Smile In The Void

Smile In The Void
Chapter 14 [Masalah Selesai]


__ADS_3

Tegar Pov.


 


Gara gara masalah kemarin aku jadi tidak cukup tidur, aku yakin sekarang ada kantung kehitaman di bawah mataku. Semoga saja aku tidak ketiduran waktu jam pelajaran.


Ada hal lain juga yang membuatku sedikit kesal, aku lupa memberikan flashdisk ini pada Lia. Dia pasti akan mengoceh lagi kepadaku tentang kecerobohanku ini.


Iyah, aku pada akhirnya aku bekerja untuknya sebagai orang yang mengedit Video untuknya. Yah aku tidak tau ternyata itu cukup merepotkan juga.


Haah, aku perlu memperbaiki jadwalku agar tidak terlalu kacau ataupun lupa.


Aku berjalan menuju kelasku dengan sempoyongan. Serius, aku sangat mengantuk sekarang, dari tadi aku tidak bisa berhenti menguap. Saking ngantuknya aku hanya membalas sapaan temanku dengan anggukan ringan.


Sesampainya di meja aku langsung duduk dan tertidur dengan menggunakan tangganku sebagai bantal. Yah, aku tau kalau aku melakukan ini pasti ketika terbangun akan terasa pegal di sana sini.


Tapi, aku terlalu ngantuk untuk memikirkannya.


Ada apa apa dengan wajah Sam sama Yuda? njir wajah mereka sampai lebam-lebam begitu. apa karena mereka ikutan tawuran kemarin yah? itu mukin karma untuk mereka karena tidak mendengarkan nasehat dariku.


nanti aku tanya mereka, sekarang aku mau tidur dulu...


Aku tidak tidur terlalu lama karena guru yang mengajar sudah datang. Kenapa kau cepat sekali datang sih? Biasanya kalau di harapkan cepat datang tapi datang telat, kalau gak diharapkan malah cepet datangnya.


Apakah kau mempermajnkanku? Entah bagaimana hal ini bisa terjadi, apakah ini sebuah keajaiban yang dimiliki oleh seorang guru atau apa? Entahlah, aku tidak mau memikirkannya.


“Tegar, nih! Supaya lu gak ngantuk.”


“Makasih Kev.”


Kau memang temanku yang paling pengertian Kevin, aku kemudian mengambil permen kopi yang di berikannya dan langsung memakannya.


Lumayan lah untuk mengurangi rasa kantuku. Aku bisa mengikuti pembelajaran walaupun rasa kantuk masih sering datang walaupun tak sekuat tadi.


Entah kenapa pikiran tentang kejadian waktu di kafe muncul lagi, aku jadi teringat tentang ‘Ayahku’ yang menjodohkanku dengan cewek merepotkan itu. dia pikir ini jaman Siti Nurbaya(?) apa, dasar Kolot!


Oh ayolah, dari sekian banyak cewek kaya di dunia ini kenapa kau memilih menjodohkannya denganku, setidaknya cari cewek yang tidak manja sepertinya.


Mengingat tentang kelakukan Olivia yang selalu menguntitku membuatku merinding. Aku lebih suka menikah dengan cewek galak seperti Elena daripada dengan nya.


Bukan berarti aku ingin menikah dengan Elena, ini hanya perumpamaan, jangan salah paham yah. Tunggu, mikirin apa sih aku ini, napa jadi mikirin Elena?


Aku tersadar dari lamunanku ketika seseorang menggoyangkan bahuku, secara spontan aku menoleh dan mendapati Kevin, Sam dan Yuda berdiri mengelilingiku.


“ada apa? Eh! Gurunya sudah pergi?” tanyaku.


Lah, persaan barusan gurunya masih ada di depan kelas sedang menerangkan pelajaran dengan semangat masa mudanya.


“Udah dari tadi kali! Lu ngelamunin apaan. Elena?” ucap Kevin.


“Sembarangan! Ngapain gue ngelamunin dia, gak guna juga.” Elakku.


Bagaimana dia bisa menebak kalau aku sedang memikirkan Elena, apa mungkin Kevin ini seorang anak Indigo?. Seandainya kau bisa menebak isi pemikiran guru itu lebih bermanfaat untuk kita.


“yaelah, gak usah ngelak. Lu lagi mikirin dia, kan?” ucap Yuda.


“ngomong apaan lu! Udah ah mending kita ke Kantin. Laper gue.” Ucapku.


