
...selamat membaca...
Jam 08.45 saatnya team Asther masuk kedalam permainan. Dan saat masuk pintu ada wanita pemandu disana.
"Selamat datang di ghost game, kalian adalah kelompok 2 dipermainan ke 2 ini! Dan team 3 dipimpin oleh Avril dan team 4 dipimpin Tya. Saya akan memberikan arahan tentang game ini. Silahkan duduk terlebih dahulu" staf pemandu
Sebelumnya memang mereka disuruh menentukan pemimpin team, semuanya duduk dan mendengarkan pengarahan disana. Di game 2 ini isinya 2 team, ketua team 2 adalah Asther dan team lawan adalah Tya alias kelompok 4.
"Baiklah, saya tidak akan mendampingi game 2 sampai selesai. Saya akan mendampingi sampai pintu masuk saja, round 1 yaitu Puzzle maze. Kalian akan masuk labirin yang setiap labirin berisi hantu disana yang tentu akan menganggu kalian untuk menyelesaikan teka-teki disana berhati-hati.
Round 2 adalah ghost game, disini kalian harus mencari tiket berwarna yang terdapat poin tersendiri dari warna itu dan tiket bisa ditukarkan di loket akhir dan poin ini untuk individu. Mendapatkan tiket dengan cara dikejar hantu dan tiket tersebar.
Jika ada hantu yang mendekat kalian bisa mengucapkan freeze dengan begitu hantu akan menjadi beku dan waktu untuk berlari hanya 3 detik.
Jika, dari setiap kelompok ada yang tertawan kalian bisa menempelkan sticker yang nanti akan diberikan saat masuk round 2. Ada yang perlu ditanyakan?" jelas staf pemandu
"Tidak ada" semuanya mengangguk paham dan mereka berdiri karna permainan dimulai.
"Baiklah, sampai sini saja dan selamat bermain!!!" staf pemandu
Kelompok 3 & 4 masuk kedalam puzzle maze, Ninda sudah ketakutan di belakang Asther karna sekarang yang berada di depan adalah Gibran karna dia lelaki sendiri disusul Runa, Asther dan Ninda di belakang.
Hitungan detik Gibran melihat ada sebuah puzzle disana dan saat ingin mengambil keluarlah hantu disana.
Hantu itu sukses membuat kelompok 3 kaget dan menjerit terutaman Ninda. Runa mengambil puzzlenya dan berjalan ke arah lain, jalan buntu. Mereka berbalik dan menemukan jalan disana, setiap kelompok dibekali peta labirin ini.
Setiap team beda labirin walaupun sebenarnya labirin itu hanya berdampingan.
"Nin... Nin itu disana puzzlenya ambil" Asther mendorong Ninda yang sedari tadi hanya mengumpat dibelakang Asther.
"Gak! Gue gak berani" Ninda
"Lah.." Asther mengambil puzzle itu disamping kepala bayi yang digantung tentu itu hanya boneka.
"Oke kita susun dulu, ini ada 2 hint nya" Asther
Hint 1 : Buah
Hint 2 : Warna merah
"Ini apaan?" Runa
"Kita butuh hint lain" Asther
"Yap!" Ninda berteriak karna dihampiri hantu di belakangnya.
"Masih ada 2 hint lagi yang ditulis dipeta" Gibran
"Oke! Kita coba cari lagi!" Asther berjalan santai didepan dan Ninda dia tinggal.
Ninda menyusul Runa di depannya, Asther benar-benar tidak takut soal ini karna ini hanya bohongan lagi pula hantunya juga tidak sungguhan.
"Ketemu" Asther mengambil hint ke-3
__ADS_1
Mereka langsung mencari hint terakhir dan beberapa kali bertemu jalan buntu dan terus berbalik arah dan berbalik.
"Gimana? Udah buntu 3 kali" Runa
"20 menit lewat" Gibran
"Arah utara...." gumam Gibran sambil menyesuaikan dengan peta.
"Balik kesana dan belok kanan nanti" Ucap Gibran setelah mengetahui arah selanjutnya
"Oke cepet nin" Asther berjalan cepat mencari hint terakhir.
"Kemana lagi?" Asther
"Lurus ke kiri" Gibran sambil mengecek peta
Saat berbelok dia bertemu hantu dan sukses membuat Ninda dan Runa menjerit.
"Oh? Hai~! Permisi kita mau lewat. Udah 20 menit lewat... oke?" Asther
Hantu terus berjalan mendekati mereka dan secepat kilat Asther berlari disela hantu itu sendiri tanpa Gibran, Runa dan Ninda.
