
"Hari ini kita akan praktek sepak bola, jadi kalian cepat ganti baju dan pergi ke lapangan."
Sekarang waktunya jam pelajaran penjas, pak Erwin sang guru olahraga langsung mengintrupsikan para murid untuk mengganti pakaiannya dengan seragam olahraga.
Pekan lalu pak Erwin menjelaskan materi tetang sepak bola jadi, hari ini mereka akan melaksanakan praktek nya.
Semua murid termasuk Kevin langsung pergi ke ruangan ganti pakaian untuk berganti pakaian. Yah memang itu kegunaannya mau di pake apa lagi memang?!
Beberapa murid mesum mencoba untuk mengintip tapi ketahuan oleh para gadis dan akhirnya mendapatkan tamparan di pipinya.
Setelah selesai berganti pakaian langsung pergi ke lapangan sepak bola.
Di sana sudah ada pak Erwin yang sedang memegang bola dengan sebuah pluit yang menggantung di lehernya. Pak Erwin juga membawa sebuah Stopwatch.
Pak Erwin tak sendirian, disana juga ada anak dari kelas XI-3 beserta gurunya. Sepertinya kali ini mereka akan melakukan pertandingan antar kelas.
"Akhem! Karena jam pelajaran olahraga kalian sama jadi, kami memutuskan untuk melakukan pertandingan antar kelas."
"Satu kelas akan di bagi menjadi dua tim, yakni Tim Putra dan Tim Putri."
Kedua guru tersebut kemudian menjelaskan tentang peraturannya, pertandingan setiap Tim akan berlangsung selama 45 menit. Waktunya tidak cukup jika harus 90 menit untuk setiap pertandingan.
Ini hanya pertandingan antar kelas bukan pertandingan nasional jadi, waktu nya tak perlu di samakan.
Aku yang berdiri di barisan paling belakang menghela napas dan berdoa. jujur saja aku tak terlalu pandai bermain Bola jadi aku agak gugup.
'Haah~ ini sangat buruk! Kenapa harus Bola sih'
Dalam hatinku aku terus menggerutu, saat ini aku benar-benar malas untuk bertanding. Tapi, mau bagaimana lagi kalau aku tak ikut pasti nilainya akan turun.
"Sebelum bertanding lebih baik kita melakukan pemanasan terlebih dulu agar tak cedera ketika bertanding"
Mengikuti Intruksi dari Pak Erwin para murid pun lanngsung melakukan pemanasan ringan. Pemanasan adalah hal yang penting sebelum berolahraga.
Pemanasan berguna untuk melemaskan otot-otot agar menghindari cedera ketika berolahraga. Seorang atlet sekalipun pasti akan melakukan pemanasan sebelum bertanding.
"Karena setelah selesai pemanasan, kita akan langsung bertanding. Di mulai dari Tim Putra terlebih dulu."
Normal Pov
Kedua Tim mulai masuk ke dalam lapangan, Kedua Tim mulai mengambil formasi masing-masing. Tegar di tempatkan sebagai Kiper.
PRRIIIIT
pertanding pun berlangsung, Tim XI- 3 mulai membagi bola sebelum menyerang. Tim XI- 1 mulai menghadang sang pembawa bola.
Tim XI- 1 mencoba mengambil bola dari lawan, tapi lawannya terus mengocek bola dan kemudian mengumpankan bola ke temannya.
Pertanding sudah berlangsung sekitar 10 menit, tapi tak ada satu Tim pun yang berhasil mencetak Gol.
Setelah cukup lama Tim XI- 3 akhirnya dapat menerobos pertahanan Tim XI- q. Yoga, sang ketua Tim melewati Beck.
Tegar merentangkan tangannya ke depan bersiap menangkap bola, Yoga mulai melakukan ancang-ancang lalu menembak.
Bola melesat menuju ke samping Gawang, dengan epiknya Tegar melompat menangkap bola lalu berguling sebelum akhirnya berhenti.
"Semuanya kedepan!"
