Siapa Pelakunya?

Siapa Pelakunya?
51. Pemecatan dan Pembunuhan si pelaku


__ADS_3

Malam telah tiba, pelaku penusukan Tama tergeletak di lantai dengan keadaan lemah tak berdaya. Beberapa saat kemudian, seorang polisi membawakan sepiring makanan dan segelas air kepada pelaku.


"Kamu makan ini," ucap polisi dengan baik.


Mendengar perintah dari polisi, dengan tertatih si pelaku menghampiri piring yang berisi makanan. Ketika baru beberapa kali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, Oki datang dan duduk dengan menatap tajam si pelaku.


"Apa kamu sudah kenyang?" tanya Oki dengan serius menatap si pelaku.


Mendengar pertanyaan Oki, si pelaku terdiam. Dia membalas tatapan Oki dengan tajam. Dia menjatuhkan sendok yang kala itu di pegangnya, setelah itu dia mendorong piring yang berisi makanan ke hadapan Oki.


Oki yang melihat hal itu, dia murka. Darahnya mendidih dan tanpa berpikir panjang dia mencekik leher si pelaku.


"Berani sekali kamu melakukan itu, hah? Siapa kamu hingga kamu berani bersikap seperti itu dihadapan ku? Apa kamu tidak kapok setelah aku menghajar mu habis-habisan?" ucap Oki dengan tegas dan memegang leher Oki dengan erat.


Menerima cekikan itu, si pelaku hanya bisa diam. Dia berusaha melepaskan diri, namun tubuhnya yang sudah lemah sangat sulit untuk melawan.


Menyadari kalau si pelaku sudah tidak memiliki tenang, Oki melepaskan cekikannya dengan paksa.

__ADS_1


"Kamu ingat baik baik, jangan pernah kamu lakukan ini lagi. Kalau sampai kamu melakukannya lagi, aku tidak akan pernah segan segan menyiksa kamu lebih sadis, paham!." Ancam Oki kepada si pelaku.


Oki pun pergi dari hadapan si pelaku, dia melakukan itu kerana dia menerima panggilan dari atasannya yang bernama Wahyu.


"Pak Oki, saya tahu. Anda sedang dalam masa yang tidak baik. Tapi saya mohon, tolong jangan melampiaskan kemarahan Pak Oki ke tahanan, dia itu tidak bersalah dalam kasus kematian Pak Ferry!."


"Bapak mudah mengatakan hal itu, namun Kak Ferry adalah kakak saya, mana mungkin saya tidak marah melihat si pembunuh itu. Saya tahu, kalau dia bukan pelakunya namun dia adalah salah satu kunci dari pelaku yang sebenarnya, Pak Wahyu jangan lupa itu."


Mendengar sikap tidak sopan Oki kepada dirinya, Wahyu pun menghentikan Oki menjadi seorang polisi.


Oki pergi dengan kemarahan, dia mencopot seragam dan menaruhnya di atas meja.


Waktu menunjukkan pukul 12 malam, pelaku penusukan Tama tengah terbaring di lantai dengan keadaan lemas tidak berdaya.


Saat itu keadaan di penjara sangat sepi, hanya tersisa seorang polisi yang saat itu tengah bertugas berjaga malam.


Beberapa saat kemudian, sebuah langkah terlihat mendekati polisi yang tengah tertidur. Ketika baru beberapa saat berjalan, tiba-tiba kamera cctv mati secara bersamaan. Hal itu di sebabkan oleh orang misterius itu.

__ADS_1


Ketika kamera pengawas sudah mati, orang misterius itu mendekati si polisi itu dengan memegang tali tampar. Setalah itu, dia mengikatkan tali tampar itu ke leher si polisi dengan sangat erat. Tali itu menjerat leher si polisi, dalam waktu hanya beberapa detik, si polisi itu kehilangan nyawanya di tangan orang misterius.


Saat itu suasana sangat menegangkan, dingin dan mencekam. Si pelaku yang saat itu tidak berdaya di dalam sel, dia terbang karena merasa ada hal yang aneh telah terjadi.


"Pak... Pak... Apa terjadi sesuatu?" tanya si pelaku dengan sesekali mengeluh kesakitan. Namun saat itu masih tidak ada respon dari polisi yang menjaga kantor polisi.


Tiba-tiba, pelaku penusukan Tama melihat sepasang kaki berdiri dihadapannya. Melihat hal itu, wajah terkejut terlihat jelas di raut muka si pelaku.


"Si.. siapa kamu?" tanya si pelaku.


Orang itu mendekati si pelaku, dia berbisik kepada pembunuhan Tama. Setalah mendengar bisikan dari si pelaku, wajah terkejut terlihat dari raut muka si pelaku. Melihat ekspresi muka pembunuh Tama, orang misterius itu menggerakkan tangannya memegangi kepala si pelaku.


Setelah dia memegangi kepala si pembunuh, dia membenturkan kepala si pelaku hingga mengeluarkan darah.


Si pembunuh hanya diam setelah menerima benturan itu, dia berusaha ingin meminta tolong kepada orang terdekat nya, namun hal itu justru membuat dirinya semakin di siksa oleh si pelaku dengan semakin kejam.


Dengan tangan kosong, orang misterius itu membenturkan kepala si pelaku hingga berulang kali, tidak hanya itu, setelah orang misterius itu membenturkan kepala pembunuh Tama ke lantai. Orang misterius itu juga mencekik leher si pelaku hingga pelaku tidak berkata-kata sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2