Siapa Pelakunya?

Siapa Pelakunya?
23. pembunuhan Ayah Toni


__ADS_3

Hari pun berlalu begitu cepat cuaca sudah mulai gelap karena hari mulai sore,ia terlihat sudah rapi dan siap untuk pergi dengan membawa sebuah tas yang berisi pakaian.


Saat Ayah Toni baru keluar rumah tiba tiba di dalam rumah langsung terdengar suara benda pecah,mendengar ada benda pecah dari dalam rumah ia langsung khawatir dan curiga ia merasa ada maling di dalam rumahnya.Ia pun kembali ke rumah,ia kembali kerumah dengan mengendap endap seperti seorang maling yang akan mencuri di rumah nya sendiri.


Setelah ia berada di depan pintu rumah,ia perlahan lahan membuka kunci rumah dan setelah pintu rumah terbuka ia kembali menutup pintu namun ia tak menguncinya dari dalam rumah.


Saat ia sudah masuk ia tak menyadari bahwa ada orang di belakangnya,lalu orang itu melihat ada sebuah vas yang di gunakan hiasan rumah di meja di dekatnya.


Orang itu kemudian mengambil vas itu dan langsung memukulkan vas itu ke kepals Ayah Toni hingga Ayah Toni jatuh tengkurap di lantai.Ia kemudian berusaha bangun dari jatuhnya,ia terlihat kesakitan setelah mendapatkan pukulan dari orang itu.Ia memegangi kepalanya dan terdengar mengerang kesakitan.


"Aaaaghh," erang Ayah Toni setelah ia berhasil bangun lalu ia berbalik dan melihat ke arah orang itu dan dengan kesakitan. "Si... Siapa kamu?" ucap Ayah Toni sambil terbata bata.


Orang itu tak menjawab apapun yang di tanyakan oleh Ayah Toni namun orang itu secara tiba tiba menendang dada Ayah Toni dengan menggunakan kaki kanannya hingga membuat Ayah Toni langsung terdorong beberapa centimeter dari tempat asalnya.


Saat ia tengah akan bangun dari tempat tidur Ayah Toni di pegangi oleh dua orang lagi yang satu rekan dengan orang yang menendang itu.Ayah Toni berusaha melawan mereka berdua tapi mereka tidak membiarkan Ayah Toni lepas,lalu orang yang menendang Ayah Toni mendekati Ayah Toni dengan sebuah pisau di tangan kanannya.


"Apa yang kamu ingin lakukan?" ucap Ayah Toni dengan serius lalu kedua preman yang memegangi Ayah Toni membuka penutup mukanya dan yang terlihat adalah preman lain buka preman pertama dan kedua begitu pula preman yang memegang pisau dia bukan pelaku yang sebenarnya.


Orang yang membawa pisau itu pun langsung berlari dengan sekuat tenaga menghampiri Ayah Toni.


"Yaaaaaaaaa," teriak preman pembawa pisau dengan berlari.Ia kemudian menusukkan pisau itu ke paha bagian kiri Ayah Toni sontak Ayah Toni langsung teriak sekuat tenaga.


Setelah ia teriak ia langsung menendang preman yang berada di hadapan nya hingga membuat preman itu terpental beberapa meter dari tempat awal.


Melihat Bos mereka mendapatkan serangan kedua preman itu langsung meninggalkan Ayah Toni dan membantu Bos mereka.Dan disaat itulah Ayah Toni mencabut luka pisau yang berada di paha kirinya lalu bangun dan berdiri di hadapan mereka dengan kesakitan.


"Kalian ingin membunuh aku, hah? Lihat diri kalian apakah kalian layak menjadi pembunuh? Tidak!Kalian itu tidak layak menjadi pembunuh," ucap Ayah Toni dengan nada serius.


Mendengar ucapan Ayah Toni para preman itu kesal dan mereka secara bersamaan bangun lalu orang yang menusuk paha Ayah Toni membuka penutup mukanya.


"Kurang ajar kamu kita buktikan siapa yang lebih hebat!" jawab preman yang menusuk Ayah Toni lalu preman yang menusuk Ayah Toni berlari menghampiri Ayah Toni dan Ayah Toni pun juga berlari.


