
...selamat membaca...
>> At, Siang Hari, Taman Kota, Jakarta, Indonesia. <<
"Lo gila?" tanyaku dengan nada dingin
Aku sedang dibawa oleh Derren sejak pulang sekolah dan aku cuma berganti pakaian dengan hoodie panjang dan masih dengan rok sekolah.
Dia membawaku ke taman kota dan disinilah dia bertanya semaunya.
"Sejak lo masuk sekolah gue ngerasain aneh, lo gak mau kalo kita dateng ke rumah lo, lo gak mau kalo gue ikutin aktivitas lo dan marah setiap gue tanya tentang hal yang menjorok ke profesi lo. Dan yang terakhir ini buat gue benar-benar yakin, waktu gue ketemu lo restoran dan itu, lo bilang kesini sendiri tapi, saat gue naik ke lantai 3 restoran. Anak dari rekan kerja papa sama mama gue bilang kalo anak mereka yang perempuan ke perusahaan ada acara dadakan." Derren
"Kenapa lo bisa simpulkan kalo gue anak dari rekan kerja ortu lo?" aku
"Karna saat itu lo juga mau naik ke lantai 3 kan? Setelah lo tanya gue dan gue jawab ke lantai 3 juga. Lo langsung pulang karna lo menghindar dari gue" Derren
"Terus masalah lo sama gue ini apa? Gak ada kan? Kenapa lo jadi ngurusin gue ren?" aku
"Karna gue suka sama lo Ast " Derren
"Hm?! Gak mungkin. Ini gak logis" aku
"Ok! Gue sadar. Selama lo bertingkah kayak gitu gue suka sama lo. Dan gue yakin lo juga tau gue Deryl kan?" Derren
Aku hanya diam dan menatap mata Derren dengan lekat, dia memang serius dengan ucapannya aku tidak menemukan kebohongan di sorot matanya dan ekspresi wajahnya saat ini.
"Biarin gue sama lo Ast. Gue gak akan bilang apapun tentang lo, gue janji" Derren
(Apa?! Segampang itu kah buat lo Ren?) Batinku
"Sorry gue belom bisa" aku berbalik dan berjalan keluar area taman kota dan berdiri dibakar bus yang tak jauh dari taman kota.
Derren mengejarku dan saat bus datang aku ingin melangkah masuk dia menahan tanganku dan menarikku menjauh dari halte bus.
Aku memberontak agar Derren melepaskan tanganku, tapi dia malah tambah kencang menggenggam tanganku. Aku tidak mau menuruti diriku dan aku memilih diam membiarkan Derren membawaku pergi.
Dia melepasku saat berhenti di depan mobilnya dan dia menatapku.
__ADS_1
"Apa?" aku
"Please Ast, gue gak akan berbohong sama lo. Gue serius gue beneran suka sama lo, gue tahu ini terlalu cepet tapi ini gak bisa gue tahan lagi selama ini" Derren
Derren mendekat padaku dan mencium bibirku sekilas. Aku kaku dan terdiam, First kiss ku telah diambil oleh Derren.
"..." aku diam
"Ok, gue tahu lo gak akan bisa terima secepat ini tapi... gue bakal lakukan apa yang mau gue lakukan. Sekarang gue anter lo pulang" Derren
Mau gak mau aku masuk kedalam mobil Derren dan dia mengantarku pulang. Aku rasa biarkan Derren membuktikan kata-katanya dan aku akan mencoba menyikapinya dengan baik.
...bersambung...
...kata-kata bijak? ...
“Nafsu hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat, tapi cinta yang tulus dan sejati akan memberikan kebahagiaan selamanya.
Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu.
Cinta tidak menuntut kesempurnaan, namun akan memahami, menerima dan rela berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan terluka.
__ADS_1
Satu hal penting dalam cinta, jangan berikan ruang di hatimu pada seseorang yang bahkan tak berusaha untuk tinggal di dalamnya.
Pelukmu adalah pulang yang kutuju dari kegilaan paling tajam.
Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak dapat dilihat atau didengar, tetapi hanya dapat dirasakan dengan hati.
Kesalahan terbesar dalam cinta adalah saat seorang mencintai kekasihnya dibanding dirinya sendiri.
Cinta mungkin hadir karena takdir tapi tak ada salahnya untuk saling memperjuangkan.
Cinta sejati ibarat bermain petak umpet. Sejauh apapun bersembunyi, tetap akan ditemukan.
__ADS_1