
Setelah melakukan hal itu kepada Andi ayahnya menjauhi Andi dan mendekati Bu Ratna,ia kemudian membaringkan Bu Ratna setelah Bu Ratna berbaring suaminya membisikkan sesuatu ke telinga Bu Ratna dan yang ia bisikkan kepada Bu Ratna.
"Andi dan Adi sudah mati kini giliran kamu yang merasakan ajal mu!."
Dia melangkah menjauhi Bu Ratna untuk mengambil palu, setalah itu ia mengambil palu. Dia berdiri di depan Bu Ratna dan memukul kepala Bu Ratna berulang kali hingga Bu Ratna tidak bisa melawan.
Ia melakukan itu dengan penuh amarah dan emosi, setelah merasa Bu Ratna sudah tidak bernafas suaminya menjauhi Bu Ratna dan mendekati Andi yang masih bernafas walaupun ia tidak bisa berbicara dengan lancar dan keras.
"Kamu lihat sekarang, semua orang sudah mati. Kini giliran kamu Andi," ucap ayahnya lalu ia melanjutkan ter senyum jahat kepada Andi.
Ayahnya mengangkat palu yang di gunakan ayahnya untuk membunuh Bu Ratna namun tiba tiba saat ia melayangkan palu itu ke arah Andi palu itu di pegang oleh seseorang.
Merasa palunya berat, Ayah Andi melihat ke arah orang itu dan betapa terkejutnya ia karena ia melihat salah satu tangan Juli memegangi palu yang berlumur darah dan berdiri di hadapan Ayahnya.
Melihat hal itu Ayah Andi sangat terkejut dan perlahan melepaskan palu itu. Dia melangkah mundur menjauhi Juli, ia tampak ketakutan dengan hadirnya Juli.
"Ini pasti hanya halusinasi ku kan? Andi kamu tidak melihat Juli kan?" tanya ayahnya setelah melihat Juli berdiri dengan raut muka marah. Andi ingin menjawab pertanyaan ayahnya, namun ia tidak dapat banyak berkata. Dia hanya menunjukkan ke arah Juli dengan perlahan. Melihat tangan Andi, Ayah Andi semakin terkejut. Dia benar benar tidak percaya kalau Juli masih hidup.
Dia bergegas meminta maaf kepada Andi karena dia sudah menyakiti Andi. Dia bertekuk lutut dihadapan Juli, hal itu ia lakukan karena Ayah Andi pikir laki laki yang berdiri di hadapannya adalah roh dari Juli.
"Maafkan Ayah Andi,"ucap Ayahnya Andi dengan gemetar dan ketakutan.
Melihat hal itu, Juli menaruh palunya dan mengambil pisau dengan tatapan mata yang serius dan tajam. Juli berjalan mendekati Ayah Andi dengan pisau yang di pegang dengan erat di tangannya.
"Kenapa Ayah? Kenapa Ayah meminta maaf kepada Andi? Bukankah Ayah ingin kalau aku mendapatkan keadilan? Lalu kenapa? Kenapa Ayah meminta maaf kepada dia?" ucap Juli dengan nada tegas dan serius.
"Kamu pasti bukan Juli... Juli sudah tiada karena tembakan itu!" jawab Ayah Andi dengan ketakutan dan sesekali menelan ludahnya sendiri.
"Mau aku Juli atau bukan, ayah yang mengatakan akan membunuh Andi dan mendapatkan keadilan? Lalu kenapa? Kenapa Ayah tidak membunuh Andi? Dia yang sudah membunuh Juli... Ada pisau.. dan ada palu. Bunuh dia!"jawab Juli melemparkan pisau yang dibawanya. Setelah itu dia mengambil palu.
"Bunuh Andi sekarang! Bukannya ayah mencari keadilan untuk Juli? Dia yang membunuh Juli, maka bunuh dia dan Juli... Dia akan mendapatkan keadilan."
"Enggak! Aku tidak akan melakukan nya!." Jawab Ayah dengan membentak Andi.
