
...selamat membaca...
Sore Hari
Matahari sudah redup dan sekarang aku dan yang lain bergerak menuju lokasi yang pernah diberitahu oleh Farel.
Kita semua memasuki mobil karma kita membawa 5 mobil, tentunya dengan pakaian orang biasa hanya saja yang membedakan kita membawa senjata.
Saat sampai lokasi, ruangannya memang sepi dan terlihat tak pernah dipakai. Aku memberhentikan mobil tak jauh dengan lokasi.
Agar sewaktu dipakai tak lama mencapainya, aku memulai memakai masker dan kacamata tentunya, hanya dengan penyamaran seperti ini sudah tidak bisa dikenali.
"Kita semua turun disini. Dan masuk kedalam berpencar sesuai tugas" ucapku pada earphone bluetooth yang gue pakai.
Stop! - Gita menyetop langkah memasuki area
"Apa?" ranyaku
Cctv - Anta
"Tembak cctv dan ambil berkas datanya" aku
Dor... (pistol)
Cctv berhasil pecah dan kami masuk kembali dengan gerakan cepat dan pasti. Saat masuk, didalam tak aman. Banyak penjaga bersenjata. Aku rasa ini sebuah sandraan yang sudah jauh hari di rencanakan.
Banyak penjaga, gimana? -Anta
Perlawanan? -Widi
"Jangan! Bahaya, suara tembakan justru menimbulkan kericuhan" ucapku
Terus? Perlawanan fisik? -Carols
__ADS_1
"Jangan gegabah! Karna kita belom tahu dimana tempat komandan Sam,kita harus cari jalan atau berpencar" Aku
Ok. -Gita, Anta, Widi dan Carols
"Tetap komunikasi oke?" ku
Siap! - Gita, Anta, Widi dan Carols
Aku melangkah pasti ke arah kanan, karna banyak cagak/tiang jadi kita bisa merambat pelan tanpa diketahui. Masalahnya, saat ingin masuk sebuah ruangan 2 penjaga ada di depan pintu.
Aku berlari menuju pintu di sebelah kanan dan sial saat menuju pintu, sebuah alarm berbunyi. Ternyata, mereka menaruh sinar laser yang tidak terlihat. Dan sepertinya aku terdeteksi oleh salah satu laser.
Akhirnya, seluruh penjaga bersiaga memegang senjata dan menodong ke arahku. Hal yang aku suka adalah menembak. Sudah lama tidak melakukan hal ini juga.
"Damn...****! " umpatku
Ester kau tidak apa? Salah satu alarm laser berbunyi dan kau tertangkap? -Carols
"Iya gue ketahuan" aku
"Jangan! Kalian tetap lakukan tugas kalian. Masalah ini biar gue urus sebagai pusat peralihan nanti" aku
Siap! -Widi, Carols, Gita dan Anta
"Siapa kamu?" ucap salah satu penjaga
"Aku... teman kalian" Rahel
"Bohong! Kau penyusup!" ucapnya
"Sungguh! Aku mencari kolonel Glove" Rahel
"Bawa dia!" perintah seorang penjaga dan beberapa diantara mereka memegang kami dan membawa kami menghadap ke Kolonel Glove.
__ADS_1
(Woaw... segampang itu kah? Bertemu dengan kolonel Glove?) pikir ku saat berhadapan dengan mereka.
"Siapa kalian?" Kol. Glove
"Kami, utusan dari bawahan anda" Rahel
"Lepaskan" Kol.Glove
Aku sedikit menyentak tangan bersamaan mereka melepas cekalannya.
"Ada apa kalian datang ke sini?" Kol.Glove
Saat bertanya, ternyata dibelakang Kol.Glove di arah lain Gita dan Anta sedang lewat membawa Komandan Sam. Aku kagum, mereka melakukan dengan cepat entah dengan perlawanan atau tidak.
"Kolonel!" ucap seseorang masuk kedalam ruangan
"Ada apa?" Kol.Glove
"Komandan Sam hilang!" ucapnya
"Bagaimana bisa? Mungkin mereka masih dilantai dasar! Kita harus kesana" Kol.Glove
"Tuan? Anda ingin pergi kemana?" tanyaku
"Korban sandera ku hilang" paniknya
"Kenapa panik?" tanyaku
"Tentu saja" jawab seadanya
"Take him!" ucapku pada earphone bluetooth ku dan pasukan kelompokku datang memborgol Kolonel Glove.
Saat sampai dilantai bawah, aku dihadang dengan 3 penjaga dan langsung aku tendang mereka sasaran perut, kepala dan bagian kelemahan lainnya.
__ADS_1
Mereka bertiga berhasil runtuh disemen halus ini. Dan aku tetap melanjutkan perjalanan menuju mobil.
...bersambung ...