Sistem Kekayaan Paranormal

Sistem Kekayaan Paranormal
Kafe dan Gadis Belia


__ADS_3

Tempat yang dipilih Julian untuk membuka jasa praktek paranormal adalah ruko yang tidak terlalu besar. Lokasinya strategis, tepat di pinggir jalan utama tapi masih memiliki tempat parkir yang cukup luas.


Julian sama sekali tidak keberatan tempat prakteknya bersebelahan dengan salon. Ia bahkan langsung membayar pada pemilik ruko untuk masa sewa satu tahun dan menandatangani perjanjian sewa menyewa ruko tersebut tanpa menunda hari.


“Jadi mas ini paranormal muda yang bisa dibilang berbakat?” tanya pemilik ruko dengan tatapan skeptis.


“Benar, teman saya ini tidak diragukan lagi kemampuannya! Dia memang masih muda, tapi berkompeten menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan perdukunan,” jawab Topan yakin dan tentu saja sekaligus bertujuan mempromosikan sahabatnya.


Julian hanya tersenyum tipis tak menjawab pertanyaan pemilik ruko. “Saya akan melakukan sedikit renovasi, seperti menyiapkan ruang praktek dan keperluan lainnya. Apa ada tukang yang bisa saya hubungi untuk bekerja di ruko secepatnya?”


“Sebentar!” ujar pemilik ruko. Tangannya cekatan mengeluarkan kartu nama dari laci meja. “Mas Julian bisa memesan kebutuhan ruko di tempat ini, ada tukang yang siap sedia mengerjakan pesanan dan pemasangan perabot yang dibutuhkan! Jangan khawatir, Mas Julian akan didampingi desainer ahli dan mungkin arsitek jika diperlukan.”


Julian menerima kartu nama biro jasa konsultan yang disodorkan pemilik ruko. “Terima kasih! Saya bawa kuncinya sekarang agar bisa segera direnovasi.”


“Sama-sama, semoga usahanya lancar! Sukses buat Mas Julian,” tukas pemilik ruko, menjabat tangan Julian dan Topan secara bergantian.


Julian sungguh tidak ingin menunda usaha jasa praktek paranormalnya lebih lama lagi. Ia langsung menelpon nomor yang ada di kartu nama dan meminta seorang desainer interior untuk datang ke ruko yang sudah disewanya.


Ia ingin tempat prakteknya terlihat modern dan ekslusif, mengusung konsep anak muda seperti dirinya. Tidak akan ada ruang berdinding hitam penuh dengan gantungan pusaka kuno, atau tungku pembakaran kemenyan yang selalu mengepulkan asap dan menebar bau dupa.


Berjam-jam berikutnya, Julian sibuk dengan ahli interior yang datang bersama seorang arsitek. Keduanya terlihat sangat bersemangat untuk mewujudkan ruang kerja yang Julian inginkan.


Dan benar-benar di luar dugaan, biro konsultan yang dihubungi Julian itu langsung bergerak cepat mengatur jadwal kerja tukang yang siap bekerja siang malam.


“Satu minggu dari sekarang, ruangan dan semua perabot yang Mas Julian pesan pasti sudah siap!” janji sang desainer yang langsung disetujui si arsitek.


“Tiga hari,” pinta Julian seenak jidat. Julian memang tidak paham dengan kerumitan pengerjaan renovasi. Ia hanya berpikir praktis, semakin cepat buka praktek semakin cepat ia menjadi kaya.


Setelah negosiasi waktu pengerjaan yang cukup alot, akhirnya disepakati kalau renovasi akan selesai di hari keempat. Julian terpaksa mengalah setelah diberi pencerahan bahwa ruang praktek yang dipesannya butuh mendapatkan perhatian dan detail khusus untuk merealisasikannya.


Dan empat hari yang terasa lama bagi Julian itu pun tiba. Julian sedang mengawasi tukang yang sibuk memasang papan bertuliskan nama dan profesinya. Hampir mirip dengan plang nama dokter, hanya saja milik Julian lebih besar ukurannya. Sehingga, orang berkendara di jalan raya tetap bisa membacanya ketika lewat.


“Mas, lihatkan salon bos aku dong! Mas yang namanya Julian, kan? Minta tolonglah sebentar aja, kita kan bertetangga!” pinta seorang kapster yang mendadak sudah berdiri di samping Julian, ikut memperhatikan papan nama yang sedang dipasang tukang.


Julian menoleh, “Salonnya kenapa, Mbak?”


“Mas pasti bisa merasakan ada aura tidak enak yang keluar dari salon. Di dalam tuh ada hantu yang suka mengganggu karyawan, Mas! Bukan cuma karyawan, tapi tamu salon juga kadang ditakut-takuti.”


“Oke, sebentar lagi aku kesana!” Julian minta izin untuk masuk ke dalam ruang prakteknya lebih dulu sebelum mendatangi salon. Ia butuh bertanya pada sistem untuk mengatasi hal baru seperti itu.

