Smile In The Void

Smile In The Void
Chapter 4 [Dasar pelupa]


__ADS_3

"Haah aku capek sekali."


Walaupun hanya joging segitu saja aku sudah selelah ini, mungkin ini egek jarang berolahraga dan terlalu banyak makan Mie Instan kali ya?


Tunggu!


Aku setiap hari kan selalu olahraga, sudah 4 tahun aku ke sekolah mengendarai sepeda jadi otomatis aku sering berolahraga. Itu sudah menjadi kebiasaanku mengendarai sepeda ke sekolah.


Aku bisa saja menggunakan angkot agar tak capek tapi aku lebih suka memakai sepeda. Selain agar tubuhku tetap sehat ada satu lagi alasanku lebih suka memakai sepeda daripada kendaraan umum adalah sedikit berhemat.


Kalau menggunakan angkot aku harus membayar setiap kali naik, tidak seperti bersepeda. Aku tidak perlu membayar ongkos jika memakai sepeda. Aku pergi ke kamar mandi dan menaruh pakaian ku di keranjang lalu melilitkan handuk di pinggangku.


Aku kemudian masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Tubuhku terasa lengket karena terlalu banyak berkeringat, rasanya sangat tidak nyaman. Aku heran dengan tetanggaku, dia terlihat biasa-biasa saja walaupun tidak mandi sesudah melakukan aktivitas yang membuat mengeluarkan banyak keringat.


Apa dia tak merasa terganggu dengan bau atau rasa tak nyaman ya? Entahlah hanya tetanggaku dan tuhanlah yang tau.


Serelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh, aku kemudian mengambil pakaianku dan memakainya. Aku memakai kaos polos lengan pendek berwarna biru dan sebuah celana pendek hitam.


Karena aku tak punya kegiatan dan juga Mood ku untuk menulis sedang gak ada leboh baik aku bersantai untuk saat ini. Aku kemudian keluar dari kamarku lalu duduk di Sofa dan menyalakan televisi. Siapa tau sekarang ada acara menarik untuk ku tonton.


Semua channel ku telusuri agar mendapat tontonan yang menarik, dulu kalau hari minggu seperti ini pasti akan ada acara Kartun atau Anime di televisi tapi sekarang sudah sangat jarang.


Kebanyakan Channel hanya menyiarkan Sinetron atau acara dangdut saja. Aku jadi merindukan masa-masa kanak-kanakku.


Walaupun masa kanak-kanakku kurang bahagia dan aku sampai harus sembunyi-sembunyi agar bisa nonton Tv tapi aku tetap saja merindukan masa itu.


Tanganku yang memencet tombol Remot berhenti ketika ada acara menari di Tv. Sepertinya aku beruntung karena salah satu Channel menampilkan Anime. Sebenarnya aku bisa saja menonton Anime dari Laptop tapi Stok Anime ku sudah habis dan aku sedang malas mendownload nya.


Karena terlalu asik menonton Tv aku sampai tak sadar kalau sekarang sudah siang, aku mematikan Tv lalu bangun dari Sofa. Seharusnya sih Lia sudah kesini sekarang. tapi kenapa dia belum datang ya? padahal dia bilang dia akan datang siang ini.


Mungkin dia masih di perjalanan, lebih baik aku makan dulu, perutku sudah berdemo minta di isi.


Aku pun pergi ke dapur dan mengambil sebungkus Mie instan dan sebutir telur. Aku kemudian menaruh panci di kompor dan mengisinya dengan air.


Sambil menunggu airnya mendidih aku membuka bungkus mie dan mengeluarkan bumbunya.


Ku buka bumbunya dan ku taburkan ke dalam mangkuk yang sudah ku siapkan. Setelah air mendidih aku memasukan telurnya terlebih dulu sebelum memasukan mie nya.


Setlah menunggu beberapa menit mie nya mulai melunak, aku keluarkan mie dan telurnya dan memasukannya ke dalam mangkuk.


