Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 41


__ADS_3

...selamat membaca...


Sampai di Indonesia, Asther langsung sekolah dan berangkat membawa mobil kesayangannya.


Asther mengendarai mobilnya di jalan dengan cekatan dan bagaikan pembalap. Sampai di parkiran seorang lelaki menunggunya sedang bersandar pada mobilnya.


Asther keluar dari mobilnya dan menghampiri lelaki yang menunggunya itu.


"Hai, pagi" Asther


"Pagi, naik mobil sendiri? Makanya nolak mau berangkat bareng" Deryl


"Iya, daripada gak dipake nanti rusak deh" Asther


"Hhaa, gak usah ngebut rambutnya berantakan" Deryl merapikan rambut Asther


"Ryl, aku punya saran 1 buat kamu" Asther


"Apa?" Deryl


"Romantisnya itu dikurangin bisa gak?" Asther melipat tangannya di dada


"Kenapa? Baper terus? Hehehe baguslah kalo baper sama aku" Deryl tertawa kecil


"Ck! Terserah deh, aku mau ketemu Ninda" Asther meninggalkan Deryl diparkiran dan Deryl akhirnya menyusul dan berjalan menuju kelas bersama.


Sampai dikelas Deryl dan Asther duduk dikursi masing-masing dan Asther dia berdiri untuk pergi mencari Ninda. Tapi, hal itu tak perlu dilakukan karna Ninda masuk ke dalam kelas.


"Avril" Ninda datang mengahampiri Asther


"Halah, kayak gak pernah ketemu aja sih" Deryl


"Diem lo, gue kangen sama Avril tau" Ninda memeluk Asther dan dibalas oleh Asther


"Sama gue juga nin" Asther.


\=\=\=


(Istirahat)


"Oh ya lo tau semenjak lo pergi kemaren sekolah kita makanannya enak-enak banget loh katanya sih kokinya baru. Apalagi, sering ada nasi goreng seafood" Ninda


"Koki baru? Kapan?" Asther


"Kayaknya sih baru kemaren" Ninda


"Oh gitu" Asther dan Ninda lanjut pergi ke kantin


Sampai di kantin Ninda lah yang memesankan makanan untuk Asther, karna dia bilang dia sudah tau lebih dulu makanan favorit murid disini sejak datangnya koki baru.


"Ini kan nasi goreng seafood biasa" Asther


"Biasa diluar enak rasanya tau. Karna lo belom nyoba jadi bilangnya biasa" Ninda memulai makan siangnya


Aku mencoba makannnya dan ternyata memang benar enak, ya...walaupun rasa setiap nasi goreng selalu sama kecuali sang koki punya inovasi baru.


"Enak kan?" Ninda


"Oh ya, Verel gimana sama lo?" Asther


"Verel apa deh?" Ninda


"Ck! Sok gak tau" Asther

__ADS_1


"Bercanda, harusnya gue yang tanya kayak gitu ke lo Vril, lo sama Derren?" Ninda


"Gue gak ada apa-apa sama Deryl ben... Derren maksudnya" Asther


"Deryl? Dia siapa?" Ninda


Bersamaan Ninda bertanya, Deryl datang dan duduk disamping Asther dan menjawab pertanyaan Ninda.


"Deryl itu saudara Avril" Deryl


"Yap betul" Asther tersenyum kikuk


"Oh gitu...hm? Sebentar mama gue nelfon jangan bilang gue suruh balik" Ninda mengambil ponselnya menjauh dari meja.


Asther merasa lega karna kedatangan Deryl kalau tidak mungkin dia rahasia terbesar terbongkar dengan gitu saja.


"Gimana sih bisa lupa" Deryl mengacak puncak kepala Asther yang paniknya sudah berkurang


"Sorry, aku lupa beneran" Asther


"Hehehe, gitu aja minta maaf" Deryl tersenyum


"Ikut aku ke rooftop" Deryl menggandeng tangan Asther menuju rooftop


Sampai dirooftop, Deryl melepas genggaman dan berbalik badan menghadap Asther dibelakangnya.


"Ada apa sih?" Asther bingung


"Tau gak Verel jadi jahat" Deryl


"Jahat apa sih Ryl?" Asther


"Tadi, Verel barusan mukulin siswa cowok di koridor bawah. Sempet aku berhentiin pukulannya tapi dia malah nyikut perut aku" Deryl


"Gak tau, kayaknya dia ada masalah" Deryl


"Masalah apa? Apapun itu kamu harus bisa deket dan tau apa penyebabnya. Aku gak mau akreditasi sekolah ini turun karna Verel berantem gitu" Asther


"Iya cantik, ngomel terus" Deryl


Asther turun dari rooftop dan pergi menuju kelas sampai di kelas Asther bertemu dengan Ninda dikoridor.


