
[Misi 16 berhasil. Hadiah uang sebesar 1 Miliar sukses ditransfer ke rekening Tuan!]
Julian langsung menegakkan punggungnya yang bersandar malas di kursi duduk kafe. Matanya membuka lebar dan satu senyum tipis menyungging di bibir.
Bukan hanya soal uang yang masuk ke dalam rekeningnya yang membuat Julian bersemangat. Energinya perlahan pulih seiring aliran hangat terasa membanjiri seluruh pembuluh darah. Kemampuan supranatural, kekuatan dan ketahanannya meningkat, diikuti dengan poin-poin lain yang biasa dilihat dalam statusnya.
Julian merasa bugar, sehat dan kuat. Rasa lelahnya hilang, begitu juga rasa lapar dan haus. Ia ingin segera pulang, menghabiskan waktu santai di rumah. Ada agenda yang ingin dikerjakannya esok hari setelah mendapatkan uang sebanyak itu.
Selain mencari pusaka dan batu mustika untuk rencana mengisi toko barang antik, Julian ingin mencari rumah yang lebih layak untuk ditinggali keluarga pantinya.
“Boleh aku lihat statusku, Mbah!”
[Sistem Kekayaan Paranormal]
[Status]
[Nama : Julian El Sandi]
[Umur : 18 Tahun]
[Level Paranormal : Gold]
[Kekuatan : 57]
[Ketahanan : 50]
[Kepandaian : 55]
[Ketampanan : 81]
[Pesona : 65]
[Keberuntungan : 45]
[Kemampuan supranatural : 50]
[Kemampuan khusus : Seni bela diri kuno, Seni membuat rajah.]
[Dana : 2,131 Miliar]
__ADS_1
[Misi 16 : Berhasil]
[Hadiah : Sejumlah uang dan penambahan poin]
[Hadiah misteri : Ajian Semar Mesem, Ajian Bolo Sewu, Ajian Kluntung Wesi, Ajian Asmoro Kuning, Ajian Jolo Emas, Ajian Waringin Sungsang.]
[Hadiah spesial : Kemampuan melihat kegaiban, Kemampuan melihat masa depan.]
[Misi 17 : Belum tersedia]
[Sistem pemandu : Mbah Jambrong]
Julian membaca sekilas perubahan poin-poin yang ada dalam status paranormal. “Terima kasih hadiahnya ya, Mbah! Aku jadi punya modal tambahan untuk buka usaha sekaligus membantu ibu dan adik-adik di panti.”
[Sama-sama, Tuan!]
Julian bernafas panjang-panjang seraya berbicara sendiri, takjub dengan pencapaiannya sejauh ini. “Mengurus tiga pekerjaan dalam satu misi ternyata banyak menguras energi, tapi tetap sebanding dengan apa yang aku dapatkan. Rasa lelahku langsung hilang, berganti dengan energi yang meluap-luap dan terus berputar dalam dada. Benar-benar sistem yang menakjubkan!”
Reina datang dengan segelas jus jeruk dan makanan ringan. Ia langsung penasaran karena mendengar Julian bergumam sendirian. “Hei … ngomong sama siapa kamu barusan, Julian?”
“Oh, aku ngobrol sama jin peliharaanku!” jawab Julian cuek.
“Jin peliharaan? Kamu serius bisa bicara sama jin?” tanya Reina tak percaya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau teman satu kelasnya semasa SMA itu ternyata memiliki beberapa keanehan.
Tapi, apapun alasan Julian … Reina tidak bisa memungkiri fakta kalau Julian yang baru saja dilihatnya sedikit berbeda dengan Julian yang ditinggalkannya sepuluh menit lalu.
Menurut Reina, Julian menjadi lebih mempesona dan menggairahkan dengan bulir keringat yang masih sedikit tertinggal di dahi dan lehernya.
Melihat Julian enggan menjawab, Reina mengubah pertanyaannya. “Kamu punya khodam kayak paranormal yang viral di tv itu?”
Julian menyeringai, tak menggubris rasa penasaran Reina. Ia menerima jus dan makanan kecil yang diulurkan Reina. “Aku minta air putih tadi, kenapa berubah jadi jus jeruk?”
“Ini murni ideku, kamu berkeringat banyak … jadi kamu butuhnya jus. Minuman ini lebih sehat dan bervitamin, bagus buat kamu yang sedang kelelahan. Ini cemilan juga masih fresh banget, Rio sendiri yang bikin khusus buat kamu,” jawab Reina dengan gaya meyakinkan.
Julian menenggak jus jeruknya hingga setengah gelas, lalu memakan cemilan tanpa memperdulikan Reina yang duduk tepat di sebelah kirinya.
“Kita pulang saja setelah ini, tidak perlu menunggu Mas Aji datang. Toh pekerjaanku sudah selesai, antarkan aku ke kafe lagi untuk ambil motor!” kata Julian seraya menepuk remahan cemilan yang jatuh di atas paha.
