
Waktu pun berlalu begitu cepat setelah kejadian itu,terlihat Toni hanya duduk di kamar dengan melamun.Ia terlihat sangat berduka atas kepergian Ibunya yang tragis.
Saat itu hari sudah malam, udara dingin dan angin berhembus dengan kencang masuk ke dalam kamar melalui jendela. Hal itu membuat kain putih yang di jadikan gorden ikut terbawa angin kencang itu.
Saat itu Toni duduk sendiri dan hanya di temani dengan suara jam dinding yang terus berbunyi Tik tok tik tok. Udara dingin di terasa menusuk nusuk tulang Toni. Tak menunggu lama, merasakan hawa dingin yang tidak mengenakkan ia memutuskan untuk berbaring di tempat tidur dengan tatapan mata yang kosong.
Dia berbaring di tempat tidur ia menyelimuti diri nya sendiri dan lama kelamaan dirinya terlelap dalam tidurnya,hingga ia tak menyadari secara tibaa tiba lampu kamarnya beberapa kali kemudian hidup beberapa saat setelah itu lampu pun mati.
Tak berselang lama setelah lampu mati sesosok orang terlihat samar samar masuk ke dalam kamar Toni dengan mengendap endap dan secara perlahan melalui jendela.
Suasana sangat menegangkan, setelah ia berhasil masuk ke dalam kamar Toni orang itu langsung berdiri di samping Toni dengan tangan kiri membawa sebilah pisau yang tajam dan di tangan kanannya membawa sebuah palu.
Orang itu kemudian melihat ke sisi kananya dan ia melihat meja kecil lalu secara perlahan lahan ia menaruh palu dan pisau itu di atas meja.Ia kembali dan mengambil sebuah jerigen yang berisi bensin di luar,setelah ia mengambil jerigen itu ia membawa jerigen itu ke dalam kamar dan menaruh jerigen itu tak jauh dari dirinya.
Ia kemudian melihat sebuah sova kecil yang berada tidak jauh dari dirinya,ia mengangkat sova itu dan menaruhnya di samping jerigen yang berisi bensin itu.Setelah ia berhasil mengangkat sova itu ia mengangkat jerigen bensin itu dan menuangkan bensin yang berada di dalam jerigen itu ke sova kecil itu. Setelah itu ia mengambil palu dan pisau itu dan ia memasukkan pisau ke dalam wadah pisau,sedangkan palunya ia bawa dengan menggunakan tangan kanannya.
Tak berselang lama orang itu mengambil sebuah rokok di sakunya berserta sebuah korek api,ia mulai membakar rokok itu dengan korek api itu namun saat itu wajah dari orang itu tidak terlihat jelas.
Secara perlahan lahan ia melangkahkan kakinya menjauhi sova yang di siram bensin itu sambil sesekali menghisap rokok itu,namun tiba tiba saat ia sudah menjauhi sofa itu ia langsung membuang rokok itu ke arah sofa dan sofa itu pun langsung terbakar oleh api.
Pada awalnya Toni tak menyadarinya namun lama kelamaan ia mulai merasa udara di sekitarnya terasa semakin lama semakin panas,merasa ada yang aneh Toni pun membuka matanya namun saat ia sudah membuka mata ia terkejut melihat sebuah api membakar sofa.
Di situ Toni terlihat panik dan beusah memadamkan apinya namun saat ia berusaha memadamkan api itu tapi saat ia tengah berusaha seseorang langsung mencekik dirinya dengan sebuah tali.
Toni meronta ia kesulitan bernafas dan berusaha melepaskan tali yang mengikat lehernya namun ia tak bisa dan ia baru dapat lepas setelah kakinya menginjak kaki orang itu dan orang itu terlihat kesakitan dan disitu Toni bisa lepas dan bernafas lega.
Orang itu masih terlihat tidak menyerah hal itu di tunjukkan dengan ia menendang sofa yang ia bakar ke arah Toni namun hal itu tidak berhasil karena Toni berhasil lolos dari hal itu dan sofa itu menabrak tembok yang atasnya terdapat di jendelanya dengan gorden yang masih terpasang.
Gorden itu pun terbakar di situ dan secara bersamaan Toni pun terbangun sambil sedikit merintih kesakitan.
"Siapa kamu sebenarnya?"ucap Toni dengan nada panik dan sesekali batuk batuk lalu ia melanjutkan, "Dan apa yang kamu ingin kan?"
