
[Misi 18 : Membersihkan perempatan jalan dari buhul yang dihuni makhluk-makhluk gaib penyebab kecelakaan! Waktu untuk menyelesaikan misi : 1 jam.]
Julian mengamati perempatan jalan lebih dulu sebelum mengambil tindakan. Ia merapal mantra bolo sewu dan melepas pasukan gaibnya untuk membubarkan lelembut yang sedang siaga mencari tumbal.
Setelah motornya parkir di tempat aman, Julian mulai berjalan ke satu titik yang memiliki energi negatif paling tinggi. Dimana makhluk halus paling banyak berkelebat dan menghilangkan diri.
"Rupanya titik ini menjadi pusat penanaman buhul," decak Julian kesal. Ia melihat satu bayangan hitam keluar dari rerumputan dan menghilang di tengah jalan.
"Mana buhulnya, Jul? Aku bisa bantu apa ini? Aku tidak melihat sesuatu yang mencurigakan seperti bunga atau sajen!" Topan berhenti di dekat Julian, celingukan mengedarkan mata ke sekitar. Jelas ia tak mengerti maksud Julian. Di sekelilingnya tidak terlihat hal-hal yang tidak normal.
"Siapkan saja tas untuk wadah buhul!" Julian berjongkok agak jauh dari badan jalan, menyingkirkan rumput hijau yang menutupi pasak besi sepanjang jengkal tangan yang ditanam serampangan.
Dengan energi supranatural yang sudah dipusatkan pada telapak tangan, Julian mencabut pasak tersebut dan memberikannya pada Topan. Tidak hanya satu, tapi ada beberapa pasak yang ditanam di dekat pasak pertama.
"Busyet, banyak bener?!" gerutu Julian.
Topan melongo ketika Julian berkali-kali memberikan besi sejenis pasak yang sudah berkarat padanya. "Gila, ini pasti dari dukun yang sama ya, Jul?"
"Mungkin," jawab Julian singkat. "Sepertinya jalan ini sengaja ditunjukkan oleh si dukun sebagai tempat menanam buhul!"
Selain pasak besi, Julian juga mengambil beberapa koin dan batu yang menjadi tempat untuk meletakkan makhluk halus pencari tumbal. Total ada empat belas buhul yang diambil Julian dari perempatan jalan tersebut.
"Sudah ini, Jul?" tanya Topan. "Banyak banget ini, hampir lima belas biji."
"Sudah, sekarang ayo antar aku ke bandara! Aku ketinggalan kereta gara-gara berurusan dengan preman-preman di panti tadi." Julian menepuk-nepuk kedua tangannya yang kotor sambil memperhatikan jalan raya.
Topan menyahut, "Oke! Tapi bagaimana dengan buhul-buhul ini? Jujur saja aku tidak berani menyimpannya. Jangan-jangan malah bikin aku celaka."
"Kuburkan di tempat biasa, di samping tempat praktek nanti sepulang dari bandara! Benda-benda magis itu sudah tidak berbahaya sama sekali. Aku sudah mengosongkan isinya!" Julian menarik pasukan gaibnya setelah memastikan perempatan jalan bebas dari lelembut penyebab kecelakaan.
Namun, pekerjaan satu jam di perempatan jalan itu menguras energi Julian cukup banyak. Ia sampai harus mengatur nafas yang mulai ngos-ngosan karena energinya belum dipulihkan sistem.
"Kamu tidak apa-apa, Jul?" tanya Topan khawatir. "Wajahmu pucat pasi, kamu juga berkeringat sangat banyak. Apa kepalamu berdenyut? Butuh perawatan medis? Jangan pingsan di sini, nggak lucu nanti!"
"Biarkan aku duduk sebentar, aku butuh bernafas dan mengatur ulang energi yang hilang untuk mengurus buhul-buhul itu," ujar Julian. Ia langsung duduk di atas rumput dalam posisi lotus. Menunggu sistem menyapanya.
