
Saat itu hujan turun dengan sangat deras,Andi melangkahkan kakinya di jalan raya yang menurut perasaan yang ia rasakan adalah jalan yang penuh dengan kesunyian dan penyesalan.
Langkah kakinya tak mengetahui ia pergi kemana dan ingin kemana,ia merasa semua keluaga yang ia sayang sekarang sudah membenci dirinya.Ia sangat menyesali atas semua yang ia lakukan kepada kelurganya, hatinya seperti kaca yang pecah berkeping keping.
Dirinya putus harapan dan ia jatuh dalam penyesalan yang teramat dalam,ia jatuh tersungkur tak berdaya dirinya menangis sejadi jadinya di tengah derasnya rintikan hujan yang jatuh dan membasahi tubuhnya.
Dirinya meratapi kesalahan demi kesalahan dan setiap perbuatan dosa yang ia lakukan,yang hanya untuk membalaskan dendam namun ia kini hidup dalam perasaan penyesalan nya.
Tidak cukup itu,ia merasa ia harus pergi dan menyerahkan diri ke kantor polisi untuk menebus semua kejahatan yang ia lakukan di masalalu dan bertanggung jawab atas semua yang ia lakukan di masa lalu nya.
Ia berdiri dari tersungkurnya lalu dengan perasaan yakin ia melangkahkan kaki satu demi satu untuk menuju ke kantor polisi. Namun saat ia sudah melangkah kaki beberapa langkah dari tempat itu seseorang laki laki tampan,bertubuh gagah menghentikan langkah Andi dengan berhenti di depan Andi.Ia kemudian berkata dengan nada baik di bawah derasnya hujan.
"Jangan pergi!."
Pada awalnya Andi tidak menyadari kalau ada orang itu di depannya,ia baru menyadari setelah ia mendengar suara orang itu.Andi pun langsung melihat orang itu lalu ia berbicara menanyakan siapa dirinya dan apa keinginanya menghadang Andi pergi dan jawaban yang di berikan orang itu.
"Aku Ali,aku punya indra ke enam aku bisa melihat masa lalu,masa kini dan masa depan Anda!."
"Lalu apa tujuan Anda menghentikan saya pergi?"tanya Andi dengan heran dan sedih.
"Tujuan saya menghentikan Anda adalah untuk memberi tau apa yang saya lihat di dalam diri Anda,"jawab Ali.
Mendengar hal itu Andi pun tidak memperdulikan Ali,ia langsung pergi meninggalkan Ali tanpa berkata sepatah kata pun namun saat Andi berada di belakang Ali dengan serius.
"Keluarga Anda dalam bahaya."
Mendengar ucapan itu Andi pun menghentikan langkahnya,ia kemudian berbalik melihat ke Ali dan begitu pula Ali ia berbalik melihat ke Andi.
"Apa maksud dari ucapan kamu?" tanya Andi dengan heran.
"Saya akan menjelaskan apa yang saya ucapkan.Pertama,di masalalu Anda melakukan perbuatan kejam,sadis dan dosa kepada orang orang yang tidak bersalah!."
Mendengar hal itu Andi pun terngiang dengan penyiksaan, pemunuhan dan kekerasan yang ia lakukan kepada Juli,keluarga Juli dan sahabat sahabat Juli.
"Kedua,di masa kini Anda menyesali perbuatan itu karena setelah Anda melakukan perbuatan itu keluarga Anda pun tidak menginginkan Anda lagi.Ketiga,di masa yang akan datang keluarga Anda... ,"ucap Ali lalu menghentikan perkataan nya beberapa detik lalu melanjutkan, "Keluarga Anda akan dalam bahaya jika Anda pergi, ada seseorang yang tengah mengintai Anda dan keluarga Anda.Saya melihat dia lebih kejam dari Anda,lebih sadis dari Anda,dan lebih jahat dari Anda tapi saya tidak tau siapa dirinya yang saya lihat hanya amarah,dendam dan keadilan yang ia inginkan!."
"Siapa orang itu?"jawab Andi setelah ia mendengar cerita yang diucapkan oleh Ali.
"Saya tidak tau tapi yang jelas Anda dan kelurga Anda dalam bahaya jika saling terpisah,"jawab Ali lalu pergi dari tempat itu.