Tak berselang lama Ayah Toni dan preman itu berhadap hadapan lalu Ayah Toni mulai menyerang dengan mengerakan tangan Kanannya yang memegang pisau kearah depan preman itu.


Namun preman itu berhasil mnghindar lalu ia menyerang dengan tangan kirinya tapi preman itu masih bisa menghindar dari serangan itu.Tak berselang lama preman itu menyerang Ayah Toni dengan menendang perut Ayah Toni hingga ia terpental beberapa langkah dari tempat asal.


Ayah Toni terlihat sangat terengah engah begitu pula si preman itu. Beberapa saat kemudian Ayahnya Toni dan preman itu kembali bertarung dan setelah ia berdua saling kalah dan hanya berhadap hadapan.


Di tempat yang sedikit jauh dari tempat preman dan Ayah Toni berdiri namun masih dalam satu ruangan,terlihat seseorang mengambil sebuah pisau yang ia ikatkan di pinggang lalu preman itu melemparkan pisau yang ia ambil ke arah preman yang berada di hadapan Ayah Toni.


Pisau itu melayang di udara beberapa detik kemudian pisau itu langsung menancap ke kepala preman yang menusuk paha Ayah Toni, Ayah Toni tampak sangat terkejut dengan kejadian itu.


Preman itu pun langsung terdiam mematung dan tak berselang lama secara perlahan lahan terjatuh terlentang di lantai dengan kepala yang mengeluarkan darah dan mata yang masih terbuka lebar.Melihat hal itu anak buahnya langsung panik dan terkejut.


"Bos bangun bos," ucap salah satu anak buahnya dengan panik dan berupaya membangunkan bos mereka namun sia sia karena bos mereka langsung meninggalkan di tempat.


Ayah Toni pun hanya terdiam tanpa berkata sepatah katapun.Anak buahnya pun kesal dan mulai bagun dengan muka marah.


A


"Siapa kamu sebenarnya? Kalau kamu memang bukan pengecut keluar sekarang jangan hanya berani melawan dari belakang saja!." Tak berselang lama preman pertama dan kedua keluar dari persembunyiannya dan berdiri di belakang Ayah Toni.


"Siapa kalian?" ucap preman yang menyerang Ayah Toni lalu Ayah Toni pun ikut berbalik dan yang ia lihat adalah preman yang berpakaian misterius


.


"Kami adalah Dewa maut bagi kalian," jawab preman pertama.

__ADS_1


Tak berselang lama keluar seorang yang berpakaian serba tertutup berdiri di antara kedua preman misterius itu lalu memberi aba aba anak buah nya untuk menyerang para preman yang berada di belakang Ayah Toni dengan pisau lain.


Anak buah orang misterius kompak mengambil sebuah pisau yang di ikatkan di pinggangnya lalu secara kompak mereka melemparkan pisau ke arah kedua preman yang berada di belakang Ayah Toni.


Preman yang berada di belakang Ayahnya Toni ber usaha menghindar namun terlambat pisau langsung nenancap kekepala mereka berdua dan tak berselang lama mereka jatuh ke lantai dan langsung meninggalkan di tempat.


Ayah Toni hanya terdiam dengan mulut ternganga lalu kedua preman yaitu anak buah orang misterius berlari menghampiri Ayah Toni dan langsung membanting Ayah Toni.


Ayah Toni pun langsung muntah darah setelah di banting oleh preman pertama dan ke dua lalu kedua preman itu pergi menjauhi Ayah Toni dan menghampiri bos mereka.


Setelah ia di tinggal oleh kedua preman itu ayah Toni berusaha bangun dari terbaring nya dan tak berselang lama ia berhasil bangun karena luka yang ia derita tak begitu serius.Ia masih bisa berdiri di hadapan mereka bertiga,setelah ia berhasil terbangun.


"Apa yang kalian inginkan? " tanya Ayah Toni.


"Kami ingin kamu mati!!!" ucap preman pertama lalu ia dan preman kedua membuka penutup wajahnya.


"Kenapa? Kenapa kamu ingin aku mati?Apa kesalahan ku? Apa?" ucap Ayah Toni dengan nada semakin meninggi.


