Sistem Kekayaan Paranormal

Sistem Kekayaan Paranormal
Penyelesaian


__ADS_3

Big thanks untuk Neng Innun, Kak Ika, Winda, Khadina, Asgard, Riedha, Anna, Thalia, Ibue Irul, Ayli, Gavin, Mikha, Mia, Rintik, Anonim, Raka dan semua pendukung dan pembaca Sistem Kekayaan Paranormal. Tanpa teman-teman semua, Al bukanlah apa-apa.


*


*


Ditemani Laila dan mamanya, Julian menabur bunga di atas makam Bryan El Sandi. Sang sutradara film yang berpulang ke hadapan Tuhan tujuh belas tahun lalu karena kanker otak. Pria yang menghilang tanpa jejak itu ternyata pergi keluar negeri untuk berobat.


Namun, Thalia tidak pernah tahu hal itu. Ia terlanjur sakit hati dan tak kuat mental, hingga terpaksa menitipkan Julian ke panti asuhan. Usia muda menggelapkan matanya untuk mengaku masih gadis ketika menikah dengan papanya Laila. Toh perawakannya kala itu sebagai artis pendatang baru terhitung sempurna.


El Sandi pergi tidak hanya meninggalkan nama belakangnya untuk Julian, putranya. Tapi juga mewariskan kemampuan seni dalam bernyanyi. Ya, Julian lagi-lagi tersenyum pahit karena tidak akan pernah melihat ayahnya. Hanya beberapa foto usang yang ditunjukkan Thalia yang menjadi dasar Julian untuk mengenang pria tersebut.


Satu keberuntungan kecil hadir dalam hidup Julian yang malang, yaitu Julian tidak mengenal ayahnya dari sejak bayi. Jadi, ketika ia mengetahui fakta bahwa ayahnya telah tiada, rasa sakitnya tak seberapa menyiksa.


Julian justru tidak bisa membayangkan jika ayahnya masih hidup dan terbukti menelantarkannya. Mungkin Julian akan menghajar pria bernama Bryan El Sandi itu hingga mati karena sudah menjadi pecundang dengan tidak bertanggung jawab pada kehamilan ibunya. Hingga ibunya terpaksa menjalani masa sulit dan menitipkan dirinya di panti asuhan ketika lahir.


Segala sesuatu memang selalu ada penyebab utamanya, selalu ada hukum akibat yang mengikuti. Tapi Julian memilih untuk memaafkan orang-orang yang telah membuat hidupnya serba kekurangan selama delapan belas tahun. Karena menurut Julian, darah selalu lebih kental daripada air.


Lagi pula, jika Julian tidak melewati masa tersulit dalam hidupnya, mungkin ia tidak akan terpilih oleh sebuah sistem yang bisa mengantarkannya pada puncak kekayaan dan kejayaan.


Julian merangkul bahu mamanya, “Kita pulang, Ma!”


“Kamu ada acara?”


“Itu … aku sudah ditunggu Marsha!” jawab Julian sembari menunjuk mobil yang parkir di jalan depan area pemakaman.


“Ajak dia ke rumah untuk makan malam nanti,” kata sang artis yang akhirnya memutuskan mundur dari dunia yang membesarkan namanya setelah suaminya tiada.


Thalia ingin tinggal bersama Julian untuk mengganti kebersamaan yang hilang selama delapan belas tahun. Kebetulan, orang tuanya juga tinggal di Yogyakarta, begitu juga dengan putrinya yang bersekolah di salah satu internasional school di kota itu.


“Oke. Aku jalan duluan ya, Ma! Mama pulang sama Laila nggak apa-apa, kan?” tanya Julian memastikan. Ia sungguh tak enak hati karena harus berpisah dengan mama dan adiknya di depan pemakaman.


Thalia mengangguk, "Tidak masalah!"


"Hati-hati ya, Kak! Salam buat kakek sama nenek!" ujar Laila melambaikan tangan.


Ya, Julian ingin mengunjungi orang tua dari ayahnya yang tinggal di Bantul bersama Marsha.


Berbekal beberapa foto usang dari ibunya, Julian akan menyambung silaturahmi dengan keluarga dari pihak ayah. Setidaknya hidupnya yang tidak lengkap selama ini menemukan kepingannya. Dan hal itu lebih dari cukup bagi Julian untuk menjalani masa depan.


“Hai bebi … siap berpetualang?” tanya Julian cengengesan ketika masuk ke dalam mobil Marsha. Gadis yang memporak-porandakan hatinya semasa SMA itu semakin dekat setelah insiden kecelakaan bersama Reina.


Intensitas chat dan telepon harian membuat keduanya sepakat untuk bersama dalam ikatan cinta. Marsha yang selalu menjadi dewi penolong ketika Julian mendapatkan bully semasa SMA belum bergeser dari hati Julian.

__ADS_1


Bukan hal besar memang, tapi Marsha adalah satu dari sekian banyak cewek yang tidak ikut merendahkan dirinya di kelas. Cewek yang tidak sungkan meminta bantuan ulangan padanya, yang dengan senang hati memberikan bekal mewahnya untuk Julian yang miskin.


“Bebi? Iiiihhh kamu sok romantis!” ujar Marsha memerah. Belum pernah ia digoda Julian dengan sebutan manis itu. Biasanya Julian selalu memanggilnya putri dimanapun dan kapanpun.


