Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 49


__ADS_3

...selamat membaca...


>> At, Cafe Frost, Mall Central <<


Setelah anak buah dan semua siap dengan tugas masing-masing Deryl dan Asther berada disebrang Cafe menatap Dio dan Anggara.


"Tunggu! Aku lupa!" Asther


"Apa?" Deryl


"Aku nyuruh Dio ke Cafe Brown jam 22.50 nanti. Kalo aku nangkep Dio urusan sama keracunan itu gimana?" Asther


"Hmm..." Deryl


"Batalin rencana sekarang" Asther


"Kenapa?" Deryl


"Kita bakal pantau dia lewat jarak jauh" Asther


"Hm?" Deryl melotot kearah Asther


__22.50__


Malam ini, Deryl dan Asther berada tak jauh dari tempat Cafe Brown dan mereka memutuskan membuat rencana Improv.


"Mana nih? Gak tepat banget sih tuh bocah" Dumel Asther


"Sabar sayang, kayaknya gak sabar banget" Deryl


"Kesel tau gak" Asther


Tak lama kesal itu hilang melihat Dio datang ke Cafe Brown bersama Anggara anak buahnya.


"Bawa anak buah?" Deryl


"Ciut" Asther


"Test,, Ria kamu denger saya? Kalo saya perintah angka seperti tadi kamu laksanakan seperti rencana" ucap Asther pada earphone bluetoothnya.

__ADS_1


-Siap-


"Oke" Asther


Asther memakai kaca matanya dan kupluk jaketnya Deryl langsung berpindah ke sisi kiri Asther. Untuk berjaga jika ada yang bisa mengetahui mereka.


Karna, Asther duduk didekat jendela untuk melihat juga apa yang dilakukan Dio. Tapi, Dio dan Anggara tentu tidak akan tahu jika Asther dekat jendela.


Dia memulai menelfon Dio dan jangan lupa dia mengganti nomor telfon untuk ke sekian kalinya? Asther mengganti nomor dengan mudah dan tak perlu membeli kartu lagi.


Cukup dengan membuat deretan nomor dan dia membuatnya sendiri. Tentunya nomor itu tidak akan di deteksi atau terdaftar ke pemerintah sekalipun.


Bagaimana kalo nomor yang dibuat sama dengan nomor orang lain? Tidak, karna Asther telah memastikan itu sudah lama dan dia berhasil membuat puluhan nomor palsu untuk musuhnya.


"Gak usah halo-halo gue tau itu lo. Mana? Lo dimana?".


...bersambung...


...!!SPOILER CERITA PERTAMA!! ...


...||...


...||...


"Pfft ..."


Dia tidak bisa menahan tawa mendengar kata-kata Bo Muyi. "Inilah alasan mengapa kamu memanggilku? Hanya ingin bertanya kepadaku pertanyaan ini? Apakah aku terlihat seperti bodoh yang akan lupa makan siang? "


Dia akan makan setelah selesai membeli dan menyelesaikan semuanya.


Gadis muda itu nampak bertingkah lucu saat berbicara dengannya sekarang. Kata-katanya menyeruak ketika dia bisa merasakan perasaan manis melalui telepon.


Dia tidak pernah tahu bahwa dia benar-benar akan sangat bahagia ketika Su Cha bertindak imut demi dia.


Bo Muyi belum pernah memiliki pengalaman seperti itu sebelumnya, dia bisa merasakan sesuatu mengalir di dadanya.


Namun, Bo Muyi tiba-tiba dikejutkan oleh kepingan-kepingan saat Su Cha dan Di Yao bersama di masa lalu.


Apakah dia bertindak dengan cara yang sama seperti sekarang, mengatakan kata-kata seperti itu kepada lelaki itu atau bahkan bertingkah imut di depannya?

__ADS_1


Kecemburuan tiba-tiba merayap naik seperti ular yang menembakkan lidahnya. Perasaan itu begitu menyedihkan, membuat Bo Muyi merasa frustrasi. Dia tidak tahu mengapa dia tiba-tiba berpikir seperti itu. Meskipun demikian, hanya pemikiran pria itu memberinya dorongan kuat untuk membunuhnya segera.


Bo Muyi menarik dasinya dengan kesal ketika dia menyadari bahwa dia masih melakukan panggilan telepon dengan Su Cha. Dia mengucapkan, "Umm."


...!! SPOILER CERITA KEDUA!!...


...||...


...||FIX YOU||...


...||...


Terry berjalan sempoyongan dengan sebotol vodka di tangannya. Ia menyusuri jalan trotoar di tengah malam. Suasana jalan yang dilaluinya cukup hening. Ia berada di pinggiran pusat kota. Terry baru keluar dari salah satu Nightclub murah di daerah tersebut.


Terry berhenti. Memerhatikan jalanan yang lengang. Penampilannya sangat kacau, tali dasi yang letaknya sudah tidak beraturan, kemeja yang keluar dari dalam lingkaran celananya, wajah merah karena mabuk dan rambut yang acak-acakan khas pria mabuk. Bahkan Terry lupa menaikan ritsleting celananya setelah bercinta dengan salah satu pelacur nightclub.


"Damn!!" rutuk Terry ketika merasakan miliknya masih menegang di balik celananya.


Terry menggelengkan kepalanya yang berdenyut, menepuk-nepuk kepalanya untuk sedikit membuatnya kembali pada kesadarannya.


"Sepertinya malam ini kau sedang butuh teman, handsome."


Terry menoleh ke arah sumber suara, di mana seorang wanita berambut hitam dan kribo, mengenakan rok pendek membebat pantat besarnya dengan stocking jaring-jaring membalut kaki jenjangnya.


"Bagaimana kalau aku temani?" wanita itu berjalan mendekat, melingkarkan kedua tangannya pada leher Terry. Matanya melirik pada milik Terry yang mengembang di bawah sana.


Menggigit bibir bawahnya dengan sensual, memasukkan tangannya diantara celah restsletingnya yang terbuka, meremas miliknya. Terry tertawa, mendapatkan perlakuan barbar dari pekerja **** komersial pinggiran jalan tersebut. Ia tidak heran, karena jalan yang dilalui adalah kawasan PSK jalanan pusat kota.


"Don't kiss me. Peraturan utama, aku tidak dicium pelacur." tutur Terry sambil menengadahkan kepalanya ke atas, menghindari serangan bibir si wanita malam itu.


"Kenapa? Padahal aku sangat jago berciuman, kau pasti akan sangat menyukainya, handsome."


Terry mengerjap-ngerjapkan matanya, menikmati pijatan lembut yang dilakukan oleh wanita itu pada miliknya. Siall! Ketika Terry akan mendorong bahu wanita itu untuk merapat ke tembok di gang sempit yang gelap, menyelesaikan hasratnya yang terlanjur menggebu, matanya menangkap seorang wanita muda berambut brunette dan panjang sepinggang yang mengenakan rok setinggi setengah paha, berjalan melewatinya.


Imut.


Keduanya saling beradu pandang sekilas. Terry menyunggingkan seringai miringnya, namun wanita itu segera menunduk sambil mempercepat langkahnya.


Terry merogoh dompetnya, mengambil 300 dolar yang akan diberikannya pada si wanita malam yang kini sudah berjongkok akan mengeluarkan miliknya untuk mendapatkan service pertama. Di pinggir jalan?! Oh God, terlalu barbar kekeh Terry dalam hati. Cukup memacu adrenalin, tapi hasrat Terry berubah. Ia ingin menyalurkan hasratnya yang sedang memuncak pada si pelacur muda yang baru saja melintas.

__ADS_1


...Thank you 🙏💕...


__ADS_2