Orang itu pun hanya diam namun ia melangkahkan kakinya dengan terburu buru dan langsung menyerang Toni dengan palunya.Toni pun langsung terjatuh ke lantai dengan merintih dan mengeliat liat kesakitan.
"Siapa kamu sebenarnya? Aaaagghh," ucap Toni di lantai dengan memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah.
Orang itu kemudian mendekati Toni dan berdiri di depan Toni,ia pun akhirnya memberi tau Toni tentang siapa dirinya namun saat setelah orang itu memberi tau siapa dirinya yang sebenarnya wajah Toni pun langsung terlihat berubah.
Disitulah suasana pun langsung berubah mencekam karena orang itu memukul kepala Toni saat Toni tengah terbengong.Toni pun langsung tak berdaya dan jatuh ke lantai namun saat itu ia masih hidup hanya saja dirinya diam dengan tubuh lemas tak berdaya di lantai.
Orang itu kemudian kembali mendekati Toni ia terlihat membisikkan sesuatu ke Toni,ia kemudian menaruh palu yang di gunakan untuk memukul kepala Toni dan ia mengangkat tubuh Toni lalu orang itu membenturkan tubuh Toni ke tembok yang di sampingnya adalah kain gorden putih yang terbakar itu.
Ia berulang kali menghantamkan tubuh Toni dengan mengunakan tangan kanannya yang mencekik leher Toni,lalu orang itu menjauh kan tubuh Toni dari tembok itu namun ia kembali menghantamkan tubuh Toni ke tembok yang terdapat sebuah gorden terbakar di situ Toni pun hanya bisa mengeram kesakitan serta hanya bisa sedikit mengerak gerakkan kakinya untuk menandakan dia sangat kesakitan.
Ia melakukan itu selama beberapa menit lalu ia melepaskan Toni dan Toni pun terjatuh di lantai dengan lemas.Saat itu keadaan kamar terlihat berantakan banyak barang berserakan darah di mana mana serta api sudah membakar sebagian kamar Toni.
__ADS_1
Orang itu kemudian memegangi dahi Toni lalu dengan sekuat tenaga ia membenturkan kepala Toni ke tembok hingga membuat tembok itu meninggalkan noda darah dan kepalanya juga menelurkan darah.
Toni pun terlihat sangat tersiksa namun ia tidak bisa mengatakan apa pun,ia kemudian meninggalkan Toni untuk mengambil palu yang ia lempar kan entah kemana.
Di situ Tuhan memberi keajaiban kepada Toni di mana dia yang awalnya sudah tak sanggup membuka matanya secara tiba tiba ia bisa membuka matanya dengan lebar dan juga mencoba untuk berusaha bangun dari lantai,ia sangat berusaha keras untuk bangun dan ia juga berusaha menahan rasa sakitnya agar dia bisa berdiri.
Akhirnya dia pun berhasil berdiri walau pun dengan langkah yang semboyongan namun saat itu orang misterius itu tak menyadari kalau Toni berhasil bangun ia tak menyadri karena ia fokus mencari palu yang di gunakan untuk memukul Toni.
Orang itu tengah sibuk mencari palu itu Toni perlahan lahan berjalan menuju ke sofa yang di bakar oleh orang itu setelah ia berada di dekat sofa itu,secara perlahan lahan ia menarik sofa itu agar tidak menimbulkan suara yang membuat orang itu curiga.
Namun ia gagal, ia terjatuh dan mengeluarkan ******* kesakitan yang membuat orang itu membalikkan badannya.
Melihat Toni berusaha kabur orang itu terlihat sangat kesal,ia kemudian menghampiri Toni namun saat orang itu berjalan menghampiri Toni dengan sekuat tenaga Toni mendorong sofa yang ia bakar untuk menghentikan orang itu namun sia sia sova yang di bakar itu tak dapat menghentikan orang itu.
Keadaan semakin mencekam saat semua ruangan sudah terbakar di situ orang orang mulai bermunculan mereka saling gotong royong di dalam untuk memadamkan api namun karena saat itu angin sangat kencang api pun mudah melalap semua isi Kamar.
Beberapa saat kemudian orang itu melihat palu yang ia gunakan untuk memukul kepala Toni berada di bawah kemarin yang tengah terbakar orang itu pun mengambil palu itu lalu setelah mengambil palu itu ia melayangkan pukulan ke kepala Toni bagian kanan lalu ia melanjutkan memukul kepala Toni bagian kirinya.