Awalnya Marsha sangat risih karena Reina dan Lila selalu meledeknya. Tapi sikap Julian yang sopan dan tidak pernah menunjukkan perasaan cintanya, membuat gadis itu membiarkan Julian memanggilnya demikian.


Marsha tidak menyesal pernah menolak Julian, karena dari situ ia tau kalau Julian adalah orang yang setia. Julian tetap mencintainya. Tidak berpaling pada gadis lain meski bisa mendapatkannya dengan mudah. Lagi pula apa yang diharapkan dari seorang pemuda setampan dan sekaya Julian selain kesetiannya, heh?


Bibit cinta tidak perlu banyak, asal disiram dan dipupuk dengan baik, pasti akan tumbuh subur. Begitulah yang dirasakan Marsha, sedikit rasa pada Julian sewaktu menjadi teman sekelas semasa SMA, menjadi modal utama untuk bersama pemuda itu sekarang.


Bolehkan Marsha memberi kesempatan kedua pada Julian untuk menjadi Ken dalam kisah cinta Barbie yang diperankannya?


“Aku akan berhenti memanggilmu putri mulai saat ini! Boleh tidak aku panggil kamu Bebi Aca?” tanya Julian. Ia tak cukup pengalaman untuk merayu perempuan. Tapi sebelum bertemu Marsha hari ini, ia menyempatkan diri membaca artikel agar kencan pertamanya tidak garing dan gagal total.


Marsha menutup mulut dengan tangan kanan karena tangan kirinya dipegang Julian, diangkat dan dikecup punggungnya.


“Ehem … aku rasa panggilanmu sangat spesial. Aku suka mendengarnya,” jawab Marsha malu-malu. Ia akhirnya menoleh untuk menatap mata Julian yang terpaku padanya.


“I love you, Bebi!”


“I love you, Ken!”


“Loh kenapa namaku jadi Ken?” tanya Julian seraya menaikkan dua alisnya.


“Tapi kamu itu Bebi, bukan Barbie!”


Marsha tergelak, “Anggap aja sama! Aku juga bisa kok tampil cantik kayak Barbie, kalau nggak percaya nanti pulang dari Bantul kita ke salon! Aku juga mau kamu dirias mirip Ken!”


“Hah?” Julian mengernyitkan dahi bingung.


“Cuma buat foto-foto. Aku mau mengabadikan hari jadi kita dengan kenangan lucu dan unik. Gimana, Ken?”


Julian menyugar rambut, “Terserah kamu saja, Bebi! Ayo berangkat sekarang, jadwal kita padat hari ini. Nanti kamu masih harus hadir di acara makan malam di rumahku. Aku memutuskan tidak tinggal di tempat praktek lagi. Aku, mama dan Laila akan menempati rumah baru!”


"Oke!" Marsha mulai melajukan mobilnya perlahan, meninggalkan area pemakaman, menyusul mobil Laila yang sudah menghilang beberapa menit yang lalu.


Julian termenung dalam perjalanan ke Bantul. Ia sudah cuti lama dari pekerjaannya. Sistem pemandu seolah menghilang dari tubuhnya. Entah menghilang meninggalkannya atau hanya memberi waktu padanya untuk menyelesaikan semua urusan keluarga.


Mbah … apa kamu baik-baik saja? Tidak rindu pada cucumu ini?


[Selamat pagi menjelang siang, Tuan! Aku baik-baik saja. Aku harap Tuan juga demikian, karena masih banyak misi menunggu di depan!]


Baiklah, aku sudah siap untuk beraksi lagi. Berikan aku pekerjaan paranormal mulai besok! Sebelum itu, tampilkan statusku dulu, Mbah!

__ADS_1


[Sistem Kekayaan Paranormal]


[Status]


[Nama : Julian El Sandi]


[Umur : 18 Tahun]


[Level : Super Paranormal]


[Kekuatan : 95]


[Ketahanan : 95]


[Kepandaian : 95]


[Ketampanan : 95]


[Pesona : 85]


[Keberuntungan : 80]


[Kemampuan supranatural : 100]


[Kemampuan khusus : Seni bela diri kuno, Seni membuat rajah, Ilmu pengobatan dan penyembuhan.]


[Dana : 52,331 Miliar]


[Misi 19,20 : Berhasil]


[Hadiah : Sejumlah uang dan penambahan poin]


[Hadiah misteri : Ajian Semar Mesem, Ajian Bolo Sewu, Ajian Kluntung Wesi, Ajian Asmoro Kuning, Ajian Jolo Emas, Ajian Waringin Sungsang, Ajian Gelap Ngampar, Ajian Rogo Sukmo.]


[Hadiah spesial : Kemampuan melihat kegaiban, Kemampuan melihat masa depan, Kemampuan membaca pikiran.]


[Misa 21 : Belum tersedia]


[Sistem pemandu : Mbah Jambrong]


Layaklah kalau tubuhku rasanya sangat berbeda dari sebelumnya. Rupanya semua poin status naik drastis, diikuti dengan penambahan kemampuan dan ilmu kesaktian. Kalau begini, aku sangat siap mengguncang dunia paranormal dengan kemampuan baruku.


T A M A T

__ADS_1


__ADS_2