Siapa Pelakunya?

Siapa Pelakunya?
30. Curiga 2


__ADS_3

      Toni pun sampai di kantor polisi,ia terlihat menemui Inspektur Adi yang berada di ruang introgasi.


"Inspektur Adi!"panggil Toni lalu Inspektur Adi berdiri dan langsung ber balik ke arah Toni.


"Ada apa Toni?"jawab Inspektur Adi lalu Toni mendekat ke arah Inspektur Adi dan ia kemudian duduk di kursi kayu yang sudah ada di dalam ruang itu.


Lalu Inspektur Adi pun ikut duduk di kursi depannya dan setelah ia duduk ia bertanya kepada Toni.


"Ada apa Anda kemari Toni?,"tanya Inspektur Adi.


"Sebelum aku jawab pertanyaan Inspektur Adi aku mau tanya ke Inspektur Adi,apa tadi Kakak ke mari? Karena aku tadi melihat Kakak keluar dari kantor ini!,"ucap Toni dengan nada sedikit serius.


"Tidak!,Kakak Anda tidak menemui saya.Tidak ada yang menemui saya sama sekali hari ini," tanya Inspektur Adi dengan tenang.


"Inspektur tidak bohongkan,"ucap Toni dengan nada serius.


"Buat apa saya bohong,saya gak bohong.Saya berani bersumpah saya tidak bohong,memang benar Kakak Anda tidak menemui saya,"jawab Insprktur Adi dengan menegaskan.


"Oke,tapi sebelum itu aku mau lihat rekaman cctv terlebih dahulu baru aku bisa percaya,"ucap Toni masih tidak percaya dengan ucapan Inspektur Adi dan akhirnya Inspektur Adi pun menyetujui kalau Toni ingin melihat cctv yang di pasang di halaman kantor polisi.


Sesampainya ia dan Inslektur Adi di ruangan cctv,ia meminta anak buahnya menunjukkan rekaman cctv yang berada di halaman kantor polisi.Ia kemudian meminta anak buah Inspektur Adi untuk menghentikan video itu saat Toni melihat seseorang mirip Juli di dalam rekaman itu,ia pun meminta anak buah Inspektur Adi untuk mezoom wajah orang itu dan saat wajah orang itu mereka berdua sangat terkejut karena ia memang melihat wajah Juli di rekaman itu.


"Lihat Inspektur,ini adalah Kakak tapi asal Inspektur tau tadi saat aku melihat orang yang mirip dengan Kakak,aku tengah telepon dengan Kakak aku,apa mungkin seseorang bisa berada dua tempat yang berbeda sekaligus," ucap Toni sambil sesekali ia menunjuk orang yang berada di dalam cctv dan ia pun terlihat heran.


"Apa kamu yakin kalau dia adalah Juli Kakak kamu?"ucap Inspektur Adi untuk meyakinkan Toni yang melihat sesosok orang yang mirip dengan Juli di dalam cctv.


"Aku yakin Insepktur,dia adalah Juli Kakak ku!"ucap Toni dengan yakin di dalam hatinya. "Tolong di zoom orang ini,"sambil melingkari seseorang di dalam cctv itu dengan jarinya dan orang yang berada di depan komputer langsung memperbesar sesosok yang di lingkari oleh Toni.


Setelah sesosok itu di perbesar memang benar wajah orang itu mirip dengan Juli.


"Lihat Inspektur dia mirip sekali dengan Kakak.Aku pikir dia adalah Kakak,tapi itu gak mungkin kalau Kakak ada di dua tempat sekaligus!.


Aku curiga kalau salah satu di antara mereka adalah Juli palsu!"ucap Toni dengan nada serius dan tegas.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Apa kamu yakin kalau ada dua Juli?" ucap Inspektur Adi untuk menegaskan ucapan Toni namun ia tetap berdiri di pendiriannya dan ia tetap yakin kalau ada dua Juli di dekatnya.


"Aku yakin Inspektur kalau ada dua Juli dan aku juga curiga kalau Juli yang berada di rumah itu bukan Juli yang asli sedang kan Juli yang asli sedang berkeliaran di luar sana,aku yakin itu!"ucap Toni untuk memperkuat ucapannya yang sebelumnya.


