Siapa Perempuan Misterius Itu?

Siapa Perempuan Misterius Itu?
episode 45


__ADS_3

...selamat membaca...


"Ganggu!" Asther


"Mau apa lo kesini?" Deryl menjawab


"Lo siapa? Pacarnya?" Dio


"Iya kenapa?" Deryl


"Oh gitu, kalian saling bela. Gini kedatangan gue bener-bener baik cuma minta 1 hal yaitu balikin data perusahaan papa gue udah itu aja" Dio


"Gue bakal balikin kalo lo tarik suruhan lo!" Jawab Asther menatap Dio dengan tajam karna geram.


"Suruhan? Siapa suruhan gue?" Dio


"Gak usah pura-pura gak tau, papa lo nyuruh seseorang atau koki berandalan itu buat ngeracunin anak murid SMA Generasi kan?" Deryl


"Santai, gue gak tau apapun soal itu" Dio


"Bohong! Lo pasti tau urusan papa lo sendiri" Deryl


Asther hanya menyeringai dan duduk santai menatap Dio disampingnya.


"Apa buktinya kalo emang itu orang suruhan?" Dio


"Kita emang belom punya bukti, tapi informasi itu bener. Apa perlu gue cari bukti nyata?" Asther


"Cari aja kalo gitu" Dio


"Kalo emang lo lebih mentingin kasus papa lo daripada perusahaan gue gak akan nolak" Asther


Asther dan Deryl keluar restoran, bener-bener malam yang buruk dan saat sampai diluar restoran tanpa disadari tangan Asther ditarik kebelakang oleh Dio dan itu membuat Asther memeluk Dio.


"Apaan sih!" Asther meronta


Tapi, Dio malah mengeratkan pelukannya. Deryl tak diam saja melihat perlukan Dio dia menarik Asther dari pelukan Dio dan itu berhasil.


"Apa lagi urusan lo?" Deryl


"Gue cuma mau dia" Dio


"Apa?" Deryl


Bugh...


Deryl mendaratkan pukulan tepat dipipi Dio dia benar-benar sangat marah mendengar kata-kata itu.


Dia menarik Asther untuk masuk kedalam mobil setelah itu mereka pergi menjauh dari restoran.


"Apa maksud dia?" Deryl


"Kamu gak usah emosi Ryl" Asther


"Gak emosi gimana? Kalo permintaannya itu kamu?!" Deryl kesal


Asther yang tahu Deryl sedang marah pun dia hanya diam, tak mau memperburuk keadaan karna ucapan yang mungkin tidak harus dibicarakan.


Deryl tak mengarahkan mobilnya menuju rumah tapi, dia hanya mengarahkan menuju sebuah taman yang sepi hanya beberapa yang ada disana.


Deryl langsung turun dan meninggalkan Asther yang masih didalam mobil, Asther merasa bersalah karna ucapannya, dia akhirnya menyusul Deryl dan melihat dia sedang duduk dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangan.


Asther duduk di samping Deryl dalam diam dan menatap Deryl sesekali menatap ke arah Depan.


"Hmm...maaf kalo tadi.." Asther


Deryl memeluk Asther membuat ucapannya terpotong dan Asther membalas pelukan itu.


"Harusnya aku yang minta maaf karna udah marah sama kamu tadi. Maaf aku gak bisa kontrol emosi" Deryl


"Hmm, gak apa. Aku emang harusnya gak bilang gitu ke kamu" Asther tersenyum


Mereka melepaskan pelukannya dan saling menatap.

__ADS_1


"Gak marah kan?" Deryl


Asther membuang nafas dan dia senyum lalu menatap rambut Deryl yang berantakan akibat dia acak mungkin.


"Kalo marah, rambutnya juga gak usah berantakan" Asther merapikan rambut Deryl


Deryl menatap Asther dengan senyuman saat rambutnya dibenarkan, dia benar-benar sayang dengan wanita didepannya.


"Love you" Deryl dan senyum


"Love you too" jawab Asther


"Batalin semua rencana kamu" Deryl


"Iya, nanti aku batalin" Asther


"Sekarang cantik" Deryl


"Oke deh" Asther


Asther mencari nomor telfon Jihan dan menelfonnya.