Mereka bisa menyusul nanti, karna Asther tau setiap puzzle pasti dijaga oleh hantu dan ini hantu terakhir menurut Asther. Dia membukanya dan hint ke 3 diberikan pada Ninda tadi.
Hint 4 : 1 kata
(Buah merah, 1 kata. Oh gue tau! Tapi, butuh hint 3 buat memastikan) batin Asther senyum.
Tak lama mereka bertiga menyusul Asther dengan nafas yang agak tersenggal.
"Dari mana lo tau?" Runa
"Setiap hint dijagain sama hantu,kecuali hint 2 tadi kan. Makanya gue ngacir duluan karna hintnya ada disini" Asther
Bagi Asther ini bukan hal yang sulit, karna dia juga sebagai detektif bisa memecahkan kasus kematian orang yang lebih rumit jika kehilangan jejak.
"Hint 3 Nda! Ninda!" teriak Asther
Karna Ninda terus-terusan menoleh kanan kiri memastikan hantu tidak ada dan tentunya audio di labirin ini juga cukup besar sehingga Ninda tidak bisa mendengar, dan Ninda langsung memberikan Hint 3.
Hint 3 : 1 huruf 1 angka.
"Apa jawabannya?" Runa
"Buah 1 kata?" Ninda
"Apa?" Gumam Gibran
"D5" Asther
"D5 buah apaan?" Ninda dan diikuti tatapan penasaran dari Runa dan Gibran
"Delima Ninda" Asther
__ADS_1
"Oh? Kok bisa?" Ninda berpikir
"Lo pasti tahu, sisa 17 menit buat main run ghost ayo!" Asther
Sebelum keluar mereka bertemu dengan pemandu disana tempat untuk memberikan jawaban dari teka-teki.
"Baiklah, kelompok 3 jawabannya?" staf pemandu
"D5?" Asther
"Yup! 100 poin dan silahkan ke round 2" pemandu membuka tirai.
Mereka langsung masuk dalam area yang luas berisi boneka hantu dan tengkorak semacamnya.
Kelompok 3 dan 4 sudah berkumpul dan diberi kalung berisi sticker sendiri-sendiri disana. Setelah hitungan 3 mereka akan memulai permainan.
"Baiklah...1...2..3..!" ucap pemandu
Mereka semua lari tak menentu yang penting bisa menghindari banyaknya hantu yang mengejar mereka disana.
Ninda yang berlari terus sambil berteriak sedangkan Asther dia hanya berjalan cepat dengan santai sedangkan yang lain lari cepat.
Karna Asther memakai pakaian hitam jadi jika di area gelap kemungkinan besr tidak bisa terlihat mungkin sepatunya bisa, ini adalah strategi Asther sejak tahu kalo mereka akan bermain run ghost seperti ini.
Asther berhasil menemukan tiket merah dan hijau dalam 1 tempat. Jalan santainya dihancurkan karna ada hantu yang berhasil melihatnya saat ada cahaya pantulan lampu.
(****~) batin Asther dan dia berlari sambil tersenyum.
"Vril...! Bebasin gue!" Gibran
Gibran disana hanya diam tak bergerak menjadi tawanan hantu tapi, entah kemana perginya hantu itu.
Masih berlari Asther mengambil stickernya dan menempelkannya pada Gibran dan mereka berpencar kembali mencari tiket.
Merasa sudah tidak ada yang mengejar Asther dia berjalan normal kembali dengan santai dengan kedua tangan yang dia masukkan ke dalam saku celana levisnya, menghindari tangannya yang terlihat walaupun tak menutupi seluruhnya.
Tapi, Asther mencari jalan yang agak gelap dan itu tidak mungkin terlihat.
"Woaw~ tiket" Asther mengambil tiket
Ternyata didaerah sana terdapat 3 tiket yang berbeda tempat tapi, terlihat jelas. Merah, hijau dan kuning.
...skip...
"Terima kasih dah mau gabung" Ninda
"Sama-sama terima kasih juga dah terima kita jadi team kalian" Gibran
"Santai aja, sampe ketemu lagi" Ninda senyum
Mereka kembali ke arah masing-masing, Ninda dan Asther berjalan keluar Mall dan dan sekarang sudah jam 10.15 sudah larut malam. Tetapi, PGCC masih rame dikunjungi.
...bersambung...
__ADS_1
...lanjutkan or berhenti?...