
...selamat membaca...
Pagi hari ini aku masuk sekolah dan ini sudah lewat beberapa hari setelah kejadian Wiliam, dia dihukum penjara atas perbuatannya dan keselnya masalah dengan badut dufan belum selesai yaitu Clarisa kakak kelas 12 Ipa 3. Sekarang kelasku jam kosong dan tiba-tiba Derren memanggilku dari belakang.
"Avril!" Derren
"Ha? Lo manggil gue?" Tanyaku
"Bukan" Derren
"Ish apaan?" tanyaku kesal
"Ikut gue ke aula" Derren
"Lo mau ngapain?" tanyaku dan Derren langaung saja menarik tanganku
"Ikut" Derren
Sampe di Aula Derren nyuruhku duduk di salah satu kursi dan dia berdiri menatapku dingin dan bersedekap.
"Lo siapa?" Derren
"Ha? Apaan dah?" tanyaku bingung
"Lo siapa? Gue yakin lo bukan cewek biasa" Derren
"Maksud lo apaan sih ren?" tanyaku masih tak mengerti
"Gue gak sengaja liat lo kemaren malem masuk ke mobil SUV dan masuk gedung BA" Derren
"Gue di rumah kok! Lo salah lihat kali" jawabku enteng
"Gak usah bohong! Lo kira gue bego?" Derren
"Derren plis gue gak ngerti!" aku berdiri dari kursi dan Derren nahan tanganku.
"Kalo bener lo bukan siapa-siapa gue bakal ikutin kegiatan lo 24 jam kecuali tidur dan semua kepentingan pribadi lo!" Derren
"Oh boleh aja, tapi sayangnya hari ini jadwal pribadi semua" jawabku
"Maksud gue kayak, tidur, mandi, makan, masak, nonton tv dan semua" Derren
"Jadi,lo ikut gue kerumah?" tanyaku
"Yap!" Derren
"Gak bisa!" cegahku
"Gak ada penolakan" Derren pergi dari aula meninggalkanku sendiri
"Derren gila? Masa dia mau ikut gue party soal berhasilnya kasus wiliam?" gumamku
Akhirnya, aku eluar aula setelah berargumen sendiri dan ternyata Derren tak sungguhan pergi dia menunggu di depan pintu Aula dan nahan tanganku.
__ADS_1
"Kasus wiliam?" Derren
***
(Pulang sekolah)
Pulang sekolah Derren sungguh mengikutiku sampai rumah, bahkan aku harus naik mobil dia secara paksa dan mobilku? Katanya di bawa sama bodyguard-nya yasudah aku mengikut saja.
Dan aku mengajak Derren ke rumahku yang ke-2. Aku sengaja membangun rumah dengan desain sederhana untukku sendiri dan untungnya itu tak jauh dari sekolah.
"Masuk" ucapku
"Lo tinggal sendiri?" Derren
"Iya, ortu gue kerja" jawabku
"Yaudah tunggu disini sebentar, kalo lo mau minum atau makan ambil aja sendiri oke?" ucapku
Aku melenggang pergi ke kamar dan berganti pakaian, untungnya aku sudah mengisi baju di rumah ini karna aku memang kalau lagi bosan tinggal dirumah dengan sama keluarga aku akan tinggal disini sendiri. Saat selesai mengganti pakaian aku menelfon Rahel.
Halo?
"Hel, batalin rencana hari ini"
Kenapa?
"Plis ini darurat. Gue di ikutin sama temen gue 24 jam terus,dia curiga sama gue"
Kok bisa?
Oke deh
Tut...tut...tut..
"Kalo gitu, gue pergi ke perpustakaan aja. Cari buku apa gitu, biar Derren gak curiga juga" gumamku
Aku keluar kamar dan berhenti di belakang sofa tempat Derren duduk.
"Ren? Ayo!" ucapku
"Oke" Derren
Derren dan aku keluar rumah, kita berdua pergi menuju mobil dan siap-siap berangkat.
"Kemana?" Derren
"Perpustakaan" jawabku mantap
"Bukannya lo ada acara hari ini?" Derren
"Itu gak jadi, soalnya temen gue tiba-tiba ada acara mendadak di keluarganya" jawabku
"Oh gitu" Derren mengangguk
__ADS_1
***
>> At, Perpustakaan <<
Saat sampai perpustakaan aku keluar mobil dan mencari buku-buku yang sekiranya menarik. Walaupun nanti tak akan aku baca bukunya.
"Lo suka baca?" Derren
"Kalo bosan aja sih" jawabku berbohong
"Ortu lo kerja dimana?" Derren
"Mereka cuma jadi pegawai di perusahaan" jawabku dengan pasti
"Oh gitu, lo anak pertama?" Derren
"Kedua" jawabku
"Lo..."
"Bisa diem gak sih? Ini perpus, lagian dari tadi lo selalu tanya gue hal keluarga emang se-aneh itu gue buat lo?" Kesalku
"Sorry, gak bermaksud. Gue cuma mau mastiin kalo cewek kemarin malam bukan lo" Derren
"Gue di rumah hari itu" ucapku
"Oh yaudah kalo gitu" Derren
Hening selama 5 menit diantara aku dan Derren. Lalu, dia berdehem dan mengatakan sesuatu.
"Clarisa.." Derren
"Kenapa?" tanyaku
"Dia hampir bunuh siswi yang dia bully Vril. Lo gak bantu?" Derren
"Lo yakin dia hampir bunuh orang?" tanyaku
"Tanya Ninda! Gue rasa dia tau" Derren
"Gak asik lo, gue kan tanya sama lo malah suruh tanya Ninda" kesalku
"Oke! Clarisa bully Asya sampe dia pingsan... gue rasa tindakannya berlebihan, banyak yang udah lapor guru dan meminta pemilik sekolah buat keluarin Clarisa tapi guru sama kepsek belom berani hubungin pemilik sekolah" Derren
(Maksudmu Ren? Pemilik sekolah itu aku!. Tapi, aku memang harus keluarin Clarisa sih pas tau kelakuannya kek gitu. Besok aku kesana) Batinku sambil ngangguk.
"Lo kenapa ngangguk?" Derren
"Gak apa" jawabku
"Nanti gue anter lo kerumah" Derren
"Gak usah, anter gue sampe halte sebelah kanan perpus. Masih ada tempat lain yang mau gue datengin" jawabku
__ADS_1
"Kalo gitu sama gue aja" Derren
...bersambung...