"Kamu memang tidak punya kesalahan apa pun tapi kami hanya ingin balas dendam,tapi sebelum itu aku ingin memberi tau kamu tentang ketiga preman yang tadi ingin menyakiti diri mu," ucap preman pertama lalu ia memberi tau siapa yang menyuruh ketiga preman yang menyerang dirinya Ayah Toni terkejut dengan ucapan preman pertama yang memberi tahu, dirinya siapa yang membayar ketika preman itu.


"Itulah yang sebenarnya,dia ingin membunuh kamu," ucap preman pertama.


"Gak mungkin, itu gak mungkin!.Dia baik dengan ku mana mungkin ia ingin membunuh aku," ucap Ayah Toni dengan nada tak percaya.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak tapi yang jelas kami menyelamatkan nyawa kamu bukan karena kami ingin membantu kamu tapi kami ingin kamu mati di tangan kami," jawab preman pertama lalu orang misterius yang berdiri di antara kedua anak buah nya langsung melemparkan pisau ke arah Ayahnya Toni.


Ayah Toni berusaha menghindar dari pisau itu namun terlambat pisau itu langsung menancap ke lengan kiri Ayah Toni.


Ayah Toni langsung teriak kesakitan setelah mendapatkan tusukan pisau itu lukanya mulai parah darah keluar bercucuran dari lengan kiri milik Ayah Toni.


Saat itu Juli terlihat tidak tenang ia mengerakkan tubuhnya seperti mendapatkan mimpi buruk.


"Juli, ada apa Juli? Apa yang terjadi?" ucap Inspektur Adi dengan khawatir lalu Toni teriak teriak memanggil manggil dokter.


Tak berselang lama dokter pun datang lalu ia memberikan suntikan penenang kepada Juli agar Juli tenang dengan di bantu oleh orang orang yang berada di dalam ruangan itu akhirnya dokter pun bisa menyuntikkan obat penenang untuk Juli dan Juli pun kembali tenang setelah menerima obat penenang itu.


Setelah Juli tenang para dokter pergi dan keluarga Juli tenang kecuali Ayah Toni yang masih berhadap dengan para preman itu.


"Kenapa kamu balas dendam ke keluarga ku? siapa sebenarnya musuh kalian?" ucap Ayah Toni dengan serius.


"Kamu tidak perlu tau siapa musuh kami yang jelas satu persatu orang terdekat musuh kami harus mati," jawab preman pertama lalu preman pertama dan ke dua menembak paha kanan dan paha kirinya secara bersamaan.


Ayah Toni pun langsung terjatuh dengan kaki bersimbah darah.


"Aaaaa kurang ajar kalian ," teriak Ayah Toni dengan nada tinggi.


Tak berselang lama orang misterius yang berdiri di antara kedua preman itu terlihat mengambil sebuah tongkat.


Saat ia sudah mendapatkan tongkat ia langsung berlari sekuat tenaga ke arah Ayah Toni lalu ia memukul kepala Ayah Toni dengan tongkat itu.Setelah Ayah Toni mendapatkan pukulan dari orang misterius itu kepalanya mengeluarkan darah dan ia terlihat teler dan langsung jatuh di lantai.


Setelah itu orang misterius itu membuka penutup mukanya namun hanya Ayah Toni yang mengetahui dengan jelas wajah orang misterius itu.


"Ka...kamu!!!" ucap Ayah Toni terbata bata dan tangan kanannya menunjukkan orang misterius itu.


Orang misterius itu kemudian mendekati Ayahnya Toni dan ia berkata sesuatu namun yang mendengar hanyalah Ayah Toni.


Beberapa saat kemudian ia kembali menjauhkan tubuhnya dari tubuh Ayah Toni lalu kembali memukul kepala Ayah Toni beberapa kali hingga membuat Ayah Toni tak sadar lalu ia menjatuhkan tongkat nya.

__ADS_1


Orang misterius itu kemudian mengambil sebuah vas yang berada di atas meja yang letaknya tak jauh dari dirinya.


Saat ia sudah memegang vas itu ia mengangkat vas itu dengan penuh amarah lalu membantingkan vas itu ke kepala Ayah Toni hingga vas bunga itu pecah berkeping keping,nafas orang misterius itu terlihat sangat terengah engah lalu ia kembali mengambil tongkat yang ia jatuhkan lalu ia kembali memukul kepala Ayah Toni beberapa kali dengan penuh amarah.


