
Malam pun tiba suasana sangat sunyi hanya terlihat cahaya yanh remang remang dan juga terlihat dirumah orang misterius itu kedua preman tengah tertidur pulas di kamar yang sudah di sediakan oleh orang misterius itu.Namun tiba tiba terdengar orang mengerakkan gagang pintu.
Tak berselang lama pintu terbuka dan terlihat tangan seseorang namun tidak terlihat siapa orang itu,ia terlihat memakai sarung tangan berwarna hitam.Ia juga terlihat memakai sepatu berwarna hitam dan baju yang berwarna hitam,semua terlihat serba hitam yang ia kenakan.
Selain itu terlihat salah satu tangan nya membawa sebila pisau yang sangat mengkilap dan tajam,ia terlihat perlahan lahan mendekati kedua preman itu dan saat orang misterius itu sudah berdiri di samping preman pertama kembali mengembalikan pisau itu kedalam wadah pisau lalu ia mengambil sebuah vas yang berada di atas meja dan tak jauh dari dirinya.
Saat ia sudah mengambil vas itu,ia langsung mengambil ancang ancang lalu dengan sekuat tenaga ia memukul preman pertama hingga membuat kepala preman pertama mengeluarkan darah dan ia terlihat sangat syok dengan penyerangan yang di lakukan oleh Bosnya.
Preman itu terlihat berusaha membangunkan preman ke dua namun preman kedua tidak bangun dan tetap tertidur.Ia terlihat sangat ketakutan dan berusaha memohon kepada bisanya agar dia tidak di sakiti.
"Bos apa kesalahan saya hingga Bos mau menyakiti aku dan ingin membunuh aku?"tanya preman pertama dengan ketakutan lalu ucapan itu di jawab oleh preman kedua.
"Kamu ingin tau apa alasan Bos ingin membunuh kamu,"sahut preman ke dua dengan nada serius dan ia terlihat baru masuk ke dalam kamar itu.
"Kalau kamu di situ siapa yang berada di sini?" preman itu membuka selimut dan ternyata yang di tutupi dengan selimut itu adalah sebuah guling.Ia terlihat sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya.
"Apa yang kalian inginkan sebenarnya? Dan apa maksud kalian menyakiti aku seperti ini?"
"Maksud kami kamu harus ikut menjadi salah satu korban dari permainan ini!.Kamu harus harus mati di tangan kami!!!." la menarik sebuah pisau yang berada di pinggangnya dan langsung melemparkan pisau itu ke arah preman pertama dan tak berselang lama pisau itu pun mengenai lengan si preman itu.
Secara bersamaan teriakan kesakitan pun keluar dari mulut preman itu dan ia juga terlihat memegangi lengannya.Ia kemudian melihat lenganya beberapa detik dan ia melihat lengannya hanya tergores dan sedikit mengeluarkan darah lalu ia kembali melihat ke arah preman ke dua dan bosnya.
"Aku pikir kalian jahat hanya kepada keluarga Juli saja tapi tidak ternyata, kalian itu memang jahat dengan semua orang.Kalian itu tidak layak di sebut manusia tidak layak,kalian rela mengorbankan orang demi keberhasilan rencana kalian hebat kalian memang benar benar hebat!" ucap Preman pertama dengan nada serius serta kesal.
"Stop berbicara omong kosong,aku tidak mau mendengar ucapan mu lagi jadi kamu diam sekarang dan nikmati ajalmu dengan baik!"jawab preman ke dua dengan nada serius.
Ia kemudian mengeluarkan sebuah pistol dari balik jaketnya lalu menodongkan pistol itu ke arah preman pertama.
Door!
Suara tembakan pun terdengar namun tembakan itu tidak mengenai preman pertama hanya menggores dahi sebelah kanannya.
Hal itu memang di lakukan oleh preman kedua karena ia ingin preman pertama mati dengan sangat tersiksa dan menderita.Ia langsung memegangi dahinya yang terkena tembakan selama beberapa detik dan tak berselang lama ia menjauhkan tangan nya dari dahinya hingga ia melihat noda darah di tangannya.
Ia juga sesekali mengerang kesakitan dengan lirih wajahnya pun berubah menjadi serius dan tatapan matanya juga berubah menjadi tatapan mata yang tajam.
