
...selamat membaca...
-Xy jangan masuk ke dalam bar, biar Axen aja-
Sekarang aku sedang berada di daerah Mall Central bersama Axen dan Rahel pada jam 22.30 dan hanya saja posisinya berbeda. Kita semua menyamar ya... kecuali Axen dia berlaga seperti pegawai bar.
Sedangkan aku memakai pakaian gaya anak club bersama Rahel, setelah Axen rasa di dalam aman Rahel masuk dan beberapa menit kemudian giliranku masuk.
Pakaianku dengan Rahel tidak terekspos seperti biduan club tapi tetap jadi anak remaja yang terlihat brandal. Dan tak lupa senjata yang aku bawa di balik baju.
Aku masuk dengan hati-hati tentunya Wiliam tidak mengenalku karna dandananku sungguh berbeda sampai Farel dan karyawan gedung BA tidak mengenalku dan hampir di panggilin security.
Bahkan, kalo Farel tidak turun ke lantai bawah tadi aku jamin sudah diusir dari gedung BA. Bau alkohol yang menyengat membuat aku pusing tapi aku tetap kontrol diri.
Saat ingin jalan menuju bar pelayanann, aku melihat Wiliam dengan temen-temannya tentunya bersama dengan cewek-cewek alay bar yang menemani mereka bersantai.
"Mau minum mba?" tanya sang bartender
"Gak usah" jawabku dan dia langsung menjauh
__ADS_1
Tiba-tiba datang seseorang dengan pakaian serba hitam yang aku lihat tadi siang dengan Rahel. Dia memberikan amplop coklat lagi kali ini lebih banyak.
Aku rasa dia habis membobol perusahaan lagi dan kagumnya aku dengannya adalah pekerjaan terselesaikan dengan baik dan cepat bahkan tadi siang Rahel bilang Wiliam mau bobol perusahaan dan uangnya udah di depan matanya.
Aku mendekatkan bibirku ke jam tangan yang terpasang ditangan kiriku.
"Gita... Anta, tangkap lelaki berpakaian hitam yang barusan ke luar klub sekarang! Dan bawa dia ke dalam bar!" ucapku agak keras.
-Siap!!-
Selesai memberikan perintah aku hanya tinggal menunggu langkah selanjutnya.
-Test... Esther lo denger gue? Rahel-
-Wiliam jalan ke bar sama temennya arah jam 2-
Aku memperhatikan Wiliam yang duduk tak jauh dariku dia membicarakan soal uang yang barusan ia dapati dengan gembira. Bahkan dia akan membelikan temannya alkohol saat ini.
-Ester, perintah telah dilaksanakan. Dan kami menuju bar-
__ADS_1
"Thank you" jawabku
Jam tangan ini ketika menerima pesan suara dia tak langsung berbunyi tapi dia menampilkan tampilan jam biasanya seperti jam LED dan bergetar tentunya jadi penerima bisa merasakannya
Dor... (suara pistol)
Suara musik DJ dari bar terhenti dan lampu yang menyala jadi redup, semua orang tertuju pada Gita dan Anta polisi yang aku libatkan dalam kasus ini. Karna aku adalah ketua dari grup pasukan khusus mereka.
"Diam ditempat!" Gita polwan yang tangguh dan tak kenal takut.
"Geledah!" Anta polisi tangguh dan gagah.
Seketika ruangan menjadi gaduh karna masuknya beberapa polisi dengan senjata tajam di dalam bar. Aku tersenyum saat anak buah Gita dan Anta mengambil amplop hasil kejahatan Wiliam. Dan saat itu aku dan Rahel memakai kacamata hitam sebagai pelengkap penyamaran.
"Sekarang saya minta semua yang ada di dalam sini mengaku! Ini milik siapa?!" gertak Gita
"Wil, uang lo!" ucap teman Wiliam dan aku masih setia duduk di bar pelayanan di samping Wiliam dan temannya yang berjarak 1 kursi saja.
...bersambung...
__ADS_1
...guys I love you...
...jangan lupa like yaa...