Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 13


__ADS_3

...selamat membaca...


(Keesokannya)


Pagi ini,aku berdandan layaknya pemilik sekolah lagi dan berangkat menuju SMA Generasi Nusantara.


Sampai disana, guru bk, kepala sekolah, Clarisa beserta orang tua telah berada di ruang sidang untuk mengetahui isi sidang dan keputusannya apakah Clarisa dikeluarkan atau tidak.


"Pagi semua, maaf saya telat" ucapku dan berjalan masuk ruang sidang


"Pagi.." jawab semuanya serempak


"Baiklah, saya akan langsung memulai sidang hari ini. Saya telah memutuskan untuk mengeluarkan Clarisa dari sekolah! Karna tindakan pembullyan yang telah dia lakukan. Selain itu, banyak korban yang telah melapor" Jelasku


"Kenapa bisa ibu menyimpulkan seperti itu apa buktinya?! Anak saya tidak mungkin melakukan pembullyan!" ibu Clarisa buka suara.


"Hmm... apa saya perlu datangkan satu murid yang menjadi korban dari pembullyan Clarisa?!" tanyaku menantang


"Tapi, ibu harusnya konformasi dulu. Kalau begini saya tidak setuju! Kamu gak benar membully orang kan nak?" Ibu Clarisa minta jawaban Clarisa.


Aku hanya bisa melihat Clarisa dengan satu alis terangkat memberikan isyarat untuk menyuruh dia menjawab dengan jujur.


"Maaf ma" Clarisa menunduk


"Kamu.." ibu Clarisa menggantungkan kata-katanya.


"Kamu benar-benar mempermalukan mama" lanjut ibu Clarisa.


"Ini surat pengeluaran atas nama Clarisa Cantika kelas 12 Ipa 3. Silahkan ibu" guru bk


Ibu Clarisa tidak bisa apa-apa dan dia menandatangani surat pengeluaran dan mereka berdua keluar dari ruang sidang.


"Baik, saya hanya bisa memberikan keputusan langsung dan maaf... saya ada acara lain jadi tidak bisa berbicara yang lain dan masalah cctv saya sudah mempersiapkan semuanya. Baiklah, terima kasih pagi semuanya.." jelasku


"Pagi.." semuanya serempak


Aku keluar ruang sidang dan masuk mobil. Karna harus pergi ke perusahaan dan siap-siap ke bandara menuju perusahaan Kak Arvan.


Dan saat sudah sampai di perusahaan, aku bertemu dengan Rahel.


"Hai.." sapaku


"Hai... udah selesai tugas sekolah?" Rahel


"Udah, anak itu gue putuskan keluar. Gue gak nerima anak sekolah berperilaku kayak clarisa" jawabku


"Langsung lo keluarin?" Rahel


"Yap! Oh ya pesawatnya berangkat jam berapa?" tanyaku


"Jam setengah 10 kita udah berangkat. Karna kan jam 10 pesawat kita berangkat" Rahel


"Lo udah bawa pegawai penting?" tanyaku


"Udah, pak Andrea dan Hari juga" Rahel


"Oke. Berkasnya mana?" tanyaku


"Ini,besok salah satu perusahaan mau ketemu sama kita mereka mau ngajak rapat dan melihat investasi kita" Rahel


"Oh ya? Kapan mereka datang?" tanyaku


"Jam 10 Ther, lo sekolah kan?" Rahel


"Iya, gue bisa izin sih di tengah pelajaran nanti sans aja lah" ucapku


"Yaudah, asal jangan bolos aja" Rahel


"Enggak" gue senyum dan mulai mengecek berkas.


(Besoknya)


Pagi ini aku pergi ke sekolah dan saat masuk gerbang semua orang tampak terlihat sangat bahagia dan aku memutuskan untuk masuk kelas.


Saat masuk di kelas, Ninda sungguh senang dan bicara soal kabar sekolah hari ini dengan gaya hebohnya.


"Avvrriill... gue seneng banget..!!!" Ninda


"Ha? Kenapa?" tanyaku pura-pura tidak mengerti


"Lo tau gak? Selama lo gak masuk 2 hari kemarin ada berita apa?" Ninda


"Apaan?" tanyaku


"Lo tau kak Clarisa yang suka bully orang termasuk lo?" Ninda

__ADS_1


"Iya, kenapa?" tanyaku


"Dia di kick dari sekolah..!!!" Ninda


"Hah? Masa sih?" tanyaku


"Beneran! Ish kurang update. Makanya sekolah ini seneng banget karna biang kerok udah gak ada semua!" Ninda


"Baguslah, itu pelajaran yang baik buat mereka" jawabku dan tersenyum lebar


"Oh ya! Nih novel buat lo" aku memberikan 2 novel pada Ninda


"Wah... thanks Vril" Ninda senyum


"Vril! Ada yang nyari lo!" ucap ketua kelas


"Siapa?" tanyaku


"Gak tau, cewek sana!" ketua kelas


"Oh oke" aku keluar dari pintu dan ternyata dia..


