
...selamat membaca...
Hari ini Asther sedang berada di kelas bersama Ninda tetapi sejak tadi Ninda memegangi perutnya yang katanya sakit.
"Apaan dah? Lo dateng bulan apa?" Asther
"Gak kayaknya gue salah makan" Ninda
"Lah emang lo makan apaan kok salah?" Asther
"Entah, setau gue gak makan pedes lagi deh. Malah tadi malam gue gak bisa tidur abis-abisan" Ninda
"Parah banget kayaknya" Asther
"Eh, gue ke toilet aja ya Vril bye" Ninda
Asther hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah temennya itu.
\=\=\=
Asther POV
Deryl datang ke kelas sambil senyum gak jelas gue cuma bisa ngeliat dia dengan tatapan aneh.
"Kenapa kamu?" aku
"Gak apa, oh ya di koridor ada apa sih? Sejak kapan sekolah kamu bagiin sembako?" Deryl
"Maksudnya apa sih?" aku bingung
"Mau liat? Ayo!" Deryl menggandengku menuju koridor
Dan ternyata maksudnya itu koridor toilet yang sangat ramai siswa/i disana.
"Toilet? What's the mean of this?" tanyaku
"You can see by yourself babe" Deryl senyum
Aku penasaran dan mendatangi keramaian itu, ya ampun... ini ngantri ke toilet sampai seperti ini. Karna ada banyak orang aku bertanya pada salah satu murid disini.
"Permisi ini kenapa rame ya?" aku
"Ini itu pada sakit perut semua, lo enggak apa?" tanyanya balik
"Enggak, karna apa?" aku
"Gue gak pernah makan lagi kalo dirumah selain makan makanan kantin 3 hari belakangan" ucapnya
"Oh gitu, oke. Terima kasih ya" aku
Aku kembali ke hadapan Deryl dan dia masang muka bingung karna wajahku juga antara bingung, sedih dan kesel.
"What happen babe?" Deryl
"Semua pada sakit perut barengan, Ninda juga. Kamu enggak?" aku
"Enggak" Deryl
"Kata cewek yang aku tanya tadi dia dah gak makan dirumah jadi dia makan kalo istirahat di sekolah aja, Ninda juga bilang kalo dia gak pernah makan pedes" jelasku
"And then?" Deryl
"Aku yakin sakit perut ini karna makanan kantin" aku
"We must go in canteen right now?" Deryl
__ADS_1
"Yes!" aku langsung jalan ke kantin mendahului Deryl dan langsung masuk ke area dapur tanpa basa basi.
Memang pegawai kantin belum ada yang datang sepagi ini karna ini masih jam 06.45, sedangkan pegawai kantin datang jam 08.30 untuk persiapan istirahat jam 10.
"Apa yang bisa ditemuin disini?" gumamku sendiri
"Mungkin kita harus cek bumbu atau bahannya" Deryl
"Karna Ninda bilang ada koki baru jadi aku rasa dari bahan makanan deh, soalnya bumbu gak akan berubah kecuali koki punya makanan kreasi makanan yang baru banget maksudnya diluar makanan sehari-hari kayak pizza gitu. Dan itu butuh persetujuan pemilik sekolah loh" jelasku
"Kalo gitu, selesai istirahat kita bisa masuk dapur aja dengan alasan baik. Dan besoknya kamu datang sebagai pemilik sekolah buat omongin hal ini bareng sama guru dan bawa 1 murid" Deryl
"Great..!" aku mengacak kepala Deryl dan dia senyum.
\=\=\=
[Istirahat]
"Kapan mau kesana?" tanya Deryl
"Gini aja, kita ke kantin dan coba kita cium atau selidiki makanannya kali aja ada yang basi. Kalo seandainya gak ada apapun tapi, besoknya masih sakit perut aku bakal urus sorenya" aku
"Oke, ayo!" Deryl
Aku dan Deryl jalan masuk kedalam kantin, walaupun sakit perut mereka tetap makan mungkin dikalahkan sama rasa laparnya. Aku dan Deryl pesen makanan lalu duduk di meja berhadapan.