"Halo? "


"Jihan, batalin rencana yang gue kasih tau ke lo"


"Kenapa? "


"Rekan gue dah tau semua infonya"


"Oh oke deh"


Tut...


"Udah kan?" Asther


"Sama agen 101?" Deryl


"Banget, kamu gak usah pusing ini aku yang urus" Deryl


"Oke oke" Asther


Asther mencari kontak telfon Raihan dan menelfonnya.


"Ada apa bos? "


"Han, batalin semua rencana"


"Kenapa gitu? "


"Gak apa, rekan gue punya rencana sendiri"


"Oh gitu, yaudah"


"Oke"


Tut...


"Udah kan?" Asther


"Oke, sekarang ayo kita pulang" Deryl mengenggam tangan Asther dan mereka berdua kembali menuju ke mobil untuk pulang


\=\=\=


Saat ini keluarga Asther sedang sarapan dan mereka sama-sama diam dengan makanan masing-masing di depannya.


"Asther..." papa Louis


"Iya pa?" Asther


"Papa dengar sekolahmu lagi keracunan makanan gimana bisa itu kejadian?" papa Louis


"Jadi pa, kata temen Asther sejak Asther ada di Paris itu udah kedatangan koki baru, dan menunya ada menu spesial yang populer selama 3 hari belakangan tapi setelah itu semuanya sakit perut. Pas Asther ke dapur ternyata koki itu pakai arsenik dimakanan itu" Asther

__ADS_1


"Arsenik?" mama Clary


"Iya ma" Asther


"Terus gimana itu?" mama Clary


"Deryl dah urus semua ma... pa" Asther


"Deryl? Kalian masih berhubungan?" papa Louis


"Pacaran bahkan pa" ledek mama Clary


"Ma~" rengek Asther


"Baguslah kalo gitu, papa suka kalian akrab bahkan deket gitu" papa Louis


"Iya deh pa" Asther


Tin...tin... (klakson mobil)


"Siapa itu?" papa Louis


"Biar mam.." mama Clary


"Asther aja ma yang cek" Asther berdiri mendahului mamanya.


Asther berjalan menuju depan pintu dan membukanya.


"Hmm...ngapain dah kesini? Ini masih pagi" Asther melihat orang di depan rumahnya, Deryl.


"Berangkat sama kamu, kamu gak suruh aku masuk?" Deryl senyum


"Yaudah, ayo masuk. Papa sama mama lagi sarapan" Asther


"Gak apa, mau ketemu camer" Deryl


Deryl berjalan dengan senang menuju dapur dan Asther hanya rolling eyes melihat tingkah pacarnya yang hari ini seperti anak kecil.


"Tante...om.." Deryl bersalaman


"Deryl? Oh? Mau bareng Asther?" papa Louis


"Iya om" Deryl berdiri disamping papa Louis


"Duduk nak deryl, kamu udah sarapan?" mama Clary


"Udah kok tante" Deryl


"Deryl kesini cuma mau nunggu Asther aja ma hhaa" tawa Asther saat dia baru sampai meja makan dan duduk.


"Sekalian bareng" Deryl senyum


"Mama sama papa kamu gimana Ryl?" papa Louis


"Oh? Baik om, sama kayak om sama tante" Deryl


"Papa lupa mau ngomong sama kamu Ast mungkin ortu Deryl juga belom kasih tau, besok kalian absen sekolah buat pertemuan antara keluarga Deryl sama kita. Jadi, besok kalian harus siap" papa Louis


"Dimana pa? Kan di Jakarta aja kan?" Asther melanjutkan sarapannya


"Kemungkinan kalo gak keluar kota atau negri, karna kita sekalian ketemu sama CEO lain" papa Louis


"Oh gitu, oke om" Deryl


"Baguslah" mama Clary


"Yaudah ma... pa Asther berangkat" Asther bersalaman bersamaan dengan Deryl


Dan mereka berdua pergi berangkat sekolah.


...bersambung...


...see u tomorrow...

__ADS_1


__ADS_2