Ku isi mangkuk dengan air panas yang berbeda lalu mengaduknya. Aku tidak menggunakan air rebusan tadi.


Ada yang pernah bilang padaku kalau memasak mie air rebusannya tidak boleh di pakai karena tidak sehat jika di konsumsi.


Entah benar atau tidaknya aku kurang tau, tapi untuk berjaga-jaga tidak masalah kan? Seperti kata pepatah Lebih baik menjaga daripada mengobati.


Aku kembali ke ruang tamu samvil membawa sangkuk mie yang masih panas. Aku lebih suka makan sambil nonton Tv.


***


Matahari mulai menampakan dirinya, sinarnya mulai menerangi bumi. Orang-orang terbangun dan memulai aktivitas paginya.


Clek!

__ADS_1


Tegar keluar dari rumahnya lalu mengunci pintunya terlebih dulu sebelum mengambil sepedanya yang berada di garasi.


Kali ini Tegar bangun agak lebih pagi, dia tidak mau di hukum lagi hanya karena terlambat. Di hukum untuk kedua kalinya, itu hal terakhir yang dia inginkan.


Ada untungnya juga berangkat lebih pagi, udaranya masih sejuk dan juga Tegar tidak perlu terburu–buru di perjalanannya.


Tegar mengayuh sepedanya dengan santai, banyak orang yang memakai seragam yang sama dengannya melewatinya dengan mobil ataupun motor nya.


Mereka adalah anak-anak dari pengusaha kaya, mereka tak meliriknya sama Sekali. Tapi, apa Tegar peduli tentang hal itu?


Tentu saja tidak!


Ada juga beberapa anak yang berjalan kaki, mereka para murid yang rumahnya dekat dengan sekolah.


Rumah tegar sendiri tak terlalu jauh dari sekolahnya, cuma memerlukan waktu dua puluh menit dengan menggunakan sepedanya.


Tidak terasa Tegar sudah berada di dekat sekolah SMA Garuda Muda, Sekolah elit dimana banyak anak orang kaya yang bersekolah disana.


Tegar merupakan murid tahun kedua yang berada di Kelas 11-1, satu kelas dengan Kevin. Sedari masih SMP juga mereka selalu di kelas yang sama.


Entah kebetulan atau apa dia tak tau!


Panjang umur! Orang yang sedang di pikirkan ketemu juga. Kevin sedang berdiri dekat tempat parkir sambil memainkan HandPhone nya.


"Yo…, Kevin ngapain berdiri di sana, sudah seperti patung selamat datang, tau gak?!"


"Ah? Kau ini! Ngagetin aja untung gue gak jantungan."


Kevin mengelus dadanya spontan, hampir saja dia melemparkan ponselnya karena kaget. Lagian Tegar tiba-tiba muncul kayak Jailangkung.


"Haha maaf-maaf, lagian lu juga dari tadi bengong disini, ngapain sih?!"


Ternyata hanya game! Yah, walaupun game tapi Kevin menjelaskan kepada Tegar dengan semangat 45. Kalau saja Kevin bisa sesemangat ini saat belajar mungkin nilainya tak akan anjlok.


Semenjak dia kenal dengan yang namanya Game, Kevin jadi jarang belajar bahkan orang tuanya sering memarahinya karena hal ini.


"Haah kau ini! Oh ya, tugas dari Pak Fisika sudah selesai belum?!"


Tubuh Kevin menegang. Tegar bisa menebaknya, sepertinya Kevin lupa lagi untuk mengerjakan tugas nya. Ini sudah ke sekian kalinya dia lupa.


Ah! Bukan lupa!


Lupa mungkin bukan kata yang tepat, Tapi Kevin suka menunda-nunda untuk mengerjakan tugasnya dan pada akhirnya tugas tersebut tidak terselesaikan.


"Tugas? Tugas apaan?!"


Tuh kan! Seperti yang Tegar pikirkan temannya ini memang lupa dengan Tugas yang di berikan Pak Fisika minggu lalu.


