Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 44


__ADS_3

...selamat membaca...


>> At, Gedung Spy <<


Saat sampai seperti biasa Asther dapat banyak hormat dan senyuman pekerja disana yang tentu sangat mengenalnya sebagai agen mata-mata profesional.


"Ester? Ada apa Est?" tanya Jihan


Jihani Rosalia, teman mata-mataku. Aku akan memberinya tugas jika memang tugas itu penting.


"Lo bisa bantu gue? Di sekolah gue lagi pada sakit perut karna ada koki baru disana, sejak kedatangan koki baru gue rasa dia campurin obat-obatan ke dalamnya" jelas Asther


"Koki baru? Siapa namanya?" Jihan


"Makanya itu, gue belom tahu namanya lagi" kesal Asther


"Tumben lo agak buntu, biasanya kalo gini semua dah lengkap. Oke gue bakal mata-matain dia disekolah lo" Jihan


"Lo mau nyamar jadi apa?" Asther


"Pegawai kantin" Jihan


"Okelah kalo gitu, yaudah gue serahin semua sama lo karna gue harus pergi lagi" Asther


"Ya deh, lo selalu sibuk" Jihan


"Thanxs banget Han, bye" Asther


"Bye Est" Jihan


Asther pergi meninggalkan gedung Spy dan tujuannya sekarang adalah Gedung 101.


\=\=\=


>> At, Gedung 101 <<


Asther masuk kedalam dan mendapat banyak hormat dari orang di dalam gedung sana, dia langsung naik ke lantai 5 gedung ini untuk bertemu partner kerjanya.


Saat sampai, Asther menuju pintu berwarna putih, dia masuk kedalamnya dan terlihatlah sosok lelaki disana yang sepantaran dengannya, Raihan Anggara.


"Ester? Ada apa?" Raihan


"Biasa kasus keracunan makanan disekolah gue" Asther


"Lo dah punya info atau bukti Est?" Raihan


"Iya, gue cuma punya ini" Asther mengeluarkan plastik berisi bubuk yang dia temukan


"Apa ini?" Raihan bingung


"Ini arsenik" Asther


"Apa? Koki lo pake ginian?" Raihan kaget


"Gue belom tau, makanya gue lagi coba selidikin ini dibantu temen gue" Asther


"Terus?" Raihan


"Gue mau lo selidikin ini setelah sekolah gue pulang" Asther


"Oh gitu, gampang itu mah" Raihan


"Good! Lo emang keren lah Han" Asther


"Raihan gitu" Raihan


"Lo lagi apa?" Asther


"Gue gak lagi apa-apa tugas gue selesai tinggal tugasnya Vina" Raihan


"Pasti analisis laporan, kasian dia" Asther geleng-geleng


"Ya...kan itu tugasnya" Raihan

__ADS_1


"Yaudah, kalo gitu gue balik ya. Serbuk ini biar gue yang bawa Han" Asther


"Oke, tapi gue minta sedikit buat bukti nanti" Raihan


"Oke, nih..." Asther memberikan arseniknya pada Raihan.


Raihan memakai sarung tangan karet, mengambil sendok kecil berbahan plastik dan mengambil sedikir arsenik yang Asther bawa lalu memasukkan kedalam plastik yang tertutup rapat.


"Oke nih, thank you" Raihan


"Sip, bye" Asther


"Bye" Raihan


Asther pulang kerumah untuk mandi dan istirahat sekedar membuat tubuhnya segar.


\=\=\=


>> At, Rumah Asther <<


"Asther? Kayaknya kamu cape banget kenapa?" mama


"Hmm, gak apa ma" jawab Asther


"Kalo kamu pulangnya sampe sore pasti ada halangan kan? Mama tau kamu" mama


"Iya ma, di sekolah lagi pada keracunan makanan ma" Asther


"Kok bisa? Koki baru?" mama


"Iya, sekitar 5 harian mungkin sejak Asther ke paris waktu itu" Asther


"Terus gimana?" mama


"Asther coba selidiki ma" Asther


"Yaudah, sana kamu mandi" mama


Dia langsung mandi dan duduk di balkon, saat itu dia menelfon Dio lagi dengan nomor telfon yang berbeda.


"Ini siapa?"


"Masih belum menyerah?"


"Balikin data papa gue! "


"Apa hak anda? Udah saya bilang ini semua salah anda sendiri. Dan saya yakin orang tua anda lebih hebat daripada saya dan juga anda pasti bisa kembalikan data perusahaan orang tua anda sendiri"


"Kalo itu berhasil gue gak minta ke lo! Lagian gue juga minta maaf sama Verel. "


"Siapa Verel?"


