Smile In The Void

Smile In The Void
Chapter 3 [Berolahraga]


__ADS_3

Sepedanku aku kayuh dengan pelan, aku ingin menikmati keadaan kota di tengah malam. Angin malam sejuk menerpaku.


"Haah~ udara malam memang menyejukan."


Banyak orang yang bilang kalau udara malam tak baik untuk kesehatan, tapi aku tidak memperdulikannya. Lagipula aku ini termasuk orang yang sangat jarang kena penyakit.


Untuk apa memperdulikan hal kecil seperti itu. Aku hanya ingin menikmati malam yang tenang ini, cukup jarang aki bisa merasakannya.


Tunggu dulu!


Aku sudah sering merasakan udara malam yang sejuk. Tapi, apa peduliku tentang itu, rasa lelahku sedikit berkurang setelah diterpa udara malam.


Walaupun sudah cukup malam tapi masih banyak mobil atau motor yang lewat, mereka mungkin orang-orang yang baru pulang bekerja.


Ataupun para remaja yang ingin malam mingguan bersama pasangan mereka. Sial, kenapa kalian harus pacaran di hadapanku! Aku iri ***!


Sudahlah memikirkan hal itu tidak akan membuatku mendapatkan seorang pacar, lagipula aku belum membutuhkan hal itu. Tapi setidaknya aku ingin merasakan pacaran sekali saja ketika SMA.


Tidak terasa, aku sudah sampai di rumahku. Yah perjalanan tak akan terasa lama kalau kita menikmatinya. Aku kemudian menaruh sepedanya di garasi yang berada di belakang rumahnya.


Clek!


"Aku pulang!"


Ini mungkin terdengar bodoh, aku tau kalau tidak ada yang akan menjawabnya, tapi aku tetap melakukannya karena sudah menjadi kebiasaannya sedari dulu.


"Haah~ lelah sekali, untung saja tugas dari pak Fisika sudah selesai. Gue bisa langsung tidur."


Aku ini tipe orang yang bisa hafal wajah orang tapi tidak tau namanya, jadi aku suka memanggil guruku dengan pelajaran yang di ajarkan nya.


Sebenarnya bukan hanya aku saja yang sering memanggil guru begitu, banyak siswa maupun siswi di sekolah yang memiliki kebiasaan yang sama denganku.


Sebelum tidur aku menyempatkan diri untuk mandi terlebih dulu untuk menghilangkan keringat dan bau badan yang menempel di tubuhku.


Baunya sangat tidak nyaman.


Dengan keadaan tubuh yang berkeringat mana mungkin aku bisa tertidur dengan tenang. Kalau memaksa untuk tidur, aku mungkin akan selalu terbangun karena rasa tak nyaman di tubuhnya.


***


Matahari mulai menampakan dirinya, sinarnya mulai menerangi bumi. Orang-orang terbangun dan memulai aktivitas paginya.


Clek!


Aku keluar dari rumahku dengan mengenakan baju kaos lengan pendek warna biru dengan celana training warna hitam.


Udara pagi yang sejuk terasa olehku, rencananya hari ini aku ingin berjoging keliling daerah sini. Sudah cukup lama aku tidak berolahraga.


Kalau di sekolahpun paling juga aku berolahraga cuma dua kali sebulan, itupun jika tidak hujan. Kalau hujan kami hanya belajar tentang materinya saja.


Sebelum joging aku terlebih dahulu melakukan pemanasan agar tidak mengalami cedera ketika berjoging nanti.


Pernah sekali dulu aku lupa melakukan pemasan ketika akan joging, alhasil kakiku terkilir dan butuh waktu seminggu untuk sembuhnya.


Mikirkannya membuat mood ku agak turun, jadi lebih baik lupakan saja. Aku tidak ingin mengingat kejadian tak mengenakan itu.


Aku kemudian memasangkan Earphone ke telingaku dan memutar sebuah musik. Karena pemanasannya telah selesai aku pun mulai berlari pelan.


Ketika melewati rumah-rumah tetangga aku menyempatkan diri untuk menyapa mereka. Sepertinya bukan aku saja yang ingin berolahraga pagi.

