Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 03


__ADS_3

...selamat membaca...


Pulang sekolah jam 14.00 dan aku pergi menuju sebuah gedung yang semuanya memakai seragam baju putih dan sedang melakukan pemanasan.


"Maaf beum, saya telat" ucapku menghadap seorang pelatih paruh baya di depanku.


"Silahkan bergabung" pelatih itu menyuruhku bergabung.


"Baik saya akan tes seberapa jauh kalian belajar... Avril" pelatih


"Iya beum" jawabku


"Kamu masuk bersama dengan Nauval" pelatih


Aku masuk ke dalam tengah-tengah lingkaran bersama dengan lelaki yang seumuran denganku. Aku beri hormat dan semuanya dimulai.


Aku memulai dengan menatap Nauval dengan baik dan saat dia menendangku, aku tangkap dan aku hempaskan kakinya ke arah kiri sampai badannya ikut memutar lalu aku mendorong punggungnya dan Nauval jatuh ke matras.


"Stop! Siap?" tanya pelatih


Aku dan Nauval mengangguk sebagai jawaban.


"Oke, mulai!" pelatih


Saat Nauval menendangku kembali dengan sasaran perut, aku terjatuh dan saat itu jongkok dan roll depan lalu membanting Nauval dengan cepat.


"Avril... Nauval... berhenti! Silahkan duduk" pelatih


Yap... Aku berada di gedung tempat berlatih Taekwondo, olahraga yang aku sukai sejak SMP juga dan namaku disini adalah Avril Syaila. Aku disini berlatih beladiri yang sudah lama aku tekuni dan Nauval dia salah satu partner ku juga dalam latihan sparing.


Jadi, walaupun ku tendang atau pukul pun dia tidak masalah karna kami sudah saling mengenal. Aku dan Nauval tidak merasa keberatan juga. Karna kami sudah tau resikonya masing-masing, lagipula kami juga udah tau batasan dan pertarungan tidak mungkin dilakukan asal begitu saja.


"Vril... Udah lama lo gak dateng" Nauval duduk di sampingku.


"Gue sibuk sekolah Val" jawabku


"Lo sekolah dimana emang?" Nauval


"Generasi nusantara" jawabku


"Oh disana, lo enggak apa sekolah disana?" Nauval


"Enggak kok, emang kenapa?" jawabku


"Katanya salah satu perusahaan pernah kebobolan dana yang pelakunya siswa sana. Gue gak tau sih" Nauval


"Sudah tertangkap?" tanyaku


"Belum sampe sekarang" Nauval

__ADS_1


"Oh gitu.." jawabku


"Ya sudah Vril, gue kesana bentar ya" Nauval pergi dariku dan aku berpikir sejenak.


(Kebobolan uang? Dari siswa di sekolahku? Kok aku tidak tahu? Ninda juga tidak memberi tahu aku soal itu?) Pikirku.


Selesai latihan Taekwondo, aku langsung pulang dan sampai rumah aku diberi tugas oleh Papa.


"Kamu harus pergi ke perusahaan" Papa


"Pa Asther cape... Baru saja pulang dari taekwondo" jawabku


"Kamu harus temui sekertaris kamu dia sudah bersedia bertemu kamu. Dia akan jadi sekertaris kerja kamu besok" papa


"Ya sudah, Asther siap-siap dulu" jawabku


Aku pergi mandi dan siap-siap untuk pergi ke kantor. Setelah itu, keluar dari rumah dan pergi ke kantor.


***


>> At, BLD Corporation <<


Sampe kantor aku bertemu dengan perempuan yang lebih tua dariku lalu aku memberi dia salam. Dan ternyata salah...


"Sore... saya Ast... Loh Rahel???" aku bingung


"Sore.. Saya Rahel Farisa, panggil saja saya Rahel. Saya sebagai sekertaris anda" Rahel


"Beberapa berkas harus anda cek termasuk laporan rahasia hari ini" Rahel


"Gak usah formal banget lah, lo kan temen gue" ucapku


"Ya udah, ayo ke kantor sekarang" Rahel dan aku pergi menuju ruang kerja pribadi.


"Lo sudah lama?" tanyaku


"Enggak, sekitar 10 menit yang lalu. Ini berkasnya" Rahel menunjuk berkas diatas mejaku.


"Hmm... oke gue cek sebentar" jawabku


Aku memeriksa dan setelah aku rasa itu sudah benar terakhir adalah tanda tangani. Dan aku menemukan map hitam dibawah map-map kerja.


"Rahel? Lo kesini karna perintah?!" tanyaku


"Iya, lo baca itu! Semuanya udah lengkap" Rahel


"Bagaimana bisa papa gue jadiin lo sekertaris pribadi gue?" tanyaku


"Gue di rekomendasikan sama orang kantor disini" Rahel

__ADS_1


"Berarti dia tau lo?" tanyaku


"Tidak, jadi gue nanya lowongan pekerjaan, terus di interview. Dan ternyata gue direkomendasikan ke papa lo..." Rahel


"Keren.." jawabku sambil tersenyum


"Seorang siswa SMA bobol uang perusahaan sejumlah 2 miliyar?" tanyaku terkejut


"Hmm... kabarnya dia udah lama ngelakuin aksinya sekitar 2 minggu lalu" Rahel


"Namanya?" tanyaku


"Wiliam Stefanius Arafan, SMA Generasi Nusantara tempat lo sekolah" Rahel


"Dari kelas berapa?" tanyaku


"Gue gak tau, yang pasti dia udah kakak kelas lo" Rahel


"Oke... gue akan cari tau tentang dia. Yang lo tau selain info ini?" tanyaku


"Enggak apa tapi, kita sudah menurunkan 1 orang dan anak itu aktif dalam kegiatan apapun. Termasuk sering datang ke klub dekat Mall Central " Rahel


"Sejak kapan ada club disana?" tanyaku


"Sekitar 5 minggu club itu sudah ada. Tapi, keberadaannya tersembunyi. Walaupun gitu, udah banyak yang tau tempat itu dan populer di kalangan remaja" Rahel


"Hm... lo masih menurunkan orang itu untuk hal ini?" tanyaku


"Udah gue stop, karna cuma buat cari tau hal ini" Rahel


"Gue butuh teman dekat Wiliam yang gak ember" ucapku


"Gue rasa lo gak bisa lakuin itu!" Rahel


"Kenapa?" tanyaku


"Temannya kebanyakan bersekongkol sama orang enggak bener" Rahel


"Dan gue rasa kalo lo ngelakuin sendiri pun terlalu bahaya" tambah Rahel


"Siapa ya? Hmm... Axen! Axen dimana?" Tanyaku


"Axen? Kenapa dia?" Rahel


"Axen, dia sekarang sudah sering datang ke daerah sana kemungkinan... Axen gak akan di curigai. Lagipula, dia juga gak susah untuk berteman sama anak jenis-jenis club gitu" ucapku


"Lo sama Axen?" Rahel


"Iya gue butuh dia dan lo juga! Telfon Axen" perintahku

__ADS_1


"Ok tunggu..." Rahel menelfon seseorang dan disebrang telfon telah membuka suara.


...bersambung...


__ADS_2