Ia mengulangi terus tindakan sadis itu selama beberapa kali hingga ia yakin kau Toni sudah meninggal,namun tindakan kejam nya tak berhenti di situ ia melanjutkan mengambil sebuah pisau di pinggang nya lalu ia memberi sayatan di beberapa bagian tubuh Toni.
Setelah ia melakukan itu ia mengangkat tangan kirinya lalu dengan pisau yang sama ia memberi sayatan di pergelangan tangannya setelah itu ia meneteskan darahnya ke tubuh Toni.
Ia kemudian menyobek baju yang di pakai Toni lalu ia melilitkan kain itu ke pergelangan tangan yang ia sayat,setelah ia selesai melilitkan kain itu ia kembali melakukan hal jahat yaitu ia menusuk jantung Toni yang sudah mati.
Saat itu keadaan bangunan rumah sudah terbakar sebagian lalu ia menendang pintu yang tengah terbakar,pintu itu pun langsung rusak lalu ia keluar dari kamar melewati api yang tengah berkobar di mana mana.
Suasana di dalam rumah saat itu masih sangat tegang banyak api di mana mana lalu dengan membawa jerigen yang berisi bensin orang misterius itu kembali masuk kedalam kamar lalu sesampainya di dalam kamar ia langsung menyiramkan isi jerigen itu ke seluruh tubuh Toni dan tak menunggu lama api pun langsung membakar tubuh Toni setelah itu orang itu berjalan keluar rumah namun saat ia keluar dari kamar itu ia tak sadar kalau sesuatu terjatuh dan yang terjatuh terlihat seperti sebuah kalung.Api pun tak bisa padamkan hingga akhirnya rumah kediaman Toni pun hangus terbakar beserta mayat Toni.
Keesokan harinya rumah pun berhasil di padamkan namun saat itu Inspektur Adi baru mengetahui kalau rumah Toni terbakar hingga keseluruhan,disitu Inspektur Adi terlihat sangat terkejut dengan kejadian yang menimpa Toni.
Ia berpikir kalau pelakunya adalah Andi adiknya,suasana berbeda dirasakan Andi di kantor polisi ia terlihat khawatir ia mendar mandir kesana kemari dengan sesekali mengigit jari tangannya.Tak berselang lama atasan Inspektur Adi datang bertemu dengan Andi.
"Andi saya ingin memberi tau Anda!."
"Tentang apa Pak? Saya harap ini bukan kabar buruk karena sejak semalam saya sangat khawatir!" jawab Andi dengan berusaha menenangkan diri.
"Ini memang kabar buruk buat Anda Andi!"jawab atasan Inspektur Adi dengan nada sedih.
Mendengar hal itu Andi pun semakin mendekat lalu berkata dengan nada semakin khawatir.
"Apa maksud Bapak? Apakah ada yang terjadi dengn keluarga saya?"ucap Andi dengan nada khawatir dan panik lalu atasan Inspektur Adi menjawab anggukan kepada Andi.
Melihat jawaban itu Andi pun lngsung terkejut tubuhnya langsung jatuh tak berdaya di lantai dengan air mata mengalir membasahi pipinya.
"Apa yang terjadi dengan keluarga saya Pak? Jawab!!!"ucap Andi dengan membentak atasan Inspektur Adi.
__ADS_1
"Yang terjadi.... Rumah....,"jawab Inspektur Adi namun sulit mengatakan kepada Andi.
"Rumah apa Pak? Rumah kenapa?" ucap Andi dengan nada masih tinggi lalu dengan pelan pelan ia memberi tau Andi"Rumah Toni kebakaran!."
Mendengar hal itu Andi langsung tak bisa berkata kata tubuhnya langsung lemas tak berdaya di lantai.Atasan Inspektur Adi kemudian membuka penjara itu dan membawa Andi keluar dari penjara,saat ia baru keluar dari penjara Inspektur Adi datang dengan marah.
Ia langsung membuka pintu dan saat ia sudah berhasil berada di
dalam ruangan Inspektur Adi langsung memberi sebuah tamparan kepada Andi.
"Sekarang kamu sudah puas,hah? Kamu sudah bahagia Toni mati gara gara kamu,kamu sekarang sudah puas?"ucap Adi.
"Apa maksud Kakak aku tidak melakukan apa pun,selama satu hari ini aku tidak bertemu atau pun meninggalkan tempat ini lalu kenapa? Kenapa Kak Adi mengatakan itu?" jawab Andi dengan heran.