"Aku coba cium lauknya kamu sayurnya coba deh" Deryl
Aku nyium sayurnya dan baunya normal gak busuk atau lainnya, tapi entah kalo sama lauknya.
"Gimana?" tanyaku
"Agak... hm.. coba kamu aja deh" Deryl nyengir
Aku nyium lauknya tepatnya ayam untuk yang ini, dan baunya samar-samar kadang agak busuk kadang bau dari bumbu.
"Sayurnya enggak?" Deryl
"Enggak" jawabku
"Oke, kamu kapan buat rencana itu?" Deryl
"Pulang sekolah, aku mau pasang cctv yang ke hubung bagian Rahel aja. Jadi, besok dia gak sekolah buat pantau kantin" aku
"Oke" Deryl ngangguk
Aku dan Deryl langsung meninggalkan kantin tanpa makan makanan ini sama sekali.
(Gue juga pernah nyobain nasi gorengnya tapi kok fine aja? Oh ya! Nasi gorengnya kan gak ada dagingnya saat itu) pikirku.
\=\=\=
[pulang sekolah]
"Vril, lo gak pulang?" Ninda
Aku memang masih duduk santai saat anak murid buru-buru keluar kelas. Dan aku tidak sendiri tapi bersama Deryl.
"Nanti dulu" aku
"Oke, gue duluan ya bye" Ninda keluar kelas.
"Sip" aku
"Gimana?" Deryl
__ADS_1
"Kamu tunggu sini aja, aku nanti kesini sama Rahel sama Farel" aku
"Oke, hati-hati" Deryl
Aku keluar kelas dan berjalan menuju gerbang karna aku janjian dengan Rahel untuk menjemputku dan mengantarku ke gedung BA bertemu Farel.
\=\=\=
>> At, Gedung BA, Jakarta <<
Aku dan Rahel langsung masuk ke tempat atau ruang kerja Farel.
"Gimana Rel? Dah siap?" tanyaku
"Udah kok" Farel membawa tas yang berisi cctv kecil dan monitor tab.
"Oke" aku
Aku, Rahel dan Farel langsung pergi ke sekolah kembali.
Sampe sekolah aku, Deryl juga Rahel sedang mencari barang atau mungkin hal yang disembunyiin kokinya disini, sementara Ferel dia lagi memasang Cctv disudut dapur koki.
"Gue gak dapet apa-apa" Rahel
"Sama" aku
"Yaudah, kita tunggu aja hasil cctv" Rahel
Disela istirahat mencari barang yang asing, aku ngeliat ada plastik bening yang isinya serbuk aku spontan mengerutkan dahi melihat hal itu.
"Kayaknya enggak deh, ini" ucapku ngambil plastik itu.
Deryl dan Rahel bingung aku membawa plastik transparan itu, aku membukanya lalu menuangnya di meja.
"Apa ini?" Rahel
Aku menyentuh serbuk itu dan dan menggeseknya dengan jari lain.
"Arsenik" gumamku
(Siapa yang berani ngasih arsenik?) batinku
"Apa arsenik?" tanya Farel selesai dia memasang cctv
"Iya ini arsenik, persis gue hafal" aku
"Terus gimana?" Rahel
Aku membersihkan bubuk itu dari atas meja dan membuangnya ditempat sampah, sedangkan yang masih diplastik aku masukkan saku jas.
"Gue bawa ini, urusan cctv selesai kan?" aku
"Udah, cctvnya ke hubung juga ke pc gue xy" Farel
"Oke" aku mengangguk
"Yaudah, sekarang kita balik kerumah" Deryl
Kita semua keluar dari dapur koki dan pulang kerumah. Saat diperjalanan...
(Saat udah terbukti koki itu pake obat semacam ini gue bakal ke sekolah buat atasin ini semua. Mungkin gue butuh temen gue di Gedung Spy) batinku.
Hari ini aku tidak langsung ke rumah tapi pergi ke gedung Spy dan butuh bantuan untuk menyelidiki koki itu.
__ADS_1
...bersambung...