"Lo kemana aja?" Ninda


"Sorry Nin, tadi gue ke toilet" Asther


"Oh gitu" Ninda mengangguk


Tiba-tiba seluruh murid yang sedang ada di koridor ataupun di kantin keluar dan berlari layaknya ada sebuah bencana yang menimpa.


"Ini pada kenapa?" Ninda


"Kalo mau tau, harus kita lihat" Asther dan Ninda berlari kearah yang sama dengan murid-murid tadi.


Ternyata, mereka berlari menuju halaman depan sekolah. Mereka berkumpul menjadi 1 lingkaran.


Karna ada banyak murid yang mengumpul Asther dan Ninda tidak bisa melihat siapa yang ada didalam lingkaran dan apa yang murid-murid disini hebohkan.


Tak lama percakapan seorang siswa dan siswi di depan Asther membuat Asther terbelalak kaget.


"Kok bisa ya Derren sama Verel jadi berantem gitu?" siswi


"Mungkin mereka ada masalah, toh biarin aja mereka nyelesaiin masalah sendiri" siswa

__ADS_1


"Aduh... Derren kan ganteng, kalo dia berantem gini gantengnya rusaakk dong" kesal siswi lain


"Lo malah nontonin kejadian kayak gini? Gila lo semua!" Ninda


Tanpa pikir panjang Asther langsung menyelip maju ke depan diantara siswa/i disini. Saat sampai di depan lingkaran bersama Ninda yang menyusul.


Asther maju kedalam lingkaran karna spontan, dia melihat Deryl sudah tersungkur dan Verel yang berbaring dengan nafas dan wajah yang tak beraturan.


"Kalian berdua ngapain sih?" Asther


Tapi, diantara Deryl dan Verel tidak ada yang menjawab sama sekalipun.


"Kalian dah kelas 3, malu dong sama adek kelas. Dan kalian yang disini...Ini bukan tontonan jadi dibantu atau lerai bukannya ditonton" Asther berteriak


Seketika semuanya hening saat Asther berbicara dan Ninda dia membantu Asther berbicara sementara Asther dia bingung apa yang harus dia lakukan.


"Sekarang lo semua pada balik ke kelas!" Ninda mengusir semua siswa/i dan mereka bubar menuju kelas mereka.


"Verel?" Ninda menghampiri Verel yang berusaha bangun


"Ck! Gak usah deket sama gue" Verel bangun dan meninggalkan halaman sekolah.


"Derren, kamu gak apa?" Asther berlutut di depan Derren untuk membantunya berdiri.


"Gak apa... kamu khawatir sama aku ya?" Deryl menggoda Asther disela suasana seperti ini membuat Asther kesal.


"Ck! Ish... Ini beneran tau iih" Asther


Deryl meninggalkan Asther dan Ninda begitu saja menuju kedalam gedung sekolah.


"Lo urus Derren, biar Verel gue yang urus" Ninda berlari mengejar Verel yang entah dimana keberadaannya.


Dan Asther dia menyusul Derren yang berjalan pelan dengan wajah lebam walau tak sebanyak lebam di wajah Verel.


"Kamu beneran gak apa? Ke uks aja." Asther menatap lebam-lebam di wajah Deryl


"Gak apa cantik gak usah khawatir, ini ilmu kebal" Deryl


"Ilmu kebal gimana sih Ryl, kamu luka lo kalo mama atau papa kamu tau gimana?" Asther khawatir


"(Deryl memeluk Asther sambil tersenyum) gak apa, aku bisa buat alasan kan kamu gak usah khawatir" Deryl


Asther melepas pelukan Deryl dan menatapnya sinis sedangkan Deryl dia malah tersenyum bahagia.


"Aneh" 1 kata keluar dari mulut Asther untuk Deryl


"Cantik" Deryl malah menggombali Asther


"Aku dah kebal ya sama kata-kata gombal kamu" Asther rolling eyes


"Kalo yang ini gimana..." gantung Deryl sambil senyum


"Apa?" Asther


Deryl menempelkan bibirnya ke bibir Asther, Asther menutup matanya dan angin berhembus... Tak terasa cairan bening keluar dari matanya membasahi pipinya. Deryl menarik kembali wajahnya dan mengusap air mata Asther.


"Aku sayang sama kamu" Deryl senyum


"Gak tau deh" Asther meninggalkan Deryl sendiri dan dia pergi menuju ke kelas dengan raut wajah kesal.


Deryl telah membuatnya khawatir dan dia malah sempat-sempatnya menggoda Asther dan berusaha mencairkan suasana tapi, Asther malah kesal karna bukan malah merasa tenang.


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2