Mendengar jawaban itu, Juli diam. Dia menarik pisau yang dia jatuhkan ke hadapan ayahnya.
"Kalau memang Ayah tidak ingin melakukannya maka aku yang akan melakukannya!."
Juli melemparkan pisau itu ke arah Andi. Tak berselang lama, pisau itu menancap ke kepala Andi.Andi hanya diam dengan mata melotot dan meninggal.
Melihat hal itu Ayah Andi panik ia berusaha membangunkan Andi namun sia sia karena Andi sudah meninggal.
"Kenapa kamu sangat kejam Juli? Kenapa?"bentak ayahnya.
Mendengar bentakan ayahnya raut muka Juli berubah marah dan ia berbalik membentak ayahnya.
"Ini semua karena kalian,kalian lah yang membuat aku seperti ini!.Di sini Ayahlah yang paling salah ,kalau seandainya Ayah tidak membuang aku ke panti asuhan mungkin aku tidak akan seperti ini, Ayah!." Juli menjawab dengan sedih dan meneteskan air mata. Lalu, ia menghapus air matanya dan melanjutkan, "Aku tidak akan menangis demi orang seperti kamu,aku tidak peduli mau kamu Ayah ku atau bukan, yang jelas aku akan membuat kamu menyusul mereka semua. Tapi.., tapi sebelum itu aku ingin menceritakan tentang semua yang terjadi di sini!."
"Apa maksud kamu?" jawab Ayah Juli.
__ADS_1
"Aku membunuh orang bukan karena tanpa tujuan Ayah,tapi karena aku memiliki tujuan dan tujuan ku ingin keadilan. Dan tidak hanya itu. Aku yang membunuh Toni dan Bu Laras!"terang Juli dengan berbisik.
"Kenapa kamu melakukannya? Bukan kah kamu sangat menyayangi Toni begitu pula Toni?"tanya ayahnya dengan nada takut dan tegas.
"Iya,aku dan Toni memang sangat menyayangi. Tapi toni... dia mengkhianati ku!."jawab Juli dengan sedih dan mulai meneteskan air mata lalu ia melanjutkan, "Sebenar nya orang yang menabrak aku di atas jembatan waktu itu adalah suruhan dari Toni dan Bu Laras!."
Tak berselang lama, Juli mengingat masa lalu dimana saat itu Juli tengah terbaring di rumah sakit. Saat itu keadaan tengah berduka atas kematian dari Ayah Toni.Namun Bu Laras dan Toni berada di dalam kamar dan saat itu terlihat Toni tengah membawa sebuah dokumen di tangannya.
"Ini gawat Maa... sangat gawat!."
"Gawat kenapa Ton?" jawab Bu Laras dengan heran.
Toni menunjukkan dokumen itu kepada ibunya dan betapa terkejutnya ia setelah ia melihat dokumen itu dengan kesal.
"Ini gak mungkin, kenapa dia memberikan hartanya kepada Juli? Juli itu siapa sih? Dia itu hanya orang luar kenapa suamiku malah salin hartanya atas nama Juli?"
Bu Laras sangat kesal, Toni membaca dokumen itu namun tiba-tiba ia melihat sebuah kalimat yang menyatakan kalau Juli tiada maka hartanya jatuh ke tangan Toni.
Akhirnya Toni dan Bu Laras merencanakan pembunuhan Juli.
Keadaan kembali ke masa kini dan Juli berkata, "Aku tau mereka tidak pernah menyayangi aku di dunia ini hanya Ayahnya Toni yang menyayangi aku tapi dia dibunuh oleh Andi!."
Beberapa saat kemudian, ia mengingat sekilas tentang kedekatannya dengan Ayahnya Toni dengan berurai air mata.
"Mereka merencanakan pembunuhan ku dan pembunuhan itu terjadi saat aku berada di atas jembatan waktu itu!."
"Maksud kamu,bukan Andi yang mencelakai kamu di atas jembatan?"jawab Ayahnya lalu bangun dan menjauhi Andi.