__ADS_1


Beberapa orang juga terlihat sedang berjoging dengan teman atau keluarga mereka. Lebih baik tidak usah melihat mereka, itu hanya akan membuatku sedih saja.


Aku memituskan untuk fokus berlari. Akan gawat kalau aku sampai menabrak tiang listrik nanti, bisa malu setengah mati aku.


Menabrak tiang mungkin tidak akan terlalu sakit tapi malunya akan luar biasa apalagi akan banyak orang yang melihatku.


Sungguh tidak epik!


Akhir tujuan jogingku kali ini adalah taman di dekat alun-alun kota, Aku yakin disana cukup ramai sekarang. hmm mungkin aku bisa sekalian sarapan disana.


Tubuhku mulai berkeringat walaupun aku baru setengah jalan untuk bisa sampai ke taman, mungkin karena aku kurang berolahraga jadi baru segini saja sudah berkeringat.


Karena sekarang ini hari minggu jadi sangat sedikit kendaran yang lewat. Jalanan sekarang di dominasi oleh para pesepeda.


Aku berhenti sejenak karena melihat ibu-ibu yang sedang membawa banyak belanjaan. Dia terlihat kesulitan membawanya.


Lebih baik ku bantu saja.


“permisi bu.”


"Iya, ada apa ya?"


“ibu kelihatannya kesulitan membawa belanjaannya, biar saya bantu membawanya.”


"Ah! Tidak usah, nanti merepotkan."


“tidak kok bu, sesama manusia harus saling membantu kan?”


Setelah menyakinkan ibu tersebut kalau aku tak merasa di repotkan aku pun membantunya membawa beberapa barangnya.


Ibu ini cukup hebat bisa membawa belanjaannya sendirian, aku saja cukup sulit hanya karena membawa setengah belanjaan nya. Aku jadi kagum padanya.


"Belanjaannya banyak banget, ibu berjualan?"


Ibu tersebut terkekeh pelan ketika mengatakannya. Yah semua orang bisa melakukan kesalahan, aku malah sering banget yang namanya lupa dan telat.


"Sampai disini saja dek, makasih ya sudah mau membantu ibu"


“sama-sama, kalau gitu saya lanjut joging lagi.”


"Iya, nanti kapan-kapan mampir ke warteg ibu."


Aku hanya mengangguk menanggapinya. aku cukup senang bisa membantunya walaupun sedikit, rasanya seperti ada kepuasan tersendiri dalam diriku


Tamannya sudah mulai kelihatan, sepertinya aku terlalu asik melamun hingga tak sadar kalau sudah sampai di taman.


Untung saja aku tidak menabrak tiang listrik. Tunggu, kenapa aku jadi memikirkan lagi hal itu sih.


Aku lalu duduk di salah satu bangku di sana.


Taman ini cukup luas dengan rerumputan hijau yang di potong dan beberapa pohon rindang di pinggirnya, ada juga sebuah air mancur di tengah taman.


Hari ini taman lumayan ramai oleh orang-orang yang ingin berolahraga dan juga para pedagang kaki lima yang berjualan.


Kalau tidak salah tempat ini membebaskan pedagang kaki lima yang ingin berjualan walaupun di batasi sih. Jadi tidak akan di gusur oleh Satpol PP.


Kakiku ku luruskan supaya tidak keram, padahal aku masih ingin melanjutkan olahragaku dengan beberapa latihan fisik lain seperti Push Up.


Sepertinya aku harus menundanya sebentar sampai rasa lelahku berkurang. Aku mungkin harus lebih sering berolahraga supaya setaminaku meningkat.

__ADS_1


Sebaiknya Aku tunda dulu latihan fisiknya sampai minggu depan, sekarang aku ingin sarapan dulu. Mumpung banyak yang berdagang di sini.


Aku berjalan berkeliling taman melewati para pedagang. Karena banyak yang berdagang aku jadi bingung mau sarapan apa.


Pada akhinya aku memilih untuk makan ketoprak. Yah sudah agak lama sejak terakhir kali aku makan ketoprak, pedagang ketoprak jarang melewati rumahku.


