Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 07


__ADS_3

...selamat membaca...


"Ash, sial!" Wiliam menggerutu


"NGAKU!!" Gita


"SAYA HITUNG SAMPAI TIGA..1.." ucap Anta menggantung.


"Wil ngaku aja" ucap temannya


"2..!!" Anta melanjutkan


Diluar ekpektasiku, Wiliam malah mencoba memukul polisi dengan sikunya dengan gerakan cepat saat semua ingin menodongkan pistol pada Wiliam. Aku mengangkat tangan ke arah tim dan mereka menurunkan pistolnya kembali.


Aku menghampiri pria yang posisinya sedang di borgol oleh Gita dan Anta alias si pakaian hitam. Dan Rahel dia tetap berada di samping Wiliam, seandainya nanti Wiliam mencoba kabur dan Axen dia berdiri tak jauh disamping teman Wiliam.


-Rahel, Axen.. Ester. Hati-hati mereka gak sendiri. Gue udah kirim beberapa polisi ke daerah Mall Central good luck!- Farel


"Thank you" jawabku


"Siapa lo? Balikin uangnya atau gue tembak!" ucap Wiliam mengancam


"Sebelumnya saya ingin bertanya pada anda tuan" tanyaku sambil berjalan menuju hadapan Wiliam.


Wiliam diam tak menjawab dan masih fokus pada pistol yang berani ia rebut dari anak buahku.


"Apakah benar anda adalah Wiliam Stefanus Arafan?" tanyaku dengan dingin


"Apa urusan lo?" Wiliam


Aku mengangguk lalu smirk menatap Wiliam yang memegang pistolnya mengarah ke wajahku tepatnya dia menodongku saat ini.


"Baiklah, santai saja. Kau tahu kenapa saya dan semuanya mengrebek dan menggeledah bar favorit ini?" tanyaku


"Apa mau lo? Siapa lo? Apa tujuan lo kesini?" tanya Wiliam bertubi-tubi.


"Saya hanya minta padamu, kembalikan seluruh uang yang telah kau bobol" ucapku


"Gue gak bakal melakukan itu!" Wiliam

__ADS_1


Saat membalikkan badannya dia terkejut setengah mati saat Rahel telah merebut kembali pistol ditangan Wiliam dan melemparkan pada salah satu anak buah yang tak jauh dari Rahel.


Setelah itu, dia menodong dengan pistol dan memutar tubuh Wiliam menghadap ke arahku dan pistol itu masih setia menodong kepala Wiliam.


"Jujur! Kita mau lo jujur! Dan masalah ini selesai dengan baik!" Rahel


"Bagaimana?" tanyaku sambil bersedekap


"Sebelumnya, kau siapa?" tanyaku pada pria pakaian hitam yang di pegang oleh Gita dan Anta.


"Saya bukan siapa-siapa" jawabnya


"JUJUR!!!" teriakku dengan tegas


"Hmm..." gumamnya


Dia agak gugup dan aku mengisyaratkan untuk membuka kupluk jaket dan topinya, terlihat jelas siapa orangnya dan aku mengenal pria ini.


"Anda Gioval Haris, kenapa anda masih mau mencoba hal ini untuk ketiga kalinya?" tanyaku


"Lo gak usah.."


Aku dan seluruh anak buahku memang dilatih untuk bersikap keras agar mereka semua bisa menurut.


"Jelaskan semuanya pada saya Gio!" kesalku


"Saya disuruh Wiliam!" Gio


"Kenapa kau menurut?" tanyaku


"Dia hanya memakai uang itu untuk kesenangan dan melanjutkan profesi ayahnya selain menjadi mafia dan yang lainnya" Gio


"Bohong!" Wiliam


"Saya tidak perlu argumen anda! Saya bertanya pada Gio!" jawabku


Axen beralih menuju belakang Wiliam dan teman Wiliam dijaga polisi lain tanpa sepengetahuannya.


Axen berpindah karna Wiliam sudah memegang pistol, Axen akan bergerak cepat jika seandainya Wilian melakukan hal-hal lain, entah darimana dia mendapatkan pistol lagi.

__ADS_1


"JUJUR SAJA! JIKA JUJUR MASALAH INI SELESAI!" polisi lain berteriak tegas.


"Jika anda jujur kalian akan menyelesaikan masalah lebih cepat dan baik! Saya gak punya banyak waktu!" ucapku


"Oke gue jujur!" Wiliam


"Gio anak buah gue udah lama sejak dia keluar penjara dan dia butuh uang buat hidupnya setelah ortunya pergi dan dia gue suruh kayak gini sebagai penerus ayah gue. Gue yakin kalo gue ngelakuin ini ayah gue seneng" Wiliam


"Anda salah! Dia bahkan kecewa anda melakukan seperti ini! Ayah anda mafia dan saya kenal dengannya. Dia sempat berubah baik sebelum pergi dan dia menyesali semuanya! Anda rasa dengan melakukan itu ayah anda senang?!" ucapku


"..." Wiliam terdiam


"Bisa di lanjutkan di kantor. Bawa semua yang terkait!" perintah gue pada semua polisi disini.


Wiliam telah diborgol dan dipegang anak buahku. Setelah seluruh pelaku keluar aku, Rahel dan Axen berdiri di depan club lalu segera keluar dari jalan kecil.


Clubnya masuk ke dalam gang kecil. Dan sekarang semua udah keluar dari gang kecil, aku beserta yang lain masuk kedalam mobil SUV.


"Huh.." keluhku mencopot kacamata dan mengahapus make up sambil bersandar.


"Gila gak enak banget baunya. Lo betah Xen disana?" Rahel


"Gue udah biasa disuruh kek gini kan sama Ester" Axen


"Pantesan santai aja, apalagi pas gue deket wiliam tadi hampir muntah" Rahel


"Paling gak enak emang kalo misalnya kasus di dalem club banding bangunan tua" jawabku


"Haduh.." Rahel


Axen nama lengkapnya adalah Axen Grays anak keturunan Inggris Indonesia ini berumur 16 tahun tapi postur dan tinggi badannya menampakkan bahwa dia berumur 23 tahun.


Makanya, Axen tak pernah di curagai saat masuk club seperti itu. Karna, aku juga sering nyuruh Axen untuk memantau kasus seperti ini kalau berhubungan dengan Club dan dia juga tak pernah terbuka identitasnya ke publik.


"Thanks semuanya buat tugas hari ini! Kita berhasil! Kapan-kapan kita pesta sama Farel juga anggota lain oke?" tanyaku


"Siap" Rahel dan Axen senang dan aku tersenyum lega.


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2