"Kenapa kamu hanya menggores dahi ku dengan peluru itu? Bukankah kalian menginginkan aku mati lalu kenapa? Kenapa tidak langsung menembak aku?"ucap preman pertama dengan nada kesal dan marah.
"Kami memang menginginkan kamu mati tapi tidak semudah itu,kamu harus merasakan apa yang di rasakan oleh mereka,orang orang yang kamu habisi dengan tangan mu sendiri.Kamu ingat!!!"jawab preman kedua dengan nada serius lalu preman pertama sekilas teringat dengan orang orang yang ia bunuh.
Saat preman pertama tengah membayangkan, suara tembakan terdengar dan tembakan itu mengenai lengan preman pertama sontak ia langsung sadar dan ia memegangi lengannya yang tertembak oleh peluru yang keluar dari rumah pistol yang di pegangi oleh preman kedua.Ia telihat kesakitan dan sesekali ia juga mengerang dengan ekspresi muka kesal.
"Aku menyesal karena mengenal kalian berdua,kalian tidak layak menjadi manusia kalian itu iblis,"ucap preman pertama dengan nada marah dan kesal.
"Ya kamu memang benar,kami memang tidak layak kalau kami menjadi manusia karena kami adalah iblis.Kami tidak akan segan segan menghabisi siapapun itu,kami tidak peduli kalau pun dia adalah teman, saudara atau keluarga kita sendiri,"ucap preman pertama.
"Bos aku mohon jangan lakukan ini, aku mohon dengan Bos,"ucap preman pertama dengan raut muka sedih namun orang misterius itu tak berkata sepatah kata pun.
__ADS_1
Ia hanya terdiam seribu bahasa lalu beberapa saat kemudian preman kedua menyahut ucapan dari preman pertama.
"Dia tidak akan menjawab kamu karena dialah yang mengingikan kamu mati bukan aku karena kamu akan menyempurnakan rencananya."
Saat perakapan antara preman pertama dan kedua tengah berlangsung.Orang misterius itu memasukkan tangan kanannya ke dalam balik jas hitam yang ia gunakan, ia terlihat mengambil sesuatu dan yang ia ambil adalah sebuah pistol setelah ia berhasil mengeluarkan pistol itu secara perlahan lahan lalu setelah pistol keluar beberapa saat ia mengarahkan pistol itu ke tanah.
Tak berlangsung lama ia mengarahkan pistol itu ke arah preman pertama,ia mengarahkan pistol itu ke area dada kiri si preman pertama.
Pada awalnya ia tak menyadari bahwa bos yang selama ini ia puja akan menembak dirinya dengan pistol yang selama ini ia gunakan untuk membunuh orang orang.
"Bos!"ucap preman pertama dengan nada sedih namun ia tak mempedulikan ucapan sedih dari preman pertama dengan penuh amarah ia menembak preman pertama sebanyak dua kali.
Doorr!... Door!
Suara tembakan pun terdengar dan peluru itu terlihat meluncur ke area dada kiri preman pertama hingga membuat peluru yang keluar dari pistol menembus dada kirinya,ia berusaha menghindar dari dari tembakan itu namun sia sia karena ia tertembak di area dadanya dan secara bersamaan tubuhnya jatuh ke jendela yang terbuat dari kaca dan ia jatuh dari lantai dua dari rumahnya.
Melihat preman pertama jatuh orang misterius dan preman kedua langsung melihat ke arah jatuhnya preman pertama melalui jendela dan yang mereka lihat adalah preman pertama tergeletak di tanah dengan keadaan seperti sudah meninggal.
Ia terlihat sangat mengenaskan dan menyedihkan kepalanya mengeluarkan darah yang mengalir beberapa centimeter dari tempat kejadian.
Setelah mereka melihat preman pertama yang tergeletak di tanah kedua orang terlihat bahagia.
"Kita turun sekarang karena aku yakin dia sudah mati,"ucap preman kedua lalu orang misterius itu turun dari ruangan itu.
Di lantai dasar di tempat jatuhnya preman pertama terlihat preman pertama tergeletak dengan kepala mengeluarkan darah yang mengalir beberapa centi dari tempat ia terjatuh.