"Apa yang membuat Anda begitu yakin kalau dia bukan Juli yang asli?"ucap Inspektur Adi dengan nada tegas.


"Tadi aku tanpa sengaja menumpahkan makanan ke pakaian nya,dan Inspektur tau apa yang aku lihat? Yang aku lihat sapu tangan yang sama dengan sapu tangan yang Inspektur temukan di tempat penemuan mayat mayat itu!"ucap Toni dengan tegas dan serius.


"Sapu tangan?!"jawab Inspektur Adi dengan sedikit heran.


"Iya,"jawab Toni lalu ia memegang tangan Inspektur Adi dan menariknya ke ruang interogasi.


Sesampainya di ruang introgasi Toni langsung menghentikan langkahnya dan mengambil salah satu sapu tangan yang berada di dalam ruangan itu.


"Sapu tangan ini Inspektur!,sapu tangan ini yang aku lihat dan aku pegang saat itu!"ucap Toni dengan serius dan sesekali ia terlihat menunjuk salah satu sapu tangan yang berjajar di atas meja.


Toni melanjutkan berkata"Kalau Inspektur tidak percaya itu terserah Inspektur tapi mungkin saja kalau salah satu dari keluarga kita yang melakukannya!."


Toni kemudian terlihat mulai berpikir tentang ucapannya sendiri,begitu pula Inspektur Adi namun tiba tiba Inspektur Adi berkata dengan nada ragu ragu.


"Apa mungkin pelakunya Andi?"

__ADS_1


"Maksud Inspektur,Andi... Adik Inspektur yang meninggal karena kecelakaan itu,"ucap Toni dengan heran lalu melanjutkan, "Itu gak mungkin Inspektur bukannya Inspektur mengatakan kalau Adik Inspektur meninggal di tempat kejadian."


"Iya,dia terbakar bersama dengan mobilnya!,"ucap Inspektur dengan nada mulai sedih.


Ia kemudian menghentikan ucapannya beberapa saat lalu ia melanjutkan, "Tapi...,"


"Tapi apa Inspektur?" Potong Toni.


"Tapi kita tidak mengoutopsi mayat itu! "jawab Inspektur Adi mendengar jawaban dari Inspektur Adi Toni langsung terkejut dan mulutnya ternganga lebar.


"Jadi maksud Inspektur,Inspektur tidak memastikan apakah mayat itu adalah mayat Andi atau bukan?" Jawab Toni. "Astaga Inspektur!."


Wajahnya pun terlihat sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Inspektur Adi.


"Bagaimana kalau betul bahwa.... bahwa pelakunya adalah Adik Anda?"


tanya Toni.


Mendengar ucapan Toni Inspektur Adi pun terdiam sambil memikirkan ucapan Toni namun tiba-tiba ia mengelak dan mempercayai adiknya sudah meninggal dunia.


"Enggak!." Tegas Inspektur Adi lalu ia melanjutkan dengan  menarik kerah Toni.


Beberapa saat kemudian, ia melanjutkan berkata dengan memalingkan wajahnya menjauhi Toni dengan raut muka sedih.


"Andi gak mungkin melakukan nya.Aku yakin orang lain yang melakukannya,tapi saya tidak tau apakah mayat itu benar Andi atau bukan?"


Toni pun hanya terdiam dan melihat ke Arah Inspektur Adi,ia hanya mendengarkan Inspektur Adi saat berbicara.


Tak berselang lama Toni pun mendorong Inspektur Adi hal itu langsung membuat Inspektur Adi terkejut dan melangkah mundur beberapa langkah dari Toni,selain itu wajahnya pun terlihat kesal dan marah lalu Toni berkata dengan mengancam.


"Ingat Inspektur! Kalau sampai memang benar pelakunya adalah Andi Adik Inspektur maka aku tidak akan segan segan mencelakai Juli palsu yang berada di rumah!.Ingat itu!!!." Toni pun kemudian mendorong Inspektur Adi hingga ia mundur beberapa langkah dari hadapan Toni dan Jalan yang akan di lewati Toni.


Inspektur Adi kemudian berbalik ke arah meja kayu yang berada di belakangnya sembalih memikirkan ucapan Toni yang akan menyakiti Adiknya jika memang benar bahwa pelakunya adalah Andi,saat Inspektur Adi tengah berfokus mencari bukti bukti lain melalui barang bukti yang di temukannya saat penemuan mayat.


