
Beberapa hari berikutnya, Pak Roy menghampiri Ferry untuk kejelasan kasus meninggalnya Rey dan Tama.
Saat itu dia pergi ke kantor polisi dengan mengendarai mobil Tama, saat dia pertengahan jalan, mobilnya terhenti. Hal itu terjadi karena dia Pak Roy melihat seorang laki laki berdiri dengan memegang palu di tangan dan membelakangi mobil Pak Roy.
Melihat hal itu, Pak Roy kesal dan meminta orang yang berdiri di depan mobilnya untuk menyingkir. Dia terus membunyikan klakson mobilnya, namun apa yang dia lakukan tidak membuah hasil. Orang misterius itu tetap berdiri di depan mobil.
"Apa-apaan sih orang ini, kenapa dia berdiri di tengah jalan? Apa di rumah nya tidak ada tempat untuk berdiri?" ucap Pak Roy dengan kesal.
Merasa sangat terganggu dengan orang itu, Pak Roy keluar dari mobil dan menghampiri laki laki itu. Dia berdiri di belakang orang itu dan memaki-makinya, namun respon orang itu tetap sama. Dia hanya diam dengan memegang semakin erat palu di tangannya.
Tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca dari sekitar mobilnya. Pak Roy langsung berbalik setelah dirinya mendengar suara itu, di waktu yang bersamaan orang misterius itu menghilang dari hadapan Pak Roy.
Melihat hal itu, pak Roy heran namun dia lebih mementingkan mobilnya. Dia menghampiri mobilnya yang saat itu berhenti di tengah jalan. Ketika dia berdiri di dekat mobilnya dia sangat terkejut keran melihat kaca belakang mobilnya pecah.
"Apa apaan ini, siapa yang melakukan ini? Woi, keluar Lo jangan cuma berani di belakang saja!" ucap Pak Roy setelah dirinya melihat mobilnya hancur.
Pak Roy menantang orang yang menyerang mobilnya, namunĀ tidak ada siapapun di sekitar tempat itu. Menyadari hal itu, dengan kemarahan yang sangat luar biasa, Pak Roy masuk ke dalam mobil dan pergi dari tempat itu. Namun, saat dia baru masuk dan duduk di kursi pengemudi. Dia melihat sebuah gumpalan seperti batu sebesar genggaman tangan tergeletak di mobil dengan terbungkus sebuah kertas.
Menyadari hal itu, Pak Roy mengambil bongkahan itu dan memperhatikan bongkahan itu.
Setalah itu dia mengambil kertas ya g membungkus batu dan membuang batu. Dia membaca kertas yang berisi pesan untuk keluarga Pak Roy.
"Kamu Akan Mati!!!!." Isi surat yang di temukannya di dalam mobil.
Isi surat itu membuat Pak Roy terkejut, dia heran dan kebingungan dengan pengirim surat itu. Dengan wajah yang tidak takut sedikitpun, Pak Roy keluar dari mobil dengan penuh amarah.
__ADS_1
"Keluar kamu! Jangan kamu pikir dengan kamu memberikan ancaman ini, aku takut dengan kamu. Keluar!" ucap Pak Roy dengan lantang dan menantangnya. Namun masih sama, tidak ada respon dari si pengirim.
Pak Roy pun kembali masuk ke dalam mobil ketika dia menyadari kalau si pengirim tidak menampakkan dirinya. Dia melanjutkan perjalanannya dengan keadaan mobil yang rusak. Ketika mobil yang di kendarai Pak Roy berjalan, seorang laki laki misterius keluar dari persembunyiannya dan menatap dengan tatapan tajam ke arah mobil Pak Roy yang berjalan menjauh.
Di dalam mobil, Pak Roy terus terngiang dengan surat itu. Dia terus membayangkan kematiannya yang mengerikan.
"Kenapa aku bisa terus kepikiran dengan apa yang ada di surat itu? Seharusnya aku tidak takut dengan hal yang seperti ini," ucap Pak Roy dengan terus mengendarai mobil.