"Alah,kamu jangan bohong Andi aku tau kalau kamu yang melakukan ini," ucap Inspektur Adi dengan tegas lalu ucapan itu disahut oleh atasannya.
"Tunggu dulu Inspektur Adi,apa yang di ucapkan Andi itu benar! Ia tidak keluar atau pun bertemu dengan siapa pun di sini kalau tidak percaya Inspektur bisa melihat rekaman cctv !."
Akhirnya Inspektur Adi,Andi dan atasannya pun melihat cctv dan di situ ia sangat terkejut karena memang benar adiknya tidak bertemu dengan siapapun ia hanya terlihat mundar mandir kesana kemari dengan khawatir.
"Kalau seandainya Andi ada di sini lalu siapa yang melakukannya?"ucap Inspektur Adi dengan kebingungan setelah ia melihat video itu.
"Aku sudah katakan,jangan pernah masukkan aku ke dalam penjara karena aku tau kalau keluarga ku dalam bahaya! Tapi apa? Apa Kakak mendengarkan aku? Tidak! Kak tidak mendengarkan aku! Dan sekarang Kakak lihat kita kehilangan Toni selamanya, seharusnya aku yang mengatakan apakah sekarang Kakak puas?"jawab Andi dengan sedih dan bernada kesal kepada Adi.
"Aku minta maaf atas semua yang terjadi,maafkan Kakak karena Kakak tidak percaya dengan kamu,"jawab Inspektur Adi dengan menyesal.
"Maaf Kakak saat itu sudah terlambat Kak,kita sudah kehilangan Toni dan aku tidak mu kalau aku kehilangan orang lain lagi!"jawab Andi dengan baik.
"Tapi bagaimana kamu tau kalau keluarga kita dalam bahaya?"ucap Inspektur Adi.
Andi pun mengingat dan menceritakan saat pertemuannya dengan Ali seseorang indigo yang memberi tau bahawa keluarga nya dalam bahaya besar saat ia pergi.Ia menjelaskan setelah mendengar hal itu ia pergi kembali ke rumah sakit dan stelah ia menceritakan semuanya ia dan Inspektur Adi pergi dari kantor polisi untuk melakukan pemakaman Toni.
Keadaan duka kembali menyelimuti keluarga Adi saat itu Bu Ratna dan suaminya tengah mengisi Toni yang hangus terbakar,ia menangisi Toni karena Bu Ratna sudah menganggap Toni sebagai anaknya.
Saat itu Andi dan Adi baru sampai di rumah yang hangus terbakar,lalu saat Andi turun bersama dengan Adi Bu Ratna langsung melihat ke arah Andi dengan sinis setelah itu ia bangun dan menghampiri Andi setelah Bu Ratna berada di depan Andi Bu Ratna langsung memberi sebuah tamparan kepada Andi.
Disitu setelah Andi menerima tamparan itu Inspektur Adi langsung melindungi Andi.
"Maa,Mama kenapa? Mama kenapa tampar Andi?"ucap Inspektur Adi sambil melindungi Andi.
"Kamu tanya kenapa? Apa kamu tidak lihat? Toni itu meninggal dan hangus dengan rumahnya.Dan Mama yakin kalau dia pelakunya!"ucap Bu Ratna dengan nada marah dan tinggi.
"Maa,aku tau kalau Mama benci dengan Andi tapi aku mohon tolong jangan berdebat untuk saat ini biar kan jenasah Toni di makamkan terlebih dahulu!,"sahut Andi dengan baik dan akhirnya Bu Ratna pun hanya bisa diam dan melanjutkan pemakan.
Beberapa Jam kemudian pemakaman pun bejalan dengan hikmat tanpa ada gangguan apa pun, setelah itu semua orang pun pergi satu persatu meninggalkan Andi,Adi,Bu Ratna dan suaminya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Andi,Adi,Bu Ratna dan suaminya pergi meninggalkan Toni yang sudah pergi lalu ia kembali ke rumah yang terbakar itu dan saat Adi berjalan jalan di tempat kejadian.
Dia melihat sebuah liontin yang juga ikut terbakar di dalam kamar itu lalu ia pun mengambil liontin itu dan memasukkan ke dalam salah satu kantung sakunya namun sebelum ia memasukkan liontin itu ke kantung ia menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keadaan sudah aman terkendali.