Tiba tiba seseorang menghampiri dirinya namun Inspektur Adi masih tidak menyadari ada orang yang diam diam menghampiri Inspektur Adi saat orang itu sudah dekat dengan Inspektur Adi ia memegang tangan Inspektur Adi.


Merasa tangannya di pegang oleh seseorang Inspektur Adi pun terkejut lalu ia berbalik melihat ke arah orang itu dan betapa terkejutnya ia saat melihat orang itu ia hanya terdiam seperti di sampar petir.


Matanya terbuka lebar dan mulutnya ternanga ia hanya terdiam seribu bahasa saat melihat orang yang memegangi tangannya.


      Waktupun berlalu begitu cepat hari pun berubah menjadi siang saat itu di rumah Toni,Toni dan keluarganya tak terkecuali orang yang mirip dengan Juli juga ikut makan siang bersama sama.Toni,Bu Laras dan orang yang mirip dengan Juli itu terlihat sangat bahagia namun kebahagian nya hilang saat kedatangan Inspektur Adi yang membuat kerusuhan dengan meminta anak buahnya menaruh beberapa barang di dalam rumah Toni.


Melihat hal itu Toni dan yang lainnya langsung terkejut dan mereka pun langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Ada apa ini Inspektur?"tanya Toni lalu ia mendekat ke arah Inspektur Adi yang tengah sibuk meminta anak buahnya membawa masuk barang barang yang ia bawa dari kantor polisi.


"Toni bukankah Anda yang meminta saya kemari memasang CCTV untuk mengawasi keadaan di rumah?"ucap Inspektur Adi dengan baik dan sopan.


Mendengar hal itu orang yang mirip dengan Juli pun langsung batuk batuk karena tersedak makanan.


Melihat hal itu Inspektur Adi pun hanya melihat ke arah orang itu.


"Ada apa Juli?"


"Tidak,saya hanya tersedak dengan bumbu masakannya yang pedas!," jawab orang itu dengan santai.Setelah itu Toni pun berkata dengan nada merasa tak percaya.

__ADS_1


"Tapi Inspektur saya tidak merasa kalau meminta untuk memasang cctv di rumah ini."


"Saya tau tapi saya juga tau bahwa tadi saat Anda pergi ke kantor polisi untuk meminta hal itu tapi sayang kita malah berdebat,iyakan?"


"Saya hanya curiga kalau ada mara bahaya yang menintai di rumah ini. Saya tidak mau kalau ada korban lagi di rumah ini,"ucap Insektur Adi sambil memandang ke arah orang yang mirip dengan Juli selama beberapa detik.


"Adi mari makan siang dulu Nak," tawar Bu Laras namun Inspektur Adi menolak tawaran itu dan ia tetap membawa masuk peralatan yang digunakan untuk mengawasi yaitu cctv.


Tak berselang lama Inspektur Adi melanjutkan berbicara.


"Oh ya Toni saya juga berterima kasih sama Anda karena gara gara Anda saya  berani mengoutopsi mayat Adik saya dan ternyata Anda benar kalau mayat yang saya temukan saat kebakaran itu bukan mayat Adik saya sedangkan Adik saya masih hidup dan bernafas!."


Mendengar hal kembaran Juli pun langsung tersedak dan ia batuk batuk lagi,merasa kembaran Juli tersedak lagi dan batuk batuk lagi Bu Laras pun panik dan mengambilkan segelas air lalu memberikan nya lagi kepada kembaran Juli itu.


"Kamu kenapa Juli?"tanya Bu Laras sembalih memberikan segelas air minum untuk kembaran Juli dan kembaran Juli pun menerima gelas itu.


Saat kembaran Juli tersedak dan batuk batuk Inspektur Adi hanya terlihat kesal dengan melihat ke arah kembaran Juli.


" Oh iya,emmm Toni,Bu Laras,Juli saya permisi dulu untuk masalah Cctv saya akan tinggal di sini dan saya yakin kalau mereka akan memasangnya. Terus aku juga mau berkata besok kalian datang ya kerumah saya untuk menghadiri acara syukuran atas kembalinya Adik saya tak terkecuali Anda Juli orang yang sudah saya anggap Adik saya sendiri," ucap Inspektur Adi dengan baik lalu melanjutkan dengan memberikan senyuman kecil kepada kembaran Juli.