“mengalihkan pembicaraan nih.” sindir Sam.


Aku berusaha mengabaikan mereka yang terus mengejekku dan berjalan lebih cepat meninggalkan mereka. dasar temen kampret!


“oi tungguin kami dong!”


Mereka tertawa sambil berusaha mengejarku.


Kami sampai di kantin, Kevin masih tidak berhenti melawak walaupun lawakannya tidak lucu sama sekali.


Kevin dan Yuda pergi memesan makanan lalu aku dan Sam menjaga meja agar tak di tempatu yang lain. kami memang sering bergiliran memesan makanan.


“Eh, lu tau gak, tadi gue lihat kak Aldo masuk ruang BK.”


“Gue lihat. Kira kira kenapa ya?”


“para antek nya juga di bawa ke ruang BK.”

__ADS_1


Perhatianku langsung teralihkan ketika mendengar para Siswa lain yang sedang bergosip ria. Kalau gosip lain aku memang tak akan peduli tapi ini beda...


‘hmm, semoga saja rencana gue sukses.’


“Sukurin, sekalian aja keluarin tu si Aldo.” Ucap Sam.


“gue gak peduli soal itu, mereka jera atau tidak itu masalahnya.” Ucapku.


“iya juga. Gak guna juga di keluarin kalau gak jera juga.” Balas Sam.


“woy! Lagi ngomongin apa sih?”


“Ngagetin aja lu, Kev!” ujarku.


Untung saja aku tidak punya riwayat penyakit jantung kalau tidak mungkin aku sudah pingsan sekarang. Ini orang ngagetin aja.


“haha, sorry sorry. Lu juga serius amat.” Ucap Kevin.


“lagi ngomongin Aldo yang masuk ruang BK.” Balas Sam.


“iyah tadi kami juga denger orang orang ngomongin Aldo.” Ucap Kevin.


Kami berhenti berbicara mengenai Aldo dan berfokus pada makanan kami. Kalau makan gak boleh ngobrol, pamali katanya.


“Tegar!”


Hish, tidak bisakah aku makan dengan tenang, masih aja ada orang yang mengganggu waktu makanku yang berharaga.


“Apa?!”


Aku membalas dengan ketus. Oh ayolah mood ku suka turun kalau aku dinganggu ketika melakukan hal hal yang ku sukai.


Gluk


Tubuhku menegang ketika yang ku tatap ternyata adalah Elena. Oh tidak, kenapa kau menatapku seperti itu? Jangan kira aku takut padamu.


Aku ini bukan takut tapi sebagai laki laki sejati aku sangat menghormati perempuan dan memilih melindungi mereka daripada menyakitinya.


“eh! Elena sayang! Kiraian siapa.”


“Sayang-sayang your head. Itu, lu di panggil pak Jony, di suruh keruangannya.”


Oi oi ada apa denganmu? Daripada marah kenapa dia malah terlihat...., malu? Apa aku salah lihat ya? yah, aku bukannya kepedean yah, tapi apakah Elena..., oh tidak, itu tidak mungkin.


“Kenapa malah bengong?! Cepetan keruang BK!”


“tapi makanan gue...”


“lanjutin aja nanti, ke ruang BK dulu sana.”


“huh merepotkan.”


Normal Pov


 


Ruang BK


“pak, gak ngelakuin ini pak, ini fitnah.” Ucap Aldo.


“Benar pak, kami melakukan itu.”


Dia terus menyangkal kalau dirinya sama sekali tidak membully dan mengancam adik kelasnya.


“lalu ini apa?! Bukan fitnah namanya kalau ada buktinya!” ucap Jony.


Pak Jony merupakan guru BK yang sudah menekuni pekerjaannya sebagai guru BK selama 10 tahun lebih. Tapi dia baru beberapa tahun berada di sekolah ini.


“I-Itu... darimana bapak punya video itu?” tanya Aldo.


Di ponsel pak Jony sudah ada banyak Video yang berisi bukti kalau Aldo dan temannya suka membuly dan bahkan ikut tawuran.


“Kalian tanya darimana? Seorang warga mengirimnya. Video ini sudah viral di media sosial!!” Bentak Jony.


Video yang sudah tersebar di media sosial sangat sulit untuk di hilangkan karena jejak digitalnya masih akan tetap ada.

__ADS_1


Kelakuan mereka ini membuat pak Jony dan guru lainnya marah. Bagaimana tidak, kelakuan mereka ini membuat nama sekolah ini tercoreng.