"Lo kerjasama kan sama Verel buat ngerjain gue sampe lo ngerampas data papa gue iya kan?"


"Saya tidak kenal dengan Verel"


"Lo hacker kan?"


"Saya hacker atau bukan, itu bukan urusan anda"


"Ck! Gak usah banyak ngomong bal..."


Tut..tut..tut..


"Dengerin dia ngomong bikin kuping gue sakit" gumam Asther


Dia adalah Dio, lelaki yang memukuli Verel waktu itu, Asther merampas semua data milik perusahaan bukan hanya dikomputer ayah Dio tapi, seluruh komputer diperusahaan ayah Dio.


Dan Asther tau 2 hari lagi ayah Dio akan melakukan investasi dan saat ini datanya ada padanya bukan dikomputer perusahaan.


Asther tetap akan mengambil data itu sampai dia bener-bener meminta maaf pada Verel tentunya.


Asther merasa bosan dirumah akhirnya dia memutuskan jalan-jalan ke luar dengan berjalan untuk menikmati saja daerah luar.

__ADS_1


Dengan memakai celana levis dan hoodie putih Asther keluar rumahnya. Saat setengah perjalanan dia bertenu dengan Deryl.


"Kok kamu keluar malam gini ngapain? Ayo masuk!" Deryl


Asther masuk ke dalam mobil dan mereka melanjutkan perjalanan dengan santai.


"Jalan-jalan aja, tapi malah ketemu kamu" Asther


"Oh ya katanya, pesaing perusahaan papa lagi ngedown sampe ke 10 besar dunia. Karna ada hacker yang rampas datanya, pasti ulah kamu" Deryl


"Dio? Iya itu aku, salahnya dia gaya banget" Asther kesal


"Hahaha, sabar aja" Deryl


"Ini kamu habis darimana?" Asther


"Sebenarnya mau kerumah kamu tapi, udah ketemu gak jadi kesana deh... kamu mau kemana?" Deryl


"Aku itu cuma mau jalan-jalan aja" Asther


"Tanpa tujuan?" Deryl


"Kayaknya" Asther


"Kalo gitu kita makan malam aja atau gimana?" Deryl


"Makan malam? Kamu belom makan?" Asther


"Belom hehehe" Deryl


"Yaudah" Asther ngangguk


Mereka berdua sampai disebuah restoran dan memesan makanan sambil menunggu mereka berbicara.


"Gimana soal arsenik?" Deryl


"Ya, aku lagi cari cara" Asther


"Pak Hari itu umur 30 tahun, dan dia adalah bawahan dari Christpoher perusahaan DO Corp" Deryl


"Maksud kamu? Pak Hari itu suruhan pak Chris ayah Dio anak SMA Bangsa itu?" Asther


"Iya, jadi aku rasa ini rencana dari Dio dan ayahnya buat ngejatuhin sekolah kamu secara sekolah kamu kan udah termasuk populer di Kota ini, dan sekolah SMA 2 Bangsa lagi turun juga karna ke popularitas sekolahmu itu jelas banget. Terus mungkin dengan adanya kasus kerancunan pemilik sekolah bisa dituntut karna kecorobohan" Deryl


"Jadi karna sekolah SMA 2 Bangsa turun rank sekolahku mereka curangi dengan hal ini. Oke, it's easy" Asther


"Udah, gini aja kamu batalin semua rencana kamu biar itu aku yang urus. Sementara, hubungin aku kalo misalnya kamu lagi telfonan sama Dio" Deryl


"Tunggu... kamu tau darimana kalo aku pernah telfonan sama Dio?" Asther


"Apa yang gak aku tahu dari kamu sih Ast" Deryl mengusap kepala Asther


"Tapi kan, ini urusan aku kenapa kamu malah ikutan? Aku gak mau ngerepotin kamu Ryl" Asther


"Aku gak pernah merasa direpotin sama kamu Ast dan aku seneng bisa bantu kamu" Deryl


"Beneran?" Asther


"Iya" Deryl


"Okedeh, thanxs ya" Asther


Deryl hanya senyum dan dibalas senyuman oleh Asther, tak lama makanan itu datang dan mereka memakannya.


Tapi, ditengah makan mereka malah bertemu Dio. Dan mereka berdua tetap berusaha santai karna Dio berjalan menuju meja mereka.


"Oh jadi, kalian disini juga. Bagus dong biar gue bisa ngobrol sama kalian" Dio mengambil kursi dan duduk disamping Asther


"Cantik, bisa kita ngobrol dulu?" Dio merayu.


...back to continue...


...see u tomorrow...

__ADS_1


__ADS_2