Tim penyerang mulau berlari ke depan, Tegar langsung melempar bola nya sekuat yang dia bisa. Randi sang kapten TimĀ XI-1 langsung menahan laju bola dengan dadanya.
Randi kemudian menggiring bola ke area lawannya, dia mengumpan bola ke temannya yang berada tak jauh darinya. Mereka menerobos pertahanan lawan.
__ADS_1
Bola di umpankan ke Randi sebelum memasuki area kotak Finalty, Randi langsung menendang bolanya. Bola tersebut melesat ke arah gawang.
"GOOOOLLLL"
Bola tersebut melewati sang Kiper, Randi berhasil mencetak sebuah Gol pertama untuk Tim XI- 1.
Tim XI- 1 langsung bersorak-sorak bahkan ada yang bejoget tidak jelas.
***
PRRRIIT!
Pak Erwin meniupkan peluitnya menandakan waktu pertandingan yang telah usai, hasil akhir pertandingan di menangkan oleh Tim XI- 1 dengan Skor 3:2.
Skor yang cukup tipis memang
Tapi kemenangan tetap kemenangan, kedua Tim langsung berjalan ke pinggir lapangan, mereka langsung duduk bahkan ada yang rebahan.
Guru dari kelas XI- 3 kemudian membagikan minumannya kepada mereka. Mereka pasti lelah setelah pertadingan sengi barusan.
Sekarang waktunya Tim putri yang bertanding. Tegar yang merasa tak tertarik dengan pertandingannya meminta izin ke Pak Erwin dan pergi ke kantin.
Awalnya Tegar mengajak Kevin tapi, apalah daya temannya ini tidak mau ikut di karenakan ingin melihat pertandingan Tim Putri.
Anak itu pasti hanya ingin melihat tubuh seksi para gadis, Tegar hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya ini.
Dia kemudian pergi menuju ke kantin sendirian, lorong terlihat sepi karena para murid lain berada di kelas mereka masing-masing.
Tegar Pov
Pertandingan telah selesai, aku kini berjalan sendirian di koridor. Awalnya aku mengajak Kevin tapi anak itu lebih memilih menonton pertandingan.
Sekarang masih jam pelajaran jadi itu hal yang wajar. Aku memakai Headphone kemudian menyetel sebuah musik, aku berjalan santai dengan tangan yang di masukan di saku celana.
Walaupun sudah minum tapi rasanya aku masih kehausan, jadi dia pergi ke kantin untuk membeli minum sekalian membeli makanan.
Setelah bertanding tadi aku jadi kelaparan lagi. Setelah sampai di kantin aku kemudian memesan semangkuk bakso dan Es teh rasa lemon.
"Eh Tegar?! Bukannya sekarang masih jam pelajaran? Kenapa kau disini? Wah jangan-jangan kamu bolos ya?"
"Ya kali saya bolos bang! Sekarang ada pelajaran Olahraga, saya baru saja selesai bertanding sepak bola. Jadi, secara teknis saya tidak membolos."
Aku langsung membatah ucapan Bang Toni, enak saja dirinya di tuduh akan membolos. Aku itu anak baik-baik lho!
Udah baik tampan lagi! Kurang apalagi coba
"Iya dah, abang mah percaya aja"
"Bang! Lebih baik bang Toni urus pesanan aku! Udah laper nih."
Bang Toni hanya terkekeh melihat ku yang kesal, dia kemudian pergi untuk mengurus pesananku.
Sambil menunggu pesanan nya tiba aku menyempatkan diri untuk melihat apakah ada Notivikasi di aplikasi menulis Novel milikku.
Aku bisa menjadi penulis Novel seperti sekarang ini berawal dari mencoba-coba menulis cerita di aplikasi tersebut.
Semakin hari ceritanya semakin banyak berkebang, teknik menulisku juga menjadi meningkat, pembacanya juga semakin banyak.
Seuatu hari muncul Notiv berupa berita tentang di adakannya lomba menulis Novel. Aku kemudian iseng mendaftarkan cerita milikku.
