Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 20


__ADS_3

...selamat membaca...


>> At, BLD Corporation, Amsterdam, Belanda <<


Masuk ke kantor aku butuh keamaan beberapa untuk mengecek loker kantor atau semacamnya kali saja mereka menyimpan sesuatu.


Dan Rahel? Dia sudah kembali ke Indonesia untuk ngurus perusahaanku di Indonesia. Aku masuk ruang kerja Rone di dalam ruangan dia menutup tirai jendela sampe aku merasa muak.


Kartu, botol minum, dan uang kemarin sudah aku serahkan jadi bukti di kantor polisi. Dan aku terpaksa merapikan ruangan ini sambil melihat berkas-berkas.


Semua berkas yang aku lihat, menurutku itu “Illegal” tentang membuat peraturan baru atau persetujuan lain di perusahaan.


Aku tidak nyangka kalo Rone akan melakukan ini dan menghancurkan kepercayaanku. Saat aku sedang melihat berkas lain, ada seorang penjaga keamanan yang menghampiriku dengan membawa sebuah kertas.


"Dari siapa?" tanyaku


"Saya tidak tahu siapa orangnya nyonya. Tapi, dia bilang dia teman dekat nyonya" jawabnya


"Baiklah, terima kasih" aku tersenyum, penjaga itu keluar ruangan dan aku membuka surat itu.


From : None


To : Asther


Saya tahu anda tidak akan percaya dengan saya begitu saja. Tapi, datanglah ke restoran dekat BLD Corporation jam 9 nanti.


Dan temui seorang wanita paruh baya yang memakai kemeja putih dan rok merah, dia akan membantumu.


Saya hanya bisa berharap anda mempercayai saya.


Terima kasih


"Resto deket BLD? Berarti cuma di sebelah perusahaan? Siapa sih ini? Apa mungkin aku dijebak? Tapi, tak ada salahnya coba kesana. Kali aja dia beneran mau bantu" gumamku


\=\=\=


>> At, Rock Restaurant, Amsterdam, Belanda <<


Aku mencari perempuan yang di cirikan di sebuah kertas saat sampai di Restoran. Dan yang buat aku bingung wanita itu seolah tau kalau aku sedang mencarinya.


Dia tersenyum dan melambaikan tangannya padaku, akhirnya aku memberanikan diri menuju wanita itu dan duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Pagi.." sapanya


"Pagi.. maaf sebelumnya anda siapa?" tanyaku


"Saya Aratta Sorvet Glerta, saya bukan sepenuhnya orang Belanda" Aratta


"Oh gitu.. saya Asther Glory.."


"Louis" ucapnya melanjutkan


"Anda tau saya?" tanyaku


"Keluarga anda cukup terkenal di negara ini, jadi jangan heran kalau saya kenal dengan anda" Aratta


"Baiklah, apakah kamu dikirimkan oleh seseorang yang menulis surat ini?" ucapku mengeluarkan surat itu.


"Iya, saya bisa membantu anda" Aratta


"Ahh...apa anda tahu siapa yang mengirim ini?" aku


"Pengirim tidak mau memberi tahu identitasnya pada anda. Tapi, beliau orang baik" Aratta


"Baiklah, jadi perusahaan saya sedang mencari pemimpin baru selama saya tidak disini" Aku


"Anda bisa janji pada saya? Kalau anda berbohong apa yang akan anda lakukan?" Tanyaku


"Saya rela dipecat dari jabatan dan menerima semua hukuman dari anda" Aratta tersenyum


"Baiklah, kalau begitu 3 hari kedepan anda bisa.."


"Tidak, pengirim surat juga meminta saya untuk mengurus perusahaan anda mulai sekarang. Jadi, anda bisa selesaikan tugas anda yang lain" Aratta


Aku hanya bisa menatap bingung dan mengangkat 1 alisku.


"Percayakan pada saya" Aratta


"Baiklah, saya serahkan sepenuhnya pada anda. Saya boleh minta kontak anda atau semacamnya?" Tanyaku


"Ini kartu nama saya nyonya, anda bisa menghubungi saya kapanpun" Aratta


"Oh oke, thank you. Maaf, saya harus pamit sekarang. Saya akan kembali ke Indonesia, jika anda menemukan hal mencurigakan bilang saja pada saya" Aku

__ADS_1


"Baik nyonya, semoga perjalanan anda menyenangkan" Aratta berdiri dan tersenyum, aku membalasnya dan pergi keluar resto.


Sebelum pulang ke Indonesia, aku menarik 2 orang penjaga keamanan mendekat ke arahku dan memberikan mereka pengarahan.


"Begini, karna saya sudah menemukan pimpinan baru saya mau tugas kalian tetap dilakukan, jika menemukan hal ganjal bilang pada saya mengerti?" Aku


"Mengerti nyonya" jawab mereka


"Terima kasih, saya akan kembali ke indonesia" ucapku


"Baik nyonya" mereka menunduk


Saat ingin berjalan menuju motorku, aku terkejut dengan kedatangan Kak Arvan di depanku.


"Kakak ngapain disini?" aku


"Udah ketemu sama Aratta?" Arvan


"Maksud kakak? Oh! Aratta itu kiriman kakak?" tanyaku


"Iya, gimana keren?" Arvan


"Kenapa sih kirim orang aja pake surat segala. Biar misterius gitu kak?" Aku


"Ya enggak lah, tadi kakak masih ada urusan buat ketemu makanya nulis surat itu dan ngasih ke Aratta" Arvan


"Oh gitu. Terima kasih kak" Aku


"Sama-sama. Oh ya, kamu mau kembali ke Indonesia kan?" Arvan


"Iya kak kenapa?" Tanyaku


"Hati-hati di jalan aja ya. Kalo ada perlu apa-apa kamu kabarin kakak" Arvan


"Siap kak! Yaudah Asther pergi. Bye kak" aku


"Bye" Arvan senyum.


Aku kembali ke villa sekedar mengemas barang dan menaruhnya di mobil van, sedangkan aku naik motor menuju bandara. Motorku juga dibawa sampai di Belanda karna aku sedang suka menaiki motor.


Aku naik motor dengan kecepatan normal dan saat sampai bandara aku turun dari motor dan motorku dibawa Bodyguard untuk dibawa kembali menuju Indonesia.

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2