
“Tegar!!/Akai!!”
Mereka terbelak melihat temannya sedang di keroyok oleh oleh sekelompok orang dengan seragam yang sama dengan mereka. Mereka cukup akrab dengan wajah wajah itu karena merupakan kakak kelas mereka.
Tanpa banyak bicara lagi mereka langsung ikut dalam perkelahian untuk membantu Tegar. Mereka tidak peduli walaupun harus melawan orang yang lebih tua, mereka harus membatu Tegar apapun yang terjadi.
“heh! Akhirnya kalian datang juga.”
Tegar tersenyum ke arah mereka, ada lebam berada di pinggir bibirnya, dia meringis merasakan perih dari lukanya. Apalagi luka yang berada di sudut bibirnya yang sekarang mengeluarkan darah.
Tapi dia cukup senang karena temannya sudah datang, entah bagaimana jadinya jika mereka terlambat datang. Memikirkan nya sudah membuatnya merinding.
“minggir lu semua, urusan gue cuma sama dia.”
Aldo kelihatan sangat kesal karena kedatangan mereka. Kenapa juga mereka bisa mengetahui kalau dia sedang mengeroyok Tegar disini. Aldo mungkin tidak sadar kalau tadi Tegar menshare lokasinya ketika Aldo dan temanya lengah.
“kami tak akan membiarkannya, Serang!!”
Teman Tegar langsung menyerbu Aldo, bentrokan antara kedua kubu pun tidak dapat dihindari.
Sungguh keajaiban kejadian ini belum di ketahui oleh warga, atau mungkin hal ini sudah di ketahui tapi tidak di pedulikan oleh mereka.
Entahlah~
Tegar dengan cekatan menghindari pukulan dari Aldo dan temannya, kali ini dia bisa mengungguli mereka tidak seperti tadi.
Serangan mereka dapat di hadang olehnya walau beberapakali terkena pukulan, Tegar memegang bahu Aldo lalu menendang perutnya dengan lututnya, dia kemudian berbalik dan memberikan pukulan di wajah teman Aldo.
Disisi lain Kevin bertarung seperti orang yang sedang kerasukan, sepertinya dia ingin melepaskan amarahnya karena beberapa hari ini selalu kalah ketika main game. Kebeyulan sekali dia sekarang bisa mendapatkan samsak gratis unguk dipukuli.
Orang yang menjadi samsak sekaligus lawannya cukup kerepotan menghadapinya. Dalam pikiran lawannya dia mengutuk keberuntungannya karena menjadi lawan Kevin.
Samudra dan Yuda bekerja sama menghadapi lawan mereka, diantara yang lainnya hanya mereka lah yang cukup hebat dalam masalah bertarung sambil berpasangan seperti ini, mereka saling menjaga punggung masing masing.
Saling menutupi kelemahan mereka, kerja sama mereka berdua yang cukup solid membuat lawannya menjadi kewalahan menghadapinya.
Segera keadaan mulai berbalik, kini Tegar dan temannya bisa membuat mereka mundur hingga terpojok. Aldo tidak menyangka keadanya akan berbalik sepergi ini dalam waktu yang cukup singkat.
Sepertinya rumor tetang teman-teman Tegar yang suka ikut tauran antar warga itu ada benarnya, terbukti dari cara bertatung mereka yang cukup brutan dan sangat sulit untuk memprediksi serangannya.
Karena posisi mereka yang cukup terpojok akhirnya Aldo memilih untuk kabur, tapi sayang sekali ban motor mereka telah di kempeskan oleh temannya Tegar jadi mereka terpaksa mendorongnya.
Awalnya Kevin berniat mengejar mereka tapi Tegar menghentikannya karena dia tidak ingin menambah masalah lagi, masalah hidupnya sudah cukup banyak hingga membuatnya sakit kepala, dia tidak mau bebannya bertambah.
“sudah Kev jangan kejar, kita harus berangkat sekolah”
“Tapi...”
Tegar menatap datar ke arahnya membuat Kevin mendecih kesal tapi dia tetap diam menurutinya. Hal terakhir yang ingin dia lihat adalah kemaran Tegar. Mereka kemudian pergi dari gang tersebut.
Karena kevin yang terus mengoceh agar dia ikut dengannya dia akhrinya terpaksa menurutinya karena tidak ingin mendengar ocehannya. Sepedanya dia titipkan ke pemilik warnet yang sering di kunjunginya ketika dia belum memiliki Laptop.