Entah karena keberuntungan atau apa Cerita buatanku masuk sepuluh besar dan pada babak final cerita mendapat posisi 3 teratas.
__ADS_1
Pada waktu itu aku sangat senang, aku sempat tak percaya kalau hasil karya ku bisa masuk tiga besar. Cerita buatanku pun di jadikan sebuah buku dan di terbitkan di pasaran.
Aku juga mendapat hadiah berupa uang tunai sekitar 4 juta. Aku tersenyum mengingat kenangan itu, kalau saja aku tidak memenangkan lomba waktu itu mungkin aku sudah kebingungan untuk membayar Kosan.
Saat itu uang tabunganku sudah menipis di tambah gaji dari pekerjaan di kafe belum keluar. Mungkin aku sudah tidur di depan toko atau ruko jika tidak menang.
Walaupun sekarang aku sudah tidak membuat cerita di Aplikasi itu lagi dan hanya menamatkan cerita yang dulu.
Sekarang aku menjadi penulis Novel dan bekerja di Moonligth Libary, sebuah perusahaan yang menerbitkan buku ku.
Memikirkan hal itu aku jadi ingat kalau aku harus menyelesaikan tulisanku, kalau tidak Editorku akan ceramah lagi.
"Ini dia makanan nya."
Suara tersebut membuatku kembali tersadar dari lamunanku. Ah bang Toni nih ganggu orang lagi ngelamun aja.
"Ah?! Iya makasih bang."
"Hmm, jangan ngelamun mulu. Kamu masih muda nanti kalau gila bagaimana?"
Bang Toni langsung menceramahi ku karena dari tadi melamun. Aku hanya tersenyum canggug sambil menggaruk pipi dengan telunjukku.
"Ah! Iya bang, nanti aku kurang-kurangin deh kebiasaanya."
Bang Toni mengelengkan kemudian kembali ke pangkalannya. Aku kemudian mulai memakan bakso tersebut tak lupa membaca do'a terlebih dulu.
Aku makan dengan perlahan. Toh aku juga tidak terlalu lapar, hanya saja perutnya ini ingin di isi makanan saja.
Bukannya itu sama saja? Bodo amat
Setelah selesai makan aku kemudian membayar makanannya lalu pergi kemabali menuju ke lapangan. Aku tak ingin di anggap tidak hadir karena kelamaan di kantin.
Sudah susah payah aku menjadi Kiper, menangkap bola yang bisa saja mengenai wajahku dan aku di anggap tidak hadir?!
Bukankah itu tidak adil?
Jadi, untuk menghindari hal tersebut aku bergegas menuju lapangan, sepertinya aku tidak terlambat. Tim Putri saja masih belum selesai bertanding.
Aku kemudian mendudukan tubuhku di sebelah Kevin yang sangat fokus menonton pertandingan sampai tidak sadar kalau aku sudah kembali.
"GOOOLLLLLL"
Semua murid dari kelas XI- 1 langsung bersorak ketika Tim XI-1 berhasil mencetak Gol. Yang memcetak Gol tersebut adalah Elena.
Aku juga ikut bersorak atas keberhasilan sang ketua Osis. Aku merasakan hal aneh ketika melihat Elena tersenyum.
'Mungkin hanya perasanku saja.'
Mengabaikan hal tersebut. Aku lalu mengalihkan pandangannya dari Elena dan kemudian mengobrol dengan Kevin, terkadang kami mencoba menebak siapa yang akan mencetak Gol selanjutnya.
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat dan waktu pelajaran olahraga pun selesai.
Kami membubarkan diri dari lapangan dan mengganti baju terlebih dulu sebelum pergi ke kelas.
To Be Continue
bila ada kesalahan dalam penulisan atau nama mohon segera memberitau agar bisa langsung saya revisi.
bila ada kritik ataupun saran silahkan tulis saja di kolom komentar
...Salam Akasia!...
__ADS_1