__ADS_1


“Mbah, gimana ini? Aku tidak ingin menggunakan kemampuan melihat penampakan, aku belum latihan dan belum membiasakan diri dengan hantu. Gimana caranya bicara dengan hantu agar dia tidak usil lagi?”


[Tuan bisa mengusir hantu dengan ajian yang Tuan miliki. Bukankah kemarin ketika berhasil menyelesaikan misi, Tuan mendapatkan hadiah misteri?]


“Nah itu … aku sama sekali tidak tau dapat apa saja selain uang. Aku lupa melihat statusku. Tolong tampilkan sekarang, Mbah!”


>Sistem Kekayaan Paranormal<


[Status]


[Nama : Julian El Sandi]


[Umur : 18 Tahun]


[Level Paranormal : Bronze]


[Kekuatan : 28]


[Ketahanan : 23]


[Kepandaian : 30]


[Pesona : 48]


[Keberuntungan : 18]


[Kemampuan supranatural : 16]


[Kemampuan khusus : -]


[Dana : 31 juta]


[Misi 4 : Berhasil]


[Hadiah : Sejumlah uang dan penambahan poin]


[Hadiah misteri : Ajian Semar Mesem, Ajian Bolo Sewu]


[Hadiah spesial : Kemampuan melihat kegaiban]

__ADS_1


[Misi 5 : Belum tersedia]


[Sistem pemandu : Mbah Jambrong]


“Jadi aku bisa menggunakan ajian bolo sewu untuk mengusir hantu usil yang tinggal di salon sebelah, Mbah? Tidak perlu diajak musyawarah, kan?”


[Benar! Memakai ajian bolo sewu sama dengan membawa seribu tentara gaib. Kadang pengusiran bisa dilakukan tanpa perlu berperang. Hantu-hantu usil yang tinggal di salon pasti langsung lari tunggang langgang. Selain kalah kuat, sudah pasti mereka kalah jumlah!]


DING!!!


[Misi 5 : Melakukan pengusiran hantu usil dengan menggunakan ajian. Waktu untuk menyelesaikan misi : 5 menit]


Julian langsung merapal mantra ajian bolo sewu yang sudah terinstall di kepalanya tanpa disadari. Begitu tubuhnya menghangat dan merasakan banyak makhluk gaib yang berkeliaran di sekitarnya, Julian keluar ruangan praktek. Ia berjalan tergesa menuju salon.


“Usir semua hantu nakal yang sengaja usil mengganggu manusia di dalam salon!” perintah Julian dalam gumaman.


WUS!!!


Angin kencang seolah keluar dari tubuh Julian dan bertiup masuk ke dalam salon melewati celah-celah ventilasi udara. Lima detik berikutnya suara jeritan hantu nakal memohon ampun terdengar sampai telinga Julian.


Padahal, Julian tidak melakukan apapun, hanya berjalan mondar mandir di depan pintu salon. Ia tidak menyangka kalau pasukan bolo sewunya bekerja hanya dalam hitungan detik ketika melakukan pengusiran.


Hasilnya, aura suram yang semula memayungi salon langsung memudar dan menghilang tanpa jejak. Julian bermaksud meninggalkan salon ketika kapster yang meminta pertolongannya tergopoh mengucapkan terima kasih.


[Misi 5 berhasil. Hadiah uang lima puluh juta rupiah telah dikirim ke rekening Tuan.]


Julian hanya mengangguk dan tersenyum tipis pada kapster salon sebelum pergi mengecek hasil kerja tukang. Kini, tempat prakteknya telah siap, dan hari juga sudah mendekati malam. Julian lalu menyelesaikan pembayaran pada jasa konsultan dan bersiap pulang ke panti. Praktek paranormal baru akan dibuka besok siang.


Malam itu Julian harus menemani Topan menyanyi di kafe. Usahanya untuk mendapatkan pekerjaan bagi Topan di tempat yang lebih layak membuahkan hasil. Topan diterima bekerja mengisi live musik di kafe khusus weekend.


Setelah berdandan selayaknya penyanyi kafe, Julian menenteng gitarnya dan siap membantu Topan. Ia bertemu sahabatnya itu di kafe dan mereka berdua pun langsung larut dengan gitar, harmonika dan beberapa lagu untuk menghibur pengunjung kafe.


Di sela-sela menyanyi, Julian melihat seorang gadis muda sedang menghabiskan waktu bersama teman-temannya dengan minum-minum. Julian menaksir umur gadis itu tak lebih dari 16 tahun alias masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.


Julian tidak bisa melepas pandangan dari gadis belia itu. Bukan karena ia mendadak jatuh cinta, tapi karena wajah gadis itu memiliki kemiripan dengan foto usang yang dimilikinya.


Begitu musik istirahat, Julian mengambil foto ibunya dari dalam dompet. Mengamati sebentar, membandingkannya dengan si gadis belia, lalu Julian diam-diam memotret gadis yang mirip ibunya itu beberapa kali tanpa ketahuan.


***

__ADS_1


__ADS_2