
...selamat membaca...
Hari ini pemantauan dalam kantin itu masih berlanjut tentunya hal itu dipantau oleh Rahel sedangkan Asther dan Deryl mereka ikut pelajaran seperti biasa.
Saat pelajaran bahasa Indonesia, sang guru menatap muridnya dan berbicara.
"Oh ya, kalian hati-hati dalam memilih makanan karna sekolah kita lagi ada kasus keracunan jadi, saya harap kalian tetap makan yang sehat. Kami semua sedang berusaha memanggil pemilik sekolah untuk membahas kasus ini" pak guru
"Iya pa" murid serempak
"Baiklah, karna guru mengadakan rapat sekarang jadi kalian selesaikan tugas dibuku paket halaman 256-267 ya. Nanti kumpulkan di meja saya" pak guru membereskan bukunya dan keluar kelas.
"Wah... Gue jadi males jajan di kantin nih Vril gegara kasus itu" Ninda
"Sabar, gue yakin pelakunya gak akan bisa apa-apa" Asther
"Hmm... kalo gue jadi pemilik sekolah ini gue bakal tangkep orang itu dan gak akan biarin dia lepas, kalo perlu gue racunin balik dia biar ngerasain sakit perut gimana! Kesel gue" dumel Ninda
"Iya dah Nin sabar aja" Asther tertawa.
Akhirnya mereka berdua menyelesaikan tugas yang ditinggalkan oleh pak guru.
\=\=\=
(Istirahat)
Asther dan Deryl memilih tetap berada di kelas untuk membahas kasus keracunan jamaah ini tentunya.
"Kayaknya Ninda dah emosi banget deh" Asther tertawa
"Iya aku denger tadi kok, barusan aku dapet kabar kalo misalnya koki itu lagi ditahan digedung detektif. Dan itu aku yang suruh biar kita bisa introgasi dia" Deryl
"Berarti yang jadi koki kantin siapa?" Asther
"Mungkin, kalo gak tutup ya cari koki lain" Deryl
"Iya juga sih" Asther mengangguk
"Intinya besok aku mau kesini" Asther
"Perlu aku temenin?" ledek Deryl
"Kamu ngaco ya?" kesal Asther
"Hehehe" Deryl tertawa.
__ADS_1
"Good luck" Deryl mengusap kepala Asther
"Huh... aku bingung kenapa sih masalah kayak gini gak selesai? Apa perlu aku ketemu sama Dio?" Asther
"Apa? Gak perlu! Mau apa?" Deryl
"Buat omongin masalah ini" Asther
"Kalo gitu aku aja" Deryl
"Kenapa?" Asther
"Aku gak mau kamu di jahatin sama Dio dan ya... aku masih kesel sama kejadian kemarin Ast" Deryl
"Masalahnya, banyak orang yang jadi korban. Padahal, ini masalah Verel dan aku" Asther
"Kamu masih nyimpen data perusahaan papa Dio?" Deryl
"Masih kok, selama dia masih kayak batu" Asther
"Kita buat taruhan aja sama dia" Deryl
"Taruhan?" Asther
Pintu kelas terbuka Deryl dan Asther menatap orang yang masuk yaitu Verel, dan dia mendatangi Asther dan Deryl duduk dengan wajah yang menunduk.
"Apa?" Deryl
"Gue mau ucapin terima kasih sama kalian udah bantuin gue, terutama lo Vril. Lo sampe berantem sama Dio" Verel
"Hm... dan gue mau tanya sama lo. Duduk aja" Asther
Verel duduk disebrang Asther duduk dan Verel masih menunduk.
"Sebenarnya kenapa lo bisa terlibat masalah sama Dio?" Asther
Verel langsung menatap Asthee kaget dan beralih menatap Deryl yang sedang santai disana.
"Cuma... masalah kecil" Verel
"Kecil? Tapi, masalah kecil bisa jadi besar bahkan lebih. Kasih tau aja kenapa?" Asther
(Lo bilang masalah kecil tapi, seluruh siswa jadi korban disini) batin Asther
"Beberapa waktu lalu, gue gak sengaja liat Dio lagi nongkrong sama temennya dan mereka malakin anak cewek disana, karna gue ketahuan gue jadi terus dikejar dan diancam gak boleh ngelaporin itu ke polisi.
__ADS_1
Lupakan itu! Dan masalahnya sekarang dia ngerampok bank waktu gue jalan-jalan di daerah Mall Central. Gue ketahuan lagi jadi masalah gue dipukulin kemaren karna mau lapor ke polisi" Verel
"Jadi sekarang? Dio masih pukulin lo?" Deryl
"Enggak, bahkan dia bilang kalo dia di terror sama temen gue yang jadi seorang hacker. Emang ada hacker disekolah ini?" Verel
"Hacker? Siapa yang tanya itu?" Deryl
"Dio! Dia bilang kalo dia lagi diterror perusahaan papanya down drastis karna data diretas hacker. Dia anggap kalo hacker itu kerjasama sama gue" Verel
"Mungkin, hacker itu juga ada masalahnya sendiri" Asther
"Tapi, gue seneng. Dio gak mukulin gue lagi karna adanya hacker itu" Verel
"Yaudah" Deryl
"Intinya, kalian maafin gue?" Verel
"Pasti!" Deryl
"Wah...thanxs bro" Verel senyum dan dia meninggalkan kelas begitu saja.
"Intinya?" Deryl
"Soal kriminal" Asther
"Jangan bilang kamu mau minta 2 bantuan sejoli itu" Deryl
"Iya kenapa?" Asther
"Ck! Babe lebih seru kalo todong pistol kearah lawan sendiri dibanding cuma bertanya. Jadi, kasus perampokan ini cukup bawa 5 anak buah kamu dan masalah Dio kita berdua yang urus gimana? Aku dah lama gak megang pistol" Deryl
"Yakin?" Asther
"100%" Deryl
"Yaudah, pulang sekolah aku kerumah kamu" Asther
"Buat apa? Kenapa gak aku aja?" Deryl
"Aku mau ngajak kamu ke tempat rahasia aku" Asther
"Okelah" Deryl
...bersambung...
__ADS_1
...see u tomorrow...