“kalian ini benar benar!! Kalian tidak memikirkan kensekuensinya hah!!” bentak Jony.


Hal yang mereka lakukan ini cukup berat dan mungkin hukuman yang mereka terima bisa jadi di keluarkan dari sekolah atau paling ringan di Skors. Aldo dan yang lainnya hanya bisa terdiam sambil menunduk memikirkan perkataan pak Jony barusan.


Bukan tanpa sebab pak Jony terpilih sebagai guru BK, masalah menasehati seseorang merupakan keahlian miliknya, ucapannya pasti akan mencapai hati muridnya.


Alasan para siswa di sekolah ini takut akan dirinya karena setiap siswa bermasalah yang nasehati atau di omelinya pasti tidak akan melakukan hal yang sama lagi.


Kalau pun tidak, mereka akan mengurangi kenakalan mereka. Mungkin dengan adanya pak Jony akan membuat Aldo dan temannya jera.


 


Tok tok tok


“masuk.” Ucap Jony.


Pintu pun terbuka memperliha tkan Elena yang telah berhasil menyeret- ralat- membawa Tegar kesini.


“Lu! Pasti ini semua gegara lu kan? Lu yang ngelaporin kita!” teriak Aldo.


“ngelaporin apaan?” tanya Tegar.


“jangan sk gak tau deh! Ini pati ulah lu kan?”


Apakah orang ini tidak pernah belajar bahasa indonesia ya? Pertanyaannya malah di balas pertanyaan lagi.


“gue gak tau yang lu omongin. Yang pasti gue gak ada sangkut pautnya sama sekali.” Ucap Tegar.


“Awas lu...”


“Sudah-sudah jangan ribut!” ucap Jony.


Ini masih di ruang BK sempat-sempatnya mereka bertengkar disana, apa mereka tak menganggap pak Jony ada disana.


“Maaf pak. Bapak panggil saya ada apa, ya?” tanya Tegar.


Pak Jony tidak menjawabnya tapi menyuruhnya dan Elena untuk duduk dulu. Sebenarnya Tegar sudah menebak apa yang terjadi tapi dia ingin mengkonfirmasinya.


“Aldo, Video itu bukan Tegar yang mengirimnya. Pihak sekolah sudah memanggil orang yang ahli di bidang itu untuk melacak pengirimnya dan buka Tegar yang mengirimnya. ” Ucap Jony.


“Tunggu! Video apa? Siapa? Ini sebenarnya kenapa, sih? Bisa bapak jelasin ke saya, jujur saya gak ngerti.” Ucap Tegar.


Tentu saja dia hanya berpura pura bingung, sebenarnya semua ini adalah ulahnya. Inilah yang Tegar kerjakan tadi malam.


‘aku mungkin mendapat Oscar dengan aktingku ini.’ batin Tegar.


Sayang sekali masih ada orang yang curiga dengannya. Elena yang melihatnya curiga kalau Tegar yang mengirim video tersebut. pasalnya dia ingat kalau kemarin Tegar berencana mencari bukti.


Dan dia benar, orang yang mengirim video itu ke pak Jony serta orang yang memyebarkan video itu adalah dirinya. Tegar bergadang sampai subuh untuk mempersiapkan hal ini. dan sepertinya kerja kerasnya terbalaskan.


Dia harus berhati hati dan teliti agar tidak ada yang bisa melacaknya dan bukan hanya itu dia juga harus membongkar celengan ayamnya untuk membeli beberapa hal. Sepertinya usaha nya tidak sia-sia.


“ah maaf membuatmu bingung. Sebenarnya begini, tadi pagi ada seseorang yang mengirimi saya sebuah video...”


Pak Jony kemudian menjelaskan kepada mereka tentang tadi pagi ada orang yang mengiriminya sebuah video.


Bukan hanya itu, dia juga menerima pesan dari banyak orang yang menanyainya tentang video yang viral di media sosial. Sontak saja pak Jony kaget sekaligus marah akan kejadian hal ini. Bagaimana pun ini bukan masalah yang sepele.


 


 


 


 


To Be Continue


yo Syo disini, gimana kabar kalian? semoga sehat yah.


jangan lupa untuk Like, Vote, dan Comen. juga jika kalian punya Kritik atau Saran silahkan tulis di kolom komentar. Ciao


...Salam Akasia!...

__ADS_1


__ADS_2