"Iya Inspektur Adi kami pasti akan datang Anda jangan khawatir kalau kami tidak akan datng pasti kami akan datang  besok kan hari membahagiakan untuk keluarga Anda," jawab Toni dengan nada bahagia.


"Iya Pak Inspektur kami pasti akan datang dengan Juli juga.Iyakan Jul?" Sahut Bu laras.


Saat itu Juli tengah makan namun ia langsung menghentikan makan nya saat ia mendengar ucapan itu dan sontak ia langsung gugup dan panik.Ia berusaha tetap tenang.


"Iya Bu saya pasti akan datang bersama kalian!."


"Baiklah kalau,dan sekarang saya minta izin saya permisi dulu," ucap Inspektur Adi setelah mendengar jawaban dari kembaran Juli lalu setelah itu ia pergi dan kelurga Toni melanjutkan makan bersama namun terlihat wajah orang itu berubah.


     waktupun berlalu begitu cepat,hari syukuran atas kedatangan Andi pun sudah di gelar dan terlihat di hadiri oleh banyak orang saat itu.


Tak berselang lama keluarga Toni pun sampai di rumah Inspektur Adi dan di sana Inspektur Adi menyambut mereka dengan sangat baik,ia mempersilakan masuk dan duduk.


Beberapa menit kemudian Toni meminta Inspektur Adi memberi tau Adiknya yang mana dan ia pun memberi tau ia kemudian memanggil Adiknya,suasan pun berubah di rasakan oleh kembaran Juli saat Toni meminta ingin bertemu dengan Andi Adik Inspektur Adi.


Jantung nya berdetak dengan kencang,tangannya berkeringat tubuhnya terasa panas dingin,kekhawatirannya masih belum berhenti di situ ia lebih panik saat ia mendengar suara langkah kaki dari belakan tubuhnya mendekati dirinya ia sangat ketakutan seperti baru melihat hantu namun saat Adik Inspektur Adi sudah berada di samping kembaran Juli.


Kembaran Juli terlihat sangat terkejut karena wajah yang di miliki oleh adik Inspektur Adi berbeda dengan wajahnya.


Melihat wajah Adik tidak sama dengan wajah Juli Toni pun langsung bertanya dengan ragu kepada Inspektur Adi.


"Inspektur Adi, apa Anda yakin dia adalah Andi Adik Inspektur?" Tanya Toni.


"Toni,pada awalnya saya juga tidak percaya kalau dia adalah Andi adik saya tapi sekatng saya percaya kalau dia adalah Adik saya,karena dia tau semuanya dari cerita masa kecil kita dan semuaaaanya dia tau!."


Saat Inspektur Adi tengah menceritakan tentang Adiknya,perasaan khawatir,takut dan gugupnya mulai berkurang.


Saat itu semua orang yang berada di depan Inspektur Adi tak menyadari bahwa di belakang Inspektur Adi ada seseorang yang mirip dengan Juli lain yang menyadari adalah kembaran Juli yang tinggal di rumah Toni.


Melihat hal itu ia merasa tak percaya namun yang ia lihat terasa sangat nyata,yang ia lihat adalah seseorang mirip dengan Juli berdiri jauh di belakang Inspektur Adi dengan raut muka marah dan kesal dengan di sertai tatapan mata yang penuh dengan dendam.


Kembaran Juli pun hanya bisa terdiam dengan meneln ludah,ia ingin memberi tau Toni atau Bu Laras namun ia takut kalau Bu Laras nantinya akan menganggap di sudah tidak waras dan tidak mempercayai kalau dia adalah Juli yang asli lagi.


Ia pun mencoba nempalingkan wajahnya dari pandangan melihat sesosok Juli,ia berhara setelah ia memalingkan wajahnya sesosok itu hilang dari hadapannya.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian setelah ia mempalingkan wajahnya dari sesosok itu,sesosok itu menghilang dan tidak ada di tempat itu.Melihat hal itu perasaannya pun mulai tenang lagi dan ia pun melanjutkan berjalan masuk lebih dalam ke ruangan itu.


Berlanjut ke Part berikutnya.......


__ADS_2