"Asya? Ngapain lo kesini?" tanyaku


"Hm... bisa duduk disini?!" Asya menunjuk bangku di dekat kelas


"Oke" aku dan Asya duduk


"Ada apa?" tanyaku


"Lo pasti udah tau soal kak clarisa kan?" Asya


"Iya, baru aja" jawabku


"Apa itu lo yang keluarin?" Asya


"Ha? Iya kali, apa hak gue buat ngeluarin dia?" tanyaku


"Oh gitu ya... yaudah karna selama ini lo selalu bantu gue gimana kalo nanti siang lo makan sama gue di kantin?" Asya


"Hm..gimana ya.." Gantungku


"Please... sebagai ucapan terima kasih gue" Asya


"Okelah" jawabku dan tersenyum


"Santai aja" aku ikut berdiri


"Yaudah gue tunggu nanti ya.Bye.." Asya


"Bye.." Jawabku


Asya pergi meninggalkan aku sendiri dan Bu Aila masuk kedalam kelas.


"Pagi semua..." bu Aila masuk kelas


"Pagi..." semua serempak


"Baiklah, hari ini saya akan menyampaikan tentang acara wisata untuk kelas 11" Bu Aila


"Woah..." semua murid senang


"Permisi.." Derren masuk kelas


"Darimana kamu derren?" Bu Aila


"Dari kamar kecil bu" Derren


"Ya sudah duduk" Bu Aila


"Baiklah akan saya lanjutkan.. wisatanya adalah menulis tentang kegiatan keluarga kalian misalnya menanam padi. Kalian harus menulis bagaimana prosesnya. Jika, keluarganya adalah seorang karyawan tulis apa saja yang dikerjakan di sebuah kantor" Bu Aila


"Aa...bu! Kok wisatanya kayak gitu?" proted wakil ketua kelas Vanya


"Iya... itu wisata sambil belajar" Bu Aila


"Dan hari ini saya mau kalian buat masing-masing kelompok 4 orang, terserah mau bagaimana. Lalu, jika kelompoknya sudah terbentuk silahkan berikan ibu kertas beserta kemana kalian ingin berkunjung dan orang tua siapa mengerti?" Bu Aila


"Mengerti bu" jawab semua siswa


"Baiklah, saya tunggu" Bu Aila duduk di kursi guru.


"Vril! Sama gue ya" Ninda


"Oke" jawabku

__ADS_1


"Tapi, siapa lagi?" Ninda


"Derren! Lo mau ikut kelompok gue?" Ninda


"Sama siapa?" Derren


"Baru gue sama Avril" Ninda


"Gue sama Verel gabung, jadi pas. Rel! Sini!" Derren memanggil Verel dan mereka bergabung jadi satu.


"Oke kerumah siapa?" Verel


"Kerumah Avril gimana?" Ninda


"Eh?! Jangan.." protesku cepat


"Kenapa?" Derren


"Papa gue lagi diluar kota" jawabku asal


"Lah? Ibu lo kemana?" Derren


"Iya kalo ibu gue juga ikut papa gue ke luar kota nemenin papa gue" jawabku


"Oh.." Derren ber-oh ria


"Iya" aku


"Gimana kalo kerumah Ninda aja?" usulku


"Papa gue? Dia sibuk banget yang ada pas ditanya kita malah gak dijawab" Ninda


"Yaudah kerumah Derren!" Verel


"Oke" Derren


"Sip, kapan? Besok?" Verel


"Jangan! Gue gak ada dirumah" aku


"Lo kemana lagi?" Ninda


"Ada acara kakak gue" aku


"2 hari setelah ini" Derren


"Fix!" ucapku


"Oke, yaudah tulis!" Verel


Ninda menulis di sebuah kertas lalu semua murid memberikannya pada bu Aila.


"Baiklah, ibu tunggu 2 mingu lagi. Terima kasih.." Bu Aila keluar kelas.


Aku melihat arloji dan ternyata sudah jam set 9,dan itu terasa cepat sekali. Tiba-tiba ponselku berdering bersamaan dengan ponsel Derren.


"Halo?" Gue


Kita jam 9 berangkat dari rumah dan ini udah jam 08.30


"Oke, gue otw sekarang"


Oke hati-hati ya ther


"Hmm,bye"


Bye


Tut..tut.. (telpon diputus)


"Daah! Pamitin gue ya! Gue ada acara dadakan resmi. Oke?" ucapku


"Gue juga Rel" Derren membereskan tasnya


Aku berjalan keluar kelas membawa tas duluan lalu disusul Derren di belakangku. Ternyata aku sudah ditunggu mobil Van dan langsung masuk. Sampai rumah, keluargaku sudah siap semua.


"Asther?! Ayo siap-siap. Kamu mau 1 pesawat apa pisah pesawat?" Papa


"Asther... pisah pesawat aja pa sama sekertaris Asther juga kok" jawabku


"Okelah.." Papa


Setelah aku siap dengan dress putih, high heels hitam,aku padukan dengan jaket kulit berwarna putih dan menggulung rambutku dengan tusuk rambut berwarna putih dengan desain couple swan.


Terakhir aku berangkat menuju bandara karna Rahel bilang dia sudah menunggu disana.

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2