Mendengar yang di ucapkan Ali Andi sempat tak percaya dengan semua itu namun tiba tiba saat ia ingin melangkahkan kaki untuk pergi dari tempat itu Andi merasa apa yang di ucapkan Ali itu benar dan akhirnya dengan sekuat tenaga ia berlari dari tempat ia berdiri saat itu dan pergi menuju ke rumh sakit yang di tempati oleh Bu Laras.
Beberapa menit kemudian ia sampai di rumah sakit dan saat sesampainya ia di rumah sakit ia melihat Bu Laras sudah keluar dari rumah sakit namun hanya saja tangnya yang ditembak oleh dirinya harus di perban serta tanganya harus di ikat dan ikatan itu di kalung kan ke leher Bu Laras.
Melihat hal iru Andi sangat bahagia karen Bu Larasmasih hidup dan selamat namun kebahagian itu hilang saat dirinya ingin bertemu dengan Bu Laras namun ia menyadari atas kesalahan yang ia lakukan kepada keluarga Bu Laras.
Saat Bu Laras baru keluar dari rumah sakit Bu Laras selalu menanyakan Andi.
"Juli di mana Toni?"tanya Bu Laras setelah keluar dari ruangan operasi.
__ADS_1
"Dia pergi Bu!"jawab Toni dengan sedikit kesal.
"Apa maksud kamu Toni? Pergi kemana Juli Toni?" tanya Bu Laras
Mendengar Bu Laras yang terus bertanya tentang dirinya Andi pun menangis di balik persembunyiannya.
"Maa,stop panggil dia Juli Maa!.Dia itu pembunuh! Dia itu pembunuh dari Juli,Ayah dan yang lainnya Maa!.Kita kehilangan semuanya gara gara dia Maa,aku benci dia Maa.Jangan pernah Mama sebut dia Juli lagi,dia bukan Juli dia pembunuh!!!"ucap Toni dengan nada tinggi,marah dan sedih.
Matanya terlihat berkaca kaca seolah olah ingin menengis.
"Kamu bohong kan? "ucap Bu Laras dengan nada yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Toni.
"Aku tidak berbohong Maa,"jawab Toni untuk menegaskan ucapannya.
Mendengar hal itu Bu Laras pun hanya berdiam diri dengan berderai air mata dan ia berusaha menerima kenyataan pahit yang ia rasakan setelah mendengar semua kebenarannya. Sedangkan Inspektur Adi hanya menundukkan kepala dan berdiri tanpa berkata sepatah katapun.
Bu Laras menghampiri Inspektur Adi yang hanya terdiam dan ia kemudian membali mempertnyakan kebenaran yang di ucapkan oleh Toni kepada Inspektur Adi namun Inspektur Adi tak menjawab sepatah kata pun dan Inspektur Adi menjawab dengan sebuah tindakan dimana ia secara tiba tiba jatuh bersendekul di hadapan Bu Laras dengan tubuh yang lemas tak berdaya selama beberapa detik.
Setelah itu ia mulai melipatkan tanganya,mata nya mulai berkaca kaca dan tak berselang lama air matanya jatuh membasahi pipi Inspektur Adi.Melihat tindakan Inspektur Adi Andi pun sangat sedih karena apa yang di perbuat nya berimbas kepada Kakak nya.
"Atas nama Adik saya,saya minta maaf kepada keluarga Anda karena sudah membuat keluarga Anda menderita dan saya juga ingin mengatakan kalau apa yang di ucapkan Toni itu benar Dia Adalah pembunuh,"ucap Inspektur Adi.
Mendengar jawaban Inspektur Adi Bu Laras pun terkejut ia tak bisa berkata kata tak hanya Bu Laras Andi pun terkejut dengan apa yang di ucapkan Inspektur Adi,ucapan Inspektur Adi terus terngiang di telinga Andi yang hanya diam tak bisa berkata namun air matanya terus mengalir membasahi pipi nya.
Melihat Bu Laras yang hanya diam terpaku membuat Inspektur Adi lebih sedih ia kemudian berdiri dari sendekulnya dengan raut muka sedih dan ia kemudian pergi dari tempat Bu Laras dengan melepas lencana polisi yang ia dapatkan dari atasannya karena kerja bagus yang di lakukan oleh Inspektur Adi.
