Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 02


__ADS_3

...selamat membaca...


Asther POV


Sekolah baru ku yaitu Generasi Nusantara High School. Dan dari yang aku dengar kebanyakan murid di koridor merasa tidak nyaman dengan adanya bullying disini.


Dan tugasku disini selain menjadi pemilik sekolah yaitu menghilangkan tradisi bullying yang berkembang disekolah ini.


"Hai... anak baru ya? Darimana?" tanya seorang lelaki padaku tapi aku mengabaikannya.


"Ruang kepala sekolah dimana?" tanyaku


"Dipojok kanan dekat perpustakaan. Nama lo siapa?" tanyanya


Lelaki itu masih bertanya padaku tapi, tetap tidak ku jawab dan hanya berlalu menuju ruang kepala sekolah.


Sampai di ruang kepsek, aku disambut hangat sebagai siswi baru. Walaupun mereka tidak tau kalo aku pemilik sekolah Generasi Nusantara HS.


"Saya Avril Karishalia, anak baru disini" sapaku


"Baiklah, kamu ikut saya nanti" ucap salah satu guru


Seorang guru yang masih berumur sekitar 25 tahun menyiapkan buku pelajaran dan keluar ruangan karna bel telah berbunyi.


"Karna kamu murid baru kamu masuk kelas 11 musik 1" ucapnya


"Iya bu" jawabku


"Nama saya ibu Syaila, panggil aja bu Aila. Saya wali kelas kamu dari kelas 11 musik 1" Bu Aila


"Baik bu" jawabku


"Kamu tunggu sini sebentar sampai saya panggil masuk" Bu Aila


Aku hanya senyum dan membungkuk lalu menunggu diluar sambil mendengarkan pembicaraan guru dan murid-murid lain di dalam kelas.


"Anak-anak... kita kedatangan murid baru ditengah semester. Tolong dengarkan dengan baik dan sambut teman kalian dengan baik ya.." bu Aila


"Yaa..." jawab seluruh murid


"Silahkan masuk..!" bu Aila menyuruhku untuk masuk kelas.


"Perkenalkan diri kamu" bu Aila


"Hai..namaku Avril Karishalia, panggil saja Avril terima kasih" ucapku


"Itu saja? Kamu tidak mau kasih tau hal lain?" bu Aila


Aku hanya geleng dengan santai dan murid lain gaduh seketika.


"Hei... Tetap tenang! Baiklah Avril nanti kamu bisa berkenalan sendiri dengan temanmu dan silahkan kamu duduk di pojok nomor 2 dari belakang sana ya" bu Aila


"Terima kasih bu!" jawabku lalu aku tersenyum


Aku berjalan menuju kursi baruku yang sudah ditunjukkan oleh Ibu Aila.


"Baiklah, ikuti pelajaran kalian dengan baik ya... semoga hari kalian menyenangkan! Semangat!" bu Aila pergi meninggalkan kelas.


Dan semua murid mulai gaduh karna belum masuk jam pertama. Di sekolah ini jam awal di isi dengan wali kelas masing-masing sebagai pembimbing baru dilanjutkan pelajaran setelahnya.


Dan waktu yang diberikan untuk wali kelas membimbing muridnya hanya 30 menit saja tidak lebih.


"Hai... gue Ninda Aulia Vires, panggil saja Ninda" Ninda mengulurkan tangannya padaku.


"Avril" sapaku membalas uluran tangan Ninda


"Lo anaknya lugu ya" Ninda


"Gak gitu juga kok" jawabku

__ADS_1


"Oh ya, ini jam kosong?" imbuhku


"Tidak, dikit lagi gurunya masuk kok" Ninda


"Oh gitu" aku mengangguk


"Lo mau gue ajak keliling sekolah?" Ninda


"Enggak usah, gue bisa sendiri" jawabku


"Oh yaudah. Oh ya! Gue mau kasih tau lo untuk hati-hati sama cowok belakang!" Ninda


Aku otomatis menoleh ke belakang, hanya saja dia lagi menutup matanya sambil memakai headset.


"Kenapa?" tanyaku


"Dia itu..."


"Pagi anak-anak..." sapa pak guru sambil memasuki ruangan


"Nanti saja gue ceritain ya" Ninda


"Oh oke" aku mengangguk.


Alasan kenapa aku masuk sekolah ini dengan nama samarannya bukan nama asli karna, aku tidak mau nama asli ku terbongkar.


Tapi, aku yakin anak-anak murid disini anak sosialita dan up to date. Karna keluarga ku menduduki posisi nomor 2 perusahaan terbesar di dunia, dan untuk posisi nomor 1 aku belum mengetahui dipegang oleh siapa.


Oleh karena itu, papa selalu mengekangku untuk meng-handle perusahaan supaya perusahaan kami mendapat posisi nomor 1. Dan kedua orang tuaku telah berusaha keras dalam hal bisnis.


Dan aku juga punya nama samaran di masing-masing hobby dan kegemaran. Ini semua sangat dia rahasiakan.


***


(Waktu Istirahat)


"Boleh deh" jawabku


Aku berdiri dan tidak tahu siapa dia jalan menyenggol ku seenaknya dan tidak meminta maaf langsung pergi saja tanpa dosa keluar kelas.