"Bang, ketoprak nya satu."


"Siap, ditunggu."


Aku duduk di kursi plastik yang di sediakan oleh abangnya. Entah berapa lama abang ini nerjualan, dia sepertinya sudah sangat pro dalam meracik ketoprak.


Musik di Ponsel sudah ku matikan ketika sampai di taman tadi, aku sangat suka mendengarkan musik sapai aku tak pernah lupa membawa Headphone atau Earphone kemanapun.


Sambil menunggu abangnya selesai, aku memainkan Ponsel ku. Siapa tau ada hal yang menarik di media sosial. Jaman sekarang semuanya serba mudah.


Ingin makanan tinggal pesan, ingin pakaian tinggal pesan. Serang semuanya serba Online bahkan para pedagang sayur pun ada yang berjualan secara Online.


Aku beruntung hidup di jaman selarang, jaman dulu semuanya serba sulit kau harus pergi langsung ke toko bilang ingin membeli sesuatu.


Dalam hal penerangan pun dahulu masih sangat minim tapi para pelajar bersemangat untuk belajar.


Tidak seperti sekarang, walaupun penerangannya sudah bagus, ada internet yang memudahkanmu mencari sebuah informasi tapi sayang para pelajar sekarang lebih suka bermain game daripada belajar.


Seharunya mereka bersyukur karena di beri kemudahan dan belajar dengan giat supaya bisa mencapai cita-cita bukannya malah bermalas-malasan.


"Ini dekk ketoprak nya."


"Makasih bang!"


Aku mulai memakan makananku tak lupa membaca do'a terlebih dulu. Emh~ ketoprak nya sangat enak, ini lebih enak dari yang ku ingat padahal kalau di lihat bahannya sama.


Sepertinya abang ini menggjnakan bumbu spesial pada pada ketoprak ini, yah aku tidak akan menanyakannya. Itu rahasia dagang miliknya.


Setelah selesai makan aku lalu mengembalikan piringnya ke pada si abang lalu membayarnya. Ah~ aku sangat kenyang sekarang.


Padahal aku baru saja berolahraga tapi…, aku malah makan sebanyak ini, Sepertinya olahragaku kali jni akan sia-sia. Ya, sudahlah waktu pulang nanti juga berkurang lagi kalorinya.


Sekarang apa yang akan aku lakukan? Apa aku langsung pulang saja ya? Hmm tidak…, aku disini saja dulu untuk sementara waktu, lagipula aku tidak ada pekerjaan di rumah.


Pada akhirnya aku kembali ke kursi tempat ku duduk tadi sambil melihat pemandangan taman yang cukup indah. Sepertinya bukan hanya orng yang ingin berolahraga saja yang ada di sini.


Sedari tadi aku juga melihat beberapa keluarga yang sedang berjalan-jalan. mereka mungkin ingin menghabiskan waktu dengan keluarganya mumpung hari libur.


Para pria yang sudah berkeluarga harus bekerja untuk menafkahi keluarga mereka, walaupun harus lembur sampai tengah malam.


Pada akhirnya waktu berkumpul dengan keluarganya menjadi berkurang jadi, ketika hari libur tiba mereka menghabiskan waktu dengan keluarganya.


Aku agak iri melihatnya, keluarga mereka terlihat harmonis, mereka sepertinya sangat menyayangi anaknya itu.


Itu sangat jauh berbeda denganku…, yang ku inginkan dari dulu bukanlah harta atau tahta tapi keluarga yang bahagia, keluarga yang saling menyayangi.


"Haah~ ini sangat buruk…,kenapa aku jadi ingat kembali kenangan itu."


Padahal aku sudah mulai melupakannya. sudahlah lebih baik aku pulang sekarang, lagipula sekrang sudah mulai siang.


Aku pun berjalan pulang ke rumahku, kali ini aku hanya berjalan tidak berlari seperti ketika joging tadi.


To Be Continue

__ADS_1


jika kalian memiliki kritik ataupun saran silahkan tulis di kolom komentar


...Salam Akasia!...


__ADS_2