
...selamat membaca...
At, Jon Louis Apartemen, New York, USA.
Setelah misi selesai Kolonel Glove dibawa pergi menuju kantor polisi USA dan sekarang tugas kami selesai.
Hanya saja kami sedang menunggu Komandan Samsu sadar dari pingsannya. Dan butuh waktu 3 menit baru Komandan Samsu sadar dan wajahnya tampak bingung.
"Saya dimana?" Kom.Sam
"Anda sudah aman bersama kami komandan, jangan khawatir" Anta
"Ester? Kau disini? Kalian semua menyelamatkan aku dari Glove?" Kom. Sam
"Iya komandan" Widi
"Terima kasih" Kom. Sam
"Sekarang komandan hanya butuh istirahat saja" Carols
"Baiklah kalau begitu" Kom. Sam
skip
At, SMA Generasi Nusantara
Aku ada dikelas dan sekarang sedang jamkos, sekarang pekajaran guru kimia dan tidak ada tugas sama sekali.
Semua murid jadi ribut dah bermain hp mereka. Disini memang boleh membawa hp tapi, saat pelajaran di matikan jika ketahuan ada konsekuensinya.
"Permisi..." seorang murid mengetok pintu kelas
"Ada apa ya kak?" ucap Vanya wakil ketua kelas
"Saya mencari ketua kelas ada?" ucapnya
"Gak masuk kak" Vanya
"Ya sudah, wakilnya aja" ucapnya
"Saya kak!" Vanya
"Ikut saya" ucap kakak itu dan Vanya keluar kelas.
"Ada apa sih?" ucap murid lain
"Gak tau" jawab murid lain
---
[Waktu istirahat]
Saat bel istirahat Derren langsung mengejarku yang sudah pergi ke kantin mendahului dia.
__ADS_1
"Vril...!" Derren
"Ada apa?" tanyaku
"Mau kemana?" Derren
"Kantin,kenapa?" tanyaku
"Ikut" Derren
"Gak apa sih" aku
Akhirnya aku dan Derren pergi ke kantin bersama dan disana kita ngobrol.
"Lo punya waktu gak nanti?" Derren
"Hm? Kenapa?" aku
"Gak apa sih" Derren
"Sebenarnya lo itu ketemu sama gue ada yang mau lo omongin kan? Tapi, antara lo bingung dan ragu ya kan?" aku
"Enggak kok. Kalo gitu sorry gue ke kelas" Derren
Derren pergi meninggalkanku di kantin dan aku menunggu pesanan makan siang. Gak lama Ninda datang dan duduk didepanku dengan wajah serius.
"Lo jadian sama derren?" Ninda
"What? Jadian apaan? Enggak lah" jawabku jujur
"Perasaan lo aja tong" ledekku
"Perasaan gue bilang emang lo itu lagi deket sama Derren" Ninda
"Ck! Bukunya gimana?" tanyaku
"Seru banget, ada yang bahagia ada yang sad" Ninda
"Ya iyalah, itu kan dunia cerita selain sedih sama happy apaan? Kecuali kalo lo baca fantasi itu baru ada misterinya" aku
"Iya deh bu, lagi pms nih kayaknya" Ninda
"Udah deh, lo kesini mau ganggu gue atau istirahat?" aku
"Istirahat lah" Ninda
"Yaudah pesen makanan" aku
"Tadi udah" Ninda
"Yaudah" aku
"Oh ya Vril!" Ninda
__ADS_1
"Hm?" sahutku
"Kapan-kapan ajak gue ke toko buku. Gue mau beli buku gitu" Ninda
"Ya...kalo misalnya jadwal gue gak sibuk ya nin" aku
"Emangnya jadwal lo sesibuk apa? Kayak CEO aja sih" Ninda
"Repot pokokya" aku
"Jangan-jangan tidur lagi hahaha" Ninda
"Dih, seneng banget. Enggak lah! Gue gak mungkin tidur buat santai" aku
"Padahal lo itu butuh piknik banget loh" Ninda
"Ck! Enggak juga. Sebenarnya definisi piknik buat gue itu cuma singkat, padat dan jelas" aku
"Apaan?" Ninda
"Repot" aku
"Repot apanya? Ini piknik bukan naik gunung Rinjani" Ninda
"Maksudnya kalo piknik banyak bawaannya gue gak mau" aku
"Cuma barang. Lagian lo mau piknik bawa koper?" Ninda
"Hahaha..." tawaku
"Oh ya! Soal lo bolos kemarin itu kenapa?" Ninda
"Ada urusan mendadak banget beneran" aku
"Dadakan? Apa itu?" Ninda
"Acara keluarga" aku
"Tapi, kemarin muka lo kayak orang cemas" Ninda
"Iya, gue cemas takutnya gak dapet bis nanti" aku
"Alasan, mana ada kayak gitu" Ninda
"Ada Nin, lo gak percaya" aku
"Enggak" Ninda
"Terserah deh" aku
Ninda hanya tertawa melihatku yang sengsara. Untungnya dia tidak tahu kalau panggilan itu adalah panggilan untuk kasus Komandan Samsu dan sekarang kasusnya sudah selesai jadi tidak perlu dibahas lagi.
...bersambung...
__ADS_1
...see u...