__ADS_1
Ketika sudah berada di sekolah mereka mengantar Tegar pergi ke UKS untuk mengobati lukanya, sekalian menhobati luka mereka juga.
Karena perkelahian tadi mereka jadi mendapatkan beberapa luka lebam di tubuhnya.
“makasih... tadi kalian udah nolongin gue, kalau kalian gak datang gue mungkin udah masuk rumah sakit.”
“Santai aja Akai, sebagai seorang teman ini hal biasa.”
“Benar kata Yuda, lu ini udah kayak sama siapa aja.”
Mereka kemudian tertawa bersama. Saat-saat seperti inilah Tegar merasa berungung karena memiliki teman seperti mereka. Setelah selesai mengobati lukanya mereka langsung pergi ke kelas.
Orang-orang di kelas menahap mereka ketika melihat luka lebam di wajah Tegar dan temannya, mereka mungkin memikirkan hal hal aneh tentang apa yang terjadi pada Tegar dan temannya. tapi Tegar tidak peduli akan hal itu, pikirannya sedang berada di yempat lain.
Selama jam pelajaran Tegar tidak memperhatikan sama sekali, sepertinya kejadian kemarin masih membekas di ingatannya, ditambah dengan mimpi yang dialaminya tadi malam membuatnya kembali memikirkan masa lalunya.
Melihat kedaan Tegar membuat Kevin semakin kawatir kepadanya, walaupun Tegar tidak akan melakukan hal yang bodoh seperti bunuh diri tapi jika hal ini terus berlanjut Kevin takut temannya akan menjadi Stress berat.
Tegar sepertinya terlalu lama bengong sampai tidak sadar kalau pelajaran pertama sudah selesai saja. Dia menghela nafas lelah lalu mengambil Headphone nya kemudian memakainya dan menyalakan musik agar hatinya menjadi sedikit lebih tenang.
Untung saja guru mata pelajaran kedua tidak bisa masuk kelas di karenakan memiliki hal penting yang harus di lakukannya. Kelas yang tadinya sunyi langsung menjadi bising karena para murid yang memulai aksinya.
Mereka berkumpul menjadi beberapa kelompok, kelompok perempuan yang duduk di dekat meja Elena, sedang bergosip. Kelompok laki laki yang main game bareng ada yang di belakang sedang menonton video, entah video apa itu.
Kevin, Yuda, dan Samudra termasuk kelompok yang main game bareng, mereka tadinya mau mengajak Tegar tapi setelah melihatnya sedang mendengarkan musik mereka mengurunhkan niatnya.
Satu hal lain yang mereka tau tentangnya, kalau Tegar sedang mendengarkan musik sudah pasti dia yidak ingin diganggu oleh siapapun. Biasanya Tegar mendengarkan musik ketika memilki banyak masalah.
Sebagai teman mereka hanya bisa mendukungnya dan menghiburnya saja, merek tidak punya hak untuk ikut campur dalam urusan keluarganya kecuali Tegar yang meminta mereka untuk ikut campur.
“iyah, si Akai kenapa? Baru kali ini gue lihat dia sampai segitunya.”
Kevin menghela nafas kemudian menceritakan tentang hal yang terjadi pada Tegar kemarin pada mereka. Yuda dan Samudra tercengang mendengarnya, mereka tak percaya kalau Ayahnya Tegar bisa menemukannya.
Mereka sudah tau tentang keadaan Tegar dan keluarganya, jadi mereka cukup paham dengan apa yang di jelaskan oleh Kevin barusan.
“kalau urusan begini memang cukup sulit.”
“yah, masalah keluarga memang cukup merepotkan.”
Kevin tidak bisa untuk tidak setuju tentang hal itu. Dari semua masalah yang ada, masalah keluarga adalah yang paling merepotkan.
Puk
Merasakan sebuah tangan yang menepuk pundaknya membuat Kevin langsung tegak, dia refleks menoleh ke belakang dan menemukan Tegar yang berdiri disana.
“kalian...”
“A-Ada apa...Tegar?”
Tegar menundukan kepalanya membuat wajahnya sulit dilihat, mereka agak kawatir kalau Tegar marah karena mereka membicarakannya tadi.