Tiba tiba keadaan berubah kembali ke masalalu dan saat itu terlihat di dekat Jembatan itu Toni bertemu dengan ke dua preman yang di sewa Andi untuk membunuh Juli.
"Aku tau kalau kalian berdua di sewa Andi untuk membunuh Juli,aku mau memberi penawaran buat kalian ini tentang rencana ku!"
"Apa penawaran itu?"jawab preman ke dua.
"Aku akan bayar kalian lebih mahal dari Andi untuk membunuh Juli tapi aku juga ingin kalian berdua bekerja dengan ku!. Apapun rencana Andi kamu harus memberi tahu aku! Gimana?"ucap Toni untuk memberi kan penawaran kepada kedua preman itu lalu beberapa detik kemudian keadaan berubah menjadi masa kini.
"Jadi maksud kamu Toni dan Bu Laras tau dari awal kalau Andi masih hidup!."
"Iya mereka tau,tapi mereka tidak memberi tau,walau pun Andi memberi ancaman akan menyakiti anaknya tapi dia tidak pernah takut karena dia tau anaknya baik baik saja,"jawab Juli lalu Juli pun melanjutkan, "Yang aku maksudkan bukan Toni atau pun Shela tapi preman kedua orang yang selama ini menjadi buronan polisi!.Toni dan Bu Laras selalu menutupi jati diri orang itu,tapi aku mengetahuinya dari anak buah Andi yang di habisi Andi."
"Kalau Toni dan Shela itu bukan anak dari Bu Laras lalu dia anak siapa?"tanya ayahnya.
"Ayah sudah pantas membunuh dia,aku mengatakan ini karena aku tau Toni dan Shela adalah anak dari Bu Ratna dan Ayah Toni!" jawab Juli dengan mendekati ayahnya.
"Apa?!!,"ucap ayahnya dengan terkejut lalu ia menghampiri Juli dan memegangi lengan Juli. "Kamu jangan bohong dengan Ayah Juli itu tidak mungkin,tidak mungkin ibu kamu mengkhianati Ayah!."
"Sudah aku duga kalau Ayah tidak akan percaya dengan aku!."
Jawab Juli lalu ia melangkah menjauhi mayat Bu Ratna dan ia mengambil sebuah foto di baju yang ia kenakan setelah itu ia menunjukkan sebuah foto kedekatan Ayahnya Toni dengan Bu Ratna kepada Ayahnya.
__ADS_1
"Ini buktinya Ayah!"jawab Juli lalu ayahnya menerima foto itu ayahnya pun terlihat terkejut dengan apa yang ada di foto itu.
Ayahnya terlihat sangat lemah dan lemas hingga ia ingin jatuh namun saat itu melihat ayahnya langsung lemas Juli pun memegangi Ayahnya agar tidak jatuh.
Juli mendudukkan Ayahnya di kursi yang tak terbakar saat itu lalu dengan raut muka sedih ayahnya berkata, "Ayah tidak menyangka kalau istri Ayah bermain api di belakang Ayah,Ayah tidak menyangka hal itu!."
Mendengar ucapan Ayahnya Juli duduk di depan Ayahnya sambil berkata dengan sedih, "Ayah jangan sedih dia pantas mendapatkan hal itu Ayah pantas untuk keadilan ini!."
Juli pun melanjutkan mencium tangan ayahnya lalu Juli mengambil jerigen yang berisi bensin. Dia menyiramkan bensin itu ke ibunya, Andi dan Adi. Dia memegangi tangan ayahnya dan mengajak Ayahnya keluar namun sebelum Juli menghidupkan kan korek api untuk membakar mayat itu. Api tiba tiba membesar dan membakar seluruh rumah. Lalu dari dalam rumah yang dilalap si jago merah, Ayahnya Juli berlari keluar dari rumah dengan tersenyum jahat.
Ketika dia berjalan keluar, dia mengingat keadaan di dalam rumah.
Keadaan berubah, saat itu Juli memegangi salah satu tangan Ayahnya dan mengajak Ayahnya keluar karena ia yakin ayahnya lah yang paling sayang dengan dia. Namun, tanpa di duga oleh Juli ayahnya mengambil pisau yang di gunakan nya untuk membunuh orang.