Setelah ia merasa keadaan di bawah sudah aman secara perlahan lahan ia melihat ke arah lantai atas,ia melihat tidak ada seseorang pun di lantai atas preman pertama itu langsung berusaha bangun dengan mata yang sulit membuka namun ia gagal.
Percobaan pertamanya ia kmbali terjatuh ketanah dengan ke sakitan lalu ia kembali berusaha bangun lagi namun ia kembali gagal dan ia jatuh lagi ke tanah dengan tersiksa.
Beberapa detik kemudian ia mendengar secara remng remng teriakan seseorang dari dalam rumah, mendengar ada seseorang orang yang akan mendekati dirinya.Ia akhirnya kembali mencoba bangun dan berdiri dengan berusaha sekuat tenaga dan melawan rasa sakitnya,ia akhirnya beehasil bangun dan berdiri walaupun dengan keadaan sempoyongan dan berlumur darah.
Ia mulai melangkahkan kakinya perlahan lahan dengan sempoyongan serta tangan kirinya memegangi tangan kanannya yang terus mengeluarkan darah.
Saat ia melangkahkan kakinya terdengar sesekali ia mengerang kesakitan dan tersiksa,akhirnya ia berhasil pergi dan meninggalkan tempat terjatuhnya diri nya.Tak berselang lama kedua orang itu keluar dari rumah dengan terburu buru namun betapa terkejutnya mereka saat sampai di lantai dasar karena ia tidak melihat preman pertama di tempat kejadian.
"Aaaggghh,kurang ajar!"ucap preman kedua dengan nada kesal dan marah karena preman pertama berhasil lolos dari maut.
Dia kembali melanjutkan tindakqnnya dengan menendang pot bunga yang tak jauh dari dirinya hingga hancur berkeping keping.Ia kemudian menarik kerah orang misterius itu dengan terlihat sangat marah kepada orang misterius itu.
" Kamu itu gimana sih ? Menembak satu orang saja kamu tidak becus.Aku menyesal menunjukkan kamu menjadi bos,kamu itu tidak layak menjadi bos kamu itu lemah!." Ia kemudian mendorong orang misterius itu dan pergi dengan penuh amarah, setelah preman kedua pergi terlihat orang misterius itu mengepalkan tangannya dengan penuh amarah dan kekesalan.Ia kemudian pergi meninggalkan tempat itu juga.
Di sebuah jalan yang gelap,sunyi and mencekam preman pertama terus melangkahkan kakinya dengan sempoyongan dan kesakitan ia terus menerus melangkahkan kakinya.Ia sesekali terlihat terjatuh dengan sendekul namun ia kembali bisa berdiri dan bangun dari terjatuhnya.
Di jalan yang sama preman kedua berada di belakang preman pertama namun jarak antara kedua preman itu tidak dekat.Saat itu terlihat perman kedua tengah mengisi pistol dengan beberapa peluru.
"Aku tidak akan membiarkan dirinya lolos dari ku,dia harus mati sekarang dan aku akan melakukan nya sendiri tidak dengan bantuan siapa pun!" ucap preman kedua dengan nada marah dan serius.
__ADS_1
Preman pertama terus menrintih kesakitan di sepanjang perjalanannya ia meminta tolong kepada orang namun tak ada satu orang pun yang lewat.
"Tolong! Tolong saya!" ucap preman pertama dengan lirih namun tidak ada yang mendengar ucapan itu.
Ia pun kembali terjatuh ke tanah dengan mata yang sulit membuka,tiba tiba si preman kedua berada di belakang preman pertama dan ia melihat preman pertama.
Preman kedua langsung teriak melarang kabur mendengar ada seseorang yang teriak ke arahnya preman pertama menengok ke arah orang itu dan betapa terkejutnya ia karena ia nelihat preman kedua dengan berjalqn menuju ke arah nya dengan membawa sebuah pistol di tangan nya.
Suasana pun berubah menjadi mencekam ia berusaha berlari sekuat tenaga,melihat preman pertama berlari preman kedua pun mengejar preman pertama dengan menembaki preman pertama namun tembakan itu tak mengenai preman pertama.
Ia terlihat sangat marah dengan kegagalannya dan ia kemudian kembali mengejar preman pertama, tak berselang lama sebuah mobil berwarna hitam menghampiri preman kedua.