"Ish... siapa sih dia?" ucapku dengan kesal dan hampir kehilangan kontrol diri ku sendiri.


"Derren, dia anaknya cool dan terkenal siswa tampan disekolah ini. Jadi, jangan heran kalo kakak kelas disini suka sama dia. Dia juga aneh kadang baik, nyebelin dan dingin gue juga agak bingung" Ninda


"Pantas saja" jawabku


"Ya sudah ayo ke kantin" Ninda ngajak ku menuju kantin dan disana ramai sekali


Saat aku bersama Ninda sudah mendapatkan makanan kita berdua mencari tempat dan saat ingin makan ada keributan yang terjadi di kantin


Prang...


"Heh! Lo matanya dimana? Gak liat gue bawa makanan?! Lo harus ganti makanan ini gue gak mau tau!" seorang berteriak dan semua orang langsung mengarah pada pusat keributan.


Aku hanya menatap dari jauh dan bertanya pada Ninda.


"Dia kakak kelas yang gue bilang, dia terobsesi sama Derren. Siapapun yang deket sama Derren tidak mandang siapa orangnya dia akan usaha buat jauhin orang itu dari Derren!" Ninda antusias


"Sudah lama dia bully orang?" tanyaku


"Sejak gue masuk dia udah kayak gitu. Makanya julukannya itu queen of bullying! Pernah ada siswa yang jadi korban bullyannya terus sampe dia keluar dari sekolah ini" Ninda


"Tega" gumamku


Sementara disisi lain kakak kelas itu terus mengomel karna makanan yang dia bawa terjatuh.


"Apa?! Cepet sekarang! Gue tunggu! Apa lo yang makan makanan di lantai dan punya lo itu gue yang makan iya?!" ucap perempuan itu.


"Apa?!" gumamku kesal dan berjalan menuju ke arah keributan.

__ADS_1


Dan saat aku sampai, murid itu sudah bergemetar dan ingin mengambil makanan yang berserakan di lantai dan ingin dia makan.


"Stop!" ucapku


"Siapa lo?! Berani lawan gue?" tanyanya


"Kenapa lo berhenti?! Ayo cepet! Buang waktu gue" ucapnya lalu kembali melanjutkan aksinya


"Berhenti!!!" ucapku dengan tegas


"Gak usah dengerin dia!!" ucapnya lebih keras


"Kalo lo lakuin itu... gue keluarin lo dari sekolah ini!!!" ancamku membuat wanita yang di bully berhenti dan tak tahu harus berbuat apa.


"Siapa lo? Berani buat keputusan kayak gitu! Lo anak baru di sekolah ini? Udah berani ngelawan?!" ocehnya


Aku melihat name tag di seragamnya dan namanya tertulis nama Clarisa Cantika.


"Gue emang bukan siapa-siapa, tapi apa hak lo suruh dia buat ngelakuin ini?" aku membantu perempuan itu bangun dari posisi berlututnya.


"Lo buat masalah sama gue dihari pertama lo sekolah!" Clarisa


"Siapa temen sebangkunya dia?!" tanyaku pada seluruh murid di kantin.


"Enggak ada?!" tanyaku ulang.


"Lo ikut gue" ucapku pada wanita yang ada disampingku.


"Awas lo ya! Udah buat masalah sama gue!" Clarisa


Aku tidak peduli kata Clarisa tadi dan tetap membawa perempuan yang bajunya kotor dengan tumpahan makanan. Aku membawa perempuan ini ke toilet.


"Lo bawa baju ganti?" tanyaku


"Aku bawa olahraga" jawabnya gemeteran


"Santai aja, gue enggak jahat kayak dia. Dan lo ganti dulu pakai olahraga lo" ucapku sambil duduk.


5 menit berlalu perempuan itu keluar dari kamar mandi dan aku berdiri dari posisi duduk ku.


"Nama lo siapa?" tanyaku


"Aku Asya Kinara, 11 Sastra 2" Asya


"Gue Avril Karishalia, kelas 11 Musik 1" jawabku


"Terima kasih udah bantu aku" Asya


"Hmm... Sudah lo ke kelas aja" ucapku


Asya pergi ke kelas dan aku keluar dari ruang ganti sekaligus kamar mandi. Saat keluar ada seorang lelaki yang menunggu di depan toilet dan membuatku terkejut.


"AAA..!! Ngapain lo disini?" tanyaku


"Lo anak baru itu kan?" tanyanya


"Iya, lo kenal gue?" tanyaku


"Kenapa lo berani lawan Clarisa?" tanyanya


"Jelas aja dia udah bully perempuan tadi. Berarti tadi lo ada disana? Kenapa diam saja?" tanyaku


"Gue gak bisa ikut campur" jawabnya


"What? Kenapa bisa begitu? Kenapa enggak lo cegah? Denger ya! Bullying itu harus dihilangkan sedangkan lo diam aja lihat itu? Dimana sisi cowok lo?" kesalku


Aku meninggalkan lelaki itu dan berjalan masuk menuju kelas.


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2