
...selamat membaca...
"Saya punya permainan"
"Apa?! Lo ngomong apa?"
"Putuskan jawaban selama 5 menit"
"Maksud lo apa?"
"Anda punya 2 pilihan yaitu tarik kembali suruhan anda Hari, atau saya hapus semua data"
"Lo gila?"
"Kenapa? Anda takut?"
"Gue gak akan tarik pak Hari dan gue gak takut sama ancaman lo!"
"Waktu anda hanya 5 menit untuk membuat keputusan atau saya hapus seluruh data"
"Sebentar..."
Tut...tut...tut...
\=\=\=
Dio POV
"Arrghh...sial! 5 menit apaan? Lagian kenapa dia bisa tau soal pak Hari? Apa ini ada hubungannya sama Verel atau cewek itu? Seandainya cewek itu, apa hubungannya sama hacker ini?" gumamku
"Dio gimana? Papa gak bisa kayak gini, perusahaan kita ada di urutan 25 karna orang gak jelas itu" papa Dio
"Pa! Cuma 5 menit mending kita tarik pak Hari" aku
"Maksud kamu?" Papa
"Orang ini tau semua pa, bahkan hp Dio udah blank gini. Orang itu dan pegang semua kendali" ucapku kesal
"Kalo tarik pak Hari apa datanya dikembaliin? Apapun demi perusahaan papa" papa Dio
Hp gue bunyi dan ada panggilan dengan nomor yang berbeda lagi dan lagi.
"Halo?"
"Jawaban anda?"
"Gue tarik pak Hari dan balikin semua datanya!"
"Jam 22.50 pergi ke cafe Brown"
Tut...tut...
"Apa maksudnya?" gumamku
Seenak jidat orang itu memutuskan sambungan telfon dan ucapannya tidak jelas membuatku pusing 7 keliling.
__ADS_1
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi jalan keluar dan bertemu dengan partner setiaku Anggara.
Dio POV End
\=\=\=
Author POV
Sekarang Deryl dan Asther sedang menyetir mobil bersama Deryl disampingnya.
"Asther buka kenapa" Deryl
"Gak bakal, kalo dah sampe baru aku buka" Asther
"Aku gak bisa liat apa-apa. Lagian kenapa ditutupin sih? Rahasia banget gitu tempatnya?" Deryl
Sejak awal pergi Deryl memang mengoceh gak berhenti agar penutup matanya aku buka. Sebelumnya aku membuat ancaman kalo dia berani membuka penutup mata maka, tidak akan ada Asther lagi di depan Deryl.
"Banget" Asther
Setelah sampai disebuah mansion Asther turun dan membuka pintu mobil lalu, menuntun Deryl keluar mobil untuk masuk kedalam Mansion, tempat sangat rahasia bagi Asther.
Bahkan ke-2 orang tuanya tidak tahu soal Mansion ini.
"Perlu saya bantu nona?" tanya salah satu pelayan di depan pintu Mansion.
"Bawa dia di ruang S 1" Asther
"Asther ini kenapa?" Deryl
"Oke deh" Deryl
Pelayan itu membawa Deryl menuju ruang S 1
dan Asther memberitaukan ke pelayan lain untuk membuatkan makanan juga minuman.
Asther menaiki tangga menuju ruang S 1 yang sama dengan Deryl pergi.
"Tb sudah siap" Pelayan
"Terima kasih" Asther senyum
Tb adalah Tamu besar atau semacam orang yang terhormat jika bersangkutan dengan Asther.
Dan itu adalah sebuah kode jika untuk yang lainnya punya kode tersendiri.
"Duduk aja gak usah jalan-jalan" Asther
Deryl memang meraba-raba sekitarnya yang berusaha berjalan.
"Eh? Bukain dong" Deryl
Asther membuka penutup mata Deryl dan Deryl tersenyum lega.
"Ini dimana?" Deryl
__ADS_1
"Tempat rahasia, disini kita cuma bahas soal strategi kasus Dio di bank sentral" Asther duduk berhadapan dengan Deryl.
"Oh~ kamu keliatan cool babe" Deryl senyum
"Udah deh, ini gimana?" Asther
"Pertama, aku udah suruh bawahan aku buat pantau kemana Dio berada. Jadi, kalo kita cari lokasi bakal gampang. Dan nanti disana, kita main santai aja" Deryl
"Main santai? Perampokannya melibatkan Anggara, kemungkinan besar Dio lagi sama Anggara sekarang" Asther
"Egta Anggara maksud kamu?" Deryl
"Hm... dia ngerampok Multi Bank tanggal 22 Desember 2018" Asther
"Oke ini keren, musuh kita Anggara perampok besar setelah Jion" Deryl
"Kamu bilang main santai? Bisa kok ayo!" Asther
"Eh? Kita belom prepare" Deryl
"Aku udah" Asther senyum
Deryl hanya menggeleng menatap Asther dan dia senyum menatap kekasihnya itu.
"Udah persiapan bukan malah natap aku kayak gitu" Asther
"Iya iya" Deryl memasang earphone blutooth nya dan segalanya.
Setelah siap seperti biasa, Deryl ditutup matanya kembali dengan penutup mata dan ancaman yang sama. Asther menggandeng Deryl menuju tangga.
"Maaf nona, minumannya bagaimana?" pelayan
"Aku mau minum dulu, tawanan cewek cantik ini haus" goda Deryl
"Oke, ayo duduk dulu" Asther menggandeng Deryl menuju ruang tamu dan masih dengan mata tertutup.
"Mau minum" Deryl
Asther memberikan gelas pada Deryl dan dia meminumnya.
"Makan juga gak?" Asther
"Boleh" Deryl senyum
Asther mengambil makanan kecil yang disiapkan disana dan menyuapi Deryl.
(Kalo gini mah gue rela jadi tawanan Asther ehe) batin Deryl
(Semoga semua baik-baik aja) batin Asther
Selesai makan dan minum Asther melanjutkan membawa Deryl menuju mobil dan sekiranya sudah jauh dari area Mansion rahasia Asther memperbolehkan membuka penutup mata Deryl dan dia tersenyum bahagia.
...bersambung...
...see u tomorrow...
__ADS_1