
Prangkkk...
Terdengar suara pecahan kaca dari kamar Tama. Mendengar hal itu perasaan takut yang dirasakan oleh Tama semakin menyelimuti Tama.
Tubuhnya gemetar dan keringat dingin sebesar biji jagung membasahi kencingnya.
Di luar kamar, dengan penerangan yang sama samar terlihat seorang laki laki memegang sebuah pisau berjalan perlahan mendekati kamar yang di tempati oleh Tama.
Ketika orang misterius itu berada di dekat kamar Tama, dia berdiri di depan pintu lalu dia mengerakkan tangan kanannya ke arah pintu kamar Tama yang tertutup rapat.
Orang misterius itu memukul pintu kamar Tama. Tama yang mendengar hal itu, diam sangat terkejut dan semakin ketakutan. Dia mendekap dirinya sendiri agar tidak mengeluarkan suara yang membuat orang itu datang.
Orang itu kembali memukul pintu kamar, namun Tama masih tidak membukanya.
Orang misterius itu terus menggedor pintu kamar Tama, namun Tama tidak membukanya. Menyadari hal itu orang misterius itu menaruh pisau di meja yang berada didekatnya. Dia pergi dari depan kamar Tama.
Mendengar keadaan tiba-tiba sunyi, Tama membuka selimutnya dan dia memberanikan diri untuk keluar dari kamar.
"Siapa yang melakukan ini? Kenapa dia melakukan ini?" ucap Tama dengan nada lirih dan berjalan mengendep-endap.
Saat itu, Tama tidak menyadari kalau bayangan seseorang tengah melihat ke arahnya selama beberapa saat, setalah itu pergi.
__ADS_1
Tama membuka pintu dengan perlahan, ketika dia sudah keluar dari kamar. Dia tidak menyadari ada sebuah pisau di dekat kamarnya.
"Siapa yang mengganggu aku?" tanya Tama dengan nada lirih. Dia melihat kesana kemari, namun dia tidak melihat apa pun.
Ketika dia merasa keadaan sudah aman, dia bergegas pergi namun apa yang di lakukannya justru membuat dirinya bertemu dengan orang misterius itu.
Tama yang merasakan perasaan yang campur aduk, dia bergegas mencoba keluar dari rumah, namun saat dia baru membuka kunci rumah. Orang misterius itu berdiri di belakangnya dengan membawa sebuah palu yang di pegangnya dengan erat.
Saat itu Tama masih belum menyadari kalau ada seseorang yang siap menghabisi nyawanya. Dia mulai sadar ketika dia mendengar orang misterius itu meletakkan palu itu ke lantai dan membuat suara.
Mendengar suara itu, Tama terdiam. Wajahnya berubah kaku. Dia seolah sulit menoleh kebelakang melihat dan mencari sumber suara.
Ketika Tama ingin menoleh, laki laki misterius itu bergegas menghampiri Tama dan mencekiknya dengan sangat erat. Tidak hanya itu, dia juga menghantamkan Tama ke pintu rumah yang saat itu masih terkunci.
Setalah mencekik leher Tama, orang misterius itu melemparkan Tama hingga Tama terjatuh ke lantai.
"Apa yang kamu mau? Siapa kang sebenarnya?" tanya Tama dengan nafas terengah dan masih terbaring di lantai.
Mendengar pertanyaan itu orang misterius itu hanya diam. Dia tidak mengatakan sepatah katapun, dia menjauhi Tama dan mengambil palu yang di taruh nya waktu itu.
"Jawab!!! Apa yang kamu inginkan dari aku?!" bentak Tama kepada orang misterius itu. Namun orang misterius itu hanya diam. Dia mendekati Tama dengan memegang palu itu dengan sangat erat.
__ADS_1
Tama yang melihat hal itu, dia semakin tidak karuan, dia sangat ketakutan. Dia mencoba meminta bekas kasih kepada orang misterius itu, namun orang misterius itu tidak menggubris dan terus mendekati Tama.
Tama pun pasrah karena ia merasa nyawanya akan berakhir di tangan orang misterius itu. Namun saat orang misterius itu baru mengangkat palu nya, tiba-tiba seseorang menyerang orang misterius itu dengan menendang orang misterius itu hingga palu dan dirinya saling terpisah jauh antara satu dengan yang lainnya.
Tama hanya diam. Dia sangat terkejut karena melihat orang misterius itu terjatuh.
Laki laki yang menyerang orang misterius itu pun mendekati orang misterius yang saat itu terjatuh di lantai. Dia membangunkan orang misterius itu dengan memegangi kerah pakaian dari orang misterius itu. Wajahnya menatap tajam orang misterius itu dengan penuh kemarahan dan emosional yang tinggi.
"Berani sekali kamu menyakiti anak ku," ucap Pak Roy.
Pak Roy adalah ayah kandung dari Rey dan Tama. Dia sangat menyayangi kedua anaknya, dia juga di kenal sebagai ayah yang bertanggung jawab.
Ketika Pak Roy menatap tajam orang misterius itu. Tanpa disadarinya orang misterius itu mengambil sebilah pisau yang disembunyikan dibalik bajunya.
Dia memegangi pisau itu dengan erat, dan menyerang Pak Roy hingga Pak Roy terjatuh dan terluka di lengan nya akibat dari goresan pisau itu.
Ketika orang misterius itu sudah terlepas dari tangan Pak Roy, orang misterius itu pergi dari rumah itu.
"Ayah tidak papa?" tanya Tama dengan membantu ayahnya bangun.
"Ayah tidak papa, ayah hanya sedikit terluka. Biarkan ayah mengejar orang itu," jawab Pak Roy lalu dia bangun dari duduknya.
__ADS_1
Melihat hal itu, Tama melarang ayahnya dan dia meminta ayahnya untuk duduk. Dia ingin mengobati ayahnya yang terluka akibat serangan dari orang misterius itu.