah Toni "Apa maksud kamu pembunuhan Shela dan perencanaan pembunuhan Juli di rencana kan oleh pembantu Kania?"


"Iya Pa benar flashdisk itu yang menjadi barang bukti kalau pembantu Kania bertemu dengan para preman itu di malam hari dan di rekaman itu terlihat juga waktunya.Dan waktu pengambilan video itu ternyata 5 menit setelah lampu menyala!."


Ucap Toni dan langsung membuat Ayah Toni dan Bu Laras terkejut. Mereka pada awalnya pun juga tak percaya atas semua itu namun lama kelamaan Ayah Toni percaya dan ikut kesal.


Ayah Adi juga ingin menghampiri si pembantu itu namun langkah nya di hentikan Toni karena Inspektur Adi sudah pergi ke sana.


Ayah Toni pun menghentikan langkah nya lalu ia masuk kedalam ruangan Juli.Ia masuk kedalam ruangan itu dengan menggunakan pakaian yang sudah di rancang khusus bagi keluarga yang ingin menengok pasien.Setelah berada di dalam ruangan itu Ayah Toni langsung duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Juli, ia kemudian membelai rambut Juli dengan penuh kasih sayang.


Ia kemudian melanjutkan berkata"Nak ini Ayah,kamu harus sembuh jangan lagi seperti ini Ayah tidak bisa melihat kamu terus seperti ini Ayah mohon kamu bangun dan kita seperti dulu."


Ayah Toni pun melanjutkan membelai kepala Juli.


"Juli kamu anak Ayah bukan anak orang lain,walaupun kamu bukan anak kandung Ayah seperti Toni dan Shela tapi kamu anak terbaik Ayah. Kamu ingat saat kamu,dan Shela duduk di bangku sekolah dasar kalian saling berebut kursi di kelas tapi kamu yang selalu mengalah lalu kamu ingat saat Toni dan kamu bertengkar masalah baju kamu juga yang mengalah. Ayah hanya mohon sama kamu untuk kali ini kamu jangan mengalah,kamu harus.... Kamu harus egois kalahkan rasa sakitmu.Kamu harus sadar demi Ayah dan Toni," ucap Ayah Toni dengan berlinang air mata dan tanpa di sadari oleh Ayah Toni Juli mengerakkan salah satu jari nya.


    Beberapa menit kemudian Inspektur Adi dan anak buahnya sampai di kantor polisi,ia langsung meminta anak buahnya membawa ke ruang introgasi namun saat ia akan masuk ke dalam ruangan introgasi ponsel yang berada di saku celana bagian kanannya berbunyi dan tak berselang lama ia langsung mengangkat telepon.

__ADS_1


"Halo,Ayah ada apa?"


"Adi Ayah hanya ingin tanya tentang keadaan Juli,bagaimana dia sekarang?"jawab Ayah Adi yang berada di rumah.


"Dia tidak baik Ayah, dia kembali koma dan tak sadarkan diri!."


Mendengar ucapan Adi terdengar Ayahnya pun terkejut dan marah dengan Adi karena ia tak memberi tau kalau keadaan Juli kembali keritis, Adi pun langsung meminta maaf kepada Ayahnya tapi tidak terburu.Ayahnya sudah menutup teleponnya sebelum ia mengatakan penjelasannya.Inspektur Adi pun langsung meninggalkan tempat itu dan pergi ke ruang introgasi.


       Di rumah sakit terlihat Toni duduk dikursi yang berada di depan ruang UGD bersama dengan ibunya.Tak berselang lama Ayah Toni keluar dengan sedih dan lemas.Saat Ayah Toni keluar Toni langsung menanyakan kabar Juli dan Ayah nya pun hanya menjawab gelengan yang mrnandakan keadaan Juli masih belum membaik.


Beberapa menit kemudian Ayah Inspektur Adi datang dengan terburu buru dan panik.


"Bagaimana keadaan Juli sekarang?" tanya Ayah Adi dengan khawatir.


"Dia didalam dan keadaan nya kembali keritis," jawab Ayah Toni.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"jawab Ayah Adi lalu di sahut oleh Toni" Yang terjadi adalah....,"


Toni pun langsung menceritakan dari kejadian saat ia tinggal ke toilet hingga saat kejadian terakhir saat ia bersama dengan Inspektur Adi di dalam.Ia menceritakan semua kejadian dan tak ada yang di tutupi oleh dirinya.


"Sekarang Adi dimana?" tanya Ayah Adi.


"Inspektur Adi sedang berada di rumah  pembantu Kania," jawab Toni.


"Kenapa dia kesana? Harusnya dia disini menjaga Juli," jawab Ayah Adi dengan kesal.


"Dia disanaa karena ia sudah menemukan pelaku yang sebenarnya yaitu Pembantu Kania," jawab Toni dan langsung membuat Ayah Adi terkejut lalu ia menceritakan saat Inspektur Adi mendapatkan paket dari seseorang yang ternyata paket itu adalah barang bukti.


Ayah Adi pun tenang dan tak marah lagi lalu ia masuk kedalam ruangan itu,dan sesampainya di dalam ruangan Ia langsung duduk di samping Juli dan memegang tangan Juli dan berkata "Kamu harus sembuh Nak,harus!"


Ayah Adi kemudian membelai kepala Juli dan ia berdiri karena ia tak sanggup lagi melihat keadaan Juli yang hanya terbaring lemah tak berdaya di tempat tidur dengan alat bantu pernafasan dan yang lainnya.


Ia kemudian berdiri dan akan pergi meninggalkan Juli namun tangan Juli memegangi tangan Ayah Adi dan seolah melarang pergi namun ia tak mempedulikan itu dan melepas tangan Juli secara perlahan lahan lalu pergi meninggalkan Juli walau pun ia sangat berat melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Juli.


Ia pun tetap pergi meninggalkan Juli namun saat baru beberapa langkah ia kembali menoleh ke arah Juli lalu ia pergi.Setelah Ayah Adi  pergi terlihat air mata mengalir dari mata Juli,lalu Ayah Adi pun pergi dari ruangan itu dan melewati Toni dan orang tuanya namun raut mukanya terlihat sangat sedih.


Ia berhenti sesaat di depan mereka lalu ia langsung pergi meninggalkan Toni dan Ayah Toni, ia keluar dan berhenti di dekat sebuah tiang penyangah yang berada di lobi rumah sakit dengan meneteskan air mata.Ia kemudian menghapus air mata nya dan pergi naik mobil yang sudah terpakir di depan lobi.Setelah ia masuk mobil, mobil pun berjalan meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2