“Kenapa...”
“Eh?! Kenapa...apa?”
“Kenapa kalian main game gak ngajak gue!!”
__ADS_1
‘kirain apaan, jangan nakut-nakutin bego!!’
Diam diam mereka mengutuknya dalam hati karena Tegar membuat mereka takut saja. Entah bagaimana mereka bisa membatin bersamaan tentang hal yang sama. Mungkin ini yang dinamakan ikatan batin antar sahabat.
Melihat kelakukan mereka membuat Tegar terkekeh pelan, dalam hatinya dia bersukur karena memiliki sahabat yang baik seperti mereka. Sepertinya benar kata pepatah lama, antara emas dan sahabat sudah pasti lebih berharga sahabat.
Mereka bisa melupakan beberapa masalah mereka sejenyak dan kemudian bermain game online bersama untuk mengisi waktu luang selama jamkos. Mereka masih muda jadi mereka harus menikmati masa mudanya sebisa mungkin.
Di tempat lain
Aldo dan teman temannya sedang nongkrong di salah satu wafung di pinggir jalan sambil mengobati luka yang mereka terima dari hasil perkelahian tadi. Aldo kelihatan sangat kesal karena tidak berhasil membuat Tegar babak belur.
Mereka tidak pergi ke sekolah karena kedaannya ini, mereka juga tidak takut kegahuan oleh pihak sekolah karena tempat mereka cukup jauh dari wilayah sekolah mereka. Tempat ini merupakan tempat mereka biasa nongkrong.
“Brengsek! Kenapa mereka harus datang segala sih! Gahal rencana kita!!”
Mereka tidak bisa untuk tidak setuju dengannya. Jika tadi teman temannya Tegar tidak datang mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, mereka juga tidak akan babak belur seperti ini.
“yah, kalau bukan karenanya kita gak akan luka luka kayak gini!!”
Salah satu orang mulai memprovokasinya membuat Aldo menjadi semakin marah. Aldo sudah seperti orang yang kebakaran jenggot saja.
“kita gak bisa biarin gitu aja Do, mereka udah mempermalukan kita kayak gini!”
“kita harus balas dendam sama sama mereka!”
“gue juga setuju.”
Mereka sepertinya merasa terhina karena kalah dari anak tahun kedua, apalagi waktu itu jumlah mereka lebih banyak tapi mereka masih kalah, mereka mungkin tak akan membiarkan Tegar tenang selama beberapa waktu kedepan.
Balas dendam. Suatu hal yang sudah tidak asing lagi dimata orang orang, seperti hal yang di sebutkan dalam suatu anime bertema ninja bahwa balas dendam hanya akan menghasilkan lingkaran kebencian yang tiada akhir.
Sepertinya hal tersebut sangat tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi saat ini. Balas dendam mereka tidak akan berakhir kecuali mereka sadar dengan kelakuan mereka atau ketika mereka mendapatkan pelajaran yang setimpal dengan yang mereka lakukan.
Mereka mungkin akan berhenti jika seseorang yang mereka hormati telah menegur mereka dan membimbing mereka ke jalan yang benar. Menjelaskan bahwa balas dendam itu tidak ada gunanya sama sekali.
“gue udah putusin, kita harus membalas apa yang mereka lakukan pada kita”
Apa Aldo tidak sadar kalau semua ini berawal dari kesalahpahaman dirinya sendiri. Kalau saja dia mau mendengarkan penjelasan Tegar mungkin kejadiannya tidak akan sampai seperti ini.
Mereka kemudian mulai berunding mencari ide bagaimana caranya membuat Tegar mengalami hal yang telah mereka alami. Orang orang seperti mereka mungkin tidak akan sadar karena dalam pikiran mereka, mereka terus menepis kalau mereka salah.
Mereka tidak akan mau mengaku kalau mereka salah karena ego mereka, mereka akan selalu menyalahkan orang lain, membuat diri mereka sendiri berfikir kalau orang lain lah yang salah.
To Be Continue
Yo Syo disini, updatenya telat ya, kelupaan soalnya.
bila ada kesalahan dalam kata atau nama langsung beritau saya, mohon kritik dan sarannya juga supaya ceritanya bisa berkembang menjadi lebih baik.
jangan lupa untuk tekan like, vote, dan Favorit.
...Salam Akasia!!...
__ADS_1