Ia melepas lencana yang ia kenakan karena ia merasa tidak pantas menjadi seorang polisi jika adiknya seorang pembunuh.
Tak berselang lama keluarga Toni pun pergi meninggalkan rumah sakit itu.Setelah semua orang pergi Andi menghampiri tempat sampah itu dengan sedih,saat ia sudah berada di dekat tempat sampah itu Andi mengambil lencana serta baju yang di buang oleh Inspektur Adi.
"Maafkan aku Kak karena aku Kakak harus menggung malu,"ia kemudian melanjutkan dengan menarik nafas dengan dalam dan menghembuskan dengan sedih ia melanjutkan, "Tapi aku berjanji dengan Kakak aku akan memasangkan baju ini untuk Kakak,aku berjanji."
Setelah itu Andi pun memeluk baju itu dan menangis.
Waktu berlalu begitu cepat,tak berselang lama Inspektur Adi sampai di kantor polisu,ia terlihat menemui atasannya.
"Pak saya ingin memberi tau kepada Bapak,kalau saya ingin mengundurkan diri dari kepolisian,"ucap Inspektur Adi dengan nada sedih dan secara bersamaan Andi datang dan melihat kakaknya bertemu dengan atasannya.
"Kenapa Inspektur Adi mengundurkan diri ada masalah apa?"jawab atasan Inspektur Adi yang membuat Andi yang mendengar nya terkejut setengah mati.
"Apa?!! Kakak mengundurkan diri.Ini pasti karena aku lagi,maafkan aku Kak"ucap Andi dengan lirih dan menyesal.
Tak berselang lama Inspektur Adi keluar dari ruangan itu dan pergi namun saat itu Andi terlebih dahulu pergi dari kantor polisi.Andi terlihat sangat menyesali perbuatan nya,di sebuah jalan yang sepi ia meratapi derita yang ia dapatkan oleh keluarganya akibat dari perbuatannya.
Waktu itu hari pun menjelang malam saat itu Andi masih mengikuti Inspektur Adi hingga ia sampai di rumah.Ia perlahan lahan masuk kedalam rumah dengan langkah putus asa,setelah ia masuk kedalam rumah Adi langsung di sambut oleh orang tuang nya yang menanyakan keadaan Bu Laras.
"Adi gimana keadaan Bu Laras?"tanya Bu Laras namun Adi hanya diam dengan mata yang terlihat putus harapan.
Melihat hal itu Bu Ratna pun kembali bertanya kepada Adi tentang yng terjadi saat di rumah sakit namun saat Adi belum bercerita apa yang terjadi di rumah sakit Andi perlahan lahan mendekati rumah,ia mengendap endap seperti seorang maling.
__ADS_1
Saat ia sudah berada di depan rumah Andi melihat Ibu,Ayah,dan Kakaknya berdiri bersama.Setelah itu Inspektur Jadi pun menceritakan apa yang terjadi di rumah sakit,ia menceritakan tentang segala sesuatu yang ia dengar dri mulut adiknya sendiri.Ia terlihat menjelakan kepada Ibu dan ayahnya dengan raut muka yang sedih dan ia menangis saat di pertengahan cerita.
Mendengar hal itu Bu Ratna dan suaminya sangat terkejut karena orang Yang selama ini menjadi pencarian dari Inspektur Adi adalah adiknya sendiri.
"Kamu pasti bohong kan Adi? Adik kamu tidak mungkin menjadi pembunuh Adi!"ucap suami Bu Ratna setelah mengetahui kalau pelaku yang membunuh banyak orang adalah Andi.
"Aku tidak berbohong Paa,aku berbicara kenyataan semua orang mati karena Andi begitu pun Juli Paa,"jawab Inspektur Adi dengan sedih.
Disitu suami Bu Ratna pun langsung jatuh tak berdaya di tanah,kesedihan menyelimuti hati mereka Andi menyaksikan itu yang bisa meminta maaf dari kejauhan.Andi kemudian pergi dari tempat itu dengan air mata yang terus berderai mengiringi setiap langkahnya.
