
...selamat membaca...
Asther POV
Aku sudah sampai di rumah sehabiis diantar sama Deryl dan sekarang ini dia lagi di gedung BA buat cari cara menangkap pelaku EJ. Aku sebenarnya penasaran.
Akhirnya aku tutup pintu dan membuka laptopku yang berwarna silver gelap. Dan aku membuka sebuah situs dan ketik nama EJ.
Hasilnya none tidak menemukan apapun. Dan aku berusaha untuk mencari setelah lama berkutat dengan internet sampai aku masuk ke deep web.
Dan aku dapat informasi yang membuat aku merasa cukup dengan itu.
"EJ itu Ingri Julia, anak umur 11 tahun. Ayahnya sudah meninggal ibunya cuma sebagai kasir di supermarket. Dia penyuka permen karet dan dia suka warna pink. Belajar ilmu IT sejak umur 7 tahun. Turunan dari ayahnya" gumamku
"Jadi? Anak ini masih kecil? Kenapa dia ngeretas data gue?" aku bergumam dan berfikir sendiri di kamar.
Akhrinya, aku memutuskan untuk menelfon Deryl aku tidak peduli dia marah atau apa. Yang penting aku ingin tau yang sebenarnya.
"Halo? Ryl? Aku dah tau siapa itu EJ"
"Babe... pliss jangan cari tau apapun ya, aku gak ngelarang cuma takut kalo misalnya kamu malah kejebak. Kamu masuk ke deep web kan?"
"Tapi aku mau tau EJ siapa... kamu kan gak ngelarang aku buat cari itu"
"Iya aku gak larang cuma, aku takut kamu lagi di jebak atau mungkin lagi dipantau lewat apapun. Dia memang anak kecil tapi, otaknya gak kayak permen lolipop."
"Terus aku harus gimana?"
"Gini, kamu tenang aja. Kalo ada apa-apa aku bilang. Dan jangan kasih tau siapapun soal ini. Dan aku akan selesaiin ini sama partner aku oke. Dan jangan masuk ke jaringan atau situs apapun right?"
"Yakin? Aku bisa percaya sama kamu?"
"Aku pernah bohong sama kamu kah? Percaya sama aku oke? Yaudah kamu istirahat sana bye.."
"Bye.."
Tut..tut..tut..
"Ish ngeselin, gue masa gak boleh apa-apa? Iya kali" ucapku kesal.
"Asther? Kamu lagi apa nak?" mama tiba-tiba masuk kedalam kamarku
"Eh? Mama ngagetin. Asther lagi gak ngapa-ngapain kok" Asther menutup laman webnya dan dia menutup laptopnya.
"Kamu lagi gak sibuk kan?" mama
"Kenapa ma?" aku
"Mama mau makan ke restoran Green food punya kamu" mama
"Kenapa tiba-tiba mama mau?" aku bingung tapi senang
"Entah, mama mau aja kesana. Bisa anterin mama kesana?" mama
"Oke ma, ayo" aku ngambil kunci mobil dan jaket lalu turun kebawah mengambil mobil. Sementara mama membawa dompetnya.
"Ayo berangkat" mama
"Oke" aku menjalankan mobil gue menuju "Green Food"
Green food termasuk dalam aset perusahaanku. Restoran ini tersebar di beberapa negara yaitu Jepang, Korea Selatan, Indonesia, USA dan Spanyol.
__ADS_1
"Mama merasa hubungan kamu sama Deryl makin baik ya?" mama membuka suara
"Ya begitu ma" aku
"Kamu suka kah sama Deryl?" mama
"Jangan tanya itu dong ma Asther belom tau" aku
"Kok belom tau? Kamu kalo sama Deryl merasa apa, itulah perasaan kamu ke dia. Kenapa bingung?" mama
"Takut Asther labil aja hehehe" aku ketawa kecil
"Dasar kamu" mama
"Dah sampe ma" aku memarkirkan mobil dengan benar dan setelah selesai aku dan mama keluar mobil dan masuk restoran.
Jarak restoran dengan rumah memang tidak jauh, jadi tidak butuh waktu banyak.
Saat masuk mama pesan makanan begitu juga aku, sambil menunggu mama selalu bertanya soal diriku.