"Tugas Fisika tentang Atom! lu udah lupa?! Itu tugas minggu lalu."


"Astaga Dragon! Gue lupa tentang itu! Bagaimana ini? Mana Pak Tono itu guru Killer lagi!"


Kepanikan dan rasa putus asa melanda pikiran Kevin. Bukannya kenapa, Pak Tono sudah terkenal akan di sekolah karena suka menghukum murid yang memvuat masalah atau tidak mengerjakan tugasnya.


Dimana kalau menghukum itu Pak Tono tidak tanggung-tanggung, pernah dulu ada murid yang tidak mengerjakan tugasnya di hukum membersihkan toilet satu sekolahan

__ADS_1


Kebayang kan gimana lelahnya?!


"Untung saja pelajaran Fisika mulai setelah istirahat, jadi lu bisa mengerjakannya saat istirahat."


"Ah benar juga! Tumben lu pintar."


Tegar hanya menatap datar ke arah Kevin, sudah di beri saran malah ngatain lagi. Sungguh teman yang gak ada Ahlak.


"Terserah lah! Ayo ke kelas sebentar lagi bell berbunyi."


"Ayo!"


Mempunyai teman seperti memang harus banyak bersabar, Tegar kemudian mengikuti Kevin yang berjalan duluan meninggalkannya.


***


Sesampainya di kelas Tegar langsung duduk di bangkunya dan mendengarkan musik dari Headphone yang terpasang di telinganya.


Masih ada beberapa menit sebelum pelajaran pertama di mulai, jadi Tegar ingin menggunakan nya untuk bersantai sebelum berperang dengan soal-soal.


Di sini lain Kevin sepertinya masih bermain game nya, jika sudah menyakut hal hal tentang game Kevin tidak akan memperhatikan sekitarnya.


Tak lama kemudian Pak Rizwan sang guru Sejarah datang, para murid langsung menghentikan kegiatan mereka dan kembali ke bangku masing-masing.


Tegar juga langsung mematikan musik dan mengalungkan Headphone nya tak lupa juga memberi tahu Kevin kalau Pak Rizwan sudah datang.


"Selamat pagi"


“““Pagi Pak~””””


Para murid langsung menjawab dengan kompak nya, mereka terlihat bersemangat walaupun mata pelajarannya sejarah.


Pak Rizwan kemudian duduk di bangku khusus untuk guru yang berada di depan, dia kemudian membuka absensi siswa kelas ini.


"Baiklah, sebelum mulai kita absen dulu!"


Beberapa orang mungkin akan berkata kalau pelajaran sejarah itu membosankan, memang benar! Tapi itu tergantung cara penyampaiannya.


Pak Rizwan mengajar dengan cara yang sedikit berbeda karena ketika pelajaran berlangsung Pak Rizwan suka melontarkan beberapa candaan membuat para murid betah.


Jika itu guru lain mungkin murid-murid yang berada di belakang akan langsung tertidur ketika awal pembelajaran.


Contohnya dulu ketika tahun pertama, mereka mendapat guru Sejarah yang suduh cukup tua. Dia mengajar dengan sangat serius.


Tidak bisa di ajak bercanda sama sekali


Para murid bukan nya mendengarkan malah tertidur di awal pelajaran, tapi semuanya telah berubah sejak Pak Rizwan menjadi guru Sejarah. Tak ada seorang pun yang tertidur saat jam pelajarannya.


Selain itu Pak Rizwan juga ramah dan tidak pernah pilih kasih pada anak didiknya, Hal ini lah yang membuat Tegar menghormatinya.


Dan pelajaran pun di mulai dengan sebuah gombalan dan candaan dari Pak Rizwan yang membuat para murid tertawa lepas.


To Be Continue


jangan lupa untuk Vote dan Komen ya😁

__ADS_1


bila ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar ya.


......Salam Akasia!......


__ADS_2