
...selamat membaca...
(Pulang Sekolah)
Pulang sekolah aku tidak ngapa-ngapain. Biasanya kalo ada Deryl dia mengajakku jalan atau main. Tidak aku sangka Rahel main ke rumahku, aku bingung dan akhirnya aku bertanya padanya.
"Tumben kesini ada apa?" tanyaku
"Gue ke sini disuruh sama Deryl" Rahel
"Disuruh? Buat apa?" aku bingung
"Katanya temenin lo kalo udah pulang sekolah, karna lo gak ada kegiatan" Rahel
"Sotoy banget sih Deryl" aku
"Tapi emang kan? Lo aja gak ngapain-ngapain kan sekarang?" Rahel
"Kan cuma kali ini, yang lainnya gue gak segabut itu Hel" aku
"Terserah, mau main kemana sekarang? Nonton? Olahraga?" Rahel
"Jalan-jalan gimana?" aku
"Oke ayo" Rahel
"Gue siap-siap dulu oke?" aku naik ke kamar dan siap-siap ganti baju, bawa dompet dan ponsel.
Aku dan Rahel jalan ke mall buat lihat buku, nonton bioskop dan mungkin mampir ke timezone.
\=\=\=
>> At, Mall Central, Jakarta, Indonesia. <<
"Kalo kesini jadi inget sama Wiliam" ucap Rahel saat sudah keluar mobil
"Hm..setidaknya gue seneng dia udah di tangkep dan dia gak akan berani ngelakuin hal lain kan?" aku
"Ya setidaknya begitu" Rahel
Aku dan Rahel masuk ke dalam Mall dan pertama kali ke toko buku, Rahel mau beli buku banyak. Ya dia belinya novel bukan buku referensi atau yang lainnya.
Saat sedang membeli buku ponselku berdering dan aku angkat langsung.
"Halo?"
"Udah selesai, semuanya udah beres gak usah khawatir"
"Apanya sih? Ini siapa ya?"
__ADS_1
"Jadi, udah sok gak kenal nih? Aku Deryl cantik"
"Oh? Ya ampun sorry gak liat nama langsung angkat"
"Hm... kamu lagi sama Rahel kan?"
"Iya kenapa?"
"Kalo perlu apa-apa minta temenin sama Rahel aja jangan sendirian oke?"
"Iyaa"
"Yaudah... bye cantik jaga diri ya"
Tut..tut..tut..
Deryl memutuskan sambungan telfonnya lalu aku kembali fokus dengan Rahel yang ternyata sedang menungguku.
"Gimana?" Rahel
"Katanya udah selesai masalahnya" aku
"Baguslah... kalo gitu" Rahel senyum
"Iya gue juga seneng" aku
"Yaudah sekarang lo mau kemana? Pulang atau.." Rahel menggantungkan kata-katanya
"Okelah, makan nasi atau makanan kecil?" Rahel
"Makanan kecil aja, gue lagi males makan nasi" aku
"Oke, toko apa? Donat?" Rahel
"Hm... donat aja kali ya? Ayo ke toko donat aja" aku dan Rahel berjalan menuju toko donat dan memesan donat masing-masing juga minumannya.
...bersambung...
...kata-kata bucin? ...
Menangis lah sayang, luruh kan duka seperti kita; sebab bahagia juga tak dicipta sendirian.
__ADS_1
Sesekali bukalah laci dadamu, sebab di sana telah kuselipkan denyut bahagia, hulu dari setiap harap dan doa.
Bukan aku yang mulai tapi kita. Yang perlahan membuka hati setelah lama mati.
Di luar, sederas hujan memenuhi jalan-jalan. Sedang aku masih diam, sibuk meredam rindu, yang ingin berteduh kepadamu.
Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi sahabatmu adalah pilihan, namun jatuh cinta kepadamu di luar kemampuan saya.
Cinta tidak melihat, tapi merasakan. Cinta juga tidak hanya dalam ucapan, tetapi dalam pembuktian. Tidak ada cinta tanpa memaafkan, dan tidak ada maaf tanpa rasa cinta, karena cinta selalu mampu memaafkan.
Cinta itu seperti angin. Kau tidak bisa menyentuhnya, tetapi hanya dapat merasakan keberadaannya dalam hatimu.
Saat kau mencintai seseorang, bangunlah rumah yang indah dalam hati orang yang kau cintai.
Cinta itu hadir pada pandangan pertama, pandangan terakhir, dan semua pandangan yang pernah dialami keduanya.
Jarak memberikan kita alasan untuk mencintai lebih kuat lagi.
__ADS_1