[Misi 18 selesai. Hadiah uang sebesar sepuluh miliar sukses ditransfer ke rekening Tuan!]
Julian memejamkan mata, tubuhnya menghangat, energinya yang hilang mulai diisi ulang oleh sistem. Ia berniat meninggalkan lokasi sebentar lagi.
__ADS_1
Apa aku mendapatkan hadiah lain selain uang, Mbah?
[Tuan mendapatkan penambahan poin supranatural dalam jumlah besar!]
Tidak ada hadiah misteri yang diberikan? Ilmu khusus atau ajian kesaktian?
[Tidak, Tuan! Sistem menaikkan level paranormal anda lebih cepat dari seharusnya.]
Bacakan statusku kalau begitu, Mbah!
[Sesuai perintah Anda, Tuan!]
[Sistem Kekayaan Paranormal]
[Status]
[Nama : Julian El Sandi]
[Umur : 18 Tahun]
[Level Paranormal : Diamond]
[Ketahanan : 72]
[Kepandaian : 68]
[Ketampanan : 83]
[Pesona : 67]
[Keberuntungan : 52]
[Kemampuan supranatural : 80]
[Kemampuan khusus : Seni bela diri kuno, Seni membuat rajah.]
[Dana : 12,331 Miliar]
[Misi 18 : Berhasil]
__ADS_1
[Hadiah : Sejumlah uang dan penambahan poin]
[Hadiah misteri : Ajian Semar Mesem, Ajian Bolo Sewu, Ajian Kluntung Wesi, Ajian Asmoro Kuning, Ajian Jolo Emas, Ajian Waringin Sungsang.]
[Hadiah spesial : Kemampuan melihat kegaiban, Kemampuan melihat masa depan.]
[Misa 19 : Belum tersedia]
[Sistem pemandu : Mbah Jambrong]
Mendapati dirinya ada dalam level paranormal diamond, Julian tak percaya. Energi dalam tubuhnya memang meningkat pesat, tapi siapa sangka ia naik ke level diamond dengan cara melewati level platinum begitu saja?
Aku ada di level diamond? Yang benar saja, Mbah?
[Tuan baru saja menyelesaikan misi yang menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi sistem memberikan reward yang besar untuk misi 18.]
Uang yang aku terima juga sangat banyak, aku bisa jadi pemuda yang sombong kalau begini ceritanya, Mbah!
[Sistem tidak mungkin membiarkan tuan rumahnya dihina dan direndahkan karena tidak memiliki kekayaan. Setelah mendapatkan uang 10M, Tuan bisa membeli rumah, mobil dan keperluan pribadi untuk menaikkan status sosial.]
Julian terbatuk-batuk, mengerjap beberapa kali lalu menyeringai aneh. Ia kesal karena Topan memperhatikannya.
"Aku baik-baik saja, ayo antar aku ke bandara!"
Topan mendengus tak percaya, "Yakin?"
Dengan sigap, Julian berdiri dan berlari-lari di tempat seperti sedang berolahraga. "Aku merasa sehat, dan kepalaku sama sekali tidak nyeri. Pan, bisakah kamu melepas perban konyol di kepalaku ini?"
"Jangan gila kamu itu! Kepalamu baru saja dijahit, aku tidak akan membantu melepaskannya. Nanti saja minta bantuan Laila di Jakarta, tapi pastikan kalau lukanya memang sudah mengering! Kalau bisa periksakan sekali lagi ke klinik!" tolak Topan seraya mengibaskan tangan.
Julian berdecak malas, "Huh, kebanyakan aturan! Lagian apa susahnya melepas perban?"
"Sudah jangan protes terus! Pastikan tidak ada yang ketinggalan, Jul!"
"Aman!" ujar Julian.
"Maksudnya tidak akan ada lagi kecelakaan di perempatan jalan ini?"
Julian menukas, "Setidaknya jika ada kecelakaan, penyebabnya bukan lagi makhluk halus, tapi kecelakaan murni terjadi karena kesalahan perorangan."
__ADS_1
***