Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 34


__ADS_3

...selamat membaca...


(Pulang sekolah)


Asther dan Deryl pergi menuju parkiran dan saat di dalam mobil Deryl tak langsung menjalankan mobil tetapi, malah membaca kembali kertas itu.


"Kok gak jalan?" Asther


"Sebentar" Deryl


"Gak jadi nonton?" Asther


"Kalo petunjuk ini udah aku dapetin kita gak jadi nonton" Deryl


Asther memukul lengan Deryl cukup keras tapi, bagi Deryl itu tak ada rasanya.


"Ish yang bener aja" Asther


"Asther, you know? Your corporation is in dangerous now. And, i want to help you! Are you understand?" Deryl


"What do you mean?" Asther bingung


"Rahel gak kasih tau apa yang diincar pelakunya?" Deryl


"Enggak" Asther menggeleng


"Sama sekalipun?" Deryl


"Enggak, ada apa? Jelasin sama aku" Asther


"Oke, pelaku itu ngincer perusahaan kamu yang di Indonesia. Jadi, dia mungkin sudah meretas data dalam jumlah kecil di hari lampau. Tapi, mungkin untuk waktu ini dia bisa meretas data kamu dengan jumlah besar cantik" Deryl


"Gak mungkin" Asther


"Kamu gak percaya kan? Makanya, aku mau marahin Rahel nanti. Bisa-bisanya dia gak kasih tau kamu soal ini" Deryl


"Gak usah buat apa? Gak ada gunanya" Asther


"Gak bisa, kalo dia gini terus bakal keterusan sampe besok-besoknya" Deryl


"Terserah deh tapi, aku gak akan diem kalo kamu ngelakuin itu" Asther


"Iya deh, aku gak bisa lawan kamu. Sekarang mending kamu telfon Verel sama Ninda bilang kalo kita gak akan ikut nonton hari ini" ucap Deryl sambil menjalankan mobilnya keluar sekolah dan tengah berada di jalan raya.


"Oke" Asther mengangguk dan mengambil ponselnya di saku seragam.


"Halo?" Asther


"Iya? Lo dah otw sama derren?"


"Sorry gue sama derren gak bisa ikut. Karna tiba-tiba gue ada acara keluarga derren dia ada les tambahan"

__ADS_1


"Oh gitu... yaudah good luck kalian"


"Iya, selamat senang-senang juga kalian"


"Oke, gue tutup bye.."


"Bye"


Tut..tut..tut..


"Udah?" Deryl


"Udah" Asther


"Pinter cari alasan ya kamu" Deryl


"Ya lah..kamu dah tau siapa EJ?" Asther


"Udah" Deryl


"Siapa?" Asther


"Dia Ingri Julia" Deryl


//bacanya bukan engri ya tapi ingri julia oke.Lanjut..//


"Ingri Julia? Siapa itu?" Asther


"Kok gak pernah denger ya?" Asther


"Farel tau kok dan dia juga pernah ngelakuin hal yang persis sama perusahaan papa dulu" Deryl


"Jadi? Dia udah berkali-kali ngelakuin ini?" Asther


"Iya, ini bukan yang pertama kalinya" Deryl


"Hm... aku ngerti sekarang" Asther ngangguk.


>> At, BLD Corp, Jakarta, Indonesia. <<


"Ayo turun" Deryl membukakan pintu mobil untuk Asther dan mereka masuk di dalam gedung.


Mereka langsung menuju ruang kerja Rahel.


"Asther?" Rahel


"Kenapa lo gak bilang sih kalo Deryl sepupu lo?" Asther


"Deryl nyuruh gue jangan kasih tau" Rahel


"Dan kenapa lo gak kasih tau kalo EJ ini mencoba meretas data perusahaan Asther hel?" Deryl

__ADS_1


"Sorry, gue niatnya mau cerita sekarang" Rahel


"Yaudah cerita sama gue sekarang" Asther


"Gak usah! Aku dah tau jalan permasalahannya" Deryl


"Ha? Kok bisa?" Asther


"Bisa aja" Deryl


"Yang penting sekarang kita harus ke gedung BA ketemu sama Farel" Deryl


"Deryl kamu sekarang pulang biar aku sama rahel aja yang urus" Asther


"Gak bisa,kamu harus pulang. Rahel kamu tetap disini. Biar aku sendiri yang ke gedung BA" Deryl


"Enggak! Aku harus tau bagaimana orangnya dan semuanya" Asther


"Yaudah sekarang gue sama Asther pamit ya Hel, bye" Deryl mendorong Asther keluar ruangan.


Dan mereka berjalan ke arah mobil Deryl di parkir.


"Kamu pulang ya" Deryl


"Gak mau Deryl" Asther


Deryl memeluk Asther dengan cepat dan dia berbicara di saat momen itu.


"Let me finish it for this problem. You can trust me right?" Deryl


Asther sempat ragu karna perkataan Deryl lalu akhirnya dia menjawab dengan yakin.


"Hm... i can trust you. Good luck and be careful Deryl" Asther membalas pelukan Deryl.


Asther membalasnya karna sekarang dia merasa kalau Deryl memang serius akan perasaanya seperti yang di katakan bibi Yun. Yaitu pengasuh Deryl sejak kecil yang ia jumpai di rumah Deryl saat kelas 11.


Deryl yang dibalas pelukannya merasa sangat senang dan dia tersenyum di balik momen itu bersama Asther. Karna dia menunggu perasaan Asther yang sebenarnya apakah dia juga menyukai Deryl atau kah hanya dianggap sebagai teman biasa.


"I will miss you" Deryl


"Buat apa?" Asther melepas pelukannya dengan Deryl


"Buat kasus ini" Deryl


"Orang gak kemana-mana aja" Asther


"Kata siapa? Aku punya rencana bagus. Kemungkinan bakal terbang ke Inggris cantik" Deryl


"Oh gitu... yaudah" Asther senyum dan dibalas oleh Deryl, lalu Deryl membukakan pintu mobil dan segera pergi menuju rumah Asther.


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2