Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 12


__ADS_3

...selamat membaca...


"Sebagai pertanggung jawaban saya mau Clarisa beserta temanmu kalian pergi ke ruang sidang sekarang!" perintahku


Clarisa dan temannya pergi ke ruang sidang sekolah bersama-sama. Senang bisa mengatasi kasus Clarisa yang aku sendiri juga sudah pernah di perlakukan hal yang sama. Sampai di ruang sidang mereka duduk bersama temannya.


"Sejak kapan kamu melakukan pembullyan?" Kepala sekolah


"Hm... baru ini pa" Clarisa bohong


"Baru? Kamu coba berbohong sama saya? Guru bk telah menjelaskan semua" Kepala sekolah


"Apa kamu melakukannya kepada seluruh siswa yang lemah?" tanyaku


"Tidak bu" teman Clarisa


"Saya minta jawaban Clarisa" tegasku


"Tidak bu" Clarisa


"Banyak korban? Apa yang kamu lakukan?" tanyaku lagi


"Lumayan bu, ya... sekedar marah-marah sama kasih dia hukuman atas perbuatannya" Clarisa


"Hukuman atas perbuatan? Seharusnya hukuman hanya berhak di lakukan oleh pihak yang sudah ditunjuk bukan siswa itu sendiri" jelasku


"Saya gak suka bu kalo harus nunggu bk atau yang lain" Clarisa


"Baiklah, pak... saya minta surat undangan panggilan untuk orang tua Clarisa. Dan besok saya akan hadir lagi di sini. Maaf saya punya banyak urusan. Dan kalian bertiga dalam masa percobaan dan pengawasan! Pagi pak... saya pamit" aku tersenyum dan keluar ruang sidang meninggalkan kepala sekolah dan bk.


Sampe parkiran aku masuk dan pergi ke perusahaanku, masih dengan pakaian yang sama.


"Pagi bu.." security menyapaku dan aku senyum lalu masuk dan langsung menuju ruang kerja.


"Ast... hey? Lo kenapa dandan kayak gitu?" Rahel

__ADS_1


"Huh..gue ngurus kasus bullying di sekolah gue" ucapku


"Oh bullying, masih ada di sekolah lo?" Rahel


"Iya, bahkan gue kena" ucapku


"Wah... kebangetan! Kalo dia tau lo pemilik sekolah dia udah kapok pasti" Rahel


"Gue rasa gak mampan! Dia aja jawab terus kalo ditanya. Malah ngerasa gak bersalah" ucapku


"Maklum anak zaman now... ini cek baru tanda tangan. Dan 10 menit yang lalu kakak lo dateng dan dia ngasih ini" Rahel memberikan sebuah map coklat yang isinya sebuah undangan.


"Undangan apa?" tanyaku


"Entah" Rahel


Saat aku baca ternyata ini undangan untuk datang makan bersama atas berhasilnya program kerja baru di perusahaan kakak ku.


"Besok? Kakak gue gila kah? Lo besok sama gue dateng ke perusahaan kakak gue, bisa?" Tanyaku


"Bisa aja sih" Rahel


"Hmm... okelah" Rahel


"Kalo misalnya partynya hari ini gimana? Biar besok gak dadakan juga" tanyaku


"Bisa sih, gue kasih kabar mereka" Rahel mengeluarkan hpnya dan menelfon seseorang.


Setelah selesai, Rahel membalikkan badannya dan menaruh hpnya disaku jasnya.


"Bisa kok hari ini. Lo mau?" Rahel


"Ok, sekarang aja" Jawabku


"Ok, kita siap-siap" Rahel

__ADS_1


>> At, Restoran Green Food <<


Saat sampai di restoran Green Food, disana sudah ada Gita, Anta dan Farel.


"Axen gimana?" tanyaku


"Masih dijalan" Farel


"Hai...!" Axen


"Woaw... panjang umur" Gita senyum menatap Axen


Axen bersalaman dengan semuanya dan duduk disamping Anta.


"Maaf sebelumnya kalo gue janjian dadakan kayak gini. So... kalian tahu kan kalo misalnya gue punya banyak kerjaan. Apalagi kemarin temen gue udah mulai curiga kalau cewek yang keluar dari club malam itu gue." ucapku


"Terus gimana?" Farel


"Santai aja, gue punya banyak alasan kok" jawabku


"Iyalah,bos kita ini kan keren. Aksinya kemarin aja keren" Rahel


"Hhaa...biasa aja sih. Orang kayak gitu emang harus digertak sih" Ucapku


"Oh ya kalian tunggu sini" ucapku


Aku berjalan menuju bar pelayanan dan memesan makanan yang banyak untuk mereka semua. Setelah itu, kembali bergabung lagi.


"Oh ya, Rel. Gue gak sengaja ngambil buku kayak gini" ucapku mengeluarkan buku yang berjudul IT Skill ke depan Farel.


"Woaw... thanks" Farel


"Santai. Sorry gue gak bawain kalian soalnya itu oleh-oleh gue pas gue lagi jalan-jalan sama temen gue itu" ucapku


"Gak apa,lagian kalo dibawain buku kita juga gak akan baca sya" Axen

__ADS_1


"Hhaa... lo kok baca buku xen" ledek ku dan semuanya tertawa.


...bersambung...


__ADS_2