Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 42


__ADS_3

...selamat membaca...


Sepulang sekolah Asther memilih pergi ke rumah Deryl untuk meminta penjelasan bagaimana bisa dia berkelahi dengan teman dekatnya yaitu Verel.


"Siang tante" Asther


"Oh Asther sayang... ada apa?" tante Caelia


"Mau tanya Deryl tante, ada gak?" Asther


"Deryl? Bukannya sama kamu ya sayang? Dia belum pulang tuh" tante Caelia


"Belum pulang tante? Kemana ya?" Asther


"Gak tau, kamu gak sama Deryl? Kalian gak musuhan kan?" tante Caelia


"Enggak kok tante, aku mau temuin Deryl dulu ya tante bye" Asther pergi setelah tante Caelia mengizinkannya.


Asther masuk kedalam mobilnya dan disana dia mencari kontak Deryl dan menelfonnya.


"Halo?"


"Kamu dimana sih? Kok belom pulang?"


"Aku lagi jalan-jalan, kenapa?"


"Jalan kemana?"


"Ke taman waktu pertama kali aku bawa kamu"


"Ok"


Asther memutuskan sambungan telfon dan dia pergi menuju taman itu.


\=\=\=


>> At, Taman <<


Sampai di Taman dia langsung mencari tempat yang pernah Asther datangi dengan Deryl. Dan disana dia sedang bersandar pada punggung bangku taman sambil memejamkan matanya.


Asther berdiri di belakang bangku yang Deryl duduki lalu, perlahan Deryl membuka matanya dan kaget melihat Asther yang sedang menatapnya.


"Kenapa kamu gak pulang?" Asther beralih duduk di samping Deryl


"Kamu tau muka ku gini, yang ada mama sama papa malah pada ngoceh" Deryl


"Terus kamu mau gimana ? Gak mungkin kan kamu disini sampe lukanya sembuh?" Asther


"Emang gak mungkin, tapi aku pergi ke villa aja" Deryl


"Yakin?" Asther


"Iyalah" Deryl

__ADS_1


Deryl menyadarkan kepalanya dibahu Asther dan selang beberapa detik ponsel Asther berbunyi.


"Sebentar Ninda nelfon" Asther mengangkatnya dan Deryl kembali bersandar pada bangku taman


"Vril, lo dimana?"


"Di taman, kenapa?"


"Lo bisa ke sekolah sebrang gak? Maksudnya sekolah yang areanya deket sekolah kita"


"Ada apa sih? Kayaknya suara lo panik banget"


"Verel dikeroyok sama anak sekolah itu"


"What? Tunggu!"


---Tut ---


"Apa?" Deryl


"Verel dikeroyok sama anak SMA 2 Bangsa" Asther


"Ha?! Kapan?" Deryl


"Sekarang, ayo!" Asther berlari menuju mobilnya dan Deryl juga


Mereka berdua melaju dengan cepat di jalan dan pergi menuju SMA 2 Bangsa, sampai disana tidak ada orang sama sekalipun.


Saat Asther mau menelfon Ninda tapi telat, Ninda datang menghampiri Asther dari arah dalam sekolah sambil berlari.


"Di lapangan" Ninda ketakutan


Asther dan Deryl berlari masuk menuju lapangan saat sampai di lapangan Verel dikeroyok 4 orang sedangkan dia sendiri.


Asther dan Deryl bergerak cepat membantu Verel yang sedang dipukuli walaupun bibirnya dan wajahnya telah membiru.


Verel hanya pasrah dengan perlakuan murid SMA 2 Bangsa. Karna Asther tak terima, Asther mendorong orang yang sedang memukuli Verel itu.


Dan tak lama orang itu tersungkur di lapangan sambil menatap Asther tajam. Justru Asther senang melakukannya karna dia tak lama tidak memukul orang setelah kasusnya terus bertambah.


"Siapa lo?" Tanyanya


Asther tak menjawab tapi, dia malah melihat name tag anak itu dan namanya 'Dio'.


"Dio Setia Haris, lo anak CEO kan?" Asther


Iya, Asther mengenal Dio. Karna perusahaan ayahnya nomor 5 besar jelas saja Asther mengenalnya, walaupun mungkin Dio tak mengenalnya.


"Lo anak cewek gak usah ikut campur" Dio berdiri mendekati Asther


"Dia temen gue, dan dia lo pukulin sampe bonyok. Kayaknya lo juga harus dapet perlakuan sama biar ayah lo tau" Asther memukul Dio dan dia terjatuh lagi.


3 temen Dio yang sedang memegang Verel pun melepasnya dan membalaskan kepada Asther dan Deryl.

__ADS_1


Asther dengan sangat cepat memukul 1 cowok itu sedangkan 2-nya diurus Deryl. Dio bangkit dan mencoba memukul Asther.


Bugh....


Bugh...


Tapi, Asther menunduk dan memukul perut Dio dari arah bawah. Dio dan 1 murid yang melawannya tadi bergantian memukul Asther tapi, tak ada satupun dari mereka yang bisa mengenai Asther.


Asther hanya menyeringai dan dia senang karna Dio dan temannya telah melawan orang salah, sedangkan Asther menengok kearah Ninda untuk menyuruh membawa Verel menjauh sedangkan Asther dan Deryl berdiri berdampingan mengawasi mereka ber-4.


"Verel dah buat masalah sama gue, kenapa kalian berdua yang maju? Berarti Verel pengecut!" Dio


Asther marah dan dia berjalan menuju Dio dan memegang kerah seragamnya dengan kencang sambil menatap Dio tajam.


"Berani lo bilang itu dan ganggu temen gue atau apapun sama sekolah gue, lo bakal berurusan sama kita dan lo udah salah cari lawan" Asther


"Lo beruntung karna lo cewek gue gak tega, seandainya lo cowok kayak pengecut itu udah gue habisin lo" Dio


Asther tak terima dan dia mengangkat Dio mencoba membuat Dio berdiri setelah itu dia menampar pipi Dio ala wanita.


"Kalo lo anggap gue kayak gitu... Lo bisa mukul gue sekarang, kalo misalnya lo anggap gue kayak cowok" ucap Asther dengan pelan


Tapi, Dio tak menjawab dia hanya memegangi pipinya yang biru.


"Cepet! Mana? Lo malah diem kan?" Asther


"Gue gak mungkin lawan lo! Karna lo cewek tau?" Dio


"Stupid! Kalo gitu kenapa lo tadi coba pukul gue hah?! Karna lo dah salah lawan gue...liat apa yang bakal terjadi setelahnya" Asther menendang Dio dan dia terjatuh lagi.


Ke-3 temannya tak ada yang berani berkutik, mereka pergi begitu saja. Sedangkan Ninda merangkul Verel membantunya berdiri.


"Thank you ya Vril" Ninda


"Iya Nin, oh ya sebaiknya kalian berdua pulang. Kasih penjelasan ke orang tua Verel nanti" Asther


"Oke Vril" Ninda


"Kalo ada masalah bilang bro jangan dipendem lagi" Deryl menepuk pundak Verel perlahan tapi Verel hanya diam


"Yaudah Ren... Vril. Gue sama Verel balik duluan" Ninda


"Oke hati-hati" Asther


"Hati-hati Nin" Deryl


Setelah itu Asther pergi bersama Deryl. Saat perjalanan Deryl merangkul bahu Asther dan dia tersenyum.


"Apa sih?" Asther


"Cewek ku keren ternyata" Deryl mengacak puncak kepala Asther


"Iya, yaudah masuk mobil sana. Pulangnya hati-hati" Deryl membukakan pintu mobil kemudi dan Asther masuk kedalam.

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2