Juli pun mengeluarkan korek api dan menghidupkannya. Melihat hal itu, Ayah Juli menarik tangan Juli dan memeluk Juli dengan erat.
"Ayah menyayangi kamu Juli!."
Pisau pun di tusukkan ke perut Juli oleh ayahnya sendiri. Saat itu Juli hanya diam. Dia terkejut melihat ayahnya menusuk dirinya. Dia melepaskan pelukannya dan menjatuhkan korek api yang menyala.
"Ayah!"tangan kanannya pun perlahan lahan ia dekatkan ke perut yang di tusuk oleh Ayahnya. Melihat kobaran api yang menjadi background Juli berdiri saat itu. Ayah Juli pun kembali menarik Juli, dia kembali memeluk Juli lalu dia berbisik.
"Tidak hanya kamu,Ayah pun tau semuanya. Mau itu tentang kematian Shela,Rencana pembunuhan kamu,perselingkuhan ibu kamu dan yang lainnya. Ayah tahu segalanya, Tapi kamu harus ingat tujuan ku melakukan ini, karena ingin keadilan!. Keadilan untuk anak ku yaitu Zandra. Kamu memang anak ku, tapi kamu tidak pernah aku sayangi begitu pula Andi dan Adi aku hanya menyayangi Zandra,hanya Zandra!." Jawab ayahnya dengan nada serius.
Setalah itu, dia menekan lebih dalam pisau itu hingga membuat Juli hanya mengerang kesakitan dan merintih kesakitan.
Ayahnya kembali menarik pisau itu lalu kembali menusuk Juli dengan pisau tersebut.
"Maafkan Ayah,kamu tadi mengatakan kalau aku yang akan menyusul Ratna, kamu salah Juli,kamu lah yang akan menyusul Ibu kamu sendiri!."
Ia kemudian memberi senyuman jahat kepada Juli lalu ia mendorong Juli sambil berkata selamat tinggal dan melambaikan tangannya. Dia seolah sangat tidak peduli dengan Juli
Tak berselang lama, tubuh Juli pun jatuh ke lantai dengan berlumur darah. Melihat hal itu, ayahnya meninggalkan Juli. Saat itu Juli pun mengangkat tangannya untuk meminta bantuan namun terlambat dalam hitungan detik tubuhnya terbakar oleh api.
Beberapa saat kemudian, keadaan pun kembali ke masa kini saat itu terlihat Zandra duduk di dalam mobil dan mengawasi rumah yang terbakar tersebut. Dia terlihat sangat bahagia melihat Ayahnya keluar dengan sehat.
Ayahnya pun masuk ke dalam mobil itu dan langsung mengendarai mobilnya, ia pergi dengan mobil itu namun saat di pertengahan jalan keadaan berubah karena mereka mulai di hantui oleh roh Juli.
"Ayah aku bahagia sekali karena Ayah bisa selamat dari api itu," ucap Zandra dengan bahagia. Namun tiba tiba keadaan berubah panik saat secara tiba tiba sesosok bayang mirip dengan Juli muncul tiba tiba di depan mobil.
Ayah Juli yang terkejut langsung membanting setir ke kiri hingga membuat mobilnya jatuh ke jurang. Dan mobil itu mengeluarkan asap tebal, setelah beberapa saat mobil itu meledak di jurang itu.
Melihat hal itu, roh Juli dan Andi yang sangat menyeramkan pun berdiri di jalan sambil melihat ke arah jurang.
Beberapa saat kemudian di susul preman kedua dan Adi, lalu di susul Ayahnya Toni dan Preman pertama dan Toni menyusul mereka semua dan berdiri di antara Juli dan Andi.
Mereka semua pun hanya menyaksikan mobil Zandra dan Ayah Juli terbakar dan meledak.
TAMAT
__ADS_1
Untuk Siapa pelakunya? Bagian 2 akan segera di up 🥰