“Motor kan bisa kamu ambil besok, aku antar langsung ke rumahmu, ya! Aku penasaran ingin mampir tempat praktekmu walaupun sebentar,” ujar Reina penuh muslihat. Ia memperkirakan obat penaik libido yang diberikan pada Julian akan segera bekerja.
__ADS_1
A few moments later ….
Seharusnya minum setengah gelas jus sudah bisa memberikan efek pada Julian dalam waktu beberapa menit. Namun, Reina tidak melihat tanda-tanda itu pada Julian. Pemuda itu masih saja mengabaikannya, hanya makan cemilan, minum dan sesekali bermain ponsel.
Julian mendengus dingin mendengar Reina yang terus memaksa mengajak pulang ke rukonya, “Aku mau ambil motor dulu, kalau kamu keberatan mengantarku kembali ke kafe, aku bisa naik ojek online!”
“Aku akan mengantarmu, kamu sedang lelah … nanti malah aku dimarahin Mas Aji,” sahut Reina lelah dan kecewa. Berkali-kali ia mengamati sikap Julian yang tetap dingin padanya. Sorot mata pemuda itu juga tidak mengekspresikan hasrat sedikitpun.
Pasti ada yang salah!
Apakah dosis umum yang baru diberikan olehnya tidak mempan untuk Julian? Seharusnya, dalam situasi dan kondisi tubuh kurang tenaga, obat peningkat hasrat itu lebih cepat memberikan pengaruh. Bukan tak bereaksi sama sekali.
“Ayo!” Julian menghabiskan jus jeruknya, menatap sebentar ke dalam gelas yang hanya bersisa beberapa tetes, lalu berkomentar sarkas pada Reina. “Jus jeruknya rasanya agak beda dari yang biasa aku minum, agak pahit dan berbau bahan kimia!”
“Itu memang bukan murni jeruk, aku menambahnya dengan sirup perasa agar lebih enak dan manis!”
Reina nyaris tersedak, apakah hidung dan lidah Julian sepeka itu sampai bisa merasakan obat yang seharusnya tanpa rasa itu dalam minumannya? Ia menjadi was-was kalau Julian menyadari ada sesuatu yang ditambahkan Reina dalam minuman tersebut.
Julian menatap Reina tanpa ekspresi. Ia tidak berminat untuk memperpanjang obrolan atau berdebat mengenai jus jeruk yang baru saja diminumnya. Gelagat aneh Reina yang terus saja memperhatikan dirinya, seolah menunggu sesuatu terjadi membuat Julian bertanya-tanya dalam hati.
Sayang Julian tidak tahu apa yang ada di dalam minumannya. Ia tak pengalaman dengan dunia malam atau pergaulan yang terlalu dewasa. Julian sehari-hari hanya menghabiskan waktu untuk sekolah dan mencari uang untuk makan.
Beruntung, Julian menjadi lebih kuat setelah bekerja sama dengan sistem paranormal yang menyatu dengan tubuhnya. Untuk terpengaruh dengan obat dosis umum tersebut, kemungkinannya sangat kecil. Ketahanan fisik terhadap makanan dan minuman yang tidak baik bagi tubuhnya bekerja maksimal.
“Selama kamu tidak mencampur racun pada minumanku, kenapa kamu harus takut? Ekspresimu sangat mencurigakan!”
“Mana mungkin aku melakukan hal tercela seperti itu padamu? Apalagi kamu sudah membantu Mas Aji mengurus tiga kafenya.”
Rasa takut Reina segera terkikis dan akhirnya hilang karena Julian bersikap biasa padanya. Tidak marah atau bertanya mendetail mengenai jus jeruk buatannya.
Tapi, yang sangat mengecewakan Reina adalah … pemuda itu tidak meliriknya sama sekali selama perjalanan kembali ke kafe pertama. Padahal, ia sudah membuka dua kancing paling atas bajunya sebagai umpan.
Reina jadi berpikir yang tidak-tidak mengenai Julian. Jangan-jangan … Julian memang tidak memiliki selera terhadap perempuan!
Atau sebenarnya Julian tipe pemuda yang sangat sabar dan setia? Karena mencintai Marsha selama tiga tahun tanpa mendapatkan balasan itu tidak bisa dibilang biasa! Karena menolak pesona Reina yang tak kalah cantik dan juga kaya pasti butuh pertimbangan ekstra.
Rasanya … jadi tidak salah kalau Reina ingin mendapatkan Julian! Pemuda itu terlalu tampan dan menantang untuk dibiarkan! Lagi pula, apa yang tidak bisa dilakukan putri konglomerat seperti dirinya, heh?
***
__ADS_1
^^^Urip iku terus mlaku bebarengan karo wektu, sing biso gowo laku supoyo becik nasibmu … cvk cocote!^^^
^^^Selamat datang Mei, semoga menjadi bulan penuh rezeki dan berkah untuk kita semua. Salam - Al^^^