Keesokan harinya Inspektur Adi tengah sarapan bersama sama walaupun dengan kesedihan yang masih mereka rasakan akibat mereka mengetahui kebenaran tentang adiknya.Namun saat di pertengahan sarapan terdengar seseorang mengetuk pintu,mendengar ada seseorang Inspektur Adi menghentikan makannya dan melihat orang yang mengetuk pintu.Saat pintu sudah terbuka ia melihat seorang kurir paket membawa sebuah kotak paket dari seseorang namun ia tidak kenali pengirimnya.
"Ada apa ya?"tanya Inspektur Adi.
"Saya mengirim paket untuk Tuan Adi Permana,apakah benar ini rumah tuan Adi Permana?"jawab kurir itu.
"Iya betul,saya Adi Permana.Ada apa ya?,"jawab Adi dengan nada heran.
"Anda mendapat paket dari seseorang, tolong tanda tangan di sini,"lalu kurir itu memberi sebuah kertas dan Inspektur Adi pun memberi tanda tangan di kertas itu.
Kurir itu pergi Adi pun kembali menutup pintu dan masuk kedalam rumah sembalih melihat lihat paket itu.Ia bertanya tanya isi dari paket itu.
Tak berselang lama ia berada di ruang makan di situ Bu Ratna langsung bertanya tentang kotak itu.
"Adi apa itu?"tanya Bu Ratna.
"Saya juga tidak tau Maa,katanya ini paket untuk saya,"jawab Inspektur Adi lalu ia membulak balikkan kotak itu.
"Adi kenpa kamu tidak membuka dulu kotak itu?"sahut suami Bu Ratna.
"Iya Paa."
Inspektur Adi pun membuka kotak itu namun kita bungkus kertas berwarna coklat itu sudah tersobek terlihat lagi sebuah kotak lalu ia membuka kotak itu dan betapa terkejutnya ia karena melihat sapu tangan yang mirip dengan sapu tangan barang bukti yang ia temukan di dekat mayat mayat korban dari pembunuhan yang di lakukan oleh adiknya sendiri.
Ia hanya terdiam selama beberapa saat dengan mata yang menatap sapu tangan itu, setelah itu ia mengambil sapu tangan yang berada di dalam kotak itu dan saat ia membuka sapu tanga itu ia melihat sebuah tulisan yang di tulis dengan darah.Inspektur Adi kemudian membaca sapu tangan itu dan di dalam sapu tangan itu tertulis kalimat dengan warna merah darah.
"Kalian akan membayar mahal atas semua yang kalian lakukan kepada ku,aku berjanji untuk itu!!!."
Setelah membaca tulisan itu Inspektur Adi terlihat sangat kesal dan marah dengan semua yang ia baca,ia mengepalkan tangannya dengan di sertai sapu tangan itu melayang kan sebuah tinjuan ke meja makan yang berada tidak jauh dari dirinya.
Melihat hal itu Bu Ratna sangat terkejut dan ia berusaha menenangkan Adi namun Adi tidak bisa tenang ia terlihat sangat setelah itu ia meletakkan sapu tangan yang ia pegang di atas meja dengan marah lalu Bu Ratna pun mengambil sapu tangan itu dan membacanya.
Ia langsung terkejut dan lemas setelah membacanya tulisan yang berada di sapu tangan itu,melihat keadaan Bu Ratna yang langsung seperti itu setelah membaca tulisan di sapu tangan.
Hal itu langsung mengubah suasana dari penuh dengan kemarahan berubah menjadi kekhawatiran yang terlihat jelas di raut muka Adi atau pun ayahnya.Mereka akhirnya membawa Bu Ratna ke kamar dan sesampainya di kamar suami Bu Ratna menelepon dokter.
"Apa yang tertulis di sapu tangan itu Adi hingga membuat Ibu kamu jadi seperti ini?"tanya ayahnya Adi.
"Semua ini gara gara kita sendiri Paa,di sapu tangan itu Andi memberi ancaman kalau aku akan membayar mahal atas semua yang sudah aku lakukan kepada Andi!,"jawab Adi dengan sedih.
__ADS_1
Melihat hal itu Ayahnya Adi hanya bisa diam tak berkata kata melihat tindakan anaknya yang segitu marahnya kepada dirinya dan keluarganya.