Tak berselang lama, Pak Roy sampai di kantor polisi. Sesampainya di kantor polisi dia bergegas menemui Ferry yang saat itu tengah berbicara dengan Bu Endang.
"Pak Ferry," ucap Pak Roy.
Mendengar hal itu, Ferry keluar dari ruang interogasi dan menghampiri Pak Ferry.
Pak Roy menceritakan kejadian sebelum dia datang kemarin, dia juga menceritakan kepada Ferry tentang surat yang didapatnya dari orang misterius itu.
Membaca ancaman dari orang misterius itu, Ferry memerintahkan semua anak buahnya untuk melindungi keluarga Pak Roy yang di rumah maupun di sel.
Malam hari tiba, saat itu Pak Roy duduk di kamarnya dengan ketakutan. Di sisi lain, Pak Ferry baru saja masuk ke dalam rumah. Dia berniat melihat keadaan Pak Roy, melihat keadaan Pak Roy seperti orang depresi, Ferry terlihat sedih dan tidak kuat dengan hal itu.
Ferry pun bergegas pergi setelah melihat keadaan Pak Roy.
Ferry pun pergi dari rumah Pak Roy ke rumahnya. Saat itu dia melewati jalan tikus, agar lebih cepat namun apa yang di lakukannya justru membuat dirinya bertemu dengan seorang laki laki misterius dengan sebuah palu di tangan dan berdiri di depan motornya menghalangi dirinya melaju.
"Woi, tolong kamu pergi dari sana. Apa kamu ingin mati?" ucap Ferry dengan lantang.
__ADS_1
Dia menyorotkan lampu motornya ke tubuh orang misterius itu agar orang misterius itu menyingkir dari hadapannya, namun apa yang di lakukannya justru membuat dirinya di hampir oleh orang misterius itu.
Orang misterius itu berjalan perlahan mendekati Ferry dengan tangan memegangi palu dengan sangat erat.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ferry dengan ketakutan dan turun dari motornya melihat orang misterius itu mendekati dirinya.
Ketika orang misterius itu sudah berada di depan sepeda motor milik Ferry. Orang misterius itu memukul lampu motor yang menyoroti tubuhnya dengan palu.
Keadaan seketika gelap gulita, hal itu membuat Ferry was was, karena orang itu bisa menyerang dirinya kapan saja.
"Jangan kamu pikir, dengan kamu melakukan ini aku akan takut, tidak akan," ucap Ferry lalu dia mengambil pistol yang dibawanya ketika off ataupun sedang bekerja.
Dia menarik pelatuk pistol itu dan mengarahkan nya ke hadapannya. Saat itu dia tidak melihat apapun, namun dia tetap berusaha untuk melindungi dirinya walaupun dalam keadaan gelap gulita.
"Keluar kamu! Jangan kamu pikir aku takut dengan kamu , aku tidak pernah takut dengan kamu," tantang Ferry kepada orang misterius itu.
Tak berselang lama setelah Ferry menantang orang misterius itu. Tanpa di sadari oleh Ferry, orang misterius itu berdiri di depannya lalu dengan sekuat tenaga dia memukul kepala Ferry dengan palu.
Waktu seketika berhati bagi Ferry, dia mematung dengan pandangan mata terus terbuka. Setalah beberapa saat mematung, dengan perlahan tangannya lemas dan pistol yang di pegangnya terjatuh ke tanah. Di waktu yang bersamaan, tubuh Ferry limbung dan jatuh ke lantai dengan mata yang tak berkedip sekalipun.
Melihat hal itu, orang misterius itu mendekati tubuh Ferry. Dia seolah berbisik kepada Ferry. Setalah dia berbisik, orang misterius itu mengambil pistol.
Door... Door... Door....
Suara tembakan pun terdengar dan dalam hitungan detik, Ferry pun meninggal dunia.
__ADS_1