Preman kedua itu pun melihat pengemudi mobil itu,setelah ia mengetahui kalau pengemudi mobil itu adalah orang misterius itu preman kedua langsung bergegas masuk ke dalam mobil.Setelah itu ia meminta orang yang mengemudikan mobil itu melajukan mobilnya dan tak berselang lama mobil itu pun berjalan.
Beberapa saat kemudian mobil pun melaju di belakang preman pertama,terlihat preman pertama sangat ketakutan dan panik karena ia akan di tabrak.Ia terus berusaha berlari menjauhi mobil namun karena ia juga terluka di kepala nya akhirnya ia tak bisa berlari menjauhi mobil.
Berbeda dengan perasaan preman pertama preman kedua terlihat sangat bahagia melihat preman pertama ketakutan dan panik di jalan,preman kedua melihat ketakutan preman pertama di dalam mobil.Tak berselang lama orang misterius itu menambah kecepatan mobilnya.
Brruuuaaak!!
Suara tabrakan pun terdengar dan yang terjadi adalah preman pertama di tabrak oleh orang misterius dari belekang hingga membuat kepala preman pertama terbentur kaca depan mobil hingga membuat kaca depan mobil sedikit retak dan preman pertama langsung jatuh di depan mobil melihat preman pertama jatuh di depan mobilnya orang misterius itu langsung menghentikan mobilnya dan ia pun turun dari mobil tidak hanya orang misterius itu preman kedua pun juga turun dari mobil dengan membawa sebuah pistol.
Mereka berdua berdiri di samping preman pertama yang terbaring di tengah jalan dengan berlumur darah.Saat itu preman pertama seakan ingin mengatakan sesuatu kepada kedua orang itu namun ia tak mampu berkata,ia terlihat kesulitan berbicara.
Melihat hal itu preman kedua pun mendekat kan tubuhnya ke tubuh preman pertama,ia duduk jongkok dan berkata dengan nada serius.
"Sekuat apapun kamu berlari kamu tidak akan bisa jauh dari kami.Karena apa? Karena kamu memang sudah di takdirkan mati di tangan kami!."
Dia menjauhkan tubuhnya dari tubuh preman pertama lalu setelah preman kedua sudah jauh dari tubuh preman pertama kaki kanannya ia angkat dan ia dengan sekuat tenaga menginjak letak jantung preman pertama.
Preman pertama pun langsung batuk batuk dan memuntahkan darah setelah ia menerima injakan dari preman kedua. Setelah itu preman pertama menunjukkan kedua orang itu lalu berkata dengan nada lirih.
"Ka...kalian akan mati!!!." Ia kemudian menjatuhkan tangannya lagi dengan lemas.
Preman kedua pun kembali mendekatkan tubuhnya ke tubuh preman pertama yang masih sadar namun ia tak bisa bergerak ke mana mana.
"Aku tidak takut dengan apa yang kamu ucapkan," ucap Preman kedua lalu ia menjauhkan tubuhnya dari tubuh preman pertama.
Setelah tubuhnya menjauh dari tubuh preman pertama,preman kedua menendang tubuh preman pertama lalu ia menodongkan pistolnya ke arah preman pertama. Selama beberapa saat pistol itu di arahkan ke preman pertama dan tak berselang lama dengan penuh amarah dan dendam.
Door! Door! Door!
Preman kedua menembak jantung Preman pertama dan seketika preman pertama pun meninggal di tempat kejadian.
Preman pertama meninggal dengan sangat mengenaskan kepalanya berlumur darah,matanya membuka lebar dan terlihat beberapa sayadan pisau serta beberapa bekas peluru pistol di dadanya.
Preman kedua pun memastikan kalau ia sudah benar benar meninggal,setelah preman kedua yakin kalau preman pertama mati preman kedua langsung meninggalkan preman pertama sedangkan orang misterius itu masih meninggalkan sebuah sapu tangan yang bertuliskan kata Ba dengan pena berwarna merah seperti darah.
__ADS_1
Ia kemudian pergi dari tempat itu dan menuju mobil lalu dengan mobil itu mereka meninggal kan preman pertama begitu saja.