
...selamat membaca...
>> At, Bandara Seokarno-Hatta, Jakarta. <<
Sampai bandara aku dan Deryl turun dari motor dan berjalan masuk ke pesawat.
"Naik pesawat kamu?" tanyaku
"Iya, kenapa?" Deryl
"Enggak, aku kira pakai pesawat khusus ceo" aku
"Enggak, aku gak mau campur sama mereka" Deryl
"Yaudah" aku
Akhirnya aku dan Deryl masuk pesawat, duduk dan memasang keamanan lalu bersiap terbang ke Paris.
\=\=\=
>> At, Paris, Perancis <<
Turun dari pesawat aku dan Deryl berjalan masuk ke bandara. Dan duduk di ruang tunggu.
"Kita nunggu siapa?" aku
"Nunggu mobil aku. Kita kesana naik mobilku sendiri aja gak apa?" Deryl
"Gak apa kok, kamu bawa mobil juga kesini?" aku
"Iya" Deryl
Tak lama 2 orang pria berjas rapi menghampiriku dan Deryl.
"Permisi tuan. Mobil anda sudah sampai dan sudah siap. Berada di sebelah barat bandara" ucapnya
"Baik, terima kasih" Deryl
"Ayo" Deryl berdiri dari duduknya bersamaan denganku.
Dan Deryl menggenggam tangan kananku karna memang bandaranya lumayan ramai. Sampai di sebelah barat bandara. Aku dan Deryl masuk ke dalam mobil.
"Mau kemana?" aku
"Aku dah ditunggu sama papa, mau ketemu sama papa atau gimana? Kemungkinan papamu juga ada disana" Deryl
"Ya gak apa" aku
"Oke nona" Deryl melaju dengan cepat
"Mau dibuka mobilnya?" Deryl
"Boleh" aku
"Itu pake kacamata biar gak silau" Deryl menunjuk kacamata yang ada di dashboard.
"Gak usah" aku
__ADS_1
Langit mobil terbuka dan saat itu lah angin menerpa rambutku.
"Huh... ternyata udara masih bagus" aku
"Ya begitu lah" Deryl
Aku menikmati angin yang menerpa rambut dan wajahku sambil menatap jalan.
Dan saat itu juga aku merasa ngantuk dan aku mencari posisi duduk yang nyaman agar bisa tidur dengan nyaman. Setelah itu, tertidur di mobil Deryl.
\=\=\=
Deryl POV
"Asther... bangun udah sampe" ucapku membangunkan seorang perempuan yang aku sayangi.
Tadi, Asther memang tertidur jadi aku menutup atap mobil dan jendela, lalu membiarkan Asther tertidur lelap di mobil.
"Hm? Dimana?" Asther membuka matanya
"Udah sampe sayang, masih mau tidur?" aku
"Masih ngantuk" ucap Asther memalingkan mukanya ke arah kiri
"Hey, liat tuh udah rame kamu masih mau tidur hm?" aku
"Mana? Hm... 5 menit aja gak bisa?" Asther
"Gak bisa, habis ini kamu aku anter ke villa baru tidur deh" ucapku
"Yaudah kamu keluar duluan aja" Asther
"Iya" Asther
"Yaudah" aku keluar mobil dan berjalan menghampiri papa yang sedang berbicara dengan papa Asther, John Louis.
"Oh Deryl kamu sudah datang" papa
"Iya pa" aku
"Kamu kesini dengan siapa?" papa
"Sama Asther pa" aku
"Oh ya? Asthernya mana?" om Louis
"Masih di mobil om" aku
"Oh gitu, yaudah. Deryl kamu bertemu dulu dengan Arvan dan temanmu disana" papa
"Iya pa" aku berjalan menuju ke arah Arvan kakak Asther
"Eh Ryl? Sendiri aja" Arvan
"Enggak sama Asther" aku
"Mana Asther?" Arvan
__ADS_1
"Di mobil" aku
"Ngapain?" Arvan
"Tadi itu.."
"Kak Aarvaaannn..." ucap Asther lalu memeluk kakaknya
"Katanya tadi masih di mobil?" Arvan
"Tadi emang iya" Asther
"Udah peluknya nanti Deryl cemburu" Arvan
"Enggak kok ya?" ucap Asther melepas pelukan pada kakaknya
"Iya cemburu" jawabku bercanda
"Loh kamu tu" Asther
"Hhee..enggak kok. Masa sama kakak sendiri cemburu" ucapku ngacak puncak kepala Asther pelan.
"Oh? Leo? How are you?" aku
"I'm fine Deryl, how about you?" Leo
"I'm fine too" aku
"We meet again Leo" Asther
"Yes, how are you Asther?" Leo
"I'm fine, how about you?" Asther
"I'm fine too, thank you. Where's rahel?" Leo
"Oh Rahel? She's will be come tomorrow. If you want to meet her, you can come to my villa" Asther
"Where's your villa?" Leo
"I will send you a address later" Asther
"Thank you" Leo
"Are you like her?" tanyaku menggoda
"No.... Just a friend" Leo tertawa
"All right, i see" jawabku
Keluarga Leo adalah seorang CEO besar nomor 3 di dunia. Jadi, dia memang dekat dengan kami.
"Sorry miss and sir ... we have to go in there. Because the event will begin" ucap seorang pelayan berjas
"Ok, let's go" Arvan
Aku, Asther, Arvan dan Leo berjalan menuju tempat yang di tentukan. Disana semua berpakaian biasa. Karna puncak acara pertemuan rapat adalah besok.
__ADS_1
Aku duduk disamping Asther dan samping kananku Arvan lalu Leo. Saat acara dimulai hanya membahas tentang acara besok dan akan di mulai pada jam berapa.
...bersambung...