"Kamu punya temen kan?" mama
"Punya ma, masih tanya aja. Ninda, Verel dan Deryl itu bukan temen?" aku
"Maksudnya selain mereka Ast" mama
"Gak ada ma" aku
"Kenapa?" mama
"Gak suka aja, mereka gak seasik temen Asther itu" aku
"Iya" aku
"Perusahaan kamu yang di Belanda?" mama
"Itu berkembang pesat ma, Asther seneng ada perubahan gak kayak masa pimpinan Rone dulu" aku
"Baguslah kalo gitu" mama
"Iya Asther juga seneng apalagi papa" aku
"Iya, papa suka ngelihat kamu itu berkembang" mama senyum
"Hm... setidaknya begitu ma" aku mengangguk
"Permisi... maaf nyonya... nona. Ini makanannya sudah siap" ucap sang pelayan
"Terima kasih" aku
"Selamat makan" mama memakan makanannya.
"Hm... enak banget sekarang" imbuh mama
"Baguslah ma" aku senyum
Selesai makanaku tidak pergi pulang, mama dia bilang masih mau di restoran dan aku pergi ke dapur untuk melihat pekerjaan pegawai restoran setelah lama tidak aku lihat.
"Sore nyonya" ucap seorang koki resto
"Bagaimana dengan restoran ini?" aku
__ADS_1
"Baik nyonya, kita sering dapat rating top di situs online bagian kuliner dan pelanggan juga meningkat" ucapnya
"Bagus, saya suka cara kerja kalian" aku tersenyum dan mengangguk
"Sore nyonya, apa kabar? Ada apa kedatangan nyonya kemari?" ucap manajer resto yang keluar dari ruangannya, Budian.
"Saya cuma mau melihat perkembangan restoran ini. Bagaimana?" tanyaku
"Bagus sekali, kami memang minggu akhir ini mendapatkan rating tinggi dan menjadi restoran favorit di kota ini. Dan omzet yang di dapatkan juga banyak" pak Budian
"Baguslah kalau begitu saya berterima kasih karna kerja sama kalian restoran ini menjadi sukses" aku
"Baiklah dengar kesini semuanya" aku bertepuk tangan biar semua menatap ke arahku.
"Karna kalian sudah kerja keras... saya akan menaikkan gaji kalian 2x kali lipat dari biasanya..!" ucapku agar sedikit keras.
Selesai aku berbicara semunya tepuk tangan dan senang dengan kabar yang mereka dapat dariku.
"Terima kasih nyonya" ucap seorang karyawan padaku.
"Sama-sama, harusnya saya yang berterima kasih. Karna kerja keras kalian restoran ini jadi restoran favorit... sukses untuk kalian! Dan ya... satu lagi. Saya akan kirim makan siang dan malam untuk kalian semua setiap hari" ucapku sambil senyum
"Waahh... terima kasih nyonya" ucap mereka semua
"Sama-sama, baiklah selamat bekerja kembali" ucapku sambil tersenyum, mereka kembali ke pekerjaannya semula. Dan aku melanjutkan pembicaraan di ruang manajer.
"Baiklah, mengenai gaji silahkan berikan sesuai yang saya tentukan dan mulai hari ini gaji karyawan dinaikkan 2x lipat. Seluruh karyawan tanpa terkecuali dan termasuk juga bapak budian" aku
"Wah... terima kasih sekali nyonya" pak Budian
"Baiklah, pertahankan jika bisa terus tingkatkan. Dan saya akan kirim makan malam dan siangnya mulai besok. Dan, anda akan mengkoordinasinya. Baiklah, saya pamit dulu" aku berdiri
"Baiklah, sore nyonya. Saya perlu antar?" pak Budian
"Tidak perlu pak, terima kasih" aku keluar ruangan dan berjalan kembali menuju meja yang di duduki mama.
Dan kagetnya aku mama tidak ada di kursinya tapi, tergantikan dengan anak cowok yang duduk main hp disana.
"Deryl? Ngapain kesini? Mama mana?" aku
"Satu-satu tanyanya, mama dah aku anter pulang. Aku kesini mau ketemu kamu" Deryl senyum
"Udah selesai?" aku
"Udah kok! Dan aku sama Farel mau ke Inggris selama 2 hari. Jangan kangen oke?" Deryl
"Siapa yang kangen?" aku
"Ye... kalo beneran awas aja ya" Deryl
"Coba aja" aku
"Oke, kalo sampe kamu kangen gimana?" Deryl
"Gimana ya?" aku meledek
"Ish... lucu banget" Deryl.
...back to continue...
...see u more...
__ADS_1