
"Apa?!!" ucap Wahyu dengan terkejut. Setalah dirinya mendengarkan kabar bahwa laki laki yang membunuh Tama sudah tewas bersama dengan salah satu polisi yang bertugas.
Wahyu yang saat itu tengah tidur dengan istrinya, dia bergegas bangun dari tidurnya dan pergi ke kantor polisi.
"Ada apa Mas?" tanya Istri Wahyu dengan nyawa yang masih setengah terkumpul.
"Di kantor polisi ada pembunuhan, yang menjadi korbannya adalah pelaku yang menusuk Tama dan salah satu anak buah ku," jawab Wahyu.
Mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya, Istri Wahyu hanya diam dan ikut terkejut dengan berita tersebut.
Setalah beberapa saat melakukan persiapan, Wahyu bergegas pergi dari kamarnya dan menuju ke kantor polisi.
Keadaan berubah, di dalam sebuah ruangan seorang misterius berdiri di dekat sebuah kerja kayu yang di hadapannya terdapat beberapa pisau yang sangat tajam.
Di samping itu, tertempel beberapa foto keluarga Tama dan semua orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan Rey. Tampak beberapa foto sudah di beri tanda silang oleh orang misterius itu sebagai tanda bahwa orang orang itu sudah mati.
Orang misterius itu mengambil salah satu pisau yang ada di hadapannya. Setalah itu dia melemparkan pisau itu ke salah satu foto yang tidak lain adalah foto di pelaku.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, orang misterius itu kembali mengambil pisau. Setalah itu dia melemparkan pisau ke foto lagi yang tidak lain adalah foto Oki.
Di kantor polisi, Wahyu baru sampai di kantor polisi. Saat itu garis polisi sudah di pasang oleh polisi lain.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kamu sudah periksa CCTV?" tanya Wahyu.
"Sudah pak, hanya saja di beberapa menit setelah secara tiba tiba Cctv mati dan kembali hidup setelah kejadian pembunuhan," jawab anak buah Wahyu.
Mendengar apa yang di katakan oleh anak buahnya, Wahyu pergi ke ruangan CCTV. Dia memeriksa Cctv secara langsung, namun dia sangat terkejut kerana apa yang dikatakan oleh anak buahnya benar.
Wahyu pun curiga, ini ada sangkut pautnya dengan pembunuhan Tama, Rey dan yang lainnya. Dia merasa pelakunya adalah orang yang sama.
Beberapa saat kemudian, Wahyu terdiam. Dia mengingat sesuatu.
"Bukannya di dekat lampu depan kantor juga di pasang CCTV?" tanya Wahyu.
"Ada Pak! Saya belum memeriksanya," jawab anak buah dari Wahyu.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Wahyu meminta anak buahnya untuk memeriksa Cctv itu, namun saat dia sudah memeriksa Cctv itu. Dia sangat terkejut, dia melihat seorang laki laki dengan pakaian serba hitam berjalan masuk ke dalam ruangan dan membunuh polisi dan si pelaku.
Melihat hal itu Wahyu meminta untuk anak buahnya memperbesar layar agar wajah dari pelaku bisa terbongkar, namun apa yang dilakukannya tidak membuahkan hasil. Mereka tidak bisa membuka siapa pelaku yang sebenarnya.
Penyelidikan terus di lakukan oleh Wahyu, namun bukti masih saja belum di temukan. Disisi lain, Oki yang sudah tidak bertugas menjadi polisi, dia terus mencari tahu tentang pelaku yang sebenarnya dengan bukti pisau yang beberapa kali di tusukkan ke korban.
Waktu itu, Oki mengendarai motor dengan gagah. Dia mencari sebuah toko pisau yang berada di dekat rumahnya. Saat itu dia menghampiri tokoh yang pernah didatangi oleh Ferry dan anak buahnya.
Di dalam tokoh, si pembuat pisau tengah membuat pisau. Beberapa saat kemudian, seorang laki laki misterius dengan pakaian hitam berdiri dihadapannya dengan pisau di pegang di tangannya.
Melihat orang misterius itu, si pembuat pisau menghentikan tindakannya. Dia menghampiri orang misterius itu dengan perlahan. Ketika berada di hadapan orang misterius itu, si pembuat aku itu hanya diam menatap orang misterius itu.
"Apa yang kamu mau dari ku?" Tanya pembuat pisau kepada orang misterius itu dengan tatapan mata yang tajam.
Saat itu orang misterius hanya diam. Dia hanya menatap ke arah si pembuat pisau itu. Setalah beberapa saat menatap si pembuat pisau, orang misterius itu mendekati si pembuat pisau dengan perlahan.
Ketika dia sudah berada di dekat si pembuat pisau, orang misterius itu terlihat memegang erat pisau. Setalah itu dia menusuk si pembuat pisau dengan pisau yang di buatnya.
__ADS_1
Si pembuat pisau itu pun sekarat. Setalah menyadari, kalau Si pembuat pisau sekarat. Orang misterius itu mendekati Si pembuat pisau dan berbisik kepada si pembuat pisau tentang siapa dirinya dan apa yang dia inginkan. Tidak hanya itu dia juga mengatakan apa tujuannya melakukan hal ini kepada nya.