Ayah Toni tak bisa melawan karena ia sudah terluka parah kepalanya sudah berlumur darah begitu pun ke dua pahanya.


Di rumah sakit terlihat Juli kembali tidak tenang ia terus menerus memanggil Ayahnya,semua orang pun kembali panik melihat keadaan Juli tak tenang lagi.


"Dokter, tolong dokterKenapa dengan Juli?" ucap Toni dengan khawatir dan terdengar Juli dengan lirih memanggil manggil Ayahnya.


Juli berusaha bangun dari tempat tidur dan tak berselang lama ia akhirnya berhasil bangun dari tempat tidur.


Ia kemudian menarik infus yang menempel di tangan kirinya dengan paksa.


"Aaaaghh," erangan Juli setelah ia melepas infus itu secara paksa.


"Apa yang kamu lakukan Kak? Jangan lakukan itu,aku mohon!!!" ucap Toni dengan panik.


Juli langsung terjatuh saat ia turun dari tempat tidur lalu dengan di bantu Toni akhirnya Juli pun langsung berhasil bangun dari jatuhnya dan ia berkata dengan sedikit merintih kesakitan.


"Ayah dimana Toni?" ucap Juli dengan sedikit kesakitan.


"Ayah di rumah Kak," mendengar jawaban Toni Juli langsung melepas kan pelukannya dan mulai melangkahkan kakinya.


Ia melangkah dengan sempoyongan dan ia sesekali memegangi kepalanya yang masih di perban.


"Kak,Kakak mau kemana?" ucap Toni dengan khawatir dan berusaha mengikuti Juli namun Juli menghentikan langkah Toni dengan memberikan aba aba seperti menghentikan. "Jangan pernah ikuti aku!."


Juli pun melanjutkan melangkahkan kaki dan berjalan keluar ruangan dengan sempoyongan dan lemas tak berdaya.


Setelah Juli berada di luar ruangan langkah nya masih tertatih di setiap langkah nya.


"Aku harus selamatkan Ayah," ucap Juli dengan nada lirih dan kesakitan. Orang orang pun hanya bisa mengikuti Juli dari kejauhan.


Mereka sangat terlihat ketakutan dan khawatir dengan keadaan Juli. Juli terus berjalan menyusuri lorong lorong rumah sakit dengan keadaan yang mengkhawatirkan.


Terlihat beberapa suster mencoba menghentikan Juli namun ia tetap menghiraukan para suster yang mencoba menghentikan dan ia tetap berjalan terus tanpa menghentikan langkah nya.


Di saat Juli berusaha menolong Ayah Toni di rumah Ayah Toni,orang misterius itu terus menerus memukul kepala Ayah Toni sedangkan kedua anak buahnya.


Beberapa saat kemudian preman pertama menghampiri orang misterius itu dan memberikan sebuah pistol kepada orang misterius itu.


Orang misterius itu kemudian mengambil pistol itu dan mengisi pistol itu dengan peluru setelah pistol itu terisi peluru, orang misterius itu mengarahkan ke kepala Ayah Toni.


Door! Door! Door!


Suara tembakan pun terdengar dan secara bersamaan Juli yang berada di rumah sakit juga mendengar tiga kali suara tembakan di telinga nya.


Mendengar suara tembakan sebanyak tiga Juli langsung berdiri tegak dan mematung, tak berselang lama kepalanya mengeluarkan darah dan ia langsung terjatuh dengan kaki sendekul.Ia terdiam beberapa saat dengan posisi itu lalu tak berselang lama tubuhnya ambruk ke depan dengan mata yang perlahan menutup.


      Di rumah Ayah Toni langsung meninggalkan setelah menerima  tembakan sebanyak tiga kali di kepala dari orang misterius itu,setelah mengetahui kalau Ayah Toni meninggal orang misterius itu menutupi kepala Ayah Toni dengan sapu tangan yang bertuliskan huruf LA.


Setelah orang misterius itu menutup muka Ayah Toni orang misterius itu dan anak buanya pergi begitu saja tanpa berkata apa pun.


        Suasana rumah sakit berubah panik saat keluarga Juli melihat Juli tergeletak di lantai dengan kepala mengeluarkan darah.


Mereka kemudian membawa Juli kembali